Articles

Found 32 Documents
Search

LANDASAN AGAMA DALAM PENDIDIKAN PUBERTAS DI SEKOLAH DASAR Utomo, Erry; Nurfadhilah, Nurfadhilah; Purwanto, Agung; Wicaksono, Jatu Wahyu; Arif, Alrahmat
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 15(1), 2019
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2295.01 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i1.13440

Abstract

Abstract. Indonesia is experiencing a demographic bonus, and a good education and health situation will determine the quality of human resources so that this situation does not turn into a demographic burden or disaster. The Indonesian Adolescent Reproductive Health Survey shows the in-depth knowledge of adolescents about puberty, whereas adolescence is a golden period that will determine the quality of the next generation. This study aims to get a picture of the perception of teachers and students in particular about puberty and its relation to religion. The approach used is qualitative, data collected by conducting in-depth interviews with teachers, parents, and students. There were ten informants, consisting of teachers, parents, and students from 2 public and religious-based elementary schools in North Jakarta. In general, teachers have low knowledge / understanding of puberty, as well as students' knowledge. Most teachers have the perception that education about puberty in the classroom, according to the curriculum, turns out to be too vulgar so that some information is not conveyed to students. Religion is considered as the most reliable foundation in shaping student behavior. Teachers tend to hand over responsibility to religious teachers to deliver material on puberty, at religiously-based schools specifically mentioned teachers of fiqh. Teacher capacity building is needed regarding the material that must be taught, and it is delivery methods to suit the needs of students and have an impact on improving knowledge and improving behavior.Abstrak. Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan situasi pendidikan dan kesehatan yang baik sangat menentukan kualitas sumber daya insani agar situasi ini tidak berbalik menjadi beban atau bencana demografi. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia memperlihatkan rendahnya pengetahuan remaja tentang pubertas, padahal masa remaja merupakan periode emas yang akan menentukan kualitas generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran persepsi guru dan peserta didik di khususnya tentang pubertas dan kaitannya dengan agama. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif, data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam kepada guru, orang tua, dan peserta didik. Jumlah informan 10 orang, terdiri dari guru, orang tua, dan peserta didik dari 2 sekolah dasar umum dan berbasis agama di Jakarta Utara. Secara umum guru memiliki pengetahuan/pemahaman yang rendah tentang pubertas, demikian pula pengetahuan peserta didik. Kebanyakan guru memiliki persepsi bahwa edukasi tentang pubertas di kelas sesuai kurikulum ternyata dianggap terlalu vulgar sehingga sebagian informasi tidak disampaikan kepada peserta didik. Agama dianggap sebagai landasan paling diandalkan dalam membentuk perilaku peserta didik. Guru cenderung menyerahkan tanggung jawab kepada guru agama untuk menyampaikan materi tentang pubertas, pada sekolah berbasis agama disebutkan secara spesifik guru fiqih. Dibutuhkan pengembangan kapasitas guru tentang materi yang harus diajarkan dan metode penyampaiannya agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan berdampak terhadap peningkatan pengetahuan serta perbaikan perilaku. 
Bumi Berotasi, Pendekatan Teks Wahyu Matahari Tidak Mungkin Mendahului Bulan Purwanto, Agung
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.156 KB)

Abstract

Pengajaran sains alamiah (natural science) bukan perkara mudah apalagi remeh. Sebabnya bukan saja karena materi sains yang relatif lebih berat dibanding sains sosial atau humaniora tetapi juga karena faktor budaya dan agama. Sejarah mencatat bagaimana peralihan gagasan geosentris ke heliosentris di abad pertengahan mengalami kesulitan karena konsep ini telah menjadi bagian dari doktrin keagamaan. Kesulitan ini ternyata bukan hanya fenomena abad pertengahan tetapi juga fenomena dunia modern. Pemahaman umum yang diterima luas tentang fenomena siang dan malam adalah disebabkan oleh rotasi Bumi. Tetapi terdapat sebagian masyarakat, guru dan sekolah khususnya sekolah berbasis agama Islam, berdasardalil dan pemahaman keagamaan, menolak pandangan ini dan mengatakan bahwa Bumi diam dan Matahari serta Bulan yang bergerak mengelilingi Bumi.  Artikel ini memberi pemahaman baru bahwa Bumi tidak diam melainkan berotasi berdasar teks Al-Quran surat Yaasin ayat 40  dan fenomena Bulan sabit yang terus naik pada hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya bulan Qomariyah. Pendekatan ini sangat tepat dan cukup mendesak diberikan di sekolah-sekolah islam. Kata Kunci : Bulan Sabit, Matahari, al-Quran
MODEL PEMBINAAN LEMBAGA SOSIAL DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT USING Yuniati, Sri; Indriastuti, Suyani; Purwanto, Agung
KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman Vol 22, No 2 (2014): ISLAM, BUDAYA DAN POLITIK
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.362 KB) | DOI: 10.19105/karsa.v22i2.530

Abstract

Lembaga sosial sebagai asosiasi berperan dalam meningkatkan produktivitas masyarakat suku Using. Peran lembaga sosial dalam hal ini lembaga seni  berkaitan dengan pengembangan budaya sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat suku Using. Namun peran tersebut belum optimal dalam menunjang produktivitas masyarakat suku Using karena kurangnya peran dan dukungan dari pemerintah daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model pembinaan lembaga sosial dalam peningkatan produktivitas masyarakat suku Using. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi serta dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan lembaga sosial yang ada di masyarakat Using belum sepenuhnya mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Meskipun pemerintah daerah sudah membuat beberapa kebijakan untuk memberdayakan lembaga sosial namun belum sepenuhnya dirasakan oleh lembaga sosial. Oleh karena itu perlu ada pembinaan terhadap lembaga sosial khususnya lembaga seni agar mereka terpacu untuk meningkatkan produktivitasnya.
PENGARUH MEDIA MOBILE LEARNING DAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Pillena, Lumy Setia; Cahyana, Ucu; Purwanto, Agung
Jurnal Tadris Kimiya Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Chemical Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v4i2.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media mobile learning dan kemampuan metakognitif terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi asam basa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 48 Jakarta dengan sampel penelitian sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa yang memiliki kemampuan metakognitif tinggi dan 20 siswa yang memiliki kemampuan metakognitif rendah yang dipilih dengan teknik multi stage random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain treatment by level 2x2 dan data yang diperoleh dianalisis dengan anova dua jalur. Hasil pengujian diperoleh fhitung > ftabel (58,93 > 4,10) menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media mobile learning dan kemampuan metakognitif; fhitung > ftabel (10,94 > 4,10) menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan proses sains pada kelompok siswa yang menggunakan mobile learning dan pembelajaran tradisional; qhitung > qtabel (10,98 > 4,33) menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang menggunakan media mobile learning dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada kelompok siswa yang memiliki kemampuan metakognitif tinggi dan qhitung > qtabel (4,37 > 4,33) menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang menggunakan media mobile learning dan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada kelompok siswa yang memiliki kemampuan metakognitif rendah.
PENGEMBANGAN POLA KEMITRAAN DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI JAWA TIMUR Santosa, Siswoyo Hari; Prihatini, Dewi; Purwanto, Agung; Jumiati, Aisah; Susilo, Djoko
UNEJ e-Proceeding 2016: Dinamika Global: Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To develop and strengthen the small business sector, one important strategy is partnering with medium and large business sector through a partnership that is based on the principle of mutual need, mutually reinforcing and mutually beneficial. In general, this study aimed to analyze the effectiveness of a partnership for the empowerment of the poor in East Java. Based on the research, programs and activities that have been implemented are as follows: (a) Program for Community Empowerment; (B) Development Program Rural Economic Institute; (C) Community Participation Program In Village Building; and (d) Capacity Building Program Apparatus village government; Based on these results is the recommended that the partnership model from the perspective of the system at least, there are 3 types suitable to be applied in the community empowerment program in East Java province, namely: Vertical Linkage Backward, Forward Vertical and Horizontal Linkage Linkage.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISTEM KELISTRIKAN KENDARAAN RINGAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARING Purwanto, Agung; Rabiman, Rabiman
TAMAN VOKASI Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.478 KB) | DOI: 10.30738/jtvok.v6i1.2867

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) meningkatan keaktifan belajar siswa; dan (2) meningkatkan hasil belajar kelistrikan kendaraan ringan siswa kelas XI TKR. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan tindakan; (2) Pelaksanaan tindakan; (3) Observasi; dan (4) Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKR 1 SMK Giripuro Sumpiuh yang berjumlah 42 siswa, objek penelitian adalah keaktifan dan hasil belajar sistem kelistrikan kendaraan ringan. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kelistrikan kendaraan ringan siswa kelas XI TKR 1 SMK Giripuro Sumpiuh. Peningkatan keaktifan belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata keaktifan siklus I sebesar 52,38%, siklus II sebesar 64,29%, dan 74,79% pada siklus 3, persentase keaktifan siklus I ke siklus II meningkat sebesar 11,19%, dan siklus II ke siklus III meningkat sebesar 10,50%. Peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai ratarata siklus I sebesar 47,62%, siklus II sebesar 64,29%, dan 88,10% pada siklus III, persentase peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67%, dan siklus II ke siklus III meningkat sebesar 23,81%. This study aims to: (1) improve the students’ learning activeness; and (2) increase the students’ learning outcomes of light vehicles electricity system of grade XI students of Light Vehicle Engineering. This study is a Classroom Action Research/Penelitian Tindakan Kelas consisting of 3 cycles in which each cycle comprises four stages: (1) Action planning; (2) Implementation of action; (3) Observation; and (4) Reflection. The subjects of the study were 42 students of grade XI of Light Vehicle Engineering (TKR) 1 class in Giripuro Sumpiuh Vocational High School. Meanwhile, the research object was the students’ activeness and learning outcomes of the light vehicles electrical system. Data analysis technique used was quantitative analysis. The result shows that the application of discovery learning model can improve the students’ activeness and learning outcomes of light vehicles electrical system of grade XI students of Light Vehicle Engineering (TKR) 1 class in Giripuro Sumpiuh Vocational High School. The improvement of the learning activeness can be seen from the average of the activeness of cycle I of 52.38%, cycle II of 64.29%, and cycle III of 74.79%, with the percentage of activeness in cycle I to cycle II increases by 11.19% and in cycle II to cycle III increases by 10.50%. The increase of learning outcomes is seen from the average score of cycle I of 47.62%, cycle II of 64.29%, and cycle III of 88.10%, with the percentage of the increase in students’ learning outcomes from cycle I to cycle II increases by 16.67%, and cycle II to cycle III increased by 23.81%. 
IMPREGNATION OF 2-MERCAPTOBENZOTHIAZOLE ON DIATOMACEOUS EARTH AND ITS APPLICATION AS MERCURY(II) ADSORBEN IN AQUEOUS MEDIUM Purwanto, Agung; Narsito, Narsito
Indonesian Journal of Chemistry Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.043 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21940

