Articles

Found 24 Documents
Search

SEBARAN SPASIAL VOLUME BACKSCATTERING STRENGTH IKAN PELAGIS DI DANAU RANAU, SUMATERA SELATAN Aisyah, Aisyah; Hestirianoto, Totok; Pujiyati, Sri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3723.023 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.11-20

Abstract

Danau Ranau tergolong danau besar sehingga dapat dikatakan memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai penyedia air minum, perikanan, irigasi, transportasi dan rekreasi. Sv sebagai bagian dari karakteristik hidroakustik, merupakan parameter acuan dalam mengkaji atau mengkuantifikasi sumberdaya ikan pelagis (densitas, dan sebarannya). Penelitian bertujuan mengkuantifikasi hasil dari penggunaan metode akustik yang diterapkan di Danau Ranau. Data kuantitatif yang diperoleh diharapkan menjadi dasar analisis selanjutnya dalam hal pengelolaan sumberdaya perikanan di Danau Ranau, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di Danau Ranau yang meliputi wilayah OKU Selatan dan Lampung Barat, pada Bulan November 2012 dan Februari 2013. Penelitian menggunakan perangkat akustik split beam echosounder Simrad EY60 frekuensi 120 kHz. Data hasil tangkapan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan ikan di wilayah OKU Selatan yang didominasi oleh ikan pelagis digunakan untuk memverifikasi data akustik. Sebaran ikan berdasarkan nilai volume backscattering strength (Sv) menunjukan penyebaran yang tidak merata. secara spasial, kelompok ikan menyebar di sisi litoral danau, hampir tidak ditemukan di sisi barat laut. Kelompok ukuran kecil ditemukan di barat daya dan selatan danau, sementara kelompok ukuran besar terkonsentrasi di tenggara dan timur. Sebaran secara vertical menunjukan bahwa ukuran dari semua kelompok target (kecil hingga besar) ditemukan di kedalaman 0-75 m, sementara di kedalaman 75-125 m ditemukan ukuran yang relative lebih besar. Suhu dan DO menunjukan bahwa terjadi stratifikasi minor di perairan ini. Koefisien korelasi menunjukan keeratan hubungan antara Sv dengan suhu (0.94), namun tidak demikian dengan Sv dan DO (0.56)
INTEGRASI DATA MULTIBEAM BATIMETRI DAN MOSAIK BACKSCATTER UNTUK KLASIFIKASI TIPE SEDIMEN Adi, Anang Prasetia; Manik, Henry M; Pujiyati, Sri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2016): MEI 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9258.521 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.7.77-84

Abstract

Sistem multibeam echosounder tidak hanya memperoleh presisi tinggi dalam pengolahan data batimetri saja, tetapi juga mendapatkan resolusi tinggi dalam data backscatter strenght (BS) dasar perairan. Sejumlah penelitian telah menerapkan metode akustik untuk mengklasifikasikan tipe sedimen dasar perairan dengan menggunakan data backscatter, dan hasil klasifikasi yang diperoleh lebih baik daripada sampling sedimen secara tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengintegrasikan hasil data multibeam echosounder dalam penentuan batimetri dan pengklasifikasian tipe sedimen dasar perairan.Penelitian menggunakan data survei batimetri multibeam echosounder Kongsbergs EM 2040C di Sungai Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat. Penentuan batimetri menggunakan metode Combined Uncertainty and Bathymetry Estimator (CUBE), sedangkan klasifikasi tipe sedimen menggunakan metode Angular Response (ARA) dan Sediment Analysis (SAT) yang semuanya tertanam dalam software Caris Hips and Ships versi 9.0. Hasil klasifikasi tipe sedimen secara unsupervised terdapat empat tipe sedimen. Nilai intensitas tipe sedimen kerikil (gravel) berkisar antara -16 dB hingga -13 dB, pasir (sand) berkisar antara -22 dB hingga -17 dB, lumpur (silt) antara -26 dB hingga -23 dB dan lempung (clay) berkisar antara -34 dB hingga -29 dB.
DISTRIBUTION OF FISH TARGET STRENGTH IN MALANG RAPAT SEAWATER OF BINTAN ISLAND, KEPULAUAN RIAU PROVINCE Yamin, Andi Yaodi Nurani; Manik, Henry M; Pujiyati, Sri
Journal of Applied Geospatial Information Vol 4 No 1 (2020): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v4i1.1861

Abstract

Malang Rapat is an area located in east Bintan Island. As a part of coastal communities, fisheries were the primary sector for public revenue in Malang Rapat. A qualified method is needed to determine the abundance and distribution of fish were required. Hydroacoustic technology is one method to solve this problem. This research aimed was to determine the value of fish target strength and to determine the pattern of fish distribution behavior in Malang Rapat, Kepulauan Riau Province, on September 23 and 24, 2016, using scientific echosounder Simrad EK15. The result indicated that fish target strength in Malang Rapat was -60 dB to -42 dB. This value was useful to estimate the length of fish ranged from 3 cm to 31 cm. The highest mean target strength based on depth was -48 dB at 10 m in the daytime and -52 dB at 3 m in the nighttime. The abundance of fish was found at night, precisely 3 meters from the surface of the water. The highest frequency appearance target strength range from -60 dB to -58 dB with 3.94 to 4.95 cm estimated fish length.
PEMROSESAN SINYAL DATA SUB-BOTTOM PROFILER SUBSTRAT DASAR PERAIRAN SELAT LEMBEH Solikin, Steven; Manik, Henry M.; Pujiyati, Sri; Susilohadi, Susilohadi
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v13i1.6060

Abstract

An accurate mapping of ocean seabed is needed to answer the challenges faced by the marine scientist today. Sub-bottom profiler present as one of the acoustics system which used to describe the sediment layer profile of the ocean bottom, as well as the thickness of the layer and the stratigraphy. The purpose of this research is to describe the 2D profile and to determine the value of the reflection coefficient of the sediment layers in Lembeh Strait, North Sulawesi. The reflection coefficient is necessary to be analyzed related to the seabed sediment grain size and type. The data acquisition carried out using Syqwest Stratabox sub-bottom profiler with the frequency of 10 kHz. FFT signal processing and bandpass filter are applied to relieve noise from main signals as well as to get better results. The results of data processing show that seafloor sediments have a value of the surface reflection coefficients which ranged between 0.1168 until 0.7938 with type iron smooth sand.
PENGARUH ANEMON (HETERACTIS MAGNIFICA) TERHADAP VITALITAS IKAN BADUT (AMPHIPRION OSCELLARIS) UNTUK MEMINIMALISASI PENGGUNAAN KARANG HIDUP PADA AKUARIUM LAUT BUATAN Lubis, Muhammad Zainuddin; Pujiyati, Sri; Mujahid, Muhammad
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 2 (2013): NOVEMBER 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.064 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.149-154

Abstract

Sea Anemone is a close relative of corals. It is one of the marine life that is favored by lovers of sea-water ornamental Aquarium. Its body form resembling sponges with a beautiful color on her body. This sea anemone is a software belongs to the animals of animal invertebrates (spineless animals back). However, in the cultivation of fish, Clown fish which is much used living coral. The use of excess numbers of Anemone coral reef ecosystems in a dwindling and threatened to extinction. The results of this research show that the vitality of the living surroundings Amphiprion oscellaris aquariums made by an ideal aquatic environment conditions is not affected by symbiosis with Heteractis magnefica. Amphiprion oscellaris fish maintenance doesn't need sea anemone to survive, so the use of sea anemone can be minimised and replacing with artificial Anemone akuaskap as a decoration.
PENGARUH AKLIMATISASI KADAR GARAM TERHADAP NILAI KEMATIAN DAN TINGKAH LAKU IKAN GUPPY (POECILIA RETICULATA) SEBAGAI PENGGANTI UMPAN IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) Lubis, Muhammad Zainuddin; Pujiyati, Sri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 2 (2013): NOVEMBER 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.815 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.123-129

Abstract

Aklimatisasi merupakan suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari suatu organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya.  Penelitian ini mengamati proses aklimatisasi kadar garam pada ikan guppy (Poecilia reticulata). Proses aklimatisasi kadar garam pada ikan Guppy yang dilakukan selama 14 hari dengan menaikkan 720 gram per hari. Kadar garam terukur adalah 30%. Ikan Guppy (Poecilia reticulata) memiliki ukuran tubuh ± 5 cm, corak warna tubuh dan sirip yang sangat cemerlang dan memiliki harga yang sangat ekonomis sehingga dapat menarik perhatian Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis). Awal proses aklimatisasi ikan Guppy berjumlah 65 ekor dengan berat rata-rata 1,1 gram dan panjang total yaitu 2,5 cm. Selama 8 hari pengamatan (18%), ikan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, namun setelah hari ke 8 ikan ada yang mengalami kematian  0,02 % - 0,05%, namun secara total sampai akhir pengamatan, kematian ikan relatif  lebih kecil yaitu 0,13 % (9 ekor). Hasil uji coba ikan yang dilakukan pada perairan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu menunjukkan ikan dapat berenang dengan baik dan selalu berada di permukaan air tanpa perubahan yang terlihat yang sangat signifikan.
PENGAMATAN BIOAKUSTIK PERGERAKAN IKAN SIDAT ANGUILLA SP. DALAM KONDISI TERKONTROL (AKUARIUM) Pujiyati, Sri; Retnoaji, Bambang; Hananya, Ariel; Lubis, M. Zainuddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.365 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.21276

Abstract

Pergerakan Ikan sidat menghasilkan suara yang disebut suara hidrodinamik yang merupakan suara atau getaran yang dihasilkan dari sebuah perubahan di medium karena pergerakan ikan. Intensitas suara hidrodinamik terjadi saat arah dan kecepatan renang ikan berubah secara cepat. Pembelokan posisi kepala akan menyebabkan perpindahan medium yang kuat.  Perpindahan tersebut menyebabkan perubahan gelombang tekanan pada medium, yang dapat terdeteksi sebagai suara oleh hydrophone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan suara ikan sidat fase elver dan fase yellow dalam kondisi terkontrol. Penelitian dilakukan di Laboratorium histologi dan embriologi Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Waktu penelitiannya adalah 4-7 Agustus 2016. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah aquarium kaca, headphone, hidrophone, Seaphone, baterai alkaline kotak, laptop. Bahan yang digunakan masing-masing 5 ekor sidat fase yellow dan fase elver.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktifitas ikan sidat fase elver dan fase yellow sangat beragam ditinjau dari  durasi suara ikan sidat saat pagi,siang dan malam.  Pola suara yang terekam berkisar dari frekuensi dari 0 sampai 22.03 KHz. Frekuensi suara ikan sidat dominan dikisaran 151 - 450 Hz, dan memiliki pola suara yang berbeda-beda untuk pagi, siang dan sore. Kesimpulan menunjukkan bahwa durasi dan pola suara hidrodinamika ikan  sidat fase elver maupun fase yellow berbeda nyata antara pagi - siang, juga siang ? sore, namun untuk pagi - sore tidak berbeda nyata.
SURVEI KEBERADAAN IKAN CAKALANG KATSUWONUS PELAMIS DI TELUK BONE Putri, Rini Sahni; Jaya, Indra; Pujiyati, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.779 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18850

Abstract

Keberadaan Cakalang Katsuwonus pelamis selalu berubah-ubah tergantung kondisi perairan sekitarnya yang disenangi oleh ikan tersebut. Penelitian ini memberi prediksi keberadaan Cakalang di Perairan Teluk Bone dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh dan gambaran hubungan panjang-berat Cakalang dari hasil survei perikanan. Data satelit penginderaan jauh berupa suhu permukaan laut dan klorofil-a diperoleh dari database NASA dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal 8-day composite. Data survei perikanan berupa data posisi, hasil tangkapan ikan, panjang dan berat Cakalang dengan fishing base dari dua lokasi berbeda yaitu Sinjai dan Luwu. Data satelit penginderaan jauh dan data survei perikanan di plotkan dalam grafik untuk mengetahui kondisi lingkungan yang banyak ditemukan Cakalang. Posisi tangkapan dan hasil tangkapan dipetakan untuk menunjukkan keberadaan Cakalang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakalang umumnya ditemukan tertangkap pada kisaran suhu permukaan laut 28,42°C - 30,73°C dan kandungan klorofil-a 0,1335 mg/m³ - 0,2309 mg/m³. Berdasarkan data panjang-berat, pola pertumbuhan Cakalang yang tertangkap di Perairan Teluk Bone bersifat allometrik negatif.
AKUSTIK DIBANDINGKAN DENGAN DENSITAS IKAN: KOMBINASI METODE AKTIF DAN PASIF Randi, Zulfathri; Hestirianoto, Totok; Pujiyati, Sri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.132 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.187-198

Abstract

Akustik perikanan memiliki dua pembagian utama yaitu akustik aktif dan pasif. Berbagai penelitian akustik dengan metode aktif telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara akustik dengan densitas ikan, namun kombinasi metode aktif dengan pasif belum pernah dilakukan sekaligus pada kawanan ikan yang sama. Mengkombinasikan kedua metode ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berhubungan dengan densitas ikan serta kecenderungannya baik dengan metode aktif maupun pasif. Penelitian ini dilakukan pada kawanan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi terkontrol berjumlah 50, 100, dan 150 individu ikan dengan kisaran panjang total 10-13cm. Akuisisi data akustik aktif dan pasif dilakukan secara stasioner selama 15 menit pada keramba jaring apung (KJA) ukuran 2 m×2 m×1.8 m menggunakan echosounder CruzPro PcFF-80 frekuensi 200 kHz (akustik aktif) dan hydrophone Dolphin EAR 100 (akustik pasif). Data akustik aktif diolah menggunakan program Matlab R2013b untuk menghasilkan nilai hambur balik volume (scattering volume, SV), sedangkan data akustik pasif diolah menggunakan program Wavelab untuk memperoleh nilai intensitas suara dalam domain frekuensi, selanjutnya keduanya dihubungkan dengan densitas ikan. Hasil pengukuran SV pada ikan berjumlah 50, 100 dan 150 individu secara berturut-turut adalah -45.898 dB, -45.887 dB dan -45.888 dB, dengan koefisien determinasi (R2) mencapai 0.6583. Terdapat penurunan rata-rata SV pada ikan berjumlah 150 individu yang diduga terjadi karena adanya efek shadowing, juga akibat ikan yang digunakan berukuran kecil. Intensitas suara tertinggi dan terendah ikan berjumlah 50 individu pada rentang frekuensi 0-22 kHz berturut-turut sebesar -28.306 dB dan -64.582 dB, pada ikan berjumlah 100 individu, sebesar -26.0793 dB dan -64.5296 dB, pada ikan berjumlah 150 individu sebesar -28.5246 dB dan -64.5679 dB.
HUBUNGAN TIPE DASAR PERAIRAN DENGAN DISTRIBUSI IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PANGKAJENE SULAWESI SELATAN 2011 Akbar, Hidayanto; Pujiyati, Sri; Natsir, M.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2013): MEI 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.821 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.31-39

Abstract

Tipe substrat dasar perairan berpengaruh terhadap sebaran jenis ikan demersal. Tipe substrat di Perairan Pangkajene Sulawesi Selatan didominasi oleh pasir berlumpur. Distribusi ikan demersal tertinggi berada di kedalaman 10.45 m sampai 15.25 m menyukai substrat pasir berlumpur, ikan demersal tersebut merupakan famili dari kapan atau jenaha (Lutjanidae). Ikan demersal di Perairan Pangkajene lebih dipengaruhi oleh kedalaman perairan dibandingkan oleh tipe substrat pada perairan tersebut.