I Ketut Eddy Purnama
Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

KALIBRASI PARAMETER KAMERA DENGAN PROYEKSI PATERN MENGGUNAKAN PROJECTOR PADA PROSES REKONSTRUKSI 3D BERBASIS STRUCTURED LIGHT Adityo, R Dimas; Yuniarno, Eko Mulyanto; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum melakukan proses rekonstruksi 3D, Parameter kamera dan karakteristik kamera harus diketahui dengan cara melakukan Kalibrasi, proses kalibrasi biasanya menggunakan media checker board yang diletakkan pada sebuah papan.Pada percobaan kami, Patern checker board yang dijadikan acuan ditampilkan dengan cara melakukan proyeksi patern menggunakan LCD Projector. Tujuan dari Kalibrasi ialah untuk mendapatkan parameter instrinsik dan extrinsik, Parameter intrinsik meliputi geometri internal kamera dan parameter optik seperti, focal length, koefisien distorsi lensa.Parameter ekstrinsik meliputi orientasi posisi kamera terhadap sistem koordinat dunia. Teknik dalam pengiriman patern atau pola menggunakan projector disebut dengan Structured Light.Kata Kunci: Kalibrasi, Focal Length.
IDENTIFIKASI OBYEK PISAU PADA CITRA X-RAY DI BANDARA Arif, Isturom; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Moch
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindaian barang di Bandara merupakan bagian dari usaha menjaga keamanan dan keselamatan penumpang. Proses pemindaian barang-barang bawaan penumpang selama ini masih dilakukan secara manual oleh petugas security bandara dengan mengamati monitor display mesin X-ray. Salah satu tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat barang berbahaya seperti pisau didalam tas penumpang. Penelitian ini mengimplementasikan identifikasi obyek pisau pada citraX-ray menggunakan color based segmentation untuk mengurangi kelalaian petugas dalam memeriksa barang penumpang akibat kelelahan. Proses identifikasi dilakukan dengan menghitung boundary object dan round value untuk menentukan apakah objek hasil pemindaian tersebut adalah pisau atau bukan.Kata kunci : Citra X-Ray, Color based Segmentation, Boundary Object, Round Value
Penerapan Sinematografi Dalam Penempatan Posisi Kamera Dengan Menggunakan Logika Fuzzy Junaedi, Hartarto; Hariadi, Mochamad; Purnama, I Ketut Eddy
Khazanah Informatika Vol. 4 No. 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/khif.v4i2.7028

Abstract

Penempatan posisi kamera secara manual membutuhkan proses dan perhitungan yang berulang-ulang untuk sebuah adegan, tentu saja hal ini akan membutuhkan banyak waktu dan biaya. Oleh karena itu dibuat sebuah sistem penempatan posisi kamera secara otomatis dalam lingkungan virtual yang sesuai dengan kaidah sinematografi. Sistem akan menangani pengaturan kamera untuk mendapat sudut, jarak dan ketinggian? yang cocok untuk setiap adegan. Penelitian ini akan menggunakan simulasi permainan komputer dengan beberapa aksi dengan dua macam gaya penempatan posisi kamera yaitu kamera statis dan kamera dinamis. Metode yang digunakan adalah logika fuzzy dengan metode mamdani. Terdapat 3 tahapan yang dilakukan yaitu tahap masukan dari pengguna berupa kombinasi penekanan tombol untuk melakukan sebuah aksi. Tahap kedua adalah sistem inferensi fuzzy yang akan mengolah input menjadi output. Tahap terakhir adalah perekaman aksi berdasarkan posisi kamera yang telah ditentukan. Selain itu dalam simulasi permainan ini akan dipasang modul event selector? untuk validasi aksi dan modul state director untuk operator transisi kamera virtual. Uji coba dilakukan dengan cara merekam 7 macam aksi dan akan divalidasi berdasarkan profiling dan responden.? Dari uji coba didapatkan nilai 3.66 untuk kamera statis dan 4.08 untuk kamera dinamis. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan penempatan posisi kamera sesuai kaidah sinematografi.
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV, DSR, DAN OLSR PADA MOBILE AD HOC NETWORK BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE Zakaria, Alamsyah; Setijadi, Eko; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v14i3.9798

