Helmy Purwanto
Mahasiswa Program Doktor Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 50236

Published : 50 Documents
Articles

PENGARUH PENGECORAN ULANG TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA ALUMINIUM COR DENGAN CETAKAN PASIR Purwanto, Helmy; -, Mulyonorejo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.968 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengecoran ulang terhadap kekuatan tarik dan kekerasan pada aluminium. Bahan yang digunakan adalah aluminium yang beredar di pasaran. Material dilebur diatas tungku pengecoran dan dituang pada temperatur 7500C dengan menggunakan cetakan pasir. Hasil pengecoran kemudian dibuat spesimen pengujian tarik menurut standart JIS Z 2201 No. 14 untuk pengujian tarik dan spesimen pengujian kekerasan. Pengecoran ulang dilakukan tiga kali dengan kondisi penuangan yang sama dan masing-masing masing pengecoran dibuat tiga spesimen. Dari hasil pengujian bahwa untuk pengecoran ulang I terhadap pengecoran ulang II kekuatan tarik turun 3.9% dan kekerasannya turun 5.1% dan setelah dilakukan pengecoran ulang III kekuatan tarik turun sekitar 8.9 % dan kekerasannya turun sekitar 27 %. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa pengecoran ulang akan menurunkan kekuatan tarik dan kekerasan aluminium cor. Kata Kunci : Pengecoran Ulang (remelting), kekuatan tarik dan kekerasan
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALMINIUM DAUR ULANG (Al–6,4%Si–1,93%Fe) Purwanto, Helmy; Suyitno, .; Tri Iswanto, Prio
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Untuk menghasilkan produk cor yang unggul dengan mengguanakan bahan daur ulang dapat dilakukan dengan metode pengecoran squeeze. Pegecoran squeeze adalah pengecoran dengan pengaruh tekanan pada saat pembekuan logam cair dan merupakan pengabungan antara pengecoran dan penempaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur cetakan terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada paduan Al–6,4%Si–1,93%Fe. Paduan dilebur pada dapur krusibel dan dituang pada temperatu 700°C pada cetakan yang berbentuk die-punch yang dipanaskan pada temperatur 300, 400, 500°C dan dengan tekanan squeeze 0 (tuang) dan 100 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengecoran squeeze akan menurunkan dan meratakan ukuran struktur silicon dan meningkatkan kekerasan. Semakin tinggi temperatur cetakan, SDAS (Scondary Denrite Arm Spacing) semakin besar dan harga kekerasan brinell semakin rendah. Kata kunci: pengecoran squeeze, temperatu cetakan, struktruk mikro, kekerasan.
PENGEMBANGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEPATU KAMPAS REM KENDARAAN BERMOTOR BERBAHAN ALUMUINUM DAUR ULANG Darmanto, Darmanto; Purwanto, Helmy; Respati, Sri Mulyo Bondan
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu kampas rem merupakan salah satu  komponen  kendaraan bermotor yang umur pemakaiannya relatif pendek. Karateristik fisis dan mekanis diperlukan pada sepatu kampas rem yang berbahan aluminium dalam proses pengecoran dan produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendisain dan membuat proses pengecoran squeeze dalam produksi sepatu kampas rem dan  mengetahui perbedaan kualitas produksi menggunakan pengecoran squeeze berbahan aluminium daur ulang dengan produk yang beredar dipasaran terhadap struktur mikro dan kekerasan. Paduan di tuang pada temperatur 600 dan 700 oC pada cetakan yang dipanaskan pada temperatur 400oC dan ditekan pada tekanan 125,71 MPa.  Hasil menunjukan bahwa  produksi sepatu kampas rem dapat dibuat secara sederhana dengan menggunakan sistem pengecoran squeeze dan metode ini dapat menghasilkan coran  dengan sedikit porositas  yaitu pada tekanan 125,71 MPa porositas  rata-ratanya adalah 2,04% dan  kekerasan pada  temperatur tuang 600oC sebesar 72,80 BHN,   pada temperatur tuang 700oC adalah 68,53 BH, sedangkan sepatu kampas rem yang beredar di pasaran mempunyai porositas 14,66% dengan kekerasan 90,90 BHN. Sehingga metode ini dapat digunakan oleh industri kecil pengecoran daur ulang untuk membuat sepatu kampas rem.  Kata kunci : sepatu kampas rem, squeeze, industri kecil, alumunium daur ulang
PENGEMBANGAN MEKANISME DAN KUALITAS PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM BERBAHAN ALUMUNIUM DAUR ULANG DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE Darmanto, Darmanto; Respati, Sri Mulyo Bondan; Purwanto, Helmy
