Articles

Found 40 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KREATIF DALAM MEWUJUDKAN UMKM PRODUKTIF MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) (KELURAHAN KERTAJAYA, KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA) Purwanti, Sri; Nurlina, Nurlina; Gunawan, Bambang
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1996

Abstract

Industri Tauge atau kecambah dalam skala rumah tangga di Jawa Timur khususnyaSurabaya di kampung Juwingan Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Surabaya telahdilakukan sejak lama dan hingga kini pelaku industri tauge tersebut sebagian besar meneruskanusaha yang dirintis orang tuanya serta industri ini tetap ada seiring dengan kebutuhan menukuliner yang khas Surabaya yang makin dikenal, seperti lontong balap, nasi rawon dan anekamenu lainnya yang menyertakan tauge. Disamping itu tuntutan pola makan yang sehat danbertambahnya menu kuliner yang menyertakan tauge berarti konsumsi tauge juga membantumemenuhi kecukupan protein nabati. Kandungan gizi yang terdapat di tauge adalah vitamin A,B Kompleks, C, E, serta mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, kalium, serat, folat, asamamino dan protein. Konsumsi tauge memiliki sifat alkali atau basa yang membuatnya efektifuntuk membantu meredam kenaikan asam lambung dalam pencernaan. Kandungan seratnyayang tinggi sangat penting membantu melancarkan fungsi pencernaan. Dalam pelaksanaanPKM ini dilakukan terhadap Mitra I, yaitu Bapak Moh. Anas dan Mitra II, yaitu Bapak ImamWahyudi, keduanya usaha pembuat tauge di kampung Juwingan Kelurahan KertajayaKecamatan Gubeng Kota Surabaya, yang produksi taugenya dijual ke Pasar Keputran sertamelayani penjualan ke agen. Prioritas permasalahan mitra I dan II secara umum dan setelahdiskusi panjang serta adanya survey lapangan adalah 1) aspek Teknologi Tepat Guna, 2) aspekmanajemen produksi dan pemasaran (kuantitas dan kualitas produksi, informasi pemasaran sertamedia pemasaran) 3). Keluhan mitra dalam beban kerja penyiraman rutin pada malam haridalam proses produksi tauge.Tujuan pengabdian ini 1) mengembangkan usaha mikro skalarumah tangga mitra yang mandiri secara ekonomi, 2) memberikan pemahaman yang baik akanbahan baku, proses produksi serta pasca produksi 3) memberikan pemahaman yang baik akankonsep pemasaran. Metode pendekatan yang ditawarkan adalah: 1) membantu peningkatanketrampilan pengembangan usaha dari sisi teknologi tepat guna; 2) membantu peningkatankemampuan manajemen usaha secara ekonomis dan efisien serta peluang pemasaran tauge; 3).membantu peningkatan kemampuan proses produksi yang memenuhi standard produktifitas dankenyamanan usaha. Hasil kegiatan PKM adalah 1) inovasi ipteks berupa pengelolaan usahayang lebih produktif dan menguntungkan; 2) pendampingan dalam peningkatan pemahamanteknologi tepat guna berupa dukungan bantuan peralatan penyiraman otomatis gunameningkatkan kualitas produk tauge dan 3) implementasi blogspot internet untuk memperluasinformasi pemasaran dan jaringan bisnis.Kata Kunci : Pembuat Tauge, Pendampingan Dan Advokasi
KOMUNITAS PLANKTON PADA SAAT PASANG DAN SURUT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI DEMAAN KABUPATEN JEPARA Purwanti, Sri; Hariyati, Riche; Wiryani, Erry
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 19, No 2 (2011): Volume XIX, Nomor 2, Oktober 2011
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.443 KB) | DOI: 10.14710/baf.v19i2.3864

