Articles

EFEKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) DENGAN BUBU MENGGUNAKAN UMPAN BUATAN Riyanto, Mochammad; Purbayanto, Ari; Wiryawan, Budy
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v4i1.60

Abstract

The use of bait in fishing operation attached to a fishing gear has function to attract or stimulate fish, so as to increase the fishing effectiveness. Study on catching effectiveness of grouper with basket pot by using artificial bait is urgently needed. The objectives of this study were to analysis soaking time of the artificial bait that effectively to attract grouper and to measure the effectiveness of the artificial baits to catch grouper by using basket pot. The fishing experiment methods were used in this study. The use of the artificial bait in different soaking time (day and night) has not significantly different to the grouper catch. The use of natural bait (shrimp and trash fish), however was more effective than the artificial bait to catch grouper. Keywords: artificial bait, Effectiveness, Epinephelus fuscoguttatus, basket pot
PEMILIHAN MODEL CO-MANAGEMENT PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP Sutomo, Sutomo; Purbayanto, Ari; Simbolon, Domu; Manan, Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.51 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.61-70

Abstract

Option of Co-management model of fisheries management in pelabuhanratu, sukabumi regency, west java is largely determined by the criteria / management aspect to be achieved, the management of conditions that exist today, and alternative co-management model is offered in the management of capture fisheries. Election of co-management model of fisheries management in study area is also influenced by a variety of obstacles / barries. This study aims to formulate a model selections Fisheries co-management in pelabuhanratu catch. This study uses the AHP method. Several significant interaction management components are (a) The biological aspects of the firts order of the ratio of interest RK = 0.346 to IR =0.07. (b) The economic aspects of the sequence in two, namely the ratio of interest RK = 0.286 to IR= 0.07 (c) Social aspects that is associated whit a third order RK = 0.25 at IR = 0.07.
KOMODITI UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI TELUK BANTEN (LEADING COMMODITY OF CAPTURE FISHERIES IN BANTEN BAY) Ernaningsih, Dwi; Simbolon, Domu; Wiyono, Eko Sri; Purbayanto, Ari
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.596 KB)

Abstract

Tekanan yang cukup besar di daerah pesisir Teluk Banten mengakibatkan kerusakan lingkungan, di antaranya adalah pencemaran perairan. Hal ini berakibat kepada penurunanhasil tangkapan nelayan. Pengembangan wilayah penangkapan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tekanan penangkapan di wilayah pesisir. Pengembangan kawasan (wilayah) berbasis komoditas unggulan merupakan salah satu konsep pengembangan wilayah yang ada. Kawasan Teluk Banten dapat dikatakan kawasan yang memiliki daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung bionomi sumber daya ikan; (2) menentukan komoditas unggulan perikanan tangkap di Teluk Banten. Model bionomi Gordon-Schaefer digunakan untuk menganalisis bionomi sumber daya ikan, dan komoditi unggulan dianalisis dengan metode skoring, nilai Location Quotient (LQ) dan indeks spesialisasi (IS) untuk menentukan keunggulan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh jenis ikan menguntungkan secara ekonomi. Kembung, cumi-cumi, teri, tongkol, dan lemuru, merupakan jenis ikan pelagis yang layak dikembangkan. Adapun dari kelompok ikan demersal adalahrajungan, kakap merah, udang, kuwe, bawal hitam, ekor kuning, dan beloso. Berdasarkan metode skoring diperoleh bahwa rajungan, teri, dan cumi-cumi merupakan ikan yang dapat diunggulkan, hal ini juga sesuai dengan hasil perhitungan nilai LQ yang ketiganya bernilai lebih dari satu. Nilai IS sebesar 0,42 menunjukkan tingkat spesialisasi komoditi unggulan rendah di kawasan Teluk Banten, berarti konsentrasi komoditi unggulan cukup merata di kawasan Teluk Banten.Kata kunci: bionomi, komoditi unggulan, perikanan tangkap
ANALISIS PEMETAAN JARINGAN PERDAGANGAN IKAN KERAPU HIDUP DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA, (MAPPING ANALYSIS OF LIFE GROUPERS TRADE IN WAKATOBI MARINE NATIONAL PARK SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE, INDONESIA) Tadjuddah, Muslim; Wiryawan, Budy; Purbayanto, Ari; Wiyono, Eko Sri
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.889 KB)

