Articles

PENGARUH METODE KOOPERATIF TGT DAN NHT TERHADAP PRESTASI DAN KEPUASAN PEMBELAJARAN KELISTRIKAN OTOMOTIF DI SMK Purnawan, Purnawan; Soenarto, Soenarto
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 5, No 1 (2015): Februari
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v5i1.6062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap prestasi belajar dan kepuasan pembelajaran kelistrikan otomotif siswa, dan (2) membandingkan keefektifan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe NHT terhadap prestasi belajar dan kepuasan pembelajaran kelistrikan otomotif siswa SMK. Penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest with nonequivalent group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Ma?arif 1 Nanggulan Kulon Progo. Sampel dipilih sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakuan TGT dan kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan NHT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan kuisioner. Tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Kuisioner digunakan untuk mengetahui kepuasan belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan: (1) metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dan NHT efektif ditinjau dari prestasi belajar dan kepuasan pembelajaran siswa SMK, dan (2) metode pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih efektif dibanding metode pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap prestasi belajar dan kepuasan pembelajaran kelistrikan otomotif siswa SMK. Kata Kunci: metode pembelajaran kooperatif tipe TGT, metode pembelajaran kooperatif tipe NHT, prestasi belajar, kepuasan pembelajaran THE EFFECT OF THE COOPERATIVE METHOD OF TGT AND NHT ON THE LEARNING ACHIEVEMENT AND SATISFACTION IN AUTOMOTIVE ELECTRICITY OF THE SMK Abstract This study aims to: (1) investigate the effects of the application of the cooperative learning method of the Teams Games Tournament (TGT) type and that of the Numbered Head Together (NHT) type on the students? learning achievement and satisfaction in automotive electricity, and (2) compare the effectiveness of cooperative learning methods of the TGT type and that of the NHT type of learning achievement and learning satisfaction of automotive electrical vocational students. This was a quasi-experimental study employing the pretest-posttest-with-nonequivalent-group design. The research population comprised all Grade XI students of SMK Ma?arif 1 Nanggulan, Kulon Progo. The sample, consisting of two classes, was established by means of the simple random sampling technique. Experimental Group 1 received a treatment of the cooperative learning of the TGT type and Experimental Group 2 received a treatment of the cooperative learning of the NHT type. The data were collected through tests and questionnaires. The tests were administered to assess the students? learning achievement before and after the treatment. The questionnaires were administered to investigate their learning satisfaction before and after the treatment. The data were analyzed by means of the t-test. The results of the study showed that: (1) TGT cooperative learning method and types of NHT effective in terms of learning achievement and learning satisfaction of vocational students, and (2) TGT cooperative learning methods is more effective than NHT cooperative learning methods to learning achievement and learning satisfaction of automotive electrical vocational students.
OPTIMASI PROSES NITRASI PADA PEMBUATAN NITRO SELULOSA DARI SERAT LIMBAH INDUSTRI SAGU Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Proses Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.902 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.1887