Abstract

This research was conducted  to study the plankton community at high tide and low tide of Demaan estuary, Jepara regency and to know the dynamics of abundance. The time of the research was done from April-June 2011. Sampling sites was determined by dividing the 3 stations in the estuary with Stratified Sampling Method, and two stations located on the river (station 4) and sea (station 5). The data determined are abundance index (N), diversity index (H '), evenness index (e), dominance index (C) and similarity index (IS). Physico-chemical factors were measured included water temperature, pH, salinity, DO, depth, turbidity, light penetration, and flow velocity. The plankton was found at high tide and low tide in April was Coelastrum sp. (Chlorophyta). Chaetoceros sp. (Chrysophyta) was found at high tide in May, whereas at low tide was Chlorella sp. (Chlorophyta). In June at high tide, there were found Chaetoceros sp. (Chrysophyta) and Arcella sp. (Protozoa), whereas at low tide were Bacteriastrum sp. (Chrysophyta), and Arcella sp. (Protozoa). The number of species at high tide was higher than at low tide, and the highest number of species present in June. Abundance index of  plankton in the estuary at high tide ranged from 6300-18572 ind/L, whereas at low tide ranged from 3807-17848 ind/L. Diversity index (H ') at high tide ranged from 1,74 to 2,83, whereas at low tide ranged from 1,39 to 3,16. Evenness index (e) at high tide ranged from 0,6 to 0,85, whereas at low tide ranged from 0,63 to 0,86. Dominance index (C) at high tide ranged from 0,08 to 0,33, whereas at low tide ranged from 0,06 to 0,34. Similarity index at station of estuary average are not similar, except at station 1 at high tide and station 2 at low tide in June.Keyword : estuary, high tide and low tide, plankton
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF DAEMONOROPS DRACO RESIN Purwanti, Sri; Wahyuni, Wulan Tri; Batubara, Irmanida
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 5 (2019): Volume 22 Issue 5 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.757 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.5.179-183

Abstract

Jernang resin is secretion of jernang rattan (Daemonorops draco, Arecaceae family) fruits which is endemic in Southeast Asia. This resin has various biological activities and empirically used as wound healing, headache medicines, and fever remedies by Anak Dalam ethnic group from Jambi. This study was performed to evaluate the antioxidant activity of nonpolar fraction of D. draco resin which collected from Jambi Province, Sumatera, Indonesia. Resin was extracted with n-hexane, ethyl acetate, and methanol respectively. The antioxidant properties of the extracts were then evaluated using 1,1-diphenyl-2picryl-hidrazyl radical scavenging assay. The most active extract was further fractionated using n-hexane and methanol and separated using column chromatography and preparative thin layer chromatography. Separation of the extract was conducted through antioxidant assay-guided fractionation. Characterization of the active fraction was carried out by infrared spectroscopy. The result shows that ethyl acetate extract provides higher antioxidant activity (IC50 = 27.61 µg/mL) compare to methanol and n-hexane extracts. N-hexane fraction of ethyl acetate extract used for further separation using column and preparative thin layer chromatography due to its antioxidant activity. Separation using column chromatography resulting in 9 fractions (F.1-9). Fraction F.5 provide high antioxidant activity (IC50 = 17.27 µg/mL) and further separated using preparative thin layer chromatography resulting two fractions with lower antioxidant activity F.5.1 (IC50 = 85.18 µg/mL) and F.5.2 (IC50 = 34.94 µg/mL). Characterization of fraction F.5.2 using infrared spectroscopy showed that component in fraction F.5.2 contains NH-substituted benzene.
DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI PAKAN DENGAN KOMBINASI KUNYIT, BAWANG PUTIH DAN ZINK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Jamilah, .; Agustina, Laily; Purwanti, Sri
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat antibakteri dari pakan yang dikombinasikan denga kunyit, bawang putih, dan zink terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian menggunakan Tepung kunyit, bawang putih dan zink yang dikombinasikan dengan pakan, dengan level berbeda, kemudian diuji daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi disk. Data yang diperoleh dianalisa dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan luas zona hambatan berpengaruh nyata (P<0,05) baik itu pada bakteri Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa daya hambat terbesar yaitu pada Escherichia coli (3,400 cm) dan terendah yaitu Staphylococcus aureus (1,375 cm), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi kunyit, bawang putih dan zink pada pakan ditiap perlakuan efektif menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Purwanti, Sri; Manurung, Sondang
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan  model pembelajaranProblem Solving dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaranDirect Instruction, untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajarfisika siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi,untuk mengetahui apakah ada Interaksi antara model pembelajaran ProblemSolving dengan tingkat sikap ilmiah siswa dalam mempengaruhi hasilbelajar siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster randomsampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem Solving dan kelas keduasebagai kelas kontrol diterapkan model pembelajaran Direct Instruction.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes hasilbelajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 8 soal dan insrumen angketsikap ilmiah sebanyak 22 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Darihasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajarfisika siswa dengan model pembelajaran Problem Solving dan modelpembelajaran Direct Instruction. Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantara sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi. Terdapat interaksi antaramodel pembelajaran Problem Solving dengan sikap ilmiah siswa dalammempengaruhi hasil belajar siswa. Kata kunci: problem solving, sikap ilmiah, hasil belajar
THE EFFECT OF TURMERIC AND GARLIC PHYTOBIOTIC ADDITION WITH DIFFERENT DURATION STORAGE ON THE FUNGAL COLONY IN FEED PURWANTI, SRI; ALAM, GEMINI; A. SYAMSU, JASMAL; AGUSTIN, LAILY; SAPSUHA, YUSRI; LISNAWATY, LISNAWATY
JURNAL PETERNAKAN Vol 13, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v13i2.2421

