Articles

Found 28 Documents
Search

POLITENESS STRATEGIES IN MODEL CONVERSATIONS IN ENGLISH TEXTBOOKS FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Purwanto, Sugeng; Soepriatmadji, Liliek
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 3 Nomor 1 April 2013
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.956 KB) | DOI: 10.14710/parole.v3i1 April.75-84

Abstract

The study investigated to what extent politeness strategies had been integrated in the conversation models in five English textbooks for Grade- 6 Elementary School Students. In the study, each ?move? in the conversations was matched against the criteria for politeness strategies (Leech 1983). The results show that politeness strategies have been adopted in the five books under study with the most significant use of non FTA. However, there were also uses of varying degrees of FTA. Thus, the teachers should be selective in using the textbooks and there should be a cooperation among those involved in supplying school textbooks.   Penelitian ini mengkaji seberapa jauh ?strategi kesantuan? diintegrasikan dalam model konversasi yang disajikan di tiga buah buku teks bahasa Inggris bagi Siswa Sekolah Dasar, Kelas 6. Dalam penelitian ini, masing-masing langkah (move) di konversasi dicocokkan dengan criteria strategi kesopanan (Leech 1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesopanan telah diadopsi ke dalam kelima buku yang diteliti dengan penggunaan non FTA yang sangat signifikan, dan hanya sedikit yang menggunakan FTA dengan tingkat yang berbeda. Dengan demikian, para guru harus selektif dalam menggunakan buku-buku teks dan harus ada kerjasama bagi yang terlibat dalam menyediakan buku-buku sekolah.
KONSEP DIRI DAN PERSEPSI TERHADAP PEKERJAAN DALAM PERAN GENDER BAGI REMAJA SLTP DI KECAMATAN MIJEN KODYA SEMARANG Nurussa’adah, -; Purwanto, Sugeng; Istyarini, -
Edukasi No 1 (2011): Edukasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu faktor non intelektual yang sangat penting dalam menentukan kemampuan atau cita-cita. Dalam berbagai pengamatan yang dilakukan, ternyata banyak individu yang mengalami kegagalan dalam mencapai cita-cita bukan disebabkan oleh tingkat intelegensi yang rendah atau keadaan fisik yang lemah, melainkan oleh adanya perasaan tidak mampu untuk melakukan tugas. Remaja dalam persiapan memasuki masa dewasa, dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang berorientasi pada tugas kehidupan masa dewasa yaitu mencapai kemandirian emosional, memilih dan mempersiapkan karier, mengembangkan kemampuan dalam peran sosial. Oleh karena itu persepsi terhadap pekerjaan menjadi penting bagi remaja dalam persiapannya memasuki masa dewasa. Metode penelitian yang digunakan dalam mencapai tujuan pertama, kedua dan ketiga dari penelitian ini adalah angket dalam bentuk skala Likert, berskala 5. Jumlah responden : 50 remaja perempuan, 50 remaja laki-laki. Lokasi penelitian di Kecamatan Mijen Kodya Semarang. Sumber data adalah remaja usia antara 14 – 17 tahun yang duduk di bangku SLTP. Analisis data menggunakan analisis t-test dan prosentase. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (a) Konsep diri laki-laki, tinggi 11%, sedang 34%, rendah 5%, dan perempuan tinggi 4%, sedang 42%, dan rendah 4%. (b) Ada perbedaan konsep diri yang dimiliki remaja perempuan dan laki-laki, sehingga hal ini akan mewarnai persepsi terhadap pekerjaan yang ada di lingkungan Mijen Kodya Semarang. (c) Remaja tersebut mempunyai keinginan atau persepsi terhadap pekerjaan sebagai berikut : untuk remaja laki-laki cenderung pada (1) TNI, POLRI, (2) Arsitek, teknik, (3) dokter, (4) Ahli Biologi, fisika, (5) Pegawai Negeri, (6) Guru. Dan bagi remaja perempuan cenderung pada : (1) Guru, (2) Dokter, (3) Bidan, (4) Arsitek, (5) Pegawai Negeri, (6) Ahli Biologi.Kata Kunci: konsep diri; persepsi; peran gender.
KONSEP DIRI DAN PERSEPSI TERHADAP PEKERJAAN DALAM PERAN GENDER BAGI REMAJA SLTP DI KECAMATAN MIJEN KODYA SEMARANG -, Nurussaadah; Purwanto, Sugeng; -, Istyarini
Edukasi No 2 (2010): Edukasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu faktor non intelektual yang sangat penting dalam menentukan kemampuan atau cita-cita. Dalam berbagai pengamatan yang dilakukan, ternyata banyak individu yang mengalami kegagalan dalam mencapai cita-cita bukan disebabkan oleh tingkat intelegensi yang rendah atau keadaan fisik yang lemah, melainkan oleh adanya perasaan tidak mampu untuk melaksanakan tugas. Remaja dalam persiapan memasuki masa dewasa, dihadapkan pada tugas-tugas perkembanfan yang berorientasi pada tugas kehidupan masa dewasa yaitu mencapai kemandirian emosional, memilih dan mempersiapkan karier, mengembangkan kemampuan dalam peran social. Oleh karena itu persepsi terhadap pekerjaan menjadi bagi remaja dalam persiapannya memasuki masa dewasa. Metode penelitian yang digunakan dalam mencapai tujuan pertama kedua dan ketiga dari penelitian ini adalah angket dalam bentuk skala Likert berskala 5. Jumlah responden: 50 remaja perempuan, 50 remaja laki-laki. Lokasi penelitian di kecamatan Mijen Kodya Semarang. Sumber data adalah remaja usia antara 14-17 tahun yang duduk di bangku SLTP. Analisi data menggunakan anaslisi t-test dan prosentase. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah (a) konsep laki-laki tinggi 11%, sedang 34%, rendah 5% dan perempuan tinggi 4% sedang 42% dan rendah 4%. (b) ada perbedaan konsep diri yang dimiliki remaja perempuan dan laki-laki, shingga hal ini akan mewarnai persepsi terhadap pekerjaan yang ada dilingkungan Mijen Kodya Semarang (c) Remaja tersebut mempunyai keinginnan atau persepsi terhadap pekerjaan sebagai berikut untuk remaja laki-laki cenderung [ada (1) TNI Polri (2) arsitek, teknik (3) dokter (4) ahli biologi fisika (5) pegawai negeri (6) guru. Dan bagi remaja perempuan cenderung pada (1) guru (2) dokter (3) bidan (4) arsitek (5) pegawai negeri (6) ahli biologi
First love simplicity: A systemic-functional perspective study of Karina Del Campo’s Do You Remember Our Love? Purwanto, Sugeng; Nurhamidah, Idha
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 3, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.383 KB) | DOI: 10.30659/e.3.2.161-172

