Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI PENYERAPAN CS-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Kamarz, Hanafi; Fisli, Adel; Purnomo, Sugeng
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5140

Abstract

STUDI PENYERAPAN Cs-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat penyerapan berbagai variasi nanokomposit oksida besi dengan bentonit terhadap kontaminan radionuklida Cs-137 dalam larutan. Komposisi nanokomposit oksida besi bentonit divariasikan berdasarkan perbandingan berat (w/w): 1:0 ; 3:1 ; 2:1 ; 3:2 ; 1:1 ; 1:2 dan 0:1. Penyerapan dilakukan dengan sistem bath , dimana 50 mg dari masing-masing nanokomposit dimasukkan ke dalam 10 mL aquadest sehingga membentuk suspensi. Pada setiap komposisi suspensi ditambahkan larutan Cs-137 dengan variasi volum sehingga diperoleh larutan dengan aktifitas kontaminan masing-masing 160 Bq/mL, 140 Bq/mL, 120 Bq/mL, 100 Bq/mL, 80 Bq/mL dan 40 Bq/mL. Setelah dikocok selama 24 jam, partikel nanokomposit dipisahkan dari larutannya dengan lempengan magnet permanen. Cacah sinar-? dari larutan sebelumdan sesudah penyerapan dihitung dengan LSC (Liquid Scintillation Counter). Hasil analisis dari data ini memberikan penyerapan terbaik (87,69 hingga 93,07) % dicapai oleh nanokomposit 3:1 dan diikuti oleh nanokomposit 1:0 (71,78 hingga 82,00) %. Sedangkan untuk nanokomposit yang lain 2:1 (37,99 hingga 47,90)%; 3:2 (36,40 hingga 38,96) %; 1:2 (19,93 hingga 22,91)%; 1:1 (19,61 hingga 20,83)%dan 0:1 (05,22 hingga 11,05) %. Dapat disimpulkan bahwa baik oksida besi maupun bentonit dapat menyerap Cs-137 sedang untuk nanokomposit oksida besi bentonit dapat meningkatkan kemampuan penyerapan tersebut yang terdapat dalam larutan kontaminan.
UJI PENYERAPAN CS-137 OLEH NANOKOMPOSIT Kamarz, Hanafi; Purnomo, Sugeng; Suhartono, Suhartono
Buletin Limbah Vol 10, No 1 (2006): Tahun 2006
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI PENYERAPAN CS-137 OLEH NANOKOMPOSIT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat penyerapan berbagai variasi nanokomposit magnet oksida besi dengan bentonit terhadap kontaminan radionuklida Cs-137 dalam larutan. Komposisi nanokomposit magnet oksida besi-bentonit divariasikan berdasarkan perbandingan berat dengan harga: 1 : 0 ; 3 : 1 dan 0 : 1. Penyerapan dilakukan dengan sistem bath, dimana 50 mg nanokomposit dimasukkan ke dalam 10 ml aquades sehingga membentuk suspensi. Larutan standar Cs-137 ditambahkan, sehingga konsentrasi setiap larutan kontaminan menjadi 100; 200; 300, 400; 500 dan 600 Bq/ml. Setelah digoyang selama 24 jam, partikel nanokomposit yang berupa suspensi dipisahkan dengan lempengan magnet. Laju cacah larutan awal dan beningan diamati dengan Liquid Scintillation Counter (LSC). Penyerapan terbaik 52,0 ? 68,21 % untuk nanokomposit dengan ratio oksida-besi bentonit 3 : 1 dan dikuti oleh nanokomposit dengan ratio 1 : 0 (25,85 ? 33,07 %) dan nanokomposit dengan ratio 0 : 1 (05,98 ? 11,28 %). Dapat disimpulkan bahwa baik oksida besi maupun bentonit dapat menyerap Cs-137 sedang untuk nano komposit yang mengandung oksida besi dan bentonit dapat meningkatkan kemampuan penyerapan Cs-137 yang terdapat dalam larutan. EXPERIMENT OF Cs-137 ABSORPTION BY NANOKOMPOSIT. The aim of this research is to get the absorption characteristics of various compositions of iron oxide magnetic nanocomposite and bentonite to Cs-137 radionuclide contaminant in a solution. The composition of iron oxide magnetic nanocomposite bentonit was varied by the weight ratio of iron oxide / bentonite were: 1 : 0 ; 3 : 1 and 0 : 1. Absorption was carried out by bath system which for 50 mg of nanocomposite was filled into 10 ml aquades until the suspension was formed. Standard solution of Cs-137 was added, so then the concentration (activity) of each solution were100; 200; 300, 400; 500 dan 600 Bq/ml. After the solution were shaked for 24 hours, nanocomposite particles in the suspension was separated using magnetic plate. Counting rate of the solution and effluent were analyzed by Liquid Scintillation Counter (LSC). The best absorption reach 52,90 to 68,21 % by nanocomposite with iron oxide / bentonit ratio 3 : 1, and followed by nanocomposite with ratio 1 : 0 (25,85 - 33,07 %) and nanocomposite with ratio 0 : 1 (05,98 ? 11,28 %). It is concluded that either iron oxide or bentonite can absorb Cs-137 and then for the nanocomposite counting of iron oxide and bentonite can increase the absorption of Cs-137 in the solution.
PENERAPAN METODE SORPSI SIRKULER BERTAHAP UNTUK MEREDUKSI AKTIVITAS RADIOSTRONSIUM Purnomo, Sugeng
Buletin Limbah Vol 8, No 1 (2004): 2004
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan percobaan penerapan metode sorpsi sirkuler bertahap untukmereduksi aktivitas radiostronsium. Percobaan mengggunakan kolom sorpsiberukuran diameter 3 cm yang berisi 200 g zeolite alam dengan ukuran butir -25+50 mesh. Larutan umpan sebanyak 4x1000 ml yang terdiri dari 2 serilarutan yang mengandung Sr-90 dengan aktivitas rata-rata 54,65 nCi (larutan1 dan 2) dan 165,70 nCi (larutan 3 dan 4) dilewatkan melalui kolom dengankecepatan alir 0,15 ml/menit, beningan yang diperoleh diumpankan kembalisetelah dilakukan pembilasan kolom. Cuplikan umpan dan beningan darisetiap loop proses diukur aktivitasnya dengan metoda pencacahan Cerenkov.Pengulangan sebanyak 3 loop proses memberikan capaian pemisahan Sr-90dari larutan 1 maupun larutan 2 sebesar 96,16 %, sedangkan dari larutan 3dan 4 dicapai pemisahan 55,06 %.The experiment on application of gradually circular sorption method forradiostrontium activity reduction has been done. The experiment use 200 g natural zeolite -25+50 mesh in sorption column (ID 3 cm). The feedingsolution consist of 4x1000 ml with 2 series of 54,65 nCi (solution 1 and 2)and 165,70 nCi (solution 3 and 4) be passed the column by rate 0,15 ml/min, the outer of solution founded from the column is recirculated to the column again after its rinsing. Samples of the feeding solution and its outer of solution from each process loop are counted by Cerenkov method. Recycling by 3 process-loop, the separation of Sr-90 from solution 1 and 2 achieve of 96,16 %, and from solution 3 and 4 achieve of 55,06 %.
PROSES OKSIDASI BIOKIMIA UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH SIMULASI CAIR ORGANIK RADIOAKTIF Gunandjar, Gunandjar; Salimin, Zainus; Purnomo, Sugeng; Ratiko, Ratiko
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 1 Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri nuklir menimbulkan limbah cair organik seperti limbah detergen dari pencucian pakaian kerja, pelarut 30% TBP (tri-n-butyl phosphate) dalam kerosen dari pemurnian ataupun pengambilan uranium dari gagalan fabrikasi elemen bahan bakar, pelarut yang mengandung D2EHPA (di-2-ethyl hexyl phosphoric acid) dan TOPO (trioctyl phospine oxide) dalam kerosin dari pemurnian asam fosfat. Limbah tersebut bersifat bahan berbahaya dan beracun (B-3) serta radioaktif, oleh karena itu limbah tersebut harus diolah sehingga terjadi detoksifikasi B-3 dan dekontaminasi radionuklidanya. Telah dilakukan penelitian proses oksidasi biokimia pengolahan limbah simulasi cair organik radioaktif dari pencucian pakaian kerja menggunakan campuran bakteri mutan aerob bacillus sp, pseudomonas sp, arthrobacter sp, dan aeromonas sp. Limbah berkadar deterjen 1,496 g/L, aktivitas 10-1Ci/m3, dengan COD (Chemical Oxygen Demand) 128, BOD (Biological Oxygen Demand) 68 dan TSS (Total Suspended Solid) 1000 ppm, diolah dengan oksidasi biokimia dengan penambahan bakteri yang diberi nutrisi nitrogen dan fosfor, dan diaerasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri mampu menguraikan detergen menjadi karbon dioksida dan air sehingga memenuhi baku mutu air golongan B dengan kadar BOD dan COD berturut-turut berharga 6 dan 0 ppm, diperlukan waktu penguraian 106 jam untuk pemenuhan baku mutu tersebut. Semakin lama waktu proses memberikan kadar padatan total dalam lumpur semakin besar karena biomassa yang terbentuk dari massa koloni bakteri yang hidup dan mati semakin banyak.
Cs-137 AND Co-60 CONCENTRATION REMOVAL ON RADIOACTIVE LIQUID WASTE BY ION EXCHANGE AND COAGULATION-FLOCCULATION METHOD Adella, Pinky Septria; Wijayanti, Asih; Indrawati, Dwi; Purnomo, Sugeng
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 1, October 2017
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i1.2402

Abstract

Radioactive liquid waste is a hazardous and toxic waste which comes from nuclear research laboratory. This waste may cause explosion when treated with evaporator. Aim: This research was intended to reduce and determine the best removal method of Cs-137 and Co-60 from radioactive liquid waste. Methodology and Result: Methods used in this research are ion exchange and coagulation-flocculation method. In ion exchange method used two types of reactor that is continuous reactor and batch reactor with variables of debit, material type, mesh size and mass of material, while in coagulation-flocculation method used jar test with ferro sulfate coagulant dose variables. Continuous reactor consisting of separating funnel and chromatography column with a diameter of 4 cm and height 60 cm, whereas in batch reactor used jar test stirrer. The application of radioactive liquid waste treatment is done using selected method, with the start condition for Cs-137 of 3 x 10-5 mCi/L and for Co-60 of 4.8 x 10-6 mCi/L. Application of Ion Exchanger with Continuous Reactor Speed 60 mL/10 sec and Coagulation-Flocculation with dose of 100 mmol/L in pH 8 effluent result the value for Cs-137 and Co-60 that undetected or very little, below 10-6 mCi/L. Conclusion, significance and impact study: The conclusion of this study is suitable with the Government Regulation Number 10 of 1997 about nuclear power, the limit of quality standard for Cs-137 and Co-60 is below 10-6 mCi/L. So the appropriate method to treat of Cs-137 and Co-60 are Ion Exchanger with Continuous Reactor Speed 60 mL/10 sec and Coagulation-Flocculation with dose of 100 mmol/L in pH 8.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN LINGKUNGAN Bustami, Yakobus; Purnomo, Sugeng
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.791 KB) | DOI: 10.31932/ve.v3i2.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Sintang pada pokok bahasan lingkungan. Sampel dalam penelitian ini ada dua yaitu kelas XC sebanyak 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XD juga sebanyak 36 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua kali pertemuan untuk masing-masing kelas. Setiap kelas dilaksanakan tes awal dan tes akhir. Tes awal untuk mengetahui kemampuan dasar siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan asumsi kedua kelas homogen, hasil tes awal kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Mean tes awal kelas eksperimen 46,83 dan kelas kontrol 47,16. Mean tes akhir kelas eksperimen 77,16 lebih tinggi dari tes akhir siswa kelas kontrol yaitu 66,83. Hasil analisis tes akhir menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen untuk kelas kontrol dan untuk kelas eksperimen berdistribusi tidak normal dan homogen. Karena salah satu sampel berdistribusi tidak normal maka dianalisis dengan uji U Mann-Whitney. Setelah dilakukan analisis uji U Mann-Whitney deperoleh nilai hitung 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa. Besarnya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa yaitu 10,33 poin. Kata Kunci: STAD, Hasil Belajar, Lingkungan