Abstract

Perdagangan ikan kerapu telah menjadi suatu kegiatan ekonomi yang penting di Asia-Pasifik, yang melibatkan lebih dari 20 negara, dengan nilai komersial diperkirakan US$ 350juta per tahun. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan ikan kerapu telah dimanfaatkan secara berlebihan di banyak negara terutama di Asia Tenggara seperti di Filipina dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis jaringan perdagangan serta memetakan aktoraktor yang memperoleh keuntungan terbesar dari perdagangan ikan kerapu. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi pemerintah daerah Wakatobi dalam menentukan kebijakan pengelolaan ikan kerapu agar dapat berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif field research dengan strategi penelitian studi kasus. Untuk memperoleh data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Berdasarkan analisis jaringan perdagangan ikan kerapu dapat dipetakan bahwa keuntungan terbesar dinikmati oleh eksportir, kemudianoleh pedagang besar (ponggawa darat) selanjutnya oleh koordinator (ponggawa laut), Berdasarkan analisis keuntungan setiap aktor yang terlibat dalam jaringan perdagangan ikankerapu di lokasi penelitian semestinya nelayan kerapu masih memungkinkan untuk mendapatkan upah yang lebih besar dari jumlah yang diterimanya, dengan sistem perdaganganseperti inilah, diduga sebagai penyebab tetap miskinnya nelayan kerapu di lokasi penelitian sedangkan pedagang besar dan eksportir menikmati surplus yang jauh lebih besar dariperdagangan ikan ini.Kata kunci: ikan kerapu, pemetaan sosial, pangan ikan karang hidup, Taman NasionalWakatobi
POLA IMPLEMENTASI CO-MANAGEMENT PERIKANAN TANGKAP DI PALABUHANRATU (IMPLEMENTATION PATTERNS OF CAPTURE FISHERIES CO-MANAGEMENT IN PALABUHANRATU) Sutomo, Sutomo; Purbayanto, Ari; Simbolon, Domu; Mustaruddin, Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.499 KB)

Abstract

Co-management merupakan salah satu pendekatan pengelolaan sumberdaya perikanan yang memberi peran besar bagi partisipasi masyarakat dengan fasilitasi oleh pemerintah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan sumberdaya yang dimilikinya. Palabuhanratutermasuk kawasan pesisir yang telah banyak kegiatan/proyek melibatkan partisipasi masyarakat pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dan swasta dalam pengembangan kegiatan perikanannya, dan saat ini menjadi kawasan minapolitan. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola implementasi co-management dalam mendukung pengelolaan perikanantangkap di Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Beberapa komponen pengelolaan berinteraksi signifikan adalah (a) pengembangan sumberdaya manusia dan permodalan (P
SELEKSI JENIS ALAT TANGKAP DAN TEKNOLOGI YANG TEPAT DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LEMURU DI SELAT BALI Himelda, Himelda; Wiyono, Eko Sri; Purbayanto, Ari; Mustaruddin, Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.601 KB)

Abstract

Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan untuk penangkapan ikan lemuru di Selat Bali, baik oleh nelayan di Kabupaten Banyuwangi maupun di Kabupaten Jembrana terdiri dari beberapa jenis.  Jenis alat tangkap tersebut adalah purse seine (sleret), gillnet, payang, bagan, dan pukat pantai.  Untuk memperoleh pedoman pengembangan alat tangkap, diperlukan suatu kajian dan seleksi terhadap alat yang digunakan.  Kajian ini dapat dijadikan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis alat tangkap yang baik untuk penangkapan lemuru di Selat Bali, dilihat dari aspek biologi, teknis, sosial, ekonomi, dan aspek ekosistem. Analisis yang digunakan adalah analisis skoring.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa unit alat tangkap yang dapat dijadikan sebagai dasar dan pedoman untuk dikembangkan dalam rangka upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan lemuru di Selat Bali yang dilakukan oleh nelayan di Kabupaten Banyuwangi secara berurutan adalah purse seine, gillnet, payang, dan bagan.  Untuk Kabupaten Jembrana secara berurutan alat tangkap yang dapat dikembangkan adalah purse seine, gillnet, dan pukat pantai.  Jika dilihat secara keseluruhan, maka alat tangkap utama yang potensial untuk menangkap lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) adalah purse seine. Namun demikian, hal yang perlu dipertimbangkan bahwa alat tangkap selain purse seine yangdimiliki oleh nelayan kecil tetap dapat diupayakan karena menyangkut kelangsungan hidup nelayan yang menggunakan alat tangkap selain purse seine di Selat Bali. Pembaharuan terhadap  kuota alat tangkap purse seine di masing-masing wilayah melalui keputusan bersamadua Provinsi.  Berdasarkan keputusan bersama tersebut, dapat terwujud pengelolaan sumberdaya perikanan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) di Selat Bali secara berkelanjutan, ramah lingkungan dan lestari.Kata kunci:  Selat Bali, seleksi alat tangkap, skoring, sumberdaya lemuru, teknologi
PERANAN KEBIJAKAN PUBLIK, ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN KOMPETENSI SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN PRODUK PERIKANAN PRIMA Rokhman, Abdul; Haluan, John; Purbayanto, Ari; Nikijuluw, Victor P.H.
Buletin PSP Vol. 16 No. 2 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of fish processing industry in Indonesia obtain a new momentum since issuing the act No. 31/2004 regarding fisheries and determining of agriculture revitalization in the National Development Agenda 2004-2009. The strategy that can be carried out to accelerate development of fish processing industry is development of Prime Fishery Products, those are high quality, safety, competitive and high value added fishery products. The aim of research is to improve quality of public policies in development of fish processing industry, by analyzing factors those have role to Prime Fishery Products, which are (1) public policy related to quality and safety assurance, (2) entrepreneurial orientation, and (3) human resource competency. The research sample is frozen fish processing plants located in Banten Province, Jakarta Province, West Java Province, Central Java Province, Yogyakarta Province and East Java Province. The research is used the descriptive method survey and compiled data are analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) method. The result of research is point out criteria of Prime Fishery Products that strongly influence is competitiveness, followed by quality and safety assurance. While value adding is not significantly influence. All determinant factors of Prime Fishery Products are significantly having roles. The leading role is entrepreneurial orientation, followed by public policy and human resource competency.
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP POLA TINGKAH LAKU MAKAN IKAN KERAPU MACAN (EPHINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) Dian P Fitri, Aristi; Purbayanto, Ari
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.437 KB)