Abstract

The current study aims at exploring the intended meaning and structure of a poem entitled ‘Do You Remember Our Love?’ written by a poet, © Karina Del Campo (2009) in both interpretational and systemic functional perspectives. In the former, the poem was examined interpretatively in order to find out the possible stance of the poet; meanwhile the later was an analytical representation of systemic functional grammar in the framework of construing the three domains of meanings: ideational, interpersonal and textual in order to arrive at the field, the tenor and the mode of the discourse.  It turns out that the poem is  a reflection of a woman’s feeling (the poet’s) toward her ex-boyfriend—finely described in a repeated style of the major clause, supported and elaborated in several minor clauses. The poet tries very hard to ignite her ex-boyfriend’s love memories with her and to possibly invite him to reunite even though it seems to be a mission impossible. The poem has both social and psychological impacts on the poet herself and the readers in a wider scope.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KARATE KIDS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR KELAS ATAS Srianto, Widha; Purwanto, Sugeng
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 2: September 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.754 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model latihan karate kids pada anak usia sekolah dasar (SD) kelas atas (10-12 tahun). Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi,  (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan di klub Forki Kota Yogyakarta berjumlah 7 anak. Uji coba skala besar di klub Inkanas DIY berjumlah 16 anak. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, (3) pedoman observasi model, (4) pedoman observasi keefektifan model, dan (5) kuesioner untuk siswa. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun) yaitu: (1) model latihan maegeri, (2) model latihan gyaku tsuki, (3) model latihan mawashigeri, dan (4) model latihan oi tsuki. Dari hasil analisis data penilaian para ahli materi dan kuesioner anak, dapat ditarik kesimpulan bahwa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun) ini dinilai baik dan efektif. Kata kunci: model latihan, karate kids
READERS POSmONING IN RECHARD MANNS PLOTS AND SCBEMES THAT BROUGHT DOWN SOEHARTO (PSBDS): A STUDY ON INTERPERSONAL MEANlINGS Purwanto, Sugeng
Celt Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The real cause of Soehartos fall from the Indonesian presidency remains a mystery. Richard Mann (1998) launched three significant rhetorical questions, i.e. (1) Was President Soeharto toppled by student demonstrators and people~ power? (2) Was he brought down by the withdrawal of supportfrom the United States? (3) Or, was his suddenfall brought about by all of the two plus large doses of OrIental plotting and scheming? This article tries to investigate the readerspositioninginManns Plots and Schemes that Brought Down Soeharto (pSBDS) with a view to describing the Appraisal system used in the textbook to achieve the desired interpersonal meanings, employing the analytical framework of Appraisal Theory (Martin and Rose 2003, White 1998), an extended mode of Hallidays Functional Grammar (1994) and Systemic Functional Linguistics (Eggins 1994). The study yields some rhetorical strategies (Strayers 2004) with which to align the readers As well, the study pedagogically implies that readers should be aware of the writers strategies as to what direction the readers are positioned in text, resulting in the importance of critical reading and cross-referencing in order to folly understand a text.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) SE-KABUPATEN BANTUL DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI Purwanto, Sugeng; , Sujarwo
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa dalam mengampu mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang belum mengajar sesuai dengan bidangnya khususnya di Sekolah Luar Biasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Pedoman wawancara, dan tape recording digunakan sebagai alat bantu instrumen penelitian. Subjek penelitian yaitu guru sekolah luar biasa di kabupaten Bantul dengan menggunakan teknik pengumpulan data atau informasi dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Bantul masih rendah, dan masih perlu peningkatan kompetensinya. Hal tersebut terlihat khususnya dalam hal penguasaan bidang studi yang masih lemah, dan juga pengembangan diri dalam hal penelitian atau karya ilmiah yang sulit sekali untuk mau melaksanakannya. Sehingga saran yang diajukan oleh peneliti disini perlu adanya pendidikan strata bagi guru yang bukan dari bidang pendidikan jasmani setara dengan pendidikan S1 atau juga bisa dilaksanakan diklat, pelatihan atau workshop bagi guru non penjas yang mengampu pendidikan jasmani di Sekolah Luar Biasa. Kemudian untuk masalah penelitian hendaknya diadakan pendampingan khusus bagi guru-guru khususnya yang kesulitan dalam menyusun karya ilmiah dan juga penelitian.   Kata kunci: kompetensi profesional, guru SLB, pembelajaran penjas.
GRAMMAR MATTERS: A STUDY OF FREE WRITING PERFORMANCE OF THE SIXTH SEMESTER STUDENTS, FBIB-UNISBANK Purwanto, Sugeng
Dinamika Bahasa dan Budaya Vol 12 No 2 (2017): Dinamika bahasa dan budaya
Publisher : Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.701 KB)