Abstract

An adsorbent was prepared by impregnating 2-mercaptobenzo-thiazole onto polystirene treated diatomaceous earth support. This adsorbent was then applied to adsorb mercury(II) in aqueous medium. The mercury(II) adsorption characteristics of the adsorbent was studied by the use of the original diatomaceous earth as reference. Interaction of mercury(II) and both of diatomaceous earth as well as MBT-diatomaceous were performed in a aqueous batch system to include the following parameters: (a) medium acidity and (b) mercury(II) adsorption characteristic on MBT-diatomaceous with and without the present of other metal ions. In the present work quantification of mercury(II) adsorption was done by determining the mercury concentration left in the solution after adsorption. A cold vapour-generation atomic absorption spectroscopy technic was used in this determination.The experiment results show, that the adsorption affinity of MBT-diatomaceous is higher than the original diatomaceous earth. The total adsorption energy of mercury(II) for diatomaceous earth (24.702 kJ/mol) and MBT-diatomaceous (46.942 kJ/mol) suggest that the interaction is chemisorption. The mercury(II) maximum adsorption on diatomaceous earth is obtained at pH 6, while similar adsorption on MBT-diatomaceous practically was not influenced by pH changes. The present of other metals, i.e. Fe(III), Co(II), Ni(II), Cu(II), Cd(II) and Zn(II) in solution does not give any appreciable influence to the adsorption affinity of MBT-diatomaceous to mercury(II); the total sum of the mercury(II) adsorbed is constantly high, almost 100 %. Keyword: Impregnation, MBT-diatomaceous, adsorption, mercury(II)
PENGARUH DIMENSI KEPERCAYAAN TERHADAP ADOPSI LAYANAN E-GOVERNMENT Purwanto, Agung; Susanto, Tony Dwi
Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 3, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.144 KB) | DOI: 10.25139/ojsinf.v3i1.520

Abstract

Teknologi e-Government berkembang secara pesat, namun pada kenyataannya penggunaan e-Government masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan e-Goverment adalah kurangnya kepercayaan, telah ditunjukkan bahwa kepercayaan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari adopsi e-Government . Penelitian ini bertujuan mengetahui dimensi kepercayaan pada e-Goverment dan hubungannya dengan niat menggunakan e-Government, pada penelitian ini juga memvalidasi 8 dimensi kepercayaan pada e-Government berdasarkan data empiris dan menyajikan hubungan 8 dimensi kepercayaan pada e-Government itu dengan niat menggunakan e-Government. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa model berdasarkan pada 8 dimensi trust in e-Goverment dan hubungannya dengan keinginan untuk menggunakan e-Goverment malalui mediasi trust in e-Goverment. Kata kunci? kepercayaan, dimensi kepercayaan, 8 dimensi kepercayan pada e-government, keinginan menggunaakan e-government.
ANALISIS PENERAPAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH BERBASIS ALAM Nurellah, Andea; Sumantri, M Syarif; Purwanto, Agung
Jurnal Sosial Humaniora Vol 9, No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v9i2.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan karakter peduli lingkungan melalui program sekolah berbasis alam di internasional green school sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara. Hasil dan kesimpulan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) strategi penerapan karakter nilai peduli lingkungan siswa diterapkan melalui program pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajran, program sekolah,dan pengembangan proses, (2) peran lembaga pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan penerapan karakter peduli lingkungan yaitu dengan menjalin kerjasama, (3) faktor pendukung penerapan karakter nilai peduli lingkungan di Internasional Green School Sumedang yaitu sekolah dan guru sudah melakukan pembiasaan, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kerjasama orang tua dalam menerapkan karakter peduli lingkungan di rumah dan konentrasi siswa terganggu apabila situasi pembelajaran yang diakukan di luar kelas terlalu ramai.
PENGARUH PAKET PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH LINGKUNGAN (Studi Eksperimen pada Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Jakarta) Purwanto, Agung
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 13 No 1 (2012): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume XIII N
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/PLPB.131.05

Abstract

The objective of the research was aimed at finding out whether there is effect of the environmental education learning package and cognitive style on environmental problem solving skills. This research conducted was exsperiment methode. The target of population is the students at the Mathematics and Natural Sciences at the State University of Jakarta. Then accessible of population is Department of Chemistry and take it by randomly (n=40).The research came five conclusions are follow: the first, as a whole the ability of students problem-solving learning environment in an integrated package of environmental education is high than the monolithic environmental education learning package; the second, the ability of students problem-solving learning environment in field independent style cognitive is not high than the field dependent style cognitive; the third, interaction effect between learning and cognitive styles environmental education package; the fourth, the ability of students to solve environmental problems based on cognitive style of field dependent on an integrated learning package environmental education lower than on learning environmental education monolithic package, and the five, there is the ability of students to solve environmental problems based on field independent cognitive styles in an integrated learning package environmental education is high than on learning environmental education monolithic package.