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang diproduksi melalui proses pengecoran umur pemakaiannya relatif pendek dan dapat mengalami kegagalan. Pengembangan mekanisme pengecoran dilakukan dengan menggunakan sistem hidrolis dua arah untuk sistem penutupan dan pembukaan cetakan maupun pengeluaran coran dari dalam cetakan. Temperatur cetakan dan tekanan squeeze divariasikan untuk mendapatkan kapasitas produksi, spesimen metalografi dan kekerasan dari bahan paduan alumunium silikon daur ulang. Pengamatan dan analisa hasil penelitian menunjukkan mekanisme yang dikembangkan dapat bekerja secara optimal mulai dari penutupan cetakan, pembukaan cetakan dan pelepasan coran dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem hidrolis. Kecepatan produksi sangat tergantung dari pemanasan cetakan, semakin panas cetakan yang diberikan semakin rendah kecepatan produksi. Pada temperatur cetakan lebih tinggi jumlah porositas menurun, SDAS semakin halus, kekerasan menurun. Penambahanm tekanan squeeze menghasilkan porositas menurun, SDAS semakin halus dan kekerasan meningkat. Kata kunci: mekanisme pengecoran squeeze, alumunium daur ulang, sifat fisis dan mekanis
Analysis Impact Test and Hardness Test on Construction Steel with Quenching Oil SAE 40 Cooling Media at Heat Treatment Temperature Variation 700, 800 and 900 ºC Respati, Sri Mulyo Bondan; Mujiyono, Mujiyono; Purwanto, Helmy
Proceeding Of The International Seminar and Conference 2015 Vol 1, No 1 (2015): Proceeding of The International Seminar and Conference 2015
Publisher : Proceeding Of The International Seminar and Conference 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the market construction steel was heat treatment with oil quenching has been done.The purpose of this experiment to increase the strength of the steel construction.The method was started from the construction steel, heated at a temperature of 700, 800, 900 °C with a holding time of 60 minutes and then cooled rapidly using SAE 40 oil medium at room temperature.Results achieved higher heating temperature the increase the hardness, but the toughness decrease.This shows that the quenching treatment with oil medium will increase the hardness and create brittle.Keywords: Heat treatment, Hardening, Holding Time, Quenching.
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TUANG PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PRODUK SEPATU KAMPAS REM DENGAN BAHAN ALUMINIUM (Al) SILIKON (Si) DAUR ULANG Hermawan, Parwening Sabdo; Purwanto, Helmy; Respati, Sri M. Bondan
MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegecoran squeeze adalah pengecoran dengan pengaruh tekanan pada saat pembekuan logam cair dan merupakan  pengabungan antara  proses  pengecoran dan penempaan. Penelitian ini bertujuan  untuk  mempelajari  pengaruh  temperatur  tuang  terhadap  struktur  mikro  dan kekerasan  hasil  pengecoran  squeeze  (squeeze  casting)  pada  aluminium  daur  ulang  sepatu kampas rem  yang beredar di pasaran. Paduan dilebur pada tungku peleburan  kemudian  pada temperatur  600,  700,  dan  800°C  dituang  ke  dalam  cetakan.  Cetakan  dikondisikan    pada temperatur  300°C  dan  spesimen  ditekan  pada  tekanan  squeeze  66,58  MPa.  Sebagai pembanding  dilakukan  pengecoran  tuang tanpa tekanan.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengecoran  squeeze  mampu  mengurangi  cacat  porositas  sebesar  30,  5%,  struktur  silikon semakin  halus,  meningkatkan  dan  meratakan  distribusi  kekerasan  Brinell.  Penambahan temperatur tuang tidak signifikan terhadap kenaikan nilai kekerasan.Kata kunci: pengecoran squeeze, temperatur tuang, struktruk mikro, kekerasan
ANALISA PENGARUH VARIASI TEKANAN PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP KEKERASAN PRODUK SEPATU KAMPAS REM DENGAN BAHAN ALUMINIUM (Al) SILIKON (Si) DAUR ULANG Nurkholiq, Muhammad Syaiful; Purwanto, Helmy; Respati, Sri M. Bondan
MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran  squeeze  adalah  proses  pengecoran  dimana  logam cair  dibekukan  dibawah tekanan  tinggi  dengan  menggunakan  tenaga  hidrolik,  proses  ini  pada  dasarnya mengkombinasikan keuntungan dari proses tempa dan pengecoran. Tujuan  dari penelitian ini adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  tekanan  terhadap  struktur  mikro  dan  kekerasan  pada proses  pengecoran  squeeze  pada  paduan aluminium  daur  ulang  pada  produksi  kampas  rem sepeda  motor.  Paduan  dilebur  pada  tungku  peleburan  dan  dituang  pada  temperatur  700°C pada cetakan yang dipanaskan pada temperatur 400°C, kemudian diberikan variasi tekanan 125,71  MPa,  188,57  MPa  dan  251,43  MPa.  Hasil  pengujian  menunjukkan  bahwa  semakin tinggi  tekanan  yang  diberikan  dapat  mengurangi  cacat  penyusutan,  struktur  silikon  makin halus, dan meningkatkan nilai kekerasan.Kata kunci: kekerasan, pengecoran squeeze, struktur mikro, tekanan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PRODUKSI KERUPUK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA RANDUSANGA KULON KABUPATEN BREBES Riwayati, Indah; Ratnani, Rita Dwi; Purwanto, Helmy
MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brebes  merupakan  kabupaten  yang  cukup  luas  di  Provinsi  Jawa Tengah. Sebagian  besar wilayahnya adalah dataran rendah. Kabupaten Brebes telah mampu memproduksi rumput laut jenis  Gracillaria  sp.  tambak  dengan  sentra  budidaya  di  Desa  Randusanga  Wetan  dan Randusanga Kulon Kecamatan Brebes dengan jumlah produksi 150 ton kering per bulan dari luas  lahan  tambak  ±  200  Ha  dari  ±  2.000  Ha  lahan  yang  berpotensi ditanami  rumput laut. Masyarakat  membutuhkan  suatu  diversifikasi  produk olahan  rumput  laut  yang mempunyai daya tahan lama tanpa bahan pengawet tambahan serta mudah diproduksi pada skala rumah tangga. Produk tersebut diantaranya adalah kerupuk  rumput laut. Target luaran yang  nantinya  dapat  memberikan  manfaat  bagi  mitra  merupakan  suatu metode  untuk memproduksi kerupuk rumput laut sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Disamping itu  dari  desain  proses  akan  diperoleh  alat  perajang  kerupuk.  Kegiatan  program  dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan percobaan tentang teknologi yang akan diterapkan,  tahap  kedua  mendesain  peralatan  produksi,  tahap  ketiga  memberikan pelatihan  dan  pendampingan  produksi  serta  pengemasan  dan  tahap  keempat  memberikan pelatihan cara mendaftarkan produk ke dinas kesehatan.Kata kunci: kerupuk, rumput laut, brebes
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM (Ti) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM DAUR ULANG BERBAHAN ALUMINIUM (Aℓ) SILIKON (Si) DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE Habibiy, M. N.; Purwanto, Helmy; Respati, Sri Mulyo Bondan
MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran squeeze adalah pengecoran yang dilakukan dengan memberikan pengaruh tekanan kedalam rongga cetakan pada saat pembekuan logam cair. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses pengecoran adalah material aluminium (Aℓ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan unsur titanium (Ti) terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada aluminium (Aℓ) daur ulang sepatu kampas rem. Paduan tanpa penambahan unsur titanium (Ti), paduan dengan penambahan Ti 0,02%, 0,05% dan 0,07% dilebur pada tungku peleburan dan dituang dengan temperatur 700°C, pada cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300⁰C serta diberi tekanan hidrolis sebesar 194 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unsur Ti 0,07% memiliki porositas paling sedikit, yaitu 3,678%, harga SDAS yang paling halus, yaitu 7,30µm dan memiliki harga kekerasan paling tinggi, yaitu 51,93 HRB. Pengecoran squeeze dan penambahan unsur Ti mampu mengurangi cacat porositas, menghaluskan SDAS, serta meningkatkan kekerasan. Kata kunci: squeeze casting, SDAS, variasi penambahan unsur Titanium.
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIVE PENGGANTI SERAT KACA UNTUK PEMBUATAN DASHBOARD Irwanto, Irwanto; Respati, Sri Mulyo Bondan; Purwanto, Helmy
MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam bidang material komposit menuntut terciptanya material yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan serat alam sebagai alternative pengganti serat kaca. Dalam penelitian ini variasi yang dilakukan adalah serat kelapa, serat pisang, dan serat padi. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan sebelumnya proses alkalisasi dengan NAOH 5%, dengan metode hand lay up, fraksi volume dengan perbandingan 80% serat dan 20% polimer, cetakan menggunakan standart ASTM D 638. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi komposit serat alam didapat dari serat kelapa sebesar 60,18 kg/cm2, serat pelepah pisang sebesar 50,07 kg/cm2, dan serat sekam padi sebesar 34,91 kg/cm2. Sedangkan untuk komposit fiber glass yang diambil dari dashboard adalah 69,87 kg/cm2.NIlai regangan berbanding lurus dengan tegangan. Modulus elastisitas tertingggi didapat pada komposit serat padi dengan nilai 3,4 x 103 kg/cm2 Dari variasi komposit serat alam yang dapat dijadikan alternatif pengganti serat kaca adalah komposit serat kelapa dengan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 60,18 kg/cm2. Kata Kunci: Komposit, Serat Alam, Pengujian Tarik