Abstract

Study on fish behavior is necessary to establish knowledge on the use of bait effectiveness. The objective of the research was to analyze response and feeding behavior of grouper (Ephinephelus fuscoguttatus) on different chemical composition of bait. The research was conducted by laboratory experimental method. The fish used was 200 mm in total length. The baits used were shrimp (Metapenaeus elegans) and trash fish (Sardinella gibbosa). Data collection consist of response time and feeding behavior pattern of Ephinephelus fuscoguttatus on bait with soaking time of 1, 7, and 12 hours. Chemical composition of each bait consisting of proximate, amino acid, fatty acid, and ammonia were analyzed based on soaking time. Data was analyzed using t-student test. The results showed that response time of Ephinephelus fuscoguttatus to shrimp bait and fish was insignificantly difference (p > 0.05). The feeding response of Ephinephelus fuscoguttatus with soaking time difference of shrimp bait and trash fish during 1 and 7 hours was significantly difference (p < 0.01). The bait soaking time until 12 hours was insignificantly difference (p > 0.05). Longer bait soaking time (until 12 hours) would decrease bait chemical composition that influenced on decrease feeding response of Ephinephelus fuscoguttatus.Key words: baits, feeding habit, Ephinephelus fuscoguttatus.
STUDI MENGENAI PROSES TERTANGKAPNYA DAN TINGKAH LAKU IKAN TERHADAP GILLNET MILLENNIUM DI PERAIRAN BONDET, CIREBON (STUDIES ON CAPTURE PROCESS AND FISH BEHAVIOR TOWARDS MILLENNIUM GILLNET IN BONDET WATERS, CIREBON) Haluan, Carolina C. Rakhmadevi; Purbayanto, Ari; Sondita, M. Fedi A
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries - Mei 2012
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.506 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.1.7-13

Abstract

ABSTRACTThe millennium gillnet was recently adopted by Cirebon fishermen. Its use has been spread to other areas. Research on this type of gear is rare. The objectives of this research were: to investigate the effects of transparency on the fish behavior towards net panel of millennium gillnet; and to obtain the information on catch composition and the capture process of millennium gillnet. This research consisted of laboratory experiment and experimental fishing. The first objective was conducted in the laboratory experiment from August 2005 to March 2006 at Fish Behavior Laboratory, Tokyo University of Marine Science and Technology. The second objective was carried out in October to November 2006 in waters off Cirebon. This study concludes that: net transparency affected the Japanese Jack mackerel behavior towards contrast color net panel; the reduced transparency caused by the length of usage was not significant; catch of millennium gillnet in the field dominated by threadfins (71.29%) and the other catch were by-catch; and capture process of millennium gillnet dominated by gilled and wedged.Keywords: fish behavior, millennium gillnet, capture process, catch composition, contrast color------ABSTRAKGillnet milenium baru-baru ini telah diadopsi oleh nelayan Cirebon. Penggunaannya telah menyebar ke daerah lain. Penelitian pada jenis alat tangkap ini masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh transparansi terhadap tingkah laku ikan pada panel jaring gillnet
KAPASITAS PERIKANAN TANGKAP DI TELUK TOMINI WILAYAH PERAIRAN SELATAN GORONTALO Hafidz Olii, Abdul; R. Monintja, Daniel; Purbayanto, Ari; Nikijuluw, Victor Ph.
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5379

Abstract

Fishing capacity diartikan sebagai kemampuan input perikanan (unit kapal) yang digunakan dalam memproduksi output (hasil tangkapan), yang diukur dengan unit penangkapan atau produksi alat tangkap lain. Secara sederhana, fishing capacity adalah kemampuan unit kapal perikanan (dengan segala aspeknya) untuk menangkap ikan. Tentu saja kemampuan ini akan bergantung pada volume stok sumberdaya ikan yang ditangkap (baik musiman maupun tahunan) dan kemampuan alat tangkap ikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis efisiensi teknis dan kapasitas perikanan tangkap antar tahun; antar jenis armada penangkapan dan antar armada pukat cincin. Lokasi penelitian di perairan bagian selatan gorontalo dengan menggunakan metode pendekatan data analysis envelopment (DEA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan perikanan tangkap selama 20 tahun sejak tahun 1986 ? 2005 di wilayah Perairan Selatan Gorontalo pada tahun 1995, 2003 dan 2005 merupakan tahun yang paling efisien dibandingkan dengan tahun-tahun yang lain sehingga tahun-tahun ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengalokasian jumlah upaya dan hasil tangkapan,untuk alat tangkap yang paling efisien adalah pukat cincin dan pancing sedangkan jaring insang merupakan jenis alat tangkap yang tidak efisien, sekitar 11 kapal yang memiliki tingkat efisiensi sama dengan 1. Untuk mencapai tingkat efisiensi dari masing-masing kapal pukat cincin maka perlu melakukan pengurangan jumlah input berupa mengurangi ukuran GT kapal sebesar 27,97%, mengurangi lama waktu penangkapan ikan sebesar 29,49%, mengurangi jumlah trip/bulan sebesar 26,87% dan mengurangi biaya operasional sebesar 15,67% Kata Kunci : Kapasitas Perikanan, Efisiensi, Kemampuan, Pukat Cincin, Pancing
Co-Authors . Mustaruddin Abdul Hafidz Olii Abdul Rokhman Adi Susanto Adriman, Adriman Ahmad Fauzi Alatas, Umar Am Azbas Taurusman Anwar Bey Pane Arif Satria Ario Damar Aristi Dian P Fitri Aristi Dian Purnama Fitri Astarini, Julia E. Baruadi, Alfi Sahri R. Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan D S.S. Natsir D. Ernaningsih Daniel Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Delly Dominggas Paulina Matrutty, Delly Dominggas Paulina Domu Simbolon Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani, Eko Ernaningsih, Dwi Etty Riani Fernando Dayandri Willem Dangeubun Gondo Puspito Haluan, Carolina C. Rakhmadevi Harald Asmus Hariadi Kartodihardjo Himelda Himelda Husni, Eddi I Wayan Nurjaya Indra Jaya Ismawan Tallo, Ismawan ITA DJUWITA John Haluan M Riyanto M. Fedi A. Sondita Mita Wahyuni Mohammad Imron Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Marzuki Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustaruddin Manan Mustaruddin Mustaruddin N adiarti Nadiarti Nadiarti, Nadiarti Nazori Djazuli Nono Sampono Priatna, Asep Priatna, Asep Rakhmadevi, Carolina Catur Riyanto, Mochammad Riyanto, Mochammad Roza Yusfiandayani Sentosa, M. Fedi A Simanungkalit, Wesley Sitanggang, Lucien Pahala Siti Radarwati Soeboer, Deni Achmad Soeboer Soewarno T. Soekarto Sondita, Fedi Alfiadi Sondita, M. Fedi A Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Sugeng Hari Wisodo, Sugeng Hari Suheri, Noveldesra Sulaeman Martasuganda Suparman Sasmita Supriyono, Eddi Sutomo Sutomo Syawaluddin Soadiq, Syawaluddin Tawari, Ruslan H.S. Tawari, Ruslan HS Tjahjo Tri Hartono Totok Hestirianoto Tri Wiji Nurani Victor P.H. Nikijuluw Victor PH. Nikijuluw Wazir Mawardi Welem Waileruny, Welem Yulian Fakhrurrozi, Yulian