Articles

FARMER PERCIEVE ON LEAFMINER PROBLEMS IN THE BROMO HIGHLAND AREA OF EAST JAVA PURNOMO, Hari
Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1 No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liriomyza huidobrensis Blanchard was originally described in Argentina and has now been found worldwide. In Indonesia, this species was first recorded on potato in 1994 in Bogor, West Java. The failure of quarantine procedure is blamed for introduction of LMF worldwide. In most cases, cultivation of vegetables such as potato as a cash crop has relied heavily on the use of pesticides, often excessively so with growers frequently spraying on a calendar basis, irrespective of the level of the pest population. Surveys have been conducted on vegetables farmers in the Bromo highlands region of East Java, Indonesia on the perceived importance of L. huidobrensis and the control methods adopted. the results of the survey suggested that LMF infestation in the Bromo Highlands Region has become a very serious problem, almost certainly due to the misuse of insecticides
BIOLOGI PARASITOID KOINOBIONT OPIUS SP. (HYMENOPTERA: BRACONIDAE) PADA LARVA LALAT PENGOROK DAUN LIRIOMYZA HUIDOBRENSIS (DIPTERA: AGROMYZIDAE) PURNOMO, Hari; PRASTOWO, Sigit; DJADMIKO, Moh. Wildan; MABDUH, Shohab
Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.038 KB)

Abstract

Opius sp. is koinobiont endoparasitoid of L. huidobrensis larvae. Opius sp. has shortlife cycle, high fecundity and able to parasite at different larvae stages. The research objective was todetermine effect of larvae stages of LMF on parasitsm, fitness, development time and longevity ofOpius sp. The research was conducted at Laboratory of Biological Control and Glass house of Pestand Plant Diseases Departement, Agriculture Faculty, Jember University from from April until July2007. The insect were collected from Ngadisari, subdistrict of Sukapura, Probolinggo. The experimentwas done on two methods, choice and non choice test. Percentage of parasitization, the sting time,development time, longevity, sex ratio, body lenght, hind and hind tibia of adult female and male ofparasitoid Opius sp were examined. The result showed that the sting time of Opius sp. was influencedby larvae. The lates stages of LMF has the higher sting time compare early stages, 44,28 s on firstinstar, 54,9 s on second instar, and 80,68 third instar respectly. Parasitization of parasitoid Opius sp.was not influenced by larvae stage of L. huidobrensis. The percentage of parasitization on choice testwas 28,49% on first instar, 17,43% on second instar and 14,95% third instar. On the other hand, onnon chice test was 48,21% on first instar, 54,52% on second instar and 54,00% on third instar. Sexratio, adult fitness, body length, hind and hind tibia length, development time, longevity wereinfluenced by larvae stages.
SIKLUS HIDUP PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI FERR.) PADA PERBEDAAN PAKAN ALAMI BUAH KOPI DAN PAKAN BUATAN Erfan, Muhammad; Purnomo, Hari; Haryadi, Nanang Tri
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 2 No 2 (2019): MEI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v2i2.16176

Abstract

ABSTRACT Coffee Berry Borer (Hypothenemus hampei Ferr.) Is the main pest in coffee plants in Indonesia. Characteristics of coffee berries that are attacked by pests, there is a small hole in the coffee berry and powder around it. Control is carried out biologically, technically, and chemically. These control techniques need to be tested for effectiveness in the laboratory. The test requires the insect H. hampei as a test insect. H. hampei can be obtained by mass propagation. Mass propagation can be done using artificial diet. This study was conducted to determine the effect of artificial diet on the life cycle of H. hampei. This study uses descriptive methods on 2 types of feed treatment; natural diet of coffee berry and artificial diet made from wheat powder and coffee powder. The results showed that the number of eggs produced by H. hampei in natural diet treatment could range from 30 to 46 eggs and every 3 days observation could lay eggs from 0 to 22 eggs. The percentage of eggs that succeeded in being imago was 95.32% with a sex ratio of 1: 10. The duration of life of H. hampei ranged from 100 to 150 days, with a period of 5-6 days, larvae 18-19 days and pupae 4-5 days. In the artificial diet, the egg method is able to grow into a second instar larval stage with a life span of 19 days. Keywords: Life Cycle, Coffee Berry Borer, Natural Diet, Artificial Diet ABSTRAK Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) merupakan hama utama padla tanaman kopi di Indonesia. Ciri ? ciri buah kopi yang terserang hama ini, yaitu terdapat lubang kecil pada buah kopi dan serbuk disekitarnya. Pengendalian dapat dilakukan secara biologi, kultur teknis, dan kimiawi. Teknik ? teknik pengendalian tersebut perlu diuji keefektifannya di laboratorium. Pengujian tersebut memerlukan serangga H. hampei sebagai serangga uji. Serangga H. hampei dapat diperoleh dengan perbanyakan secara massal. Perbanyakan massal dapt dilakukan dengan menggunakan pakan buatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pakan buatan terhadap siklus hidup serangga H. hampei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pada 2 macam perlakuan pakan; pakan alami buah kopi dan pakan buatan dari bahan dasar bubuk gandum dan bubuk kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah telur yang dihasilkan serangga H. hampei pada perlakuan pakan alami mampu berkisar 30 ? 46 telur dan setiap 3 hari pengamatan dapat bertelur 0 ? 22 telur. Persentase telur yang berhasil menjadi imago 95,32% dengan sex rasio 1 : 10. Lama hidup H. hampei berkisar 100 ? 150 hari, dengan masa telur 5 ? 6 hari, masa larva 18 ? 19 hari dan masa pupa 4 ? 5 hari. Pada pakan buatan yang menerapakan metode telur mampu tumbuh menjadi stadia larva instar 2 dengan masa hidup larva sampai 19 hari. Kata Kunci: Siklus Hidup, Penggerek Buah Kopi, Pakan Alami, Pakan Buatan
SISTEM KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KELELAHAN DAN BEBAN KERJA SERTA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEKERJA INDUSTRI GERABAH DI KASONGAN, BANTUL Purnomo, Hari; Manuaba, Adnyana; Adiputra, Nyoman
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisisi saat ini, industri kecil dituntut untuk meningkatkan produktivitasagar dapat bersaing untuk kelangsungan hidup. Dalam upaya meningkatkan produktivitaskerja perlu adanya usaha yang kondusif untuk mengoptimalkan sistem kerja. Peningkatanproduktivitas akan tercapai jika semua komponen dalam sistem kerja dirancang secaraergonomis. Sistem kerja pada industri gerabah di Kasongan Bantul banyak melibatkanaktivitas fisik, sehingga perlu sistem kerja yang ergonomi untuk dapat meningkatkanproduktivitas. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan sistem kerja pada industri gerabahdi Kasongan dengan pendekatan ergonomi total. Rancangan penelitian yang digunakanadalah rancangan eksperimental yang menggunakan randomized pre and post-test controlgroup design dengan jumlah sampel 14 orang untuk masing-masing kelompok. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sistem kerja dengan pendekatan ergonomi total dapat : (a)menurunkan keluhan muskuloskeletal pekerja sebesar 87,8% ; (b) menurunkan kelelahanpekerja sebesar 77,5% ; (c) menurunkan beban kerja pekerja sebesar 21,55 denyut/menitatau sebesar 21,69% ; (d) menurunkan risiko cedera di tempat kerja sebesar 10,65% ; (e)meningkatkan produktivitas pekerja sebesar 59,49% ; dan (f) meningkatkan pendapatanpekerja sebesar 23,81% dan meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 76,19%.
POPULATION DYNAMICS OF BEMISIA TABACI GENN. AND TYPE OF PREDATORS FOUND ON THE EDAMAME SOYBEANS (GLYCINE MAX L.) IN MANGLI JEMBER Wijayanto, Tulus; Sudarmadji, Sudarmadji; Purwatiningsih, Purwatiningsih; Purnomo, Hari
Jurnal ILMU DASAR Vol 18 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.323 KB) | DOI: 10.19184/jid.v18i2.4116

