Articles

Found 18 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMIPILAN JAGUNG KELOMPOK TANI DESA KUALA DUA Uslianti, Silvia; Wahyudi, Tri; Saleh, Muhammad; Priyono, Suko
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2014): Edisi Bulan Maret 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.897 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v6i1.5176

Abstract

Abstract Permasalahan yang dihadapi oleh petani pasca panen jagung setelah jagung dikeringkan adalah berkaitan dengan pemipilan jagung. Proses pemipilan yang biasanya dilakukan petani dengan cara manual menggunakan tangan, sehingga memerlukan waktu yang lama. Produktivitas petani dalam memipil jagung rendah, karena hasil pipilan sedikit dan petani cepat lelah. Belum ada mesin yang digunakan untuk membantu petani jagung dalam proses pemipilan jagung. Hal ini dikarenakan mahalnya harga mesin yang ada dipasaran dan petani belum mengetahui teknologi untuk pembuatan mesin pemipil jagung. Rancang bangun mesin pemipil jagung dibuat untuk membantu Kelompok tani Desa Kuala Dua meningkatkan hasil pipilan jagungnya. Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh rasio permenit untuk kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan dari penggunaan mesin pemipil jagung dengan pemipilan secara manual adalah 10 : 1. Berarti dengan menggunakan mesin pemipil jagung yang telah dirancang dan dibuat dapat menghasilkan 1 kg biji jagung pipilan permenit. Keywords rancang bangun, mesin pemipil jagung, kelompok tani.
THE CHARACTERISTIC OF VEGETABLE ICE CREAM FROM SOY MILK BY THE ADDITION OF SWEET POTATOES PURPLE (IPOMOEA BATATAS POIR) Meme, Mega; Priyono, Suko; Mayasari, Eva
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to determine the best characteristic of vegetable ice cream from soy milk by purple sweet potatoes juice. The experiment was designed using Randomized Block Design (RBD). The combination between soy milk and the sweet potatoes purple (0:85% 12:85% ; 23:85% ; 34:85% ; 46:85%) was composed as facor each combination was replicated four times. The data analyzed statistically using Anova (5%) and Tukey Test (5%). The best treatment determined using effectiveness index. The combination of soy milk and purple sweet potatoes 12:74%. is the best result were produced of fat content 3,14%, total dissolved solids 16.90brix, protein content 2.59%. high-speed melting (728 second) overrun 47.4%, and hedonic value of aroma 4.64 (like), taste 4.32 (slightly like), color 4.6 (like), texture 4.48 (slightly like).
KAJIAN KUALITAS JELLY KERING LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DENGAN SUBSTITUSI KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (HYLOCEREUS COSTARICENSIS) HAKIKI, ADE M; PRIYONO, SUKO; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jelly Kering lidah buaya dengan subtitusi kulit buah naga super merahmerupakan variasi dari kue jelly yang mengutamakan manfaatnya untukkesehatan dengan menggunakan kulit buah naga yang selama ini dianggap sebagailimbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi lidah buayadan Kulit Buah Naga terbaik pada pembuatan jelly kering lidah buaya dengansubstitusi Kulit Buah Naga berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Penelitianini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yangterdiri dari tujuh perlakuan yaitu lidah buaya dengan substitusi Kulit Buah Naga80 g : 20 g, 70 g : 30 g, 60 g : 40 g, 50 g:50 g, 40 g:60 g,30 g: 70 g dan 20 g:80g. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputikadar air, kadar abu, pH, total padatan terlarut, vitamin C, total asam, tingkatkekerasan dan uji sensori yang meliputi tekstur, keasaman, dan warna. Hasilpenelitian terbaik jelly kering lidah buaya dengan substitusi kulit buah nagaadalah lidah buaya 30g dan kulit buah naga 70 g dengan hasil analisis kadar air(29,62%), kadar abu (0,69 %), pH (3,07), total padatan terlarut (25,82 0brix),vitamin C (30,80 mg/100), total asam (2,88%), tingkat kekerasan (0,03 %). Hasiluji organoleptik terbaik yaitu tekstur 3,44 (agak suka), rasa 3,80 (suka) dan warna3,68 (suka).Kata kunci : jelly kering, lidah buaya,buah naga super merah,substitusi
PEMANFAATAN AGAR-AGAR SERBUK SEBAGAI PENAMBAH PEKTIN PADA BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) UNTUK FORMULASI SELAI LEMBARAN Ulfa, Dini; Priyono, Suko; Bandem, Putu Dupa
