Yustinus Purwamargapratala
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) – BATAN Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

SINTESIS SUPERKONDUKTOR YBA2CU3O7-X SECARA KOPRESIPITASI UNTUK APLIKASI INDUSTRI NUKLIR Purwamargapratala, Yustinus
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 15, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2009.15.4.2567

Abstract

ABSTRAK SINTESIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x SECARA KOPRESIPITASI UNTUK APLIKASI INDUSTRI NUKLIR. Telah dilakukan penelitian sintesa superkonduktor YBa2Cu3O7-x (YBCO-123) secara kopresipitasi. Campuran garam-garam nitrat dengan komposisi stoikiometris 1:2:3 diatur tingkat keasamannya dengan penambahan amonia sehingga terjadi pengendapan bersama. Dengan perlakuan panas untuk proses pirolisis, kalsinasi, dan sinter maka didapatkan superkonduktor. Hasil uji meissner menunjukkan adanya levitasi, observasi x-ray diffraction menunjukkan adanya fasa YBCO-123, hal ini didukung dengan adanya morfologi YBCO-123 dari hasil scanning electro microscopic, sedangkan hasil pengukuran  LCR meter menunjukkan fenomena konduktansi yang meningkat dengan penurunan temperatur. Kata kunci : sintesa, YBa2Cu3O7-x, kopresipitasi, industri nuklir ABSTRACT SYNTHESIS OF YBa2Cu3O7-x SUPERCONDUCTOR BY COPRESIPITATION FOR NUCLEAR INDUSTRY APPLICATIONS. Synthesis research has been done superconducting YBa2Cu3O7-x (YBCO-123) in copresipitation. Mixture of nitrate salts with 1:2:3 composition stoichiometry acid levels regulated by the addition of ammonia that occur with precipitation. With heat treatment for pyrolysis process, calsination, and sintering the obtained superconductors. Meissner test results indicate levitation, observed X-ray diffraction showed the existence of YBCO-123 phase, it is supported by the morphology of the YBCO-123 scanning electro microscopic results, while the LCR meter measurement results show that the phenomenon of conductance increases with decreasing temperature. Keywords: synthesis, YBa2Cu3O7-x, copresipitation, nuclear industry
INTERAKSI Ag DENGAN SUPERKONDUKTOR BSCCO FASA 2223 Purwamargapratala, Yustinus; Adi, Wisnu Ari
MESIN Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaction Ag with 2223phaseBSCCO superconductor. The addition o/Ag20 (0, 2.5, 5, and10 wt%Ag) to matrix of2223 phase BSCCO superconductor that sintered at 845 oCfor 72 hours in air have beeninvestigated. The Agadditions promote thedecomposition of2223phasesto 2212phasesBSCCO andcausedpresent some impurities phases. The impurities areproducted bythe Agaddition ableto be usedas effectivelypinning sources to hold vortex (flux line) movement. The Tcmeasurement results are 111 K, 107 K, 105 K,and103Kwith addition ofO, 2.5, 5, and10 wt%Ag respectively. The Jc measurement results are 3.6xl(f,5.6x1(f, 6.9x1(f, and U.8xl(fAm2 with addition ofO, 2.5, 5, and 10 wt%Ag respectively. From theXRDanalysis shown that the addititon ofAg caused peaks of 2212phases BSCCO are clearly visible and thesamples contain some impurities phases (CuO, Ca^CuO^, dan CajPbOJ. From the SEM analysis shown thatthe addititon ofAg should lead to a slight increase of the plate like grain size of 2223phase BSCCO withincreasing Ag content. From this experiment we conclude that the Tc depress and the Jc enhance withincreasing Agcontent. The addititon ofAg should leadtoa slight increase ofthe platelike grain size of 2223phase BSCCO with increasingAg content.
INHIBITION CHARACTER ANALYSIS OF CORROSION INHIBITOR ON CARBON STEEL MATERIALS IN 1M HCL SOLUTION USING THE EIS METHOD Kusumastuti, Rahayu; Purwamargapratala, Yustinus; Butarbutar, Sofia; Sagino, Sagino; Sriyono, Sriyono; Hafidz, Abdul
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2015.19.1.2894

Abstract

Research on the effect of the concentration of the inhibitor on the corrosion behavior of carbon-steel material has been done. The research was started by immersing the prepared carbon-steel plate in a 1 M HCl en-vironment. After that, corrosion inhibitor was added with several concentrations, which are 0, 100, 200, 300, and 400 ppm in to that environment, to be stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 30 minutes under room temperatur condition. The effect of the added inhibitor was then analyzed using the Electrochemical Impedance Spectroscopies (EIS) method. The experiment results showed that the greater the concentration of the inhibitor, the greater the resistance, so that the metal is more pro-tected from corrosion attack. The calculation results showed that the inhibitor efficiency is directly proportional to the concentration of inhibitor that is achieved at a concentration of 400 ppm with an efficiency of 71.24%.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU SINTER TERHADAP PENUMBUHAN FASA SUPERKONDUKTOR GDBA2CU3O7-X Purwamargapratala, Yustinus; Winatapura, Didin S.; Sukirman, EngkirSukirman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5110

Abstract

PENGARUH SUHU DAN WAKTU SINTER TERHADAP PENUMBUHAN FASA SUPERKONDUKTOR GdBa2Cu3O7-x. Superkonduktor merupakan bahan yang mempunyai nilai resistansi nol pada suhu kritis dan dapat disintesis melalui berbagai metode. Bahan ini digunakan untuk berbagai device piranti elektronik. Pada penelitian ini GdBa2Cu3O7-x disintesis dari garam nitrat Gd, Ba dan Cu di dalamgaram cair urea. Campuran tersebut dipanaskan dan diaduk pada suhu 120 oC selama 16 jam, kemudian dipanaskan hingga kering.Hasil ini digerus dan disinter dengan suhu bervariasi 800 oC hingga -950 oC dan masing-masing divariasi selama 1 jamhingga 20 jam.Hasil dianalisis dengan SEM, EDS, difraktometer sinar-X dan uji efekMeissner.Analisis menunjukkan bahwa fasa GdBa2Cu3O7-x terbentuk semakin sempurna mulai sinter pada suhu 925 oC selama 20 jam. Kondisi optimum sinter 950 oC 5 jam.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL LAMNO3 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI SINAR-X DAN METODE RIETVELD Sukirman, Engkir; Adi, Wisnu Ari; Purwamargapratala, Yustinus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4586

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL LaMnO3 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI SINAR-X DAN METODE RIETVELD. Telah dilakukan analisis struktur kristal LaMnO3 dengan teknik difraksi sinar-X dan metode Rietveld. Cuplikan LaMnO3 disintesis dengan metode milling energi tinggi dari serbuk oksida La2O3 dan MnO2 dengan perbandingan mol yang tepat. Penggerusan dilakukan selama 10 jam, kemudian dipelet dan selanjutnya disinter pada 1.350 oC selama 6 jam. Karakterisasi cuplikan meliputi struktur kristal dan sifat listrik-magnetik bahan, berturut-turut dengan teknik difraksi sinar-X, metode analisis Rietveld dan probe empat titik. Hasil analisis Rietveld berdasarkan data difraksi sinar-X menunjukkan bahwa cuplikan adalah fasa tunggal LaMnO3,0 sistem kristal ortorombik, grup ruang Pnma No. 62 dengan parameter kisi a = 5,4405(9) Å, b = 7,717(1) Å dan c = 5,537(1) Å. Bahan memiliki respon Magnetic Resonance (MR) = 7 %, harga rata-rata ukuran kristalit, D = 17 nm dan regangan kisi, e = -0,5%. Bahan mengalami regangan tekan, dan berdasarkan model regangan Nanda, bahan LaMnO3,0 berperilaku sebagai bahan isolator, antiferromagnetik tipe G. Karena sifat isolator bahan tidak berubah walaupun dikenai medan magnet eksternal, maka respon MR hanya akibat keteraturan spin elektron. Oleh karena itu pada suhu kamar, LaMnO3,0 menampilkan respon MR yang kecil. 
KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBA2CU3O7-X TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA Purwamargapratala, Yustinus; Adi, Wisnu Ari; Sukirman, Engkir; Winatapura, Didin S.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5079

Abstract

KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA. Telah dilakukan karakterisasi sifat intrinsik ring YBa2Cu3O7-x tanpa dan dengan bahan aditif PVA. Ring tanpa aditif PVA mengalami kerusakan (patah) setelah beberapa bulan disimpan. Stuktur mikro, struktur kristal dan sifat listrik ring YBa2Cu3O7-x yang rusak dianalisis berturut-turut dengan SEM (EDAX), XRD dan probe empat titik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ring yang patah terdapat unsur Y, Ba dan Cu dengan perbandingan mol berturut-turut 1 : 2 : 3. Puncak-puncak difraksi dari ring yang patah bersesuaian dengan puncak-puncak difraksi fasa-123. Suhu transisi kritis Tc ring sebelum dan sesudah patah relatif tidak berubah yaitu sekitar 91 K. Analisis dengan SEM menunjukkan adanya retakan-retakan mikro (micro cracks) di dalam ring yang patah. Disimpulkan bahwa sifat intrinsik superkonduktor pada ring yang patah tidak berubah. Kemungkinan penyebab terjadinya patahan adalah akibat proses kompaksi yang tidak sempurna. Penambahan PVA sampai 30 % berat sebagai bahan aditif dalam proses kompaksi menyebabkan ring tidak patah dan bebas dari retakan-retakan mikro, dan sifat intrinsik superkonduktor tidak berubah.
KARAKTERISTIK PENYUSUTAN RAPAT ARUS KRITIS YBA2CU3O7-X DALAM LINGKUNGAN MEDAN MAGNET Adi, Wisnu Ari; Sukirman, Engkir; Winatapura, Didin S.; Purwamargapratala, Yustinus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5054