Abstract

Proses pembuatan selulosa nitrat dari serat sagu dilakukan dengan dua tahapan proses yaitu proses delignifikasi dan proses nitrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses nitrasi selulosa menjadi nitro selulosa. Sebelum dinitrasi, selulosa serat sagu dibersihkan dari kandungan ligninnya dengan proses soda nitrat memakai asam nitrat dan natrium hidroksida. Proses nitrasi menggunakan asam campuran yang terdiri dari asam nitrat dan asam sulfat sebagai katalisator. Proses dilakukan dalam labu leher tiga yang dilengkapi pengaduk dan pengatur suhu. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh waktu reaksi, perbandingan selulosa dengan asam campuran dan perbandingan asam sulfat dengan asam nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses nitrasi akan memberikan hasil terbaik pada waktu reaksi 1,5 jam, perbandingan selulosa ? asam campuran 1:20 serta perbandingan asam sulfat ? asam nitrat 1:5. Pada kondisi ini diperoleh yield sebanyak 151,22% dengan kandungan nitrogen sebanyak 13,39% yang mendekati kadar nitrogen maksimum teoritis sebesar 14,14%. Kata kunci: delignifikasi, nitrasi, nitroselulosa, kadar nitrogen Nitrocellulose production from sago fibers was conducted in two steps, i.e. delignification and nitration processes. This work studied the nitration process of sago fiber cellulose. Before nitration, the lignin was removed using the nitrate soda process utilizing nitric acid and sodium hydroxide. The nitration process used an acid solution consisting of nitric acid and sulfuric acid as a catalyst. The process was carried out in a three neck flask equipped with stirrer and temperature control. The effects of reaction time, nitric acid concentration, and sulfuric to nitric acid ratio were investigated. The results showed that the best operating conditions obtained for the reaction time, cellulose to mixed acid ratio and sulfuric to nitric acid ratio were 1.5 hours, 1:20 and 1:4 respectively in which the product yield and nitrogen content were found to be 151.22% and 13.39%. This nitrogen content was close to the theoretical maximum nitrogen content of 14.14%. Keywords: delignification, nitration, nitrocellulose, nitrogen content.
STUDI PARAMETER MIKROSKOPIK DAN MAKROSKOPIK ARUS LALU LINTAS AKIBAT PENGARUH “RUMBLE STRIPS” TERHADAP PERILAKU PENGEMUDI DI KAMPUS LIMAU MANIS UNIVERSITAS ANDALAS Muchlis, Putri Oktafiani; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.11.1.45-58.2015

Abstract

Kecelakaan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh pelanggaran terhadap peraturan keselamatan lalu lintas, hal ini menunjukan bahwa kesalahan manusia secara mandiri bertanggung jawab terhadap hampir 50% kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips yang ada di kampus Limau Manis UNAND. Penelitian dilakukan di lima lokasi rumble strips yang ada di kampus Limau Manis UNAND. Pengumpulan data di lapangan yaitu data volume lalu lintas, kecepatan,kepadatan dan time headway. Survei dilakukan di tanggal 14 Juni 2013- 4 juli 2013 pada hari kerja (jam 08.45 WIB sampai jam 17.30 WIB). Pengukuran dilakukan sebelum lokasi Rumble Strips, dilokasi rumble strips, kecepatan kendaraan saat akan meninggalkan lokasi rumble strips, saat meninggalkan lokasi rumble strips. Kecepatan rata-rata kendaraan mengalami penurunan sebayak 10,6% ketika melewati lokasi rumble strips dibandingkan dengan kecepatan rata-rata kendaraan sebelum melewati lokasi rumble strips. Kerapatan ratarata kendaraan dilokasi rumble strips mengalami pertambahan 10,8% dibandingkan lokasi sebelum rumble strips. Time headway rata-rata kendaraan mengalami penurunan 14,3% ketika melewati lokasi rumble strips dibandingkan sebelum melewati lokasi rumble strips. Analisis untuk perbandingan pengujian penurunan kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips dengan menggunakan uji z dan t dengan uji Chi-Square. Hasil analisis pengaruh rumble strips terhadap tingkat kecepatan kendaraan di rumble strips menunjukkan penurunan kecepatan, nilai kerapatan semakin besar ketika melewati rumble strips dibandingkan sebelum atau sesudah rumble strips, time headway ketika melewati rumble strips semakin kecil dibandingkan sebelum melewati rumble strips.
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN UMUM (ANGKOT) KOTA PARIAMAN Arsyad, Nadra; Purnawan, Purnawan; Kurniati, Titi
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.12.2.85-94.2016

