Heni Purnamawati
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI PRODUKTIVITAS KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA (L.) WALP) PADA DATARAN MENENGAH Iska, Fachrul Rohimin; Purnamawati, Heni; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.364 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan?s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong.
AKUMULASI DAN DISTRIBUSI BAHAN KERING PADA BEBERAPA KULTIVAR KACANG TANAH Purnamawati, Heni; Poerwanto, Roedhy; Lubis, Iskandar; Yudiwanti, ,; Rais, Sri Astuti; Manshuri, Ahmad Ghozi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.307 KB) | DOI: 10.24831/jai.v38i2.1793

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> This research was carried out in April–September 2007. The research objective was to study the dry matter distribution pattern of several peanut cultivars. Twenty cultivars were planted at two different locations, Cikarawang and Sawah Baru Experimental Field but at the same elevation (250 m above sea level). The cultivars were scored according to morphological and physiological characters, total N and total non-structural carbohydrates (TNC), yield and yield components.  There were no statistically differences in pod yield, seed yield and harvest index between the cultivars, but there were differences in dry matter distribution between cultivars. TNC content in stem correlated positively with pod ?  lling. Carbohydrates for pod ?  lling presumed were derived from dry matter accumulation in early pod ?  lling stage. It was concluded that the ideal growing type of peanut are early accumulated dry matter but almost no increase of dry matter accumulation in upper part of plant during seed development. Keywords:  dry matter distribution, pod ? lling, peanut
PENGARUH METODE PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS PADI GOGO (ORYZA SATIVA L.) VARIETAS IPB 9G Riyani, Rika; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30473

Abstract

Padi gogo merupakan budi daya padi di lahan kering. Padi gogo memiliki produktivitas yang masihrendah. Perlakuan metode pemupukan kalium dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan danproduktivitas padi gogo varietas IPB 9G. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari November2017 hingga April 2018 di Kebun Percobaan IPB Sawah Baru Lahan Kering. Rancangan perlakuan yangdigunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu metodepemupukan kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu P1 (KCl 100 kg ha-1), P2 (KCl 50 kg ha-1 + KCl 50 kg ha-1),P3 (KCl 50 kg ha-1 + 3 x KNO3 22 kg ha-1), dan P4 (KCl 50 kg ha-1 + 2 x K-Builder 600 ml ha-1) dengan 3kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemupukan kalium berpengaruh nyata terhadappeubah pertumbuhan yaitu tinggi tanaman pada 4 MST, jumlah anakan pada 11 dan 12 MST, skor BaganWarna Daun (BWD) pada 5 MST, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah anakan tidakproduktif, dan tinggi tanaman panen serta berpengaruh nyata pada komponen hasil panen yaitu panjangmalai, bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG. Pemupukan kalium taraf P1, P3, danP4 mampu meningkatkan bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) TERHADAP SISTEM TANAM ALUR DAN PEMBERIAN JENIS PUPUK Kurniawan, Rizal Mahdi; Purnamawati, Heni; E. K, Yudiwanti Wahyu
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.803 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.3.342-350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan di KP Leuwikopo IPB Dramaga, Bogor pada bulan Februari - Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu sistem tanam alur sebagai petak utama dan jenis pupuk sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam alur meningkatkan daya hasil pada produktivitas biji kering, produktivitas polong kering, dan bobot kering biji per tanaman lebih baik dibandingkan sistem tanam konvensional. Hal tersebut ditunjukkan dengan perlakuan sistem tanam alur yang memiliki produktivitas 2.93 ton/ha polong kering, sedangkan sistem tanam konvensional sebesar 2.55 ton/ha polong kering. Sistem budidaya kacang tanah pada sistem tanam alur dapat meningkatkan efisiensi tanaman dalam memanfaatkan unsur hara yang telah diberikan baik pupuk organik maupun anorganik, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah menjadi lebih baik. Pemberian jenis pupuk kandang ayam + Dolomit + NPK memberikan respon terhadap pertumbuhan dan  daya hasil rata-rata tanaman yang lebih baik dibandingkan jenis pupuk lainnya.
Rice Root Distribution of Four Rice Varieties to Different Depth of Submergence Nurrahma, Arinal H.I.; Junaedi, Ahmad; Purnamawati, Heni; Sakagami, Jun-Ichi
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 39, No 2 (2017): JUNE
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v39i2.949

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is largely cultivated in lowland area that vulnerable to flood occurrence. Root supposed to play an important role on rice tolerance to submergence stress. An experiment which conducted from January to May 2014 in Cikarawang Field Laboratory, Darmaga, Bogor, West Java aimed to study the role of root distribution on rice submergence tolerant. The experiment used Split Plot design replicated three times, with the depth of submergence as main plot and rice variety as subplot. The main plot consisted of  water depth of 5 cm (optimum), 50 cm, 60 cm and 80 cm from soil surface. The subplot consisted of four rice varieties, namely Ciherang, Inpari 30 (Ciherang Sub1), Indragiri and Margasari. Each plant was planted in a root box (30 cm x 40 cm x 5 cm) which put into container (67 cm x 47 cm x 42 cm) and placed into the pond with water depth as treatment. Submergence started when the plant was 39 DAS (Days After Seeding) for ten days. Observation conducted after the submergence stopped (49 DAS). Result showed that submergence retarded plant growth, root distribution and increase root damage for all rice varieties with the biggest effect on susceptible varieties. 
PERIODE KRITIS PERTUMBUHAN KEDELAI HITAM (GLYCINE MAX (L.) MERR) DALAM BERKOMPETISI DENGAN GULMA Gultom, Sandry; Zaman, Sofyan; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.873 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.1.45-54

Abstract

Periode kritis terhadap persaingan dengan gulma menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan tindakan yang tepat dilakukan untuk melakukan pengelolaan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter diatas permukaan laut pada bulan April-Juli 2016. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 12 taraf perlakuan dengan tiga ulangan. Taraf perlakuan terdiri atas bersih gulma dan bergulma (0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-panen). Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan waktunya disesuaikan dengan perlakuan periode kompetisi gulma untuk setiap petak. Berdasarkan hasil penelitian, periode kritis kedelai hitam Mallika adalah 2-6 MST dengan kehilangan hasil panen dari awal tanam hingga panen diperoleh berkisar antara 23.61% hingga 83.54%.
PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI SERTA REDUKSI PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN POPULASI MIKROBA TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH MUSIM TANAM KEDUA DI KARAWANG, JAWA BARAT Riyanti, Shoni; Purnamawati, Heni; Sugiyanta, .
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.317 KB) | DOI: 10.29244/agrob.3.3.330-339

Abstract

Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aplikasi pembenaman jerami dan pupuk hayati serta pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK pada musim tanam kedua. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak yang terdiri atas 13 perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 = jerami + 0.5 dosis NPK, P2 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk organik granul (POG) + pupuk organik cair (POC), P3 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG, P4 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG + pupuk hayati 1, P5 = jerami + 0.75 dosis NPK + pupuk hayati 2, P6 = jerami + 0.5 dosis NPK + pukan, P7 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 1, P8 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2, P9 = jerami + 1 dosis NPK, P10 = tanpa jerami + 1 dosis NPK, P11 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, P12 = tanpa jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, dan P13 = tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati (bio 1, 2, atau 3) dapat meningkatkan ketersediaan hara dan populasi mikroba tanah. Aplikasi ini dipengaruhi jumlah pembentukan batang pada 7 MST dan daun berwarna pada 3 dan 7MST. Jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2 tidak berbeda signifikan dengan perlakuan 1 dosis NPK.
MANAJEMEN PEMANENAN TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN SERAWAK DAMAI Perdana, Anggita; Lontoh, Adolf Pieter; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.629 KB) | DOI: 10.29244/agrob.4.2.241-249

Abstract

Magang ini dilaksanakan di Kebun Serawak Damai (SDME) dari Maret sampai Juni 2014. Kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis lapangan, meningkatkan kemampuan manajerial di perkebunan kelapa sawit, serta meningkatkan kemampuan dalam memahami budidaya lapangan produksi secara nyata terutama dalam pemanenan hasil. Kegiatan pemanenan meliputi pemotongan buah di lapangan produksi hingga pengiriman seluruh buah ke pabrik untuk diproses. Kualitas buah hasil panen, mutu hancak, sistem transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian pada Divisi tiga SDME diamati dengan pengambilan contoh data. Data hasil produksi dan produktivitas panen kelapa sawit dianalisis dengan uji t - student, sedangkan transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian dianalisis secara deskriptif. Divisi tiga SDME memiliki produksi bulanan yang tinggi dengan pencapaian rata - rata 128 % terhadap budget produksi. Kemampuan panen rata - rata tenaga kerja sebesar 2.8 ha HK-1. Transportasi buah sering mengalami keterlambat akibat variasi waktu yang dibutuhkan unit untuk memuat buah dan antri di pabrik tidak konsisten.
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM PEMUPUKAN N, P, DAN K PADA SORGUM (SORGHUM BICOLOR [L.] MOENCH) Suminar, Ratna; Suwarto, .; Purnamawati, Heni
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.579 KB) | DOI: 10.18343/jipi.22.1.6

Abstract

Development of sorghum processing industries is essential in expanding sorghum market as wells as it?s an economic value. Fertilizer is needed in planting. Nitrogen, phosphorus, and potassium availabilities are the most limiting factors for maximum growth and yield. Sorghum (Numbu Variety) was planted to evaluate the maximum and optimum rates of N, P, and K fertilizers. The research was conducted in Cikarawang field, Darmaga, Bogor from March?July 2015 with multi-nutrient response method. Each experiment evaluated different rates of N, P, and K fertilizer with randomized complete block design and three replications. The fertilizer rates were 0, 50, 100, 150, and 200% of recommendation rate (100% N = 120 kg N ha-1, 100% P = 36 kg P2O5 ha-1, and 100% K = 90 kg K2O ha-1). The result showed relative yields of sorghum increased quadratically based on y = -0,0015x2 + 0,4011x + 67,571 for N, y = -0,0012x2 + 0,2917x + 78,457 for P2O5, and y = -0,001x2 + 0,2777x + 74,457 for K2O. The maximum rate for each nutrient was 160,4-43,7-124,9 kg N-P2O5-K2O ha-1. Fertilizer recommendation based on P threshold (no P) was 36,7-0,0-13,7 kg N-P2O5-K2O ha-1, K threshold (no K) was 22,0-0,0-0,0 kg N-P2O5-K2O ha-1, and no fertilizer needed on N threshold. The optimum rate fertilizer based on the yield vs. cost rule, therefore, the most economical recommendation would be 160,4-43,7-124,9 kg N-P2O5-K2O ha-1.
MANAJEMEN PANEN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI SUNGAI BAHAUR ESTATE, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Hutabarat, Saut Mangasi; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.586 KB) | DOI: 10.29244/agrob.4.1.79-86

Abstract

Magang bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara khusus manajemen pemanenan perkebunan kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi perhitungan angka kerapatan panen, kebutuhan tenaga panen, kualitas pekerjaan panen, pelanggaran dan denda panen, kriteria panen dan mutu hanca panen. Hasil pengamatan menunjukkan manajemen pemanenan di kebun SBHE kurang baik. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah tenaga kerja di lapangan lebih tinggi dari kebutuhan tenaga kerja panen. Kualitas pekerjaan panen masih di bawah standar kebun. Pemanen memotong buah kurang matang lebih tinggi dari toleransi standar kebun dan pemanen memotong buah matang lebih rendah yaitu 79% dari standar minimal kebun yaitu 85%. Perlu adanya pengawasan pemanenan dan pemberian pemahaman kepada pemanen sehingga kualitas sesuai dengan standar perusahaan. Pemberlakuan denda dapat meningkatkan rasa tanggung jawab pemanen terhadap hancaknya.