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The aims of this research is to get the seaweed formulation as a pectin addition to papaya concentrate for resulting physicochemical and sensory characteristic of the best papaya jam. This research design used is Randomized Block Design (RBD) consisting of one factor threatment is the addtion of the concentration of seaweed powder that consist of nine standards treatment are a1=5 g, a2= 7 g, a3= 9 g, a4=11 g, a5= 13 g, a6= 15 g, a7= 17 g, a8= 19 g dan a9= 21 g. The variables measured were the physicochemical and sensory character. The addition of seaweed powder concentrate has a effect unreal to water content, vitamine C, jam pH and total dissolved solids. Based on the physicochemical and sensory test sheet concentration addition papaya jam jelly powder yields a value of 7 g treatment (NP) the best is 0.636 with a water content of 48.941%, vitamine C 58.667mg/100g, jam pH 3.877, total dissolved solids 49.266% and sensory character that plasticity (a little plasticity), 3.17, plasure 3.14 (like), taste 3.97 (too sweet and  acid), aroma 3.17 (its not papaya aroma) and appearance 2.31 (a little firm).   Keywords: powder seaweed, physicochemical, sensory, papaya jam sheet
FORMULASI SIRUP JERUK SAMBAL (CITRUS AMBLYCARPA) DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) GUSTINI, GUSTINI; PRIYONO, SUKO; HARTANTI, LUCKY
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi sari buah jeruksambal dan nanas dalam pembuatan sirup yang menghasilkan sifat fisikokimiadan sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu formulasi jeruk sambaldengan penambahan buah nanas yang terdiri dari enam taraf yaitu 100ml : 0ml,80ml : 20ml, 60ml : 40ml, 40ml : 60ml, 20ml : 80ml dan 0ml : 100ml. Variabelyang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas yangdihasilkan memiliki kandungan vitamin C berkisar antara 27,5-38,5 mg/100g, pH2,97-4,7, total asam 6,65-52,25%, total padatan terlarut 66,37-67,95 0Brix.Formulasi sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas berpengaruh nyataterhadap vitamin C, pH, total asam sirup, namun berpengaruh tidak nyata terhadaptotal padatan terlarut sirup yang dihasilkan. Berdasarkkan uji fisikokimia dansensori, formulasi sirup 80ml : 20ml menghasilkan nilai perlakuan (NP): 1,02sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu vitamin C36,3mg/100g, pH 3,07, total padatan terlarut 66,5 0Brix, dan total asam 52,25%,dan karakter sensori adalah aroma 3,83 (wangi jeruk), rasa 3,9 (manis) dan warna3,06 (agak kuning).Kata kunci : formulasi, fisikokimia, jeruk sambal, nanas, sensori, sirup
KAJIAN FISIKOKIMIA DAN SENSORI FRUIT LEATHER PEPAYA (CARICA PAPAYA) DENGAN SUBSTITUSI JERUK SAMBAL (X CITROFORTUNELLA MICROCARPA) JULIANTI, JULIANTI; PRIYONO, SUKO; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi terbaik produk fruit leather dari buah pepaya dengan substitusi buah jeruk sambal yang dapat di terima oleh panelis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu perbandingan buah jeruk sambal dengan buah pepaya dengan 7 taraf perlakuan, dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 21 sampel fruit leather. Perlakuan yang dimaksud yaitu buah pepaya : buah jeruk sambal = 325 g : 175 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 350 g : 150 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 375 g : 125 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 400 g: 100 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 425 g :75 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 450 g : 50 ml, buah pepaya : buah jeruk sambal = 475 g : 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan 400 g buah pepaya : 100 ml buah jeruk sambal merupakan formulasi terbaik dengan karakteristik fisikokimia dan sensori antara lain kadar air 31,61 %, total asam 0,49 %, vitamin C 22 %, pH 3,13, TPT 41,70 0Brix, warna 4,3 (jingga), rasa 3,15 (agak asam), tekstur 3,85 (lentur).Kata kunci: fruit leather, fisikokimia, jeruk sambal, pepaya, sensori
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SARI BUAH TAPUS (CURCULIGO LATIFOLIA DRYAND) SIAP MINUM DENGAN PENAMBAHAN BAHAN PENSTABIL CMC DAN GUM ARAB Teyen, Teyen; Priyono, Suko; Mayasari, Eva
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Tapus (Curculigo latifolia Dryand) adalah buah khas dari Kalimantan Barat yang memiliki citra rasa manis bahkan mampu memodifikasi rasa manis. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan konsentrasi CMC dan Gum Arab terhadap karakteristik sari buah tapus dengan kualitas fisik, kimia dan sensori yang terbaik. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor: 1. Bahan penstabil, terdiri dari dua taraf perlakuan antara lain CMC dan Gum Arab. 2. Konsentrasi bahan penstabil, terdiri dari tiga taraf perlakuan antara lain 0,5%, 1,0%, 1,5%. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga jumlah perlakuan sebanyak 24 sampel. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah vitamin C, pH, total padatan terlarut (TPT), viskositas produk, dan stabilitas produk. Hasil uji terbaik menyatakan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan Gum Arab dengan konsentrasi 1,5% yaitu 1.06, Vitamin C sebesar 17,60 mg/100g, pH sebesar 4,53, total padatan terlarut sebesar 13,27 0brix, viskositas sebesar 0,40 cp, stabilitas sebesar 47,50%. Hasil uji sensori yaitu rasa sebesar 5.48 (suka), aroma sebesar 4.48 ( agak suka), kenampakan sebesar 5.44 (suka).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH ALUVIAL Raharjo, Bambang Raharjo; Priyono, Suko; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial atau Inceptisol yang bermasalah adalah sulfaquepts mengandung horizon sulfuric (cat clay) yang sangat masam. Budidaya cabai rawit merupakan upaya meningkatkan hasil cabai rawit dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia, dengan demikian menggunakan pupuk hayati pada tanaman cabai rawit diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Hayati terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di dalam rumah plastik yang berlokasi di Jalan Alianyang gang kencana 1 Kota Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat. Penelitian dimulai April 2012 sampai November 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu faktor pupuk hayati. Ada 6 perlakuan terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Kata kunci : Pupuk Hayati, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit, Tanah aluvial.
STUDI KASUS KUALITAS MINYAK SISA PENGGORENGAN MAKANAN JAJANAN DI JALAN SEPAKAT II PONTIANAK DOROTHEA, FEBRIANA; PRIYONO, SUKO; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan terhadap minyak goreng. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang kualitas dan tingkat kerusakan minyak goreng berulang pada pedagang makanan jajanan gorengan di Jalan Sepakat II Pontianak. Analisis penggunaan minyak goreng penjaja makanan dilakukan dengan survei. Untuk mengetahui kualitas minyak goreng, dilakukan analisis laboratorium yang meliputi pengukuran asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan penyabunan dan bilangan iod. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling dan membandingkan blanko minyak goreng curah sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian penggorengan. Hasil penelitian diperoleh karakteristik uji kualitas minyak goreng dari 12 sampel uji rata-rata berkisar antara : asam lemak bebas 0.32-0,44%b/b, bilangan asam 0.23-1.58 mgKOH/g, bilangan perioksida 20-36,6 mekO2/kg, bilangan penyabunan 144.21-196,65 ml/gr dan bilangan iod 7,45-17,57 gI2/100g. Dari kedua belas pedagang gorengan menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan belum memenuhi syarat mutu SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional. Sedangkan pengujian pada minyak goreng blanko pada minyak sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian diperoleh hasil antara lain, asam lemak bebas 0,20-21 %b/b, bilangan asam 0,50-0,57mg/KOH/g, bilangan peroksida 11,4-14 mekO2/kg, bilangan penyabunan 199,89-198ml/gr dan bilangan iod 21,76-18,60 gI2/100g. Dari keseluruhan blanko minyak goreng curah masih memenuhi persyaratan kualitas minyak goreng menurut SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional.Kata Kunci : kualitas minyak, Minyak goreng, makanan jajanan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KETAN DENGAN PATI SAGU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI DODOL LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DUCH) LESTARI, NOVITA; Rahayuni, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ketan dengan pati sagu terhadap sifat fisikokimia dan sensori dodol labu kuning.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu substitusi tepung ketan denganpati sagu terhadap pembuatan dodol labu kuning dengan taraf perlakuan masing-masing perbandingannya yaitu (100:0 %), (90:10 %), (20:80 %), (70:30 %), (60:40 %) dan (50:50 %) diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ketan denganpati sagu pada pengolahan dodol labu kuning memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan warna namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, rasa dan tekstur. Dodol labu kuning pada perlakuan 50 % tepung ketan : 50 % pati sagu memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik menghasilkan kadar air 30,26 %, kadar lemak 3,75 %, total padatan terlarut 23,42 0Brix, tingkat kekerasan 0,56Kg Force dan Aw 0,79 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu tekstur 3,28 (agak elastis), rasa 4,00 (manis), warna 3,40 (agak kuning kecoklatan) dan aroma 3,20 (agak beraroma labu kuning)   Kata kunci: dodol, labu kuning, pati sagu, substitusi, tepung ketan