Abstract

MANET is autonomous, self-configured, and applicable to emergency locations such as forest fires, earthquakes, floods, and health monitoring. However, challenges and difficulties faced by the mobile ad-hoc network (MANET) is a dynamically built network system, without the support of infrastructure in communicating between one node and other nodes, and limited energy sources. To overcome MANET problems and to obtain optimal network quality, the selections of routing protocols and quality of service (QoS) are significant in MANET design. This study aims to analyze the performance of routing protocols: dynamic source routing (DSR), ad-hoc on demand distance vector (AODV) and optimized link state routing (OLSR) based on QoS. The analyzed QoS parameters include packet delivery ratio (PDR), packet loss, throughput, and delay. Simulation results using network simulator version based on the number of node densities indicate that OLSR has better performance compared to AODV and DSR regarding PDR, packet loss, throughput, and delay.
EKSTRAKSI FITUR SECARA OTOMATIS UNTUK PENGENALAN POLA GERAKAN MATA Nurcahya, Eka Dwi; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata manusia menyimpan berbagai informasi, termasuk isyarat dari gerakan mata. Mata manusia digerakkan oleh otot mata (ocular muscle) yang diatur oleh syaraf motorik. Ada beberapa jenis pergerakan mata antar lain pergerakan mata cepat atau tiba-tiba yang disebut gerakan saccadic dan fixation yaitu kontrol mata yang terfokus pada objek yang diam dapat digunakan sebagai penentu pola pergerakan mata. Pola pergerakan mata didapatkan dari perubahan titik tengah mata. Video gerakan mata dengan durasi 6 detik menghasilkan 150 frame sebanyak 72,8% berhasil mengidentifikasi area pupil sebagai titik tengah mata. Pola pergerakan mata yang didapatkan untuk dijadikan fitur adalah saccadic latency, durasi saccadic, kecepatan puncak dan tingkat kecepatan atau deviasi.
CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL BERDASARKAN FITUR BENTUK MENGGUNAKAN METODE GRADIENT VECTOR FLOW SNAKE Hastuti, Ida; Hariadi, Mochammad; Purnama, I Ketut Eddy
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2009): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya sistem penyimpanan dari berbagai informasi digital maka semakin menimbulkan masalah dalam pencarian dan pengolahannya. Teknik pencarian berbasis teks yang ada saat ini belum dapat digunakan untuk mempresentasikan isinya karena nama dari sebuah file yang berupa teks harus mengetahui kata kunci yang tepat sehingga image yang kita inginkan dapat ditampilkan. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan pendekatan Content Based Image Retrieval (CBIR) yang merupakan teknik pencarian image yang berbasis content dan berhubungan dengan karakteristik dari sekumpulan image. Pada penelitian ini menggunakan karakteristik image berupa informasi fitur bentuk baik pada image query maupun image database melalui proses GVF yang terlebih dahulu melalui proses convert dan blur pada image setelah itu meminimalkan energi pada image yang diblur sehingga dapat diperhitungkan GVF field yang menangkap snake sampai lekungan image. Selanjutnya filter pada tepi yang tampak menghasilkan tepi image. Berdasarkan tepi image berupa fitur bentuk dapat dilakukan teknik pencarian yang dibandingkan satu persatu melalui proses matching antara image query dan image database. CBIR dengan menggunakan GVF snake ini dapat diinisialisasi didalam atau diluar image sehingga lebih akurat ketelitian dalam mengenal fitur bentuk sesuai dengan yang diinginkan.
KLASIFIKASI DIATOM MENGGUNAKAN SIGNATURE DAN SUPPORT VECTOR MACHINE Setyasmara, Nofiandri; Hardiristanto, Stevanus; Purnama, I Ketut Eddy
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diatom merupakan jenis alga bersel tunggal yang ukurannya sangat kecil, dalam orde mikrometer, hidup di air tawar maupun air laut. Keberadaan diatom dapat dimanfaatkan untuk memonitor kualitas air, mendeteksi adanya polusi pada air, mempelajari perubahan iklim dan lingkungan di masa lalu hingga digunakan untuk menganalisis penyebab kematian pada ilmu forensik. Pemanfaatan diatom untuk berbagai keperluan tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenisnya. Setiap jenis diatom dibedakan dari bentuknya sehingga proses melakukan analisis bentuk diatom adalah bagian penting dalam membangun sebuah sistem identifikasi dan klasifikasi otomatis. Penelitian ini bertujuan membangun sistem klasifikasi diatom otomatis dengan menggunakan metode Signature pada proses ekstraksi fitur bentuk diatom dan metode Support Vector Machine (SVM) pada proses klasifikasinya. Data citra diatom yang digunakan diambil langsung dari perairan di Indonesia. Kinerja klasifikasi yang didapatkan dari hasil pengujian mencapai akurasi 96% hingga 100%.
Analisis Kinerja Protokol Routing Reaktif dan Proaktif pada MANET Menggunakan NS2 Alamsyah, Alamsyah; Setijadi, Eko; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.423 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v7i2.414

Abstract

The development of mobile ad-hoc network (MANET) is becoming popular and interesting to research because it has a fast characteristic, cost-effective deployment, able to manage topology change independently, and can be applied to emergency locations such as forest fire detection, military operation, and health monitoring. However, the problems faced by MANET are dynamic network topology changes, limited energy consumption, and without the support of existing infrastructure. In order to overcome dynamic topology changes and to obtain reliable network quality, then routing protocol selection is critical in designing MANET. This study aims to analyze the performance of AODV, DSR, DSDV, and OLSR routing protocols based on the quality of service (QoS). Scenarios based on the number of vertices, packet size, a broad area of simulation, length of simulation, simulation speed, mobility model, and propagation model. The simulation has been done to produce four graphs, each of which describes the PDR, throughput, packet loss, and delay. The simulation results show that OLSR performs better than DSR, AODV, and DSDV in terms PDR, throughput, packet loss, and delay. OLSR average value in PDR by 39.997%, throughput by 417.383 Kbps, packet loss by 60.003%, and delay of 15.52 milliseconds.
MPR SELECTION TO THE OLSR QUALITY OF SERVICE IN MANET USING MINMAX ALGORITHM Alamsyah, Alamsyah; Purnama, I Ketut Eddy; Setijadi, Eko; Purnomo, Mauridhi Hery
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 9, No 1: February 2019
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.792 KB) | DOI: 10.11591/ijece.v9i1.pp417-425

Abstract

Optimized link state routing (OLSR) is a routing protocol that has a small delay, low traffic control, support the application of denser networks, and adopts the concept of multipoint relays (MPR). The problem of OLSR is routing table updating which continually causes excessive packet delivery, and energy consumption becomes increased. This article proposes the improvement of OLSR performance using the min-max algorithm based on the quality of service (QoS) with considering the density of the node. The Min-max algorithm works in selecting MPR nodes based on the largest signal range. The QoS parameters analyzed with a different number of nodes are packet delivery ratio (PDR), throughput, delay, energy consumption, and topology control (TC). Simulation result of network simulator version 2 (NS-2) shows that OLSR performance using the min-max algorithm can increase PDR of 91.17%, packet loss of 60.77% and reduce topology control packet of 8.07%, energy consumption of 16.82% compared with standard OLSR.
ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL Andono, Pulung Nurtantio; Pramunendar, Ricardus Anggi; Supriyanto, Catur; Shidik, Guruh Fajar; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad
Kursor Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL aPulung Nurtantio Andono, bRicardus Anggi Pramunendar, cCatur Supriyanto, dGuruh Fajar Shidik,e I Ketut Eddy Purnama, fMochamad Hariadi a,b,c,dFaculty of Computer Science, Dian Nuswantoro University Jalan Imam Bonjol, No. 207, Semarang 50131, Indonesia e,fFaculty of Industrial Technology, Dept. of Electrical Engineering, ITS, Surabaya, Indonesia Email: a pulung@research.dinus.ac.id Abstrak Penelitian ini menggambarkan peningkatan kualitas rekonstruksi 3D permukaan terumbu karang bawah laut menggunakan sistem kamera stereo. Algoritma Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) diusulkan untuk meningkatkan kualitas citra bawah laut tersebut, karena menurunnya kualitas citra bawah laut dapat disebabkan oleh penyerapan dan hamburan sinar matahari. Dalam mengembangkan rekonstruksi 3D permukaan bawah laut, pasangan citra stereo diekstrak secara manual dari rekaman video yang diperoleh, yang kemudian dilakukan proses pencocokan citra stereo menggunakan algoritma SIFT. Kelebihan algoritma SIFT tersebut adalah tahan terhadap perubahan skala, transformasi, dan rotasi dari sepasang citra tersebut. Banyaknya matching point antar 2 citra stereo dijadikan ukuran untuk mengetahui kinerja CLAHE terhadap algoritma SIFT. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan CLAHE dan outlier removal mampu meningkatkan jumlah matching point sebesar 56%. Keberhasilan CLAHE tersebut perlu diujikan ke beberapa algoritma matching point yang lain. Perbandingan beberapa algoritma matching point yang menerapkan CLAHE dapat membuktikan bahwa CLAHE sangat cocok dalam meningkatkan kinerja algoritma matching point dan rekonstruksi permukaan 3D citra bawah laut. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, Citra Bawah Laut, SIFT, CLAHE. Abstract This research describes an enhancement of 3D Reconstruction coral reef images using stereo camera system. Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) algorithm was proposed to enhance the image quality in preprocessing area, since the quality of underwater images degrades by the absorption and scattering of light. To develop a 3D-representation of the seafloor, image-pairs were first extracted from the video footage manually, then corresponding points are automatically extracted from the stereo-pairs by SIFT matching algorithm, which is invariant to scale, translation, and rotation. Number of matching points is used to evaluate the performance of SIFT with and without CLAHE. As a result, the promising techniques provides better 3D reconstruction details of coral reef imagesin total, the combination of CLAHE and outlier removal performs the enhancement for 56%. For further, CLAHE need to be performed to other image matching techniques. The comparison of different image matching techniques with and without CLAHE can prove that CLAHE is appropriate as image enhancement method for image matching and 3D surface reconstruction. Key words: 3D Reconstruction, Underwater Image, SIFT, CLAHE.