Frida Purwanti
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 60 Documents
Articles

PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DESA KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Purnamasari, Riana; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.515 KB)

Abstract

Desa Karangsong merupakan wilayah pesisir yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove yang masih terjaga. Konversi hutan mangrove menjadi lahan pertambakan telah mengakibatkan kerusakan pesisir. Ekowisata merupakan salah satu pemanfaatan hutan mangrove dari segi ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu, ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, persepsi, partisipasi, dan aspirasi stakeholder dan untuk menyusun strategi pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dan dianalisa dengan SWOT. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap terhadap 50 responden terdiri dari masyarakat, wisatawan dan pengelola. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 di Desa Karangsong. Potensi kawasan ekowisata mangrove terdiri dari beberapa kelompok burung (Aves), Gastropoda, dan Crustacea serta lima jenis mangrove. Potensi fisik terdiri dari tempat persemaian benih, tempat pengamatan burung, sarana kebersihan dan tracking mangrove. Tingkat persepsi responden tentang ekowisata masih rendah. Partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terlibat dalam kegiatan pengembangan ekowisata. Aspirasi responden terbagi dalam tiga kriteria yaitu aspirasi untuk pengembangan objek daya tarik wisata, perbaikan sarana prasarana, dan pembenahan pengelolaan. Strategi pengembangan ekowisata desa Karangsong adalah strategi Stregth-Opportunities (SO) yaitu melibatkan masyarakat desa lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata mangrove. Karangsong village is a coastal region that be keep as a mangrove rehabilitation area. Conversion of mangrove forests into fish pond land has resulted in damage to the coast. Ecotourism is one of the mangrove forest utilization in terms of economy for prosperity. Beside that ecotourism has directly benefit for natural and environmental preservation. This study aims to determine potential of mangrove ecotourism, perception, participation and aspiration stakeholders and to be set development strategy of mangrove ecotorism. The method used is descriptive case studies and be analyzed by SWOT. Data collected by observing the field study and interviewing to 50 respondents  consist of local communities, tourists, and  management staffs. This study was conducted in May 2015 in the village of Karangsong. Mangrove ecotourism potential at the Karangsong village consists of are birds (Aves), Gastropods, and Crustacean and five species of mangrove. Physical potency consists of a seed nursery, bird watching site, sanitary facilities and tracking mangrove. Perceptions of respondents about ecotourism is still low . Participation public has not engaged  involved in the development of ecotourism activities. Aspiration of  respondents divided into three criterias: the aspiration for development tourist attraction objects, infrastructure development, and improvement management. Tourism development strategy of the village Karangsong is strength-Opportunities (SO) that involve local communities to participate in the development of mangrove ecotourism.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BAHARI DI DESA JATIMALANG, KECAMATAN PURWODADI, KABUPATEN PURWOREJO Yovita, Fabiola Intan; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.627 KB)