Abstract

The study was conducted at the edamame plantation area of PT. Mitra Tani 27 Jember with the size of 31.6 m x 29.8 m. The sampling of imature B. tabaci was done by collecting the samples of  leaves from the five plots of planting. The adult samples were taken by setting some yellow traps with the size of 20 x 30 cm. The results showed that the populations of B. tabaci changed during the growing season of edamame, the older the plants grow, the greater number of the populations. The highest number of B. tabaci  adult population was in the age of 10 weeks after planting, those were 818 B. tabaci. The increase of the B. tabaci  population had a significant correlation with the increase of the predators population on edamame. There were seven species of predators founded at the edamame. The highest number of predator founded was Coccinella transversalis and the lowest number of predator was Coccinella septempunctata. Keywords: Bemisia tabaci Genn., edamame Soybeans, yellow traps, C. transversalis
DESAIN PRODUK JEMURAN ANTI HUJAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Wibowo, Sadiq Ardo; Purnomo, Hari
SINERGI Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2017.2.009

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk perancangan produk jemuran otomatis anti hujan dengan berfokus pada keinginan konsumen. Masalah yang terjadi pada masyarakat seperti anak kost seringnya pakaian yang dijemur terkena air hujan ketika ditinggalkan dari tempat tinggal karena tidak ada yang mengangkatnya, padahal ketika menjemur cuaca terang dan ketika ditinggalkan cuaca berubah menjadi hujan. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan perancangan dan pengembangan produk jemuran otomatis dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment). Pengambilan data menggunakan sampel yang terdiri dari 68 responden yang terdiri anak kost di daerah Yogyakarta yang sering menjemur pakaian sendiri. Hasil analisa diketahui pengembangan produk yang perlu dilakukan adalah customer need ke 2 yaitu menutup otomatis yang masuk pada kategori A, sehingga sangat perlu dibutuhkan inovasi atau pengembangan agar sesuai keinginan konsumen dan tidak tertinggal dari produk kompetitor. Relasi antara customer requirement dan technical requirement dapat dilihat bahwa kepentingan terbesar terdapat pada kebutuhan teknis jenis bahan dengan nilai kepentingan 124,2, artinya untuk mendukung pengembangan pemenuhan customer needs yang ke 2, maka perusahaan harus fokus pada kebutuhan teknis tersebut.
DESAIN SABIT PERKEBUNAN SALAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Kinasih, Nastiti Septi; Purnomo, Hari
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 10, No 1: April 2012
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak merupakan komoditas unggulan dari Kabupaten Sleman. Saat ini proses produksipertanian salak masih dilakukan secara tradisional menggunakan sabit yang tidak ergonomissehingga banyak salak yang rusak saat di panen dan tidak jarang petani tertusuk duri pohonsalak karena ujung handle sabit yang terlalu pendek. Selain itu petani juga sering mengalamikeluhan fisik dan kelelahan karena sabit yang digunakan cukup berat dan kurang tajam.Dengan penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) berdasarkan voice of custumermelalui pendekatan partisipatori didapatkan sebuah sabit yang dapat mengakomodir keinginanpetani, yaitu sabit yang handlenya panjang dan tidak licin dengan tekstur gelombang, sesuaidengan dimensi tubuh petani dan tajam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain sabit yangdiinginkan petani mampu menurunkan keluhan muskuloskeletal sebesar 34,51%, penurunankelelahan sebesar 13,74% serta peningkatan produktivitas sebesar 43,95%. Kata Kunci : Sabit, QFD, Keluhan Muskuloskeletal, Kelelahan, Produktivitas
PENGUKURAN KINERJA GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT YOGYAKARTA Purnomo, Hari; Kisanjani, Alex; Kurnia, Wahyu Ismail; Suwarto, Sigit
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 2, Desember 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v18i2.8535

Abstract

The application of GSCM (Green Supply Chain Management) practice in the leather tanning industry in Yogyakarta is still relatively difficult because the industry prefers manufacturing systems that can accelerate profit uplift without considering environmental quality. Therefore, this research attempts to measure GSCM performance applied in the leather tanning industry, particularly at PT. Asa Yogyakarta. The method used in this research is Green SCOR (Green Supply Chain Operations Reference) and AHP (Analytical Hierarchy Process). Data collection in this research was by identifying the company's GSCM activities, then compiling performance indicators that refer to the green SCOR method. Weighting performance indicators are conducted to determine the importance of each performance indicator by using the AHP method. The results of this research indicate that the application of GSCM is quite good with the average value of the total GSCM performance >90, despite several improvements that are necessary to enhance the performance.
DESAIN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN MENDONG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI MAKRO Purnomo, Hari; Ferdianto, Kesuma
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) Deriji Craft merupakan usaha kerajinan mendong yang berlokasi di Dusun Plembon,Sleman, Yogyakarta. Produk yang dihasilkan berupa tas, dompet, peci, sandal hotel, taplak meja, bantal, dan Souvernir. Permintaan di UKM Deriji Craftterus meningkat sehingga dituntut untuk dapat memenuhi target dalam waktu yang singkat. Permasalahan yang sering muncul adalah tidak tepatnya target yang disebabkan tingkat produktivitas rendah. Permasalahan produktivitas disebabkan komponen dari sistem kerja belum optimal yang menyebabkan produktivitas menurun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh setiap komponen sistem kerja terhadap tingkat produktivitas.Komponen sistem kerja yang dianalisis adalah faktor organisasi, regulasi, budaya, personality, pekerjaan, lingkungan kerja, peralatan kerja serta manajemen kerja.Penyelesaian masalah menggunakan pendekatan Ergonomi Makro dan Analisis Jalur (Path Analysis). Ergonomi makro, digunakan untuk mendesain komponen sistem kerja yang akan digunakan dalam menyusun kuesioner. Sedangkan analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung dari komponen sistem kerjaterhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian diperoleh pengaruh faktor organisasi terhadap produktivitas sebesar 39.44%, regulasi sebesar 2.46%, budaya sebesar 56.85%, personality sebesar 37.95%, pekerjaan sebesar 13.91%, lingkungan kerja sebesar 12.32%, peralatan kerja sebesar 9.55%, dan manajemen kerja sebesar 0.69%. Hasil analisis lebih lanjut diperoleh variabel faktor organisasidengan presentase 58.22 %, berkontribusi secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Kata kunci : Sistem Kerja, Analisis Jalur, ErgonomiMakro, UKM
DESAIN TAS KANTOR WANITA BERBAHAN LEMBARAN SABUT KELAPA (LESKAP) Purnomo, Hari; Janari, Dian; Yudianto, Tri Apri
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 12, No 1: April 2014