Abstract

Turmeric and garlic phytobiotic contain bioactive substances, each of which has a function as an antifungal. The study aims to determined to test the ability turmeric and garlic phytobiotic pressed fungal colonies in the feed with different storage time. The data were analyzed by a factorial experimental design with 5 treatments 4 replications and 2 repetitions. The first factor types phytobiotic and the second factor was storage duration. R0 = basal ration (without phytobiotic), R1 = basal ration + 0.3% synthetic antifungal, R2 = basal ration + 2.5% turmeric, R3 = basal ration + 5% garlic, R4 = (basal ration + 2.5% turmeric+ 5% garlic. W0, W1, W2 and W3 respectively with storage time 0, 2, 4 and 6 weeks. Samples were taken from each experimental unit homogeneously. The results showed the average fungal colonies of garlic phytobiotic treatment (26.06±44.76 CFUx103/g) in 2-week storage time (25.20±22.52 CFUx103/g) lower than the provision of synthetic preservatives (57.75±52.03 CFUx103/g) and the control treatment (74.87±70.69 CFUx103/g). Fungal colonies increases rapidly with increasing length of time of storage. The conclusion of this study was that the additon of turmeric and garlic phytobiotic capable as an antifungal in feed.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) PURWANTI, SRI
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 2, No 2 (2015): TERAMPIL
Publisher : Institut Agama Islam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki siswa. agar siswa dapat memecahkan secara kritis persoalan-persoalan yang dihadapi dalam dunia yang senantiasa berubah. Dengan memperhatikan pentingnya kemampuan berpikir kritis yang perlu dimiliki siswa. maka pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan hal yang perlu dilakukan mulai dari jenjang sekolah dasar sampai menengah. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) merupakan salah satu model pembelajaran yang membantu siswa Ssekolah Dasar dalam memahami konsep matematika khususnya kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir kritis matematis. Dengan demikian siswa berani mengungkapkan ide-ide atau gagasan dalam pembelajaran matematika. serta mampu berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Dengan pembelajaran seperti ini. siswa sebagai subjek belajar dilibatkan dalam menemukan konsep-konsep pelajaran yang harus dikuasainya. Hal ini menyebabkan konsep-konsep yang diberikan. membekas tajam dalam ingatan siswa. Dengan demikian. siswa dapat menjawab tes. baik itu tes akhir semester maupun ujian nasional.
PERANAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU PURWANTI, SRI
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 1 (2016): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.431 KB)

