Bambang Pudjianto
Departemen Teknik Sipil FT. UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto SH., Tembalang, Semarang 50275

Published : 37 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosio Konsepsia

KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS DAN EKONOMI ORANG DENGAN KECACATAN PASCA PEMBINAAN LANJUT PADA PANTI SOSIAL BINA RUNGU WICARA (PSBRW) MELATI JAKARTA Pudjianto, Bambang; Syawie, M.
Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan kecacatan rungu wicara berhak mendapatkan pemenuhan hak-hak dasarnya dalam bidang kesejahteraan sosial. Melalui program rehabilitasi sosial dalam panti, diharapkan tidak seorang pun orang dengan kecacatan rungu wicara sebagai warga negara, tertinggal dan tidak terjangkau dalam proses meningkatkan kesejahterannya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui apakah pemberdayaan dari hasil rehabilitasi sosial berdampak pada eks klien. Metode penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil pembinaan lanjut diketahui eks klien yang mendapatkan keterampilan dari panti sosial dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan hasil keterampilan yang diperoleh. Pada kasus enam eks klien orang dengan kecacatan diketahui meningkat kapasitasnya dengan keterampilan yang dimiliki, dan semakin berdaya ke arah kehidupan normatif secara fisik, mental dan sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU DESA SEJAHTERA (STUDI KASUS DI KABUPATEN SRAGEN) Suyanto, Suyanto; Pudjianto, Bambang
Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sragen. Untuk menelaah permasalahan kebijakan menggunakan pendekatan evaluatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan FGD. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis paguyuban dengan pola keterpaduan berhasil dengan baik. Hal ini terbukti, melalui pemberdayaan mengelola tanaman sayuran dan perkebunan menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu masyarakat yang dibina kebutuhan pokoknya dapat terpenuhi semakin sejahtera serta memiliki harapan ke depan. Bahkan mereka masih bisa menabung untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian disarankan, untuk memaksimalkan pemberdayaan keluarga miskin, sebaiknya bisa dilakukan secara terpadu melalui pilar-pilar kesejahteraan sosial seperti pendamping lapangan dan orsos/LSM yang ada di lokasi. Bagi pemerintah dalam penanganan semua program yang menyangkut kemiskinan perlu menjaga sinergitas antar lembaga dengan pendekatan terintegrasi.
KINERJA TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN DI SLEMAN - YOGYAKARTA Syawie, M; Pudjianto, Bambang
Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi TKSK dalam pembangunan kesejahteraan sosial merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, asistensi sosial menjadi kekuatan pendorong dalam pengembangan tingkat akar rumput kesejahteraan sosial. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sleman Yogyakarta, bertujuan untuk mengetahui kinerja (tugas dan fungsi) TKSK dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat setempat menjadi lebih baik. TKSK masih menghadapi berbagai persoalan dan tantangan, dimana mereka lebih dipandang sebagai relawan daripada pekerja sosial. Kemudian, mereka juga kurang dukungan sarana dan prasarana yang memadai. TKSK sudah menunjukkan kerja nyatanya, sementara itu belum ada kejelasan statusnya, sehingga belum jelas posisi dalam gugus tugas Kementerian Sosial, maupun pada Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten. Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja TKSK, maka direkomendasikan (a) peninjauan kembali Permensos Nomor 03/2003, terutama Pasal 4 tentang tugas TKSK di dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Pasal 5 tentang fungsi TKSK di dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, berikut pasal-pasal penjelasannya, Pasal 9 mengenai persyaratan menjadi TKSK, Pasal 13 ayat (2) tentang seleksi administrasi sebagaimana dimaksud ayat (1) Perubahan Pasal-Pasal tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja TKSK dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.