Abstract

The current study explores possible errors or mistakes committed by the sixth semester students of  English Letters Study Program, FBIB, Stikubank University  in order to position the students? levels of writing performance against grammatical violation. Twenty students participated in the research by writing free compositions. Most of them wrote academic essays as they had thought that it was a good writing exercises prior to their main assignments?writing academic papers as their own final project.  Grammarly software application was used to assess the students? writing. The findings indicated that the students performed considerably well in writing practice, yielding grades-A (65%), grades-B (20%) and grades-C (15%). In practice, grades-C shall have to retake the test for a little bit below the passing grades (but ?pass conceded?).  Grades-D and E are ?Failed? grades. The dominant errors, according to Grammarly,  were of (1) possibly confused prepositions, (2) missing comas, after introductory phrases, and (3) redundant indefinite articles. It is therefore recommended that the students keep practice writing since all grammatical features had been covered in their previous grammar classes. Keywords: writing performance, gramatical violation, Grammarly software application
TESS GALLAGHER’S THE HUG: WHAT IS IT OUT THERE? Purwanto, Sugeng
Dinamika Bahasa dan Budaya Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.02 KB)

Abstract

Tess Gallagher (TG)?born on July 21, 1943?is a great contemporary poet who likes playing with emotion, especially women?s emotion in every conflict presented in her poem. This also applies to The Hug, a poem she wrote in 1984 which really reflects current discursive practices in the society. The main purpose of the study is to investigate how she manipulates words, contexts and imagination to create a discursive practice. In other words, the poem was analyzed employing the three register variables (field, tenor and mode) as theorized in Functional Grammar (FG). With respect to the discourse formation, Fairclough?s theoretical framework was used. The findings show that Tess Gallagher is so talented and all-out to develop the discursive practice in a well-structured poem. So totally involved in the poem were the readers that they seemed to be drowned in a wave of poetic expression. The poet?s rhetorical strategies were discussed bit by bit in FG approach to find out how field, tenor and mode were used to represent one discourse. It is recommended that great poems be analyzed employing the linguistic approach at discourse level.Key Words: discursive practice, discourse formation, field, tenor, mode
EJAAN LATIN BAHASA JAWA MEMPRIHATINKAN, MANA JATI DIRI ORANG JAWA? Purwanto, Sugeng
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.361 KB)

Abstract

Keberadaan Bahasa Jawa sebagai jati diri suku Jawa sudah mulai terasa kabur,dengan digalakkanya penggunaan Bahasa Indonesia sebgai Bahasa Pemersatu disamping penggunaan Bahasa Asing yang sangat gencar dipromosikan demimenyikapi MEA. Apakah hal ini akan kita biarkan? Penelitian ini bersifat eksploratifyang bertujuan untuk mengungkap betapa memprihatinkan Ejaan BahasaJawa.Padahal aturan ejaan Bahasa Jawa sudah dibakukan bersamaan dengandibakukannya ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnaakan (EYD). Kwesionerdibagikan secara acak pada sekelompok orang yang peneliti asumsikan sebagai orangJawa dengan kisaran usia 20-50 tahun. Sedangkan pengambilan data dilakukan di 3supermarket (mall), yakni Sri Ratu, Pemuda, Java Mall dan Ada Majapahit. Hasilpenelitiaan menunjukkan ketidak pahaman subyek penelitian yang notabene bersukuJawa terhadap Bahasa Jawa dari segi sistem ejaan.Sebagaian besar subyek penelitianmemilih jawaban yang salah pada kata-kata yang ditulis dengan ejaan yang benardan yang salah. Sedangkan sebagian kecil lainnyaberhasil memilih jawaban yangbenar dan ada yang mengