Isti Pudjihastuti
PSD 3 Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jln Prof Sudarto, SH Pedalangan Tembalang Semarang

Published : 16 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

REKAYASA PROSES PEMBUATAN SERBUK PEWARNA BATIK BIODEGRADABLE BERBAHAN ANTOSIANIN LIMBAH KULIT TERONG BELANDA (Chypomandra betacea) DENGAN KOMBINASI EKSTRAKSI GELOMBANG ULTRASONIK DAN AQUASOLVENT Asmara, Yoga; Bayu K, Aji; Adi G.P, Septian; Aini, Fajar; Pudjihastuti, Isti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Batik telah menjadi trend baru dikalangan masyarakat. Meningkatnya trend juga diiringi dengan peningkatan produksi oleh para pengrajin di kalangan masyarakat. Namun akibat perkembangan IPTEK , banyak diantara pengrajin yang lebih memilih menggunakan pewarna sintetik yang jauh lebih berbahaya sehingga dirasa perlu untuk dilakukan diversifikasi ke pewarna alami.Banyak disekitar kita beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai pewarna, tetapi memanfaatkan limbah adalah pilihan yang tepat dan salah satunya adalah limbah Kulit Terong Belanda yang mengandung Antosianin (Astawan, 1997). Sayangnya selama ini dibeberapa daerah seperti Wonosobo, Terong Belanda hanya dimanfaatkan buahnya saja. Rekayasa proses ekstraksi dilakukan dengan mengkombinasikan gelombang ultrasonic dan aquadest pada suhu 300 400 500 600 selama 30, 60, 90, 120 menit pada pH = 1 dengan tambahan asam asetat. Ekstraksi ultrasonik dipilih karena akan membuat proses ekstraksi lebih cepat dan bersifat yang tidak merusak. Hasil menunjukkan rendemen Antosianin yang terekstrak paling besar adalah pada perlakuan 500 selama 60 menit dengan hasil 23,78 mg/100 gr. Selanjutnya ekstrak akan dijadikan serbuk secara drying dan kristalisasi dengan penambahan maltodekstrin 10 % v/v untuk kemudian dicobakan terhadap Batik.Kata Kunci : Cyphomandra betacea, Ekstraksi Gelombang Ultrasonik, Pewarna Batik.
TEKNIK IMOBILISASI ENZIM SECARA ENTRAPMENT DALAM SINTESIS METIL ESTER BERBAHAN MINYAK JELANTAH Kurniawan, Aji Bayu; Laeli, Nurul; Puspitasari, Asti Putri; Pudjihastuti, Isti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan komsumsi energi dunia tentu akan membuat cadangan minyak semakin menipis belakangan ini sehingga wacana renewable energi kian di eksplorasi oleh berbagai pihak, salah satu yang mulai digencarkan adalah biodiesel Namun selama ini, pembuatan biodiesel yang dilakukan secara transesterifikasi dengan reaktan methanol dan katalis basa memiliki banyak kelemahan yaitu terjadinya reaksi penyabunan dan sulit dipisahkan karena katalisnya homogen sehingga saat ini dikembangkanlah enzim sebagai katalis yang memiliki keunggulan dimana memiliki aktivitas spesifik dan mudah dipisahkan karena katalisnya heterogen. Mengingat harga yang mahal maka dilakukanlah imobilisasi dalam matrik agar enzim dapat dipakai berulang dan menghemat biaya dalam sistem kontinyu. Penelitian dimulai dengan mengaktivasi zeolit sebagai matriks support, dilanjutkan dengan imobilisasi enzim dalam zeolit untuk selanjutnya proses sintesa biodiesel pada suhu 37 ºC selama 50 jam 150 rpm dengan rektan metil asetat. Setelah biodiesel dihasilkan maka dilakukan uji analisa secara kuantitatif dengan HPLC dan kualitatif serta uji performa.Hasil menunjukkan bahwa perbandingan minyak jelantah : metil asetat sebesar 1:12 dengan kompossisi enzim 3% akan menghasilkan biodiesel dengan konsentrasi 4,35 mol/t. Kata kunci: Biodiesel, Imobilisasi enzim, Metil Asetat, Minyak jelantah.
FORMULASI BIOADITIF SUPER “RON BOOSTER“ PADA BAHAN BAKAR MINYAK MELALUI EKSTRAKSI MINYAK SEREH WANGI (CITRONELLA OIL) MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Agustian, Heri Dwi; Anggryani S, Dwi; Baskoro, Hendro; Khoirunnisa, Amalia; Pudjihastuti, Isti; Siswanti, Fariza
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor energi memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan karena segala aktivitas manusia membutuhkan pasokan energi. Kebijakan energi nasional mentargetkan 5% kebutuhan energi nasional harus dapat dipenuhi melalui pemanfaatan biofuel sebagai energi terbarukan karena pembakaran dari BBM mengakibatkan pencemaran udara dan global warming. peningkatan proses pembakaran dapat melalui penambahan aditif, oleh sebab itu perlu adanya eksplorasi bioaditif sebagai senyawa tambahan dalam bahan bakar. Salah satu alternatif aditif yang baik dan ramah lingkungan adalah minyak atsiri. Diantara 14 jenis minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor adalah minyak Serai Wangi. Minyak serai wangi diprediksi mempunyai karakteristik yang mendekati karakteristik bahan bakar, seperti berat jenis, titik didih, dan sifat mudah menguap. Proses ekstrak diharapkan akan mendongkrak produktifitas dan kualitas kandungan minyak serai wangi. Proses yang ditawarkan adalah ekstraksi minyak sereh wangi menggunakan gelombang mikro. Prinsip pemanasan menggunakan gelombang mikro bedasarkan  tumbukan langsung dengan material polar atau solvent dan diatur oleh dua fenomena yaitu konduksi ionik dan rotasi dipol. Hasil dari penelitian ini berupa senyawa bioaditif yang dicampurkan dengan BBM dan meningkatkan cetane number dan octane number. Variabel berubah yang digunakan adalah proes ekstraksi dengan suhu 40°C dan 60° C, serta  pelarut n-heksan dan etanol . setelah didapat ekstrak bioaditif kemudian dicampur dengan BBM dengan formulasi perbandingan bioaditif minyak sereh wangi : BBM ( Solar atau Bensin ) adalah rentang 0,1-1 : 100 Dan diilkukan pengujian Gas Chromatografi dan cetane-octane number.Rendemen maksimal berada pada suhu 70oC dengan pelarut ethanol selama 2 jam ekstraksi. Formulasi ang efisien untuk penambahan pada BBM berada pada rasio 3% dengan peningkatan angka cetana dari point 48 menjadi 50. Kata Kunci : Energi, Bioaditif. Minyak Sereh Wangi, Ekstraksi, Gelombang Mikro