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki areal perkebunan kelapa luas yang menghasilkan  buah, daun dan kayu serta limbah. Limbah sabut kelapa seringkali diabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Daging buah adalah komponen utama buah kelapa, sedangkan sabut, tempurung, dan air buah merupakan hasil samping. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa atau memanfaatkan  untuk kerajinan seperti sapu, keset dan tali tambang. Sabut kelapa jarang dimanfaatkan menjadi produk dengan sentuhan teknologi yang bernilai jual tinggi. Penelitian ini merupakan pemanfaatan limbah serat sabut kelapa dijadikan produk tas kantor wanita dengan teknologi komposit. Lembaran sabut kelapa (leskap) dengan teknologi komposit dilakukan dengan  penggabungan serat sabut kelapa dengan karet alam yang di pres selama 30 menit dengan suhu 100oc. Desain tas dibuat beberapa alternatif yang selanjutnya dilakukan seleksi konsep dan dilakukan penilaian konsep dengan scoring. Hasil seleksi konsep didapat : (a) Konsep desain 5 dijadikan sebagai desain A; (b) Konsep desain 8 dijadikan  sebagai desain B; (c)  Konsep desain 10 dijadikan sebagai desain C; (d) Konsep desain 3, 6, 7 digabung yang dijadikan  desain D.  Sedangkan konsep desain 1,2,4 dan 9 tidak diikutkan dalam penilaian konsep. Berdasarkan  scoring  terpilih  konsep desain D dengan nilai 3,0.  Spesifikasi tas wanita yang terpilih adalah : (a) Model tas  jinjing dan selempang; (b) Warna tas hitam dan coklat; (c)  lebar atas 40 cm; (d) lebar  bawah 35 cm; (d) Tali tas jinjing dan selempang warna hitam; (f) Tinggi 30 cm; (g) Panjang tali selempang 120 cm; dan (h) Panjang tali jinjing 23 cm. Kata kunci : leskap, seleksi konsep, scoring, tas kantor wanita
Co-Authors . DARMAWAN . ISMAIL . SUPUTA Adnyana Manuaba Agung Endro Nugroho Agus Mansur, Agus Ahmad Mukoffi, Ahmad Alfarisy, Fariz Kustiawan Alisyahbana, Takdir Anastasia Novitasari, Anastasia Andi Gunawan Angga Wenang Sakti Anindita, Jessica Annisa Nurul Arofah, Annisa Nurul Apsari, Ayudyah Eka Arda Cahyo Pranowo Arief Rahman Hakim Bambang Sulistyantara Budhi Utomo, Budhi Catur Ari Setianto, Catur Ari CIPTO WALUYO Dani Dwi Agistia, Dani Dwi Dewi, Yuni Kartika Dian Janari Djalal Rosyidi Dyah Kusuma Wardhani Eko Arisetijono Marhaendraputro, Eko Arisetijono Endang Budi Trisusilowati, Endang Budi Ernawati Ernawati Fitriani, Ayi Hadyanawati, Anindya Agripina Happy Ratna Santosa HARI SUTRISNO Haripurna, Angga Harno Dwi Pranowo Haryadi, Nanang Tri Haryadi, Nanang Tri Hoesain, Mohammad Iman Hidayat Imron Rosyidi, Imron Indarti, Adrian Indrawan, Iwan Adi Ismail, Hardi Josef Prijotomo K, Intan Setyorini Kartika Arum, Rahajeng Daratri Kazutaka maeyama Kesuma Ferdianto Kisanjani, Alex Kobajashi T. Isamu Kurnia, Wahyu Ismail Made Ayu Hariningsih, Made Ayu Mafita Azizah Hidayati, Mafita Azizah Mali, Toni Masruroh Rahayu, Masruroh Maulana Tegar, Maulana Mindhayani, Iva Mochammad Dalhar Moh. Saprawi, Moh. Moh. Wildan DJADMIKO Muhammad Erfan, Muhammad Muhammad Faqih Nastiti Septi Kinasih NUNUK WIDYASTUTI Nurjannah, Anisa Nurud Diniyah Nyoman Adiputra Pudjono, Pudjono Purwatiningsih Purwatiningsih Rachmat Adiyanto Radiate, Lilik Eka Retty Ratnawati RINI UTAMI ROSICHON UBAIDILLAH Sadiq Ardo Wibowo, Sadiq Ardo Safutra, Nur Ihwan Sari, Galuh Masita Sartika Dewi Utami, Sartika Dewi Sasongko, Didik Adji Shohab MABDUH Sigit PRASTOWO Simon Bambang Wijanarko SISWO POLANDONO Sjamsul Arief, Sjamsul Soffy Soetji Widarti, Soffy Soetji Sri Budhi Rianawati, Sri Budhi Sudarmadji Sudarmadji Sudarminto S. Yuwono Suharto Suharto Sutarjo Surjoseputro, Sutarjo Suwarto, Sigit Tangahu, Marwan Teti Estiasih Tri Apri Yudianto Umar Anggara Jenie Wardah Wardah Widodo Mardi Santoso, Widodo Mardi Widodo, Imam Djati Wijayanto, Tulus Yakub, Muhammad