Abstract

Angkutan umum merupakan fasilitas umum yang bisa membawa penumpang dari asal ke tujuan perjalanan mereka atau sarana untuk mempermudah aksessibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kelayakan investasi dari angkutan umum (angkot) Kota Pariaman, dengan berbagai skenario investasi. Metoda perhitungan yang digunakan yaitu BCR, NPV, IRR, pay back period, dan break even point, metoda ini digunakan untuk menilai kelayakan suatu investasi angkot. Jumlah angkutan umum kota Pariaman terdiri dari 46 unit, yang terdiri dari dua trayek yaitu trayek Pasar Pariaman-Naras dan trayek Pasar Pariaman-Lapai. Trayek Pasar Pariaman-Naras pendapatan rata-rata perhari sebesar Rp.257.000,- sedangkan pengeluaran ratarata pertahun sebesar Rp. 238.512,-. Untuk trayek Pasar Pariaman-Lapai pendapatan rata-rata perhari sebesarRp.270.769,-, sedangkan pengeluaran rata-rata sebesar Rp. 246.491,-. Berdasarkan hasil perhitungan dengan tingkat bunga 11%, untuk umur ekonomis 12 tahun dan 11 tahun dan variasi pendapatan maksimum dengan pengeluaran minimum, angkot dinyatakan layak investasi. Pada perencanaan investasi dengan menggunakan tingkat bunga 11%, maka untuk umur ekonomis 10 dan 15 tahun bisa dinyatakan layak investasi.Kata kunci : Investasi,angkutan umum, pendapatan, pengeluaran, kelayakan
Persepsi Owner Terhadap Kompetensi Manajemen Kontraktor Jalan di Sumatera Barat Repadi, Evita Kartikaratu; Yosritzal, Yosritzal; Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.2.91-100.2017

Abstract

Dalam menunjang keberhasilan pembangunan infrastruktur, maka diperlukan  kerja sama yang baik antara owner, kontraktor dan konsultan yang harus didukung dengan penerapan sistem manajemen proyek. Beberapa penyebab keterlambatan penyelesaian proyek pada Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Prov. Sumbar berhubungan dengan penerapan sistem manajemen proyek yang masih rendah, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja manajemen proyek kontraktor jalan untuk paket non kecil di Prov. Sumatera Barat, mengetahui  persepsi owner terhadap penyedia jasa konstruksi dan memberikan gambaran mengenai  kinerja manajemen proyek  yang perlu ditingkatkan kinerjanya oleh kontraktor nonkecil jalan di Prov. Sumatera Barat. Dari penelitian ini teridentifikasi terdapat 9 faktor yang mempengaruhi kompetensi manajemen kontraktor jalan, Melalui metode CSI diketahui  nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 69% yang terletak pada rentang nilai antara 65% < CSI ≤ 80%) yaitu level ke IV (Puas) sehingga Owner merasa puas terhadap kompetensi manajemen kontraktor paket nonkecil yang bekerjasama dengan Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Dengan Metode Requirement Satisfacton Analysis yaitu metode kuadran dan gap analysis diketahui terdapat 3 faktor yang menjadi fokus dalam perbaikan yaitu  faktor  sistem manajemen pelaksanaan jalan, faktor administrasi dan dokumentasi dan faktor sumber daya. Faktor administrasi dan dokumentasi adalah  faktor yang memiliki Gap (selisih nilai)  kebutuhan dan kepuasan yang paling besar sehingga menjadi faktor yang paling prioritas untuk ditingkatkan kinerjanya karena sangat berpengaruh terhadap kinerja kompetensi manajemen kontraktor jalan untuk paket nonkecil di Provinsi Sumatera Barat.
PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG MODA KERETA API JALUR PADANG-SOLOK Wijaya, Hardi; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.10.1.57-67.2014

Abstract

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya pemerintah mendanai pembangunan infrastruktur adalah bermitra dengan pihak swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Unsur terpenting KPS adalah kelayakan ekonomi dan keuangan berupa pengembalian modal. Rencana pembangunan jalur kereta api Padang-Solok tahun 2000 masuk dalam usulan rute pada skema jaringan jalur kereta api Pulau Sumatera. Penentuan tarif merupakan unsur terpenting pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tarif beberapa jenis komoditi angkutan barang kereta api jalur Padang-Solok. Metode dilakukan dengan tiga cara yaitu survey, tarif berdasarkan tata cara perhitungan yang dilakukan PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat serta perhitungan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2011. Dari hasil survei diperoleh Nilai ATP (Abillity to Pay) ratarata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 530,85, semen sebesar Rp 1.005,44, CPO sebesar Rp 519.78, karet sebesar Rp 552.47, beras sebesar Rp 1.027,73, pupuk sebesar Rp 445,45, inti sawit sebesar Rp 500.00, dan kelontong sebesar Rp 670.53,- /ton /km. Nilai WTP (Willingness to Pay) rata-rata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 499.97, semen sebesar Rp 823.91, CPO sebesar Rp 430.00, karet sebesar Rp 471.94, beras sebesar Rp 855.06, pupuk sebesar Rp 550.00, inti sawit sebesar Rp 166.67, serta kelontong sebesar Rp 633.83,- /ton /km. Untuk komoditi pupuk nilai ATP lebih kecil dari WTP sedangkan untuk komoditi lainnya nilai ATP lebih besar dari WTP. Keywords: Infrastruktur, Kerjasama Pemerintah Swasta, Tarif, Abillity to Pay dan Willingness to Pay
Kajian Kelayakan dan Resiko Investasi Bus Trans Padang Agustiawan, Herri; Purnawan, Purnawan; Putri, Elsa Eka
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.2.67-78.2017

Abstract

Kemacetan adalah masalah utama dalam transportasi perkotaan, termasuk di Kota Padang. Untuk menanggulangi masalah tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah telah merencanakan untuk mengadakan Bus Rapid Transit (BRT), dan pada tanggal 14 Februari 2014, bus Trans Padang secara resmi dioperasikan. Untuk mengelola bus secara maksimal, mengingat pertumbuhan kota padang yang cukup pesat, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak swasta agar dapat mengakomodir semua demand dan tetap menciptakan sarana transportasi yang nyaman, aman, dan efisien. Studi analisa kelayakan investasi bus Trans Padang ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan investasi tersebut dari aspek finansial serta analisis resiko dalam investasi bus. Dari hasil analisis didapat bahwa skenario terbaik dalam pengelolaan bus Trans Padang adalah dengan kondisi seperti yang telah berjalan saat ini, dimana bus, kantor dan halte merupakan bantuan dari pemerintah, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) tidak mengalami perubahan dan pendapatan berdasarkan hasil permodelan. Apabila investasi dilakukan dari awal oleh investor, dengan memperhitungkan biaya pembelian bus, halte, dan kantor, dengan demand yang ada saat ini maka investasi dikatakan tidak layak secara finansial. Masih terdapat 2 dari 6 skenario yang dikategorikan tidak layak secara finansial. Untuk analisis resiko, bus trans padang ini memiliki probablitas resiko sebesar 0.42 apabila diambil alih oleh investor. Sebuah investasi yang cukup beresiko.
PEMODELAN DISTRIBUSI FREKWENSI TIME HEADWAY LALU LINTAS DI WILAYAH JALAN BERBUKIT Utama, Rizky Indra; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.12.2.71-76.2016

Abstract

Time headway merupakan besaran mikroskopik arus lalu lintas yang sangat penting kegunaannya dalam analisis dan perencanaan suatu sistem transportasi. Pentingnya time headway, khususnya dalam microscopic traffic simulation, mendorong perlunya penentuan standar nilai yang dapat digunakan untuk keperluan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model distribusi time headway yang sesuai untuk data hasil penelitian di wilayah jalan berbukit. Penelitian mengambil data arus lalu lintas pada ruas jalan Padang Panjang– Bukittinggi Km. 5. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan handycam. Pengolahan data pengamatan menggunakan Software Stop Data Program. Untuk mendapatkan goodness of fit dari model distribusi data pengamatan yang cocok dengan distribusi teoritis, maka dilakukan Kolmogorov Smirnov Test (K-S Test) dengan menggunakan Software EasyFit, sehingga dihasilkan model yang cocok dengan kondisi wilayah jalan berbukit. Dari analisis didapatkan hasil sebagai berikut: model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Sabtu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,290 ,α2=7,668 , 􀜽 =4,615 􀵈10􀬿􀬵􀬻, 􀜾 =16,809, pada jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Weibull dengan nilai α= 1,546 ,β=3,551 ,γ = 0. Model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,217 ,α2=6,626 ,􀜽=2,895􀵈10􀬿􀬵􀬺 ,􀜾 =15,046, untuk jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Cauchy dengan nilai σ=0,703 dan μ=2,937.Time headway rata-rata Hari Sabtu pada jalur tanjakan diperoleh 3,86 detik, pada jalur turunan didapatkan 3,17 detik. Selanjutnya time headway rata-rata Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan 3,77 detik, pada jalur turunan diperoleh 3,21 detik.Kata kunci : Time Headway, Goodness Of Fit Test, Model Distribusi
Pemanfaatan Serat Ijuk Pada Campuran Perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Coarse (AC-WC) Untuk Mengurangi Keretakan Akibat Gempa Fathoni, Zikri; Hafino, Frans Yanda; Utama, Gita Satria; Rahayu, Gusri; Yusri, Jeniko; Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs-unand.9.1.1-9.2013

Abstract

Perkerasan aspal merupakan jenis perkerasan yang paling banyak digunakan pada saat ini. Salah satu kelemahan dari perkerasan ini adalah kemudahan retak akibat pembebanan atau perubahan bentuk karena gaya geser. Wilayah Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang terletak pada zona rawan gempa. Gempa tersebut sebagian mengakibatkan keretakan pada perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat perkerasan aspal yang tahan retak dengan menambahkan serat ijuk sebagai bahan penguat. Jenis perkerasan aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Asphalt Concrete – Wearing Coarse (AC – WC). Pengujiannya menggunakan metoda Marshall. Sampel untuk pengujian terdiri dari sampel campuran perkerasan aspal biasa, sampel dengan variasi ukuran dan panjang sama, sampel dengan variasi panjang ijuk dengan kadar yang sama. Sampel dengan variasi kadar ijuk diambil 1% - 5% ijuk dengan panjang 2 cm, didapat kadar optimum 3%. Penelitian dengan melakukan variasi panjang ijuk 1, 3, 5, 7, 9 cm dengan kadar 3%, didapatkan panjang optimum 3 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ijuk dapat meningkatkan stabilitas campuran perkerasan sebesar 27%. Pada pengujian efek gempa pada sampel tanpa ijuk dan sampel yang diberi ijuk, komposisinya diambil dari hasil mix design sebelumnya yaitu 3% dari berat aspal dengan panjang 3 cm. Pada uji efek gempa didapatkan data bahwa kedua sampel tidak mengalami keretakan setelah digetarkan dengan meja getar selama ± 1 menit 50 detik.
Studi Perbandingan Prioritas Penanganan Jalan Provinsi di Sumatera Barat Antonius, Toni; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.1.43-54.2017

Abstract

Visi Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat adalah  mewujudkan prasarana jalan handal guna memacu daya saing ekonomi kerakyatan dan ekonomi skala besar. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan di segala bidang. Dibutuhkan jalan yang stabil dan selalu mendapat penanganan. Keterbatasan dana diperlukan skala prioritas.. Tujuan penelitian menentukan urutan proritas penanganan jalan dengan metoda AHP, AMK, Metoda Bina Marga dan dilaksanakan Dinas serta membandingkan hasil urutan prioritas dengan metoda. Metoda AHP menggunakan pembobotan (weighting) hasil persepsi responden dan penilaian (scoring) dengan liniear models menghasilkan  prioritas utama dalam  pemeliharaan rutin adalah ruas Air Balam – Air Bangis (034), pemeliharaan berkala ruas Baso – Batusangkar (036), penanganan peningkatan Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi (069.2) dan  pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Metoda AMK menggunakan pembobotan dan penilaian dari responden menghasilkan penanganan rutin pada ruas Air Balam – Air Bangis (034), penanganan berkala pada ruas Simpang Koto Baru – Tj. Simalidu (011), penanganan peningkatan pada ruas Pangkalan - Sialang – Gelugur (076) dan penanganan pembangunan pada ruas Abai Sangir – Sungai Dareh (056.3). Metoda Bina Marga menggunakan volume Lalu Lintas Harian (LHR) sebagai input utama menghasilkan penanganan rutin pada ruas Surian – Simpang Pd. Aro (014.2), berkala pada ruas Jl. Veteran (Payakumbuh) (069.1), peningkatan pada ruas Simpang Duku Pariaman (075) dan pprioritas utama dalam penanganan pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Yang dilaksanakn Dinas penanganan pembangunan pada ruas jalan Alahan Panjang – Pasar Baru (073), ruas jalan Alahan Panjang – Kiliran Jao (082) dan ruas jalan Guguak Cino – Sawahlunto (038) dan penanganan peningkatan diprioritaskan pada ruas jalan Payakumbuh-Suliki-Koto-Tinggi (069.2).Kata kunci : prioritas, perbandingan, AHP, AMK, bina marga