Abstract

Kepala Madrasah adalah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”. Sebagai orang yang mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok Kepala Madrasah tersebut adalah guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik,di sisni berarti dalam suatu sekolah seorang Kepala Madrasah harus mempunyai tugas sebagai seorang guru yang melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi tertentu atau memberikan bimbingan. Berarti Kepala Madrasah menduduki dua fungsi yaitu sebagai tenaga kependidikan dan tenaga pendidik. Peningkatan kinerja guru dapat dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan profesi guru yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan dilakukan secara terus menerus sehingga mampu menciptakan kinerja sesuai dengan persyaratan yang diinginkan. Semakin sering profesi guru dikembangkan melalui berbagai kegiatan maka semakin mendekatkan guru pada pencapaian predikat guru yang profesional dalam menjalankan tugasnya sehingga harapan kinerja guru yang lebih baik akan tercapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) karena sumber datanya diperoleh dari buku-buku dan dokumen-dokumen tertulis lainnya. Untuk keperluan tersebut, penulis menggunakan beberapa sumber kepustakaan, dalam hal ini penulis berusaha mengumpulkan data yang berkenaan dengan peranan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptis analitis. Dengan demikian tahapan yang dilakukan adalah dengan mendeskripsikan masalah-masalah penting yang relevan dengan sebagaimana sebenarnya peranan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Hal penting dalam pembelajaran setelah guru menguasai bahan ajar adalah peran guru dalam mengelola pembelajaran. Pengelolaan 191 pembelajaran menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas belajar siswa. Upaya guru untuk menguasai bahan ajar yang akan diajarkan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan optimal dapat terwujud apabila dalam diri guru tersebut ada dorongan dan tekad yang kuat (komitmen) untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Ukuran kinerja guru terlihat dari rasa tanggung jawabnya menjalankan amanah, profesi yang diembannya, rasa tanggung jawab moral dipundaknya. Semua itu akan terlihat pada rasa tanggung jawabnya mempersiapkan segala perlengkapan pengajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, guru juga sudah mempertimbangkan akan metodologi yang akan digunakan, termasuk alat media pendidikan yang akan dipakai, serta alat penilaian apa yang digunakan di dalam pelaksanaan evaluasi. Dengan demikian siswa yang berkualitas pasti memerlukan kinerja guru yang maksimal. Kata kunci: kepala madrasah, kinerja guru
Phytobiotic Utilization as Feed Additive in Feed for Pancreatic Enzyme Activity of Broiler Chicken Purwanti, Sri; Zuprizal, Zuprizal; Yuwanta, Tri; Soepadmo, Soepadmo
ANIMAL PRODUCTION Vol 17, No 3 (2015): September
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.217 KB) | DOI: 10.20884/1.anprod.2015.17.3.518

Abstract

This research was conducted to evaluate the effect of turmeric water extract, garlic and combination turmeric and garlic as a feed additive in the broiler diet on pancreatic enzyme activity of broiler chicken. Effectivity of treatments was assessed by addition of phytobiotic (control, 015% zinc bacitracin, 2.5% TE, 2.0% GE, 2.5% TGE) which were arranged Completely Randomized Design with 4 replications. The variables measured were pancreatic enzyme activity(amylase enzyme activity, protease enzyme activity  and lipase enzyme activity).The results showed that enzyme protein activity content of 2.5% TE supplementation is also high at 82.02 U/ml, then supplemented 2.5% TGE, 2.0% GE, negative control and positive control respectively 75.98 ; 72.02; 68.74; and 66.57 U/ml. The lipase enzyme activity whereas the negative control and a positive control differ significantly higher (P<0.05) to treatment with the addition of 2.5% TE, 2.0% GE and 2.5% TGE phytobiotic. The research concluded that the incorporation of 2.5% TE, 2% GE and combined 2.5% TGE as feed additive enhanced pancreatic enzyme activity.
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Purwanti, Sri; Manurung, Sondang
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v4i1.2569

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan  model pembelajaranProblem Solving dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaranDirect Instruction, untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajarfisika siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi,untuk mengetahui apakah ada Interaksi antara model pembelajaran ProblemSolving dengan tingkat sikap ilmiah siswa dalam mempengaruhi hasilbelajar siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster randomsampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem Solving dan kelas keduasebagai kelas kontrol diterapkan model pembelajaran Direct Instruction.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes hasilbelajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 8 soal dan insrumen angketsikap ilmiah sebanyak 22 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Darihasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajarfisika siswa dengan model pembelajaran Problem Solving dan modelpembelajaran Direct Instruction. Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantara sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi. Terdapat interaksi antaramodel pembelajaran Problem Solving dengan sikap ilmiah siswa dalammempengaruhi hasil belajar siswa. Kata kunci: problem solving, sikap ilmiah, hasil belajar