Abstract

KARAKTERISTIK PENYUSUTAN RAPAT ARUS KRITIS YBa2Cu3O7-x DALAM LINGKUNGAN MEDAN MAGNET. Karakteristik penyusutan rapat arus kritis (Jc) superkonduktor YBa2Cu3O7-x hasil proses pelelehan telah diteliti. Penghitungan Jc sampel dilakukan dengan mengukur bahan menggunakan Superconducting Quantum Interference Device (SQUID) dalam rentang medan magnet luar (H) dari 0 kOe sampai dengan 20 kOe pada suhu 5 K dan 77 K. Suhu transisi kritis Tc cuplikan adalah 90,3 K dan dari kurva fitting diperoleh Jc0 pada suhu 5 K dan 77 K berturut-turut adalah 4,0 x 104 A.cm-2 dan 3,3 x 104 A.cm-2. Konstanta a pada suhu 5 K dan 77 K berturut-turut adalah 3,5 dan 1. Rapat gaya pinning maksimum (Fpmaks) cuplikan pada suhu 5 K dan 77 K berturut-turut adalah 4,2 × 108 N.m-3 dan 2,1 × 108 N.m-3. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Jc bahan berkurang seiring dengan meningkatnya medan magnet luar H. Karakteristik penyusutan Jc terhadap medan magnet ini secara umum bersesuaian dengan fenomena flux creep berdasarkan model J. Horvat dan kawan-kawan. Faktor-faktor terpenting dalam memahami karakteristik penyusutan Jc ini adalah antara lain adanya energi bebas Gibbs, rapat gaya Lorentz, flux creep dalam vortex, arus vortex dan suhu yang diterapkan.
PENINGKATAN RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR BSCCO-2223 DENGAN PENAMBAHAN AG. Purwamargapratala, Yustinus; Sukirman, E.; W, Didin Sahidin; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.3.4852

Abstract

PENINGKATAN RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR BSCCO-2223 DENGAN PENAMBAHAN Ag. Pembuatan komposit Bi2Sr2Ca2Cu3O10/Ag (BSCCO/Ag) dengan penambahan 0%berat Ag; 2,5%beratAg; 5%beratAg; dan 10 %berat Ag telah dilakukan. Pembuatan dilakukan dengan metode pirolosis menggunakan garam cair urea sebagai pelarut. Sintering sampel dilakukan pada suhu 845 oC di lingkungan udara biasa selama 72 jam. Hasil pengukuran sampel dengan probe empat titik menunjukkan bahwa untuk penambahan 0 %berat Ag; 2,5 %berat Ag; 5 %berat Ag; dan 10 %berat Ag diperoleh rapat arus kritis Jc berturut-turut adalah 3,3 x 106Am-2; 5,9 x 106Am-2; 10,4 x 106Am-2; dan 20,0 x 106 Am-2. Sedangkan suhu transisi kritis Tc sekitar 105 K dan tidak ada perubahan yang berarti untuk masing-masing sampel. Hasil pengamatan SEM menunjukkan bahwa butir-butirnya berbentuk seperti plat (plate like) dengan ukuran yang bervariasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Ag pada superkonduktor BSCCO-2223 maka rapat arus kritis bahan menjadi lebih baik karena Ag dapat menempati ruang antar butiran.
PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Purwamargapratala, Yustinus; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4365

Abstract

PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Penelitian pengaruh porogen terhadap struktur dan konduktivitas hidroksiapatit telah dilakukan. Hidroksiapatit digunakan sebagai bahan pengganti tulang atau gigi. Transportasi ion dalam hidroksiapatit tersebut dipengaruhi oleh nilai konduktivitas. Hidroksiapatit berpori dapat dibentuk dengan cara penambahan porogen berupa polivinil alkohol (PVA), hidrogen peroksida (H2O2), etilen glikol (EG), dan polietilen glikol (PEG). Hidroksiapatit disintesis dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan atau tanpa penambahan porogen melalui tahapan kalsinasi 900 oC selama 4 jam. Hasil pengukuran difraksi sinar-X (XRD) yang dibandingkan dengan JCPDS No.011008 menunjukkan bahwa pola difraksi sinar-X hidroksiapatit hasil sintesis sama dengan bahan standar produk Aldrich yang menunjukkan penambahan porogen tidak mengubah strukturmikro hidroksiapatit. Ukuran partikel dan regangan hidroksiapatit semakin membesar dengan adanya penambahan konsentrasi porogen hidrogen peroksida, etilen glikol, polivinil alkohol, atau polietilen glikol sampai konsentrasi 2,5 %. Ukuran partikel dan regangan terbesar didapat pada penambahan porogen polietilen glikol 2,5 % yaitu sebesar 6,31 nm dan regangan 6,17. Penambahan porogen mengakibatkan kristalinitas hidroksiapatit akan semakin mengecil, kritalinitas terkecil terjadi pada penambahan polietilin glikol 2,5% yaitu sebesar 73%. Hasil analisis konduktivitas menggunakan Impedance Conductance Resistance (LCR) meter menunjukkan bahwa penambahan porogen dapat menurunkan konduktivitas hidroksiapatit. Konduktivitas terendah diperoleh pada penambahan porogen PEG 2,5 % yaitu 10-9,1099 S.cm-1 dan konduktivitas tertinggi pada penggunaan polivinil alkohol 2,5 % yaitu 10-7,7383 S.cm-1