Endah Budi Purnomowati
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jl. Mayjend Haryono 167 Malang Indonesia 65145 Telp. +62 341 587710, 587711 Fax : +62 341 551430

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN MODEL WALFISCH-IKEGAMI PADA TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION (LTE) FREKUENSI 1800 MHz Irianto, Achmad Reza; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy; Purnomowati, Endah Budi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.322 KB)

Abstract

Kebutuhan akan teknologi komunikasi yang handal baik dalam penyajian kecepatan laju data maupun kualitas pelayanan semakin meningkat, datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi solusi untuk para konsumen yang menginginkan kecepatan dalam mengakses data , dimana LTE merupakan teknologi yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP).Karakteristik yang paling berpengaruh untuk menentukan performansi sebuah sistem komunikasi adalah nilai level daya terima. Pada penelitian ini penulis menggunakan model propagasi Walfisch-ikegami untuk mengetahui nilai pathloss.Jarak antara BS dan UE mempengaruhi nilai level daya terima, ketinggian gedung disekitar BS, jarak antar titik tengah gedung disekitar BS dan teknik modulasi juga berpengaruh terhadap nilai level daya terima yang dihasilkan dan secara otomatis berhubungan juga dengan nilai SNR dan BER yang dihasilkan, untuk kondisi hb>h dengan teknik modulasi 64 QAM ¾ serta parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan adalah < 3,97 km, untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan <3,44 km dan untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=30 m, b=500 m radius BS dengan UE yang disarankan <4,77 km. sedangkan untuk tidak disarankan untuk merancang suatu BTS mobile LTE dengan kondisi hb<h karena radius yang dapat dijangkau sangat kecil, kecuali menggunakan teknik modulasi QPSK ½ dengan parameter h= 60 m, b=500 m karena pada kondisi tersebut radius yang dijangkau bisa mencapai 5 km.Kata Kunci— Level Daya Terima, Walfisch-Ikegami, model propagsi, LTE
Pemanfaatan Jaringan SDH Berbasis Program Matlab untuk Layanan Multimedia Purnomowati, Endah Budi; Edy Purnomo, Muhammad Fauzan; Pramono, Sholeh Hadi; Prijono, Wahyu Adi; Ambarwati, Rusmi; Surya, Dwi Utari; Sugandi, Reza; Wahyudhi, Widhi Setya
Jurnal EECCIS Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.338 KB)

Abstract

Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan teknologi yang mempunyai struktur transport secara hierarki dan didesain untuk mengangkut informasi (payload) yang disesuaikan dengan tepat dalam sebuah jaringan yang telah ditetapkan oleh ITU-T G.707. Transmisi sinkron digital merupakan proses multiplex sinyal tributari secara multiplexing sinkron yang rekontruksi sinyalnya melalui elemen jaringan SDH yaitu : Terminal Multiplexer, Add/Drop Multiplexer (ADM) atau Digital Cross-Connect (DXC) dan akhirnya ditransmisikan melalui jaringan optik. Pada penelitian ini teknik multipleksing yang digunakan adalah Time Division Multiplexing (TDM). Time-Division Multiplexing (TDM) adalah suatu jenis digital yang terdiri dari banyak bagian di mana terdapat dua atau lebih saluran yang sama diperoleh dari spektrum frekuensi yang diberikan yaitu, bit arus, atau dengan menyisipkan detakan-detakan yang mewakili bit dari saluran berbeda. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses simulasi Bit Error Rate (BER) SDH dengan Time Division Multiplexing (TDM) pada STM-4. Proses simulasi SDH khususnya pada STM-4 memiliki bit error rate yang bervariasi namun dalam kisaran 0.2800-0.2900, hal ini mengindikasikan bahwa data yang salah saat proses pengiriman dalam kisaran 4970 – 5000 merupakan kesalahan pengiriman data yang cukup besar.Kata Kunci— SDH, TDM,BER,STM-4.
Integrasi Wireless Fidelity (WiFi) pada jaringan Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) Purnomowati, Endah Budi
Jurnal EECCIS Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.35 KB)

Abstract

Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) merupakan sistem telekomunikasi generasi ketiga (3G) hasil pengembangan jaringan Global System for Mobile Communication (GSM) yang memiliki laju data paket 2 Mbps untuk perangkat yang diam di tempat, 384 kbps untuk kecepatan orang berjalan serta 144 kbps untuk kecepatan orang berkendaraan. Wireless Fidelity (WiFi) merupakan teknologi WLAN standar pengembangan dari IEEE 802.11. IEEE 802.11b paling banyak digunakan saat ini, karena cepat dan mudah diimplementasikan. Berdasarkan keuntungan yang diberikan oleh jaringan UMTS dan WiFi dilakukan analisis integrasi WiFi pada jaringan UMTS terhadap parameter delay end-to-end dan throughput.Dalam integrasinya terdapat mobile IPv6 yang mendukung sebuah mobile station untuk dapat tetap berkomunikasi tanpa terputus meskipun berpindah dari jaringan yang satu ke jaringan yang lain. Delay end-toend terbesar pada paket 4000 kB dengan faktor utilisasi 0,9 yakni sebesar 162,315 s. Sedangkan delay end-to-end terkecil pada paket data 10 kB dengan faktor utilisasi 0,1 sebesar 0,339 s. Saat user berada pada jaringan UMTS, throughput terbesar pada paket data 10 kB yaitu sebesar 335951,531 bps. Sedangkan throughput terkecil saat paket data 4000 kB yakni sebesar 332160,607 bps. Pada jaringan Wi-Fi throughput terbesar pada paket data 10 kB sebesar 10869563,05 bps. Sedangkan throughput terkecil saat paket data 4000 kB yakni sebesar 10868860,39 bpsIndex Term: UMTS, GSM, WIFI
Perencanaan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN) Dengan Menggunakan Worldwide Interoperability For Microwave Access (WIMAX) Purnomowati, Endah Budi
Jurnal EECCIS Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.99 KB)

Abstract

WLAN adalah sebuah jaringan berbasis wireless yang dapat digunakan untuk transmisi data. Namun coverage area yang luas dan data rate yang tinggi menjadi kendala utama dalam pemberian layanannya. Untuk mengatasi kendala tersebut, dibutuhkan suatu perencanaan jaringan yang lebih baik untuk mendapatkan coverage area yang luas serta mempunyai data rate yang tinggi. Agar didapatkan jaringan WMAN yang baik, maka dibutuhkan suatu backbone jaringan yang handal. Teknologi WiMAX hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam perencanaan ini digunakan kota Malang sebagai obyek perencanaan. Data yang digunakan dalam perencanaan ini meliputi data kependudukan kota Malang, trafik internet dan tabel Erlang. Data tersebut akan digunakan untuk mengetahui perkiraan jumlah pelanggan WiMAX dan kapasitas sistem yang dibutuhkan.Langkah awal yang dilakukan dalam perencanaan adalah menentukan perkiraan jumlah pelanggan yang akan menggunakan layanan WiMAX berdasarkan data kependudukan. Jumlah pelanggan tersebut digunakanuntuk menentukan kebutuhan kapasitas kanal yang akan berfungsi untuk mengetahui radius sel yang dapat dilayani oleh sebuah base station (BS). Jenis antena dan kabel yang digunakan diperhitungkan berdasarkan kebutuhan kapasitas kanal dan kondisi geografi daerah perencanaan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh jumlah pelanggan WiMAX adalah 7231 pelanggan dengan kebutuhan kanal mencapai 495 kanal. Radius sel yangterbentuk dari perencanaan ini adalah 2.65 km denganluas sel mencapai 18,25 , sehingga jumlah sel yang dibutuhkan adalah 6 (enam) buah. Untuk melayani kapasitas pelanggan yang cukup besar, maka kabel yang paling tepat digunakan adalah fiber optic single mode, sedangkan antena yang tepat digunakan adalah antena omnidirectional.Kata Kunci : Internet, Coverage Area, Data Rate, WiMAX
PERFORMANSI VIDEO STREAMING PADA JARINGAN LTE (LONG TERM EVOLUTION) MENGGUNAKAN MODE DUPLEX TDD (TIME DIVISION DUPLEX Wulandari, Asri; Purnomowati, endah Budi; Alfanadiyah, Rizki
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Techno Oktober 2011
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming is a technology play video files directly without having to download it. LTE (Long Term Evolution) is a mobile telecommunications technology as the evolution of HSDPA technology. LTE has the ability to transmit data at high speed. LTE network technology used in duplex mode FDD (Frequency Division Duplex) and TDD (Time Division Duplex). This study aims to determine the performance of video streaming on LTE network by using a TDD. The performance is analyzed include delay, packet loss, and throughput. The simulation results prove that the distance between UE and eNodeB with utilization factors influence the end-to-end delay, packet loss, and throughput in streaming video transmission. On the same data packet length, the greater the distance between the eNodeB with the EU, the greater the value of end-to-end delay. While the throughput of the smallest is 352 200 kbps which occurs when the distance between the eNodeB and UE is 10000 m with a utilization factor of 0.9.  Key-word : Video Streaming, LTE, TDD, jarak eNodeB ke UE, faktor utilisasi, delay end to end, packet loss, throughput
Analisis Link Budget dengan Perbedaan Sudut Azimuth dan Elevasi pada Proses Pointing Menggunakan Two Line Elements dan Perhitungan Matematis pada Satelit Telkom-1 dan Telkom-2 Basuki, Okky Anggada; Sari, Sapriesty Nainy; Purnomowati, Endah Budi
Jurnal EECCIS Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.478 KB)

Abstract

Teknik  pointing dish antenna pada satelit incline dengan menggunakan Two Line Elements (TLE) dapat melihat pergerakan satelit secara langsung dengan mempertimbangkan tipe orbit, kapabilitas manuver, tipe obyek dan prioritas obyek secara periodik untuk memperoleh basis data secara real-time. Pada penelitian ini hasil analisis perbandingan antara penggunaan TLE dan perhitungan matematis satelit TELKOM-1 di kota Malang, Jakarta dan Semarang menunjukan nilai rata rata off axis  pada sudut azimuth yaitu 0.000233°, -0.000567° dan 0.0006° sedangkan untuk sudut elevasi yaitu 0.003133°, 0.0019667° dan 0.00233°. Untuk hasil Analisis perbandingan antara penggunaan TLE dan perhitungan matematis satelit TELKOM-2 di kota Malang, Jakarta dan Semarang menunjukan nilai rata rata off axis  pada sudut azimuth yaitu -0.000133°, -0.0001,° dan -0.000667° sedangkan untuk sudut elevasi yaitu 0.0032°, 0.0044° dan 0.0035667.
PENGARUH FREQUENCY SELECTIVITY PADA SINGLE CARRIER FREQUENCY DIVISION MULTIPLE ACCESS (SC-FDMA) Purnomowati, Endah Budi; Yuwono, Rudy; Rahma, Muthia
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.692 KB)

Abstract

Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) merupakan bentuk modifikasi dari pendahulunya yaitu Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA). Selektivitas frekuensi adalah kemampuan penerima untuk membedakan sumber-sumber sinyal yang dirancang untuk beroperasi pada frekuensi yang berbeda dan dalam rentang panjang gelombang tertentu. Analisis yang dilakukan adalah seberapa besar pengaruh selektivitas frekuensi terhadap penginterferensi pada Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA). Semakin besar interferensi, maka performansi sistem akan semakin lemah
Pengaruh Frequency Selectivity Pada Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Tazkia, Fahima Ulfi; Purnomowati, Endah Budi; Mustofa, Ali
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.928 KB)

Abstract

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah suatu nama khusus dari multicarrier, dimana suatu aliran data berkecepatan tinggi ditransmisikan melalui sejumlah subcarrier berkecepatan rendah. Prinsip dasar dari sistem OFDM adalah membagi bandwidth yang ada pada beberapa subcarrier yang kemudian dimodulasikan dan ditransmisikan menjadi aliran data paralel dengan kecepatan data yang rendah. Pemakaian subcarrier yang saling orthogonal pada OFDM memungkinkan overlap antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi satu sama lain. Selektifitas frekuensi adalah kemampuan penerima untuk membedakan sumber-sumber sinyal yang dirancang untuk beroperasi pada frekuensi yang berbeda dan dalam rentang panjang gelombang tertentu. Sistem OFDM memiliki sensitifitas pada kesalahan frekuensi yang diakibatkan oleh perbedaan frekuensi yang diterima dengan osilator lokal pada penerima. Analisis yang dilakukan adalah seberapa besar pengaruh interferensi yang diakibatkan adanya selektifitas frekuensi terhadap kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada kapasitas kanal dan Signal to Noise Ratio (SNR). Dari hasil perhitungan didapatkan semakin besar interferensi yang terjadi pada proses pentransmisian akan menghasilkan performansi sistem semakin lemah. Kata Kunci :  selektifitas frekuensi, interferensi, Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM)
Analisis Pengaruh Penggunaan Antena Jamak MIMO 2x2, SIMO 1x2 dan SISO 1x1 terhadap Performansi Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) pada Teknologi Radio over Fiber (RoF) Khoirunnisa, Alfi Zuhriya; Purnomowati, Endah Budi; Mustofa, Ali
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.673 KB)

Abstract

Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk menghasilkan kapasitas kanal yang besar dengan menggunakan teknik antena jamak seperti MIMO 2x2. MIMO 2x2 pada LTE dikombinasikan dengan akses jamak OFDMA. Kombinasi MIMO-OFDMA ini diterapkan pada teknologi radio over fiber untuk mengoptimalkan infrastruktur suatu jaringan. Radio over Fiber (RoF) adalah teknologi yang mengintegrasikan antara teknik transmisi nirkabel dan kabel fisik dengan media serat optik. Performansi yang dibahas pada penelitian ini adalah pengaruh penggunaan teknik antena MIMO 2x2 OFDMA pada Radio over Fiber (RoF) dengan menganalisis SNR, Kapasitas kanal, BER dan Link Power Budget dibanding dengan penggunaan antena SISO 1x1 dan SIMO 1x2. Hasil simulasi dan analisis membuktikan bahwa penggunaan antena SIMO 1x2 dengan jarak UE dan eNB 500 m dan panjang gelombang 1550 nm menghasilkan performansi terbaik pada parameter SNR = 52,002 dB, BER = 6x 10-7 dengan daya yang diterima di UE = -72,034 dBm pada perhitungan Link Power Budget. Penggunaan antena MIMO 2x2 dengan jarak UE dan eNB 500 m dan panjang gelombang 1310 nm menghasilkan performansi terbaik pada parameter kapasitas kanal yaitu sebesar 8,492 Gbps. Kata Kunci— OFDMA, RoF, MIMO 2x2, SIMO 1x2, SISO 1x1
Performansi Internet Protocol Television (IPTV) pada Jaringan Long Term Evolution (LTE) dengan Mode Time Division Duplex (TDD) Lestari, Dahniar Pepy; Purnomowati, Endah Budi; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.861 KB)

Abstract

IPTV dengan data real-time sangat sensitif terhadap paket yang hilang dan terlambat jika koneksi IPTV tidak begitu cepat. Maka dari itu, IPTV menggunakan Internet Protocol (IP) melewati jaringan broadband untuk pengiriman sinyal televisi digital yang mempunyai kecepatan data tinggi. Pada skripsi ini data IPTV dikirim kepada 7 user dalam kondisi diam dengan jarak antara ENodeB dengan user yang berbeda-beda. Tiap user memesan paket audio video IPTV sebesar 7807 byte. Performansi yang dibahas adalah performansi IPTV pada jaringan LTE dengan mode TDD yang meliputi parameter signal to noise ratio, kapasitas kanal, bit error rate, probabilitas packet loss, delay end to end, throughput. Hasil analisis membuktikan bahwa IPTV dapat diterapkan pada jaringan LTE mode TDD. Karena untuk performansi IPTV terburuk pada jarak dari ENodeB ke user adalah 7000 m dan pada frekuensi 2,6 GHz, nilai SNR 68,1809 dB, kapasitas kanal 452,98 Mbps, BER , probabilitas packet loss 0,1349, delay end to end 0.34 s, throughput 201,14 Mbps. Nilai pada setiap parameter itu telah memenuhi standar nilai yang ditetapkan. Kata Kunci— IPTV, LTE, TDD