Abstract

Saat ini wisata yang banyak diminati oleh masyarakat baik lokal maupun non lokal yakni wisata yang mengarah ke alam. Wilayah Purworejo yang bersinggungan langsung dengan laut memiliki potensi wisata yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata, mengetahui pemahaman dan aspirasi aparat pemerintahan, masyarakat, pengunjung dan pengguna lain untuk pengembangan wisata serta menyusun strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi sebagai data primer sedangkan data sekunder untuk menunjang penelitian diperoleh dari berbagai dinas/instansi seperti: BAPPEDA, Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan kantor Desa Jatimalang. Responden terdiri dari 10 aparat pemerintah, 30 masyarakat Desa Jatimalang, 40 pengunjung dan 20 pengguna lain. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Februari 2015 di kawasan Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hasil penelitian potensi wisata yang dimiliki Desa Jatimalang adalah wisata kuliner dan wisata pantai yang menawarkan berbagai menu ikan bakar dengan harga yang terjangkau serta keindahan alamnya dengan didukung sarana prasarana yang memadai dan pemahaman responden tentang Desa wisata Jatimalang cukup baik. Aspirasi responden yaitu mengarah kepada kebersihan, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah serta penambahan fasilitas di sekitar pantai agar menarik lebih banyak pengunjung. Strategi pengembangan desa wisata Jatimalang adalah dengan memperbaiki komunikasi antara masyarakat dan pedagang dengan pemerintah, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan daerah wisata. Currently tourism demand by both local and non local communities leads to nature tourism. Purworejo territory that adjacent to the sea have a lot of tourism potential. This research aims to identify the tourism potential, to know and understand the aspirations of government officials, community, visitors and other consumer for the tourism development and to set tourism development strategy in the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency. Data collected using interviews and observation as the primary data while secondary data from various departments/agencies such as: BAPPEDA, Purworejo Department of Tourism and Jatimalang village offices. Respondents consisted of 10 government officials , 30 villagers of Jatimalang , 40 visitors and 20 other users. SWOT analysis is used to determine tourism development strategy at the Jatimalang Tourism Village. This research was conducted on January 2015 to February 2015 at the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, Central Java. Research show that tourism potential of the Jatimalang village are culinary and beach tourism that offers a variety of grilled fish menu at affordable prices as well as its natural beauty, that supported by adequate infrastructure and respondents understanding of the Jatimalang tourism is good enough. Aspirations of the respondents leading to cleanliness, cooperation between public and the government as well as addition of facilities around the beach to attract more visitors. Strategies development of the Jatimalang village to improve the communication between public and traders with government, provide socialization to the public about the importance of protecting the environment and provide socialization on the utilization and management of tourist area.
ANALISIS HUBUNGAN KEBERADAAN DAN KELIMPAHAN LAMUN DENGAN KUALITAS AIR DI PULAU KARIMUNJAWA, JEPARA Minerva, Aurora; Purwanti, Frida; Suryanto, Agung
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.649 KB)

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir sebagai pendukung kehidupan biota di laut. Kerapatan jenis lamun dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh dari lamun tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2014  di Perairan Pulau Karimunjawa dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan keberadaan lamun, persentase tutupan lamun, dan hubungan keberadaan dan kerapatan lamun dengan kualitas air di Pulau Karimunjawa. Metode penelitian adalah deskriptif dengan studi kasus untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena suatu objek penelitian secara detail. Pengumpulan data dilakukan dengan sampling menggunakan kuadran transek. Materi yang digunakan adalah lamun yang ditemukan di lokasi penelitian, data yang diukur meliputi parameter fisika dan kimia seperti suhu, kecepatan arus, kedalaman, substrat, salinitas, DO, pH, nitrat, fosfat, dan amoniak. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophilla minor, Halophila ovalis, dan Thalassia hemperichii. Persentase penutupan lamun di Pancoran Belakang yaitu 63,73 %, Legon Lele 31,65 %, dan Alang-alang 24,33%. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,755 yang menunjukkan terdapat hubungan erat antara kerapatan lamun dengan kualitas air. Seagrass ecosystem is one of the important ecosystem in coastal area that support biota life in the sea. Seagrass beds density influenced by the place where it?s grow. The research was conducted on March 2014 at Karimunjawa Island, in order to know the type of seagrass, seagrass cover percentage, and correlations of the existence and seagrass beds density with the water quality in the Karimunjawa Island. Research method is  descriptive with case study to describe condition or status of research object on the phenomenon in detail. The material used was seagrass beds that found there and environment parameters include physical and chemical parameters such as temperature, current, depth, substrate, salinity, DO, pH, nitrate, phosphate, and ammoniac. The results obtained 8 seagrass species that are Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia Halodule uninervis, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii. The seagrass cover percentage at Pancoran Belakang is 63,73 %, Legon Lele 31,65%, and Alang-alang 24,33%. The value of correlation coefficient (r) is 0,755 that show a close relation between seagrass density with water qualities.
SEBARAN SPASIAL DAN TEMPORAL FENOL, KROMIUM DAN MINYAK DI SEKITAR SENTRA INDUSTRI BATIK KABUPATEN PEKALONGAN Saraswati, Yustiara Widya; Haeruddin, -; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.273 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi fenol, kromium dan minyak serta sebarannya secara spasial dan temporal di sekitar sentra industri batik dalam air Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode composite sample yang merupakan penggabungan sampel air agar mendapatkan sampel sehomogen mungkin sehingga sampel dapat mewakili kualitas perairan sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan materi air Sungai Bremi dan data citra Landsat 8 Jawa Tengah, materi utama adalah air Sungai Bremi yang kemudian dilihat konsentrasi dari fenol, kromium dan minyak yang terdapat pada sampel. Sebaran spasial dari konsentrasi fenol, kromium dan minyak dapat dilihat menggunakan ER-Mapper 7.0. Pengambilan sampel dilakukan di 3 stasiun, dimana pada setiap stasiun terdapat 3 titik sampling.Hasil penelitian konsentrasi fenol Sungai Bremi bulan Mei dan Juni berkisar antara 0-0,031 mg/l, konsentrasi kromium 0,0005 mg/l dan konsentrasi minyak bulan Mei dan Juni berkisar antara 3,6-23,6 mg/l. Sebaran spasial dan temporal fenol  tertinggi bulan Mei terdapat pada stasiun 1 sedangkan sebaran spasial dan temporal tertinggi fenol bulan Juni di stasiun 2. Sebaran spasial dan temporal minyak tertinggi bulan Mei dan Juni  terdapat pada stasiun 3, sedangkan sebaran spasial dan temporal kromiun dikatakan konstan karena konsentrasi tiap titiknya sama.
HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA KAWASAN WISATA MANGROVE DESA BEDONO DEMAK RELATION OF ORGANIC MATTERS TO THE ABUNDANCE AND DIVERSITY OF GASTROPODS IN THE MANGROVE TOURISM AREAS OF BEDONO, DEMAK Prasetia, Muhammad Nur; Supriharyono, Supriharyono; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Wilayah pesisir Bedono sebagai kawasan hutan bakau yang terletak di utara Kabupaten Demak telah dikelola dan dijadikan kawasan wisata sehingga secara tidak langsung akan berdampak terhadap fungsi ekologis mangrove. Banyak organisme hidup yang berasosiasi dengan mangrove salah satunya adalah Gastropoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis Gastropoda, kelimpahan dan keanekaragaman Gastropoda serta mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik dengan kelimpahan Gastropoda. Pengambilan sampel Gastropoda dan sedimen dengan metode kuadran transek yaitu 1 x 1m di 3 stasiun. Hasil penelitian didapatkan terdiri dari 5 genera Gastropoda yaitu Cassidula sp, Cerithidae sp, Littorina sp, Telescopium sp, dan Terebralia sp. Kelimpahan Gastropoda berkisar antara 94 ? 248 ind/3m2. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 1,08 - 1,27. Nilai indeks keseragaman sebesar 0,67 ? 0,94 dan indeks dominasi sebesar 0,23 ? 0,39. Berdasarkan nilai uji regresi sederhana dimana nilai koefisien korelasi berkisar 0,7 < r ? 1,0 menunjukkan bahwa kelimpahan gastropoda memiliki hubungan yang kuat dan memiliki korelasi dengan kandungan bahan organik dalam sedimen. ABSTRACT Bedono coastal as an area mangrove forest located at the northen Demak Regency has been managed and used as a tourism area. Many living organisms associated to mangrove, mainly Gastropods. Purpose the research a to investigate type of Gastropods, abundance and diversity of Gastropods and relationship of organic matters to Gastropods abundance. Samples of Gastropods and sediments were collected using 1x1m transect quadrant methods in 3 different stations. Results of research obtained 5 genera of Gastropods that is Cassidula sp, Cerithidae sp, Littorina sp, Telescopium sp, dan Terebralia sp. Abundance of Gastropods between 94 ? 248 ind/3m2. Result of diversity index was 1,08 ? 1,27. Uniformity index between 0,67 ? 0,94 and domination index was 0,23 ? 0,39. Based on simple regression test the value of a correlation range 0,7 < r ? 1,0. It was showed that gastropods abundance have a close relationship and a correlation with organic matters in sediments.
EVALUASI UPAYA KONSERVASI MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA TIMBUL SLOKO, SAYUNG, DEMAK Setyoningsih, Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.816 KB)

Abstract

Kondisi mangrove di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah mengalami kerusakan akibat abrasi. Hutan mangrove di Kabupaten Demak merupakan salah satu ekosistem yang menerima dampak akibat perencanaan dan pengelolaan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya konservasi mangrove, mengetahui partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi mangrove, dan mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dan upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung,  Demak. Variabel yang diukur adalah tingkat upaya konservasi dan partisipasi masyarakat yang  meliputi persepsi, aspirasi dan aksi masyarakat mengenai pengetahuan tentang hutan mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai dasar wawancara. Analisis data menggunakan program SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas berdasarkan nilai modus kuesioner dari setiap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko cukup dipahami oleh responden dengan skor 3; dimana kegiatannya meliputi pemeliharaan mangrove, menyusun rancangan kegiatan pengelolaan mangrove serta kesediaan penggunaan lahan untuk ditanami mangrove dan reboisasi. Sebagian besar responden berpartisipasi aktif dimana untuk responden nelayan 85,7%, wiraswasta 51,0% dan petani 67,9%. Hubungan antara partisipasi dan upaya konservasi kurang erat, dimana nilai r dan R2 pada nelayan sebesar -0,310 dan 9,61%; pada wiraswasta sebesar -0,247 dan 6,101%; dan pada petani sebesar 0,005 dan 0,003%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan alam dan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok pengelola. Mangrove condition in the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency has been degrading because of abrasion. Mangrove forest in Demak is one of the impacted ecosystem due to incorrect planning and management. The purpose of this study were to identify mangrove conservation efforts, to know community participation in supporting mangrove conservation and to know the correlation between community participation and mangrove conservation efforts in the Timbul Sloko village. The research conducted in February 2015 at the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency. The measured variables were conservation effort level and community participation that composed of perception, aspiration and action on their knowledge about mangrove and it?s benefits for life. Data collected using questionnaires as a based for interview. Data analysed using SPSS to test validity and realibility of modus questionnaire score from respondents. Mangrove conservation effort at the Timbul Sloko village was moderate to be understand by respondents with score of 3, the activities include mangrove cultivation, planning for management and land use availability for planting and reforestation of mangrove. Most respondents participate actively inwhich for respondents fishermen 85.7%,  farmers 51,0% and entrepreneur 67.9%. Correlation between participation and conservation effort was less related in which the r and R2 value for fishermen are -0.310 and 9.61%; entrepreneur -0.247 and 6.101%; and farmers 0.005 and 0.003%. This are happened because lack of knowledge, low education level and less-awareness to protect nature environment and to participate in the organized activities by the management group.
ANALISIS KESESUAIAN KEGIATAN WISATA DI KAWASAN PANTAI TANJUNG LESUNG, KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN Rachmanita, Tasya; Hutabarat, Sahala; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.439 KB)

Abstract

ABSTRAK Pantai Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata pantai yang terletak di desa Tanjung Jaya, Pandeglang. Pantai ini merupakan kawasan dalam proses pengembangan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi wisata, menganalisa karakteristik dari kegiatan wisata, menganalisa daya dukung kawasan (DDK) dan mengidentifikasi Indeks Keseuaian Wisata (IKW). Penelitian dilakukan pada bulan Juli ? September 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menghitung IKW dan DDK dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat dan pengunjung menggunakan teknik sampling purposive sampling untuk mengetahui potensi, persepsi dan daya tarik.  Potensi Pantai Tanjung Lesung yaitu memiliki keadaan pasir putih dengan panjang pantai 50 meter. Daya tarik yang diberikan kawasan pantai adalah keindahan pemandangan pantai yang bersih dan masih alami. Vegetasi tumbuhan yang berada di kawasan pantai adalah pohon Kelapa, Gebang dan Trembesi yang digunakan untuk penghijauan lahan dan pelindung dari angin pantai. Indeks Kesesuaian Wisata  Pantai Tanjung Lesung dengan di ketiga stasiun termasuk dalam kategori S1 atau sangat sesuai dengan nilai IKW 96%. Daya Dukung Kawasan pantai Tanjung Lesung untuk kegiatan berenang memiliki daya tampung sebanyak 199 orang, kegiatan snorkeling 90 orang, dan  bananaboat 75 orang. Kegiatan wisata pantai tidak melebihi kapasitas DDK. Kesesuaian kegiatan di pantai Tanjung Lesung untuk kegiatan wisata berenang tergolong sangat sesuai dengan nilai IKW 96% untuk kegiatan snorkeling 70% dan bananaboat 72% tergolong sesuai bersyarat karena  memiliki kedalaman dan kecerahan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kata Kunci: Potensi Wisata, Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan, Pantai Tanjung Lesung ABSTRACT                Tanjung Lesung beach is a coastal tourist area located in the village of Tanjung Jaya, Pandeglang, that still in development process. The aims were to identify the tourism potentials, to analyse the characteristics of the tourism activities, to analyse carrying capacity (CC) of the area  and to identify the Tourism Suitability Index (TSI). The study was conducted from  July to September 2016. The research used quantitative method to count TSI and CC and descriptive method by spreading questionnaires to 30 respondents of community and visitors using purposive sampling technique to know the potential, perception and tourism attractiveness. The potency of Tanjung Lesung is full of white sand along of 50 meters. Vegetation in the area of the beach a coconut tree,  ?Gebang? and ?Trembesi? used for reforestation and protection of the wind beach. The attraction of beach area is its beautiful view with clean and unspoiled water. The TSI of Tanjung Lesung Beach in three stations are in S1 category or very suitable with value of 96%. The CC of Tanjung Lesung Beach for swimming is 199 person, snorkeling is 90 person, and bananaboat is 75 person. Suitability activities in Tanjung Lesung beach for swimming activities is classified as very suitable with TSI value of 96% for snorkeling activities 70% and bananaboat 72% are classified in conditional because of depth and brightness that do not comply with the standard Keywords: Tourism Potential, Tourism Suitability Index, Carrying Capacity, Tanjung Lesung Beach 
PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KONSERVASI DI KAWASAN CAGAR ALAM PULAU SEMPU KABUPATEN MALANG Rahajeng, Marina Alin; Hendrarto, Boedi; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.181 KB)

Abstract

Pulau Sempu merupakan Cagar Alam yang terletak di Desa Tambak Rejo, Kabupaten Malang. Secara umum masyarakat mengenal Pulau Sempu sebagai tempat wisata. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang konservasi, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi di kawasan Cagar Alam Pulau Sempu serta mengetahui hubungan antara pengetahuan konservasi, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam konservasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan dan kuisioner dengan diberi skor menggunakan skala Likert. Uji Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data yang didapatkan. Total Responden yang digunakan adalah 120 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang konservasi 65% rendah,  tingkat persepsi masyarakat dalam konservasi 54 % rendah sedangkan tingkat partisipasi masyarakat dalam konservasi 56% tinggi. Hasil analisis tidak terdapat korelasi positif nyata antara pengetahuan konservasi dengan persepsi (F= 0,087), terdapat korelasi positif nyata antara konservasi dengan partisipasi (F= 0,000) dan terdapat korelasi positif  nyata antara persepsi dan partisipasi (F= 0,000).  Sempu Island is a Nature Reserve located in the village of Tambak Rejo, Malang. It is known as a tourism spot. This study were conducted to determine the public knowledge on conservation, public perception and public participation in supporting  conservation of the Sempu Island Nature Reserve area and to know the relationship between  knowledge of conservation, perception and public participation in the conservation. Research was conducted in May 2014. The study used a descriptive method. Data  collected by  field observations and scored questionnaires  using a Likert Scale's. The Spearman Rank test was used to analyse the data. Total number of respondent was 120 respondents. The results of this study show that 65% of public have low level of conservation knowledge, 54% of public had a low perception of the conservation program, while 56% of public had a high participation rate on  coservation . The result of the analysis showed that there was no significant positive correlation between knowledge for conservation and the public perception (F= 0,087). The analysis also show a significant positive correlation between conservation and the participation (F= 0,000) and the significant positive correlation was found on the correlation between perception and participation (F= 0,000).
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA SARAWANDORI, KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PROVINSI PAPUA Karubaba, Obaja; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.456 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat pesisir di desa Sarawandori dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Papua. Metode penelitian bersifat deskriptif  dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan jenis kegiatan. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara terhadap 50 masyarakat nelayan dari 18 KK yang menerima bantuan dan mengikuti program pemberdayaan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kegiatan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori yaitu: Pengembangan kapasitas aparat kampung, Pelatihan budidaya rumput laut dan ikan (Keramba), Metode Penangkapan ikan, Pemasaran hasil perikanan, Metode bantuan sarana budidaya ikan yang sudah berjalan dari tahun 2007 sampai sekarang. Pelaksanaan program yang prioritas di desa Sarawandori yaitu pemanfaatan sumber laut untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan. Prosedur atau mekanisme penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan. Community Empowerment Program at the coastal village of Sarawandori can help to increase the income of fishermen. The purpose of this study were to identify and to evaluate the implementation of the program in the coastal village of Sarawandori Kosiwo Yapen Islands District of Papua. The research method is descriptive in which sampling was done purposively based on the consideration of the type of activity. Data were collected by field observations, interviews to the 50 fishers communities from 18 family leaders who receive aid and get the empowerment program. The research showed that there are 5 activities of the program in the Sarawandori villages namely: Capacity building of the officials village, training on culture of seaweed and fish (Cage), Fishing Methods, Fishery marketing and aids for aquaculture facilities. The program has been running from 2007 to the present. Implementation of the priority programs at Sarawandori village is marine resources utilization to improve the life of fishers communities. Procedure and mechanism of aid delivery is running well in accordance to the regulation.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BAGI KONSERVASI MANGROVE DI DESA TIMBUL SLOKO KECAMATAN SAYUNG, DEMAK Magdalena, Estherina; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.54 KB)

Abstract

Kondisi lahan mangrove di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak mengalami kerusakan mangrove karena erosi pantai sehingga menyebabkan kerusakan areal tambak dan infrastruktur lainnya. Agar kerusakan hutan mangrove tidak berlanjut, diperlukan upaya konservasi di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan dan keragaman mangrove, mengidentifikasi pemahaman responden tentang konservasi mangrove, serta menganalisis kesesuaian lahan mangrove bagi kegiatan konservasi di Desa Timbul Sloko. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014 - Februari 2015 di Desa Timbul Sloko Kecamatan Sayung, Demak. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, setiap stasiun terdiri dari tiga titik sampling,variabel yang diukur adalah kerapatan, keanekaragaman, pasang surut, arus, salinitas, pH dan substrat. Analisis kesesuaian dilakukan dengan pembuatan matriks kesesuaian kemudian pembobotan dan perhitungan skor berdasarkan tingkat pengaruh dari setiap variabel terhadap daerah yang potensial untuk dijadikan kawasan konservasi mangrove. Uji validitas dan  reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui nilai modus kuesioner pada setiap responden. Hasil Kerapatan mangrove di desa tersebut seluruh stasiun berkisar antara 0,06 ? 0,45 ind/m2, keanekaragaman (H?) tergolong sedang. Sebagian besar  responden (52,9% - 87,4%) memahami tentang konservasi mangrove. Hasil analisa kesesuaian lahan konservasi mangrove pada stasiun 1 dan 3 berada pada kelas sangat sesuai dan pada stasiun 2 berada pada kelas sesuai. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah lahan pada Desa Timbul Sloko Kecamatan Sayung, Demak dapat dijadikan daerah konservasi karena variabel pada daerah tersebut mendukung pertumbuhan mangrove. Conditions of mangrove swamp the Sayung Subdistrict, Demak Regency have been suffering coastal erosion that cause a damage of ponds area and other infrastructures. To prevent the further demage of mangrove forest is needed a conservation efforts in the area. This study aimed to know the density and diversity of mangrove ecosystems, to identify respondents knowledge about conservation of mangroves, and to analyze land suitability of mangrove for conservation activities. This study was conducted from November 2014 - February 2015 at the Timbul Sloko village. Data is collected at three stations, each station consists of three point sampling. The measured variables used in this study were density, diversity, tides, currents, salinity, pH and substrate. Analysis of suitability was conducted by making a suitability weight matrix and the score calculating based on the influence level from each variables that potential to be a mangrove conservation area. Validity and reliability tests done using SPSS to know mode value of questionnaires from each respondent. The results showed  mangroves density on the all station  ranged from 6 - 45 ind /100m2, diversity (H') is moderate. Mostly respondents understand about mangrove conservation (52.9% - 87.4%). The results of the land suitability for analysis of mangrove conservation in stations 1 and 3 are at a very appropriate class and at appropriate class at station 2. The study concludes that land on the Timbul Sloko village, Sayung subdistrict, Demak can be used as a conservation area because variables in the area support the growth of mangrove.
Co-Authors - Adhian - Haeruddin - Supriharyono - Suryanti Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Arif Widiyanto Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Sulardiono Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto Churun Ain Deviana, Desi Avinda Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S. Alikodra Haeruddin, . Komah, Siti Lestari, Hima Desy Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Risqiani, Agustina Rumalean, Amir Suharto Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Soedharma, Dedy Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Ujianti, Rizky Muliani Dwi Vera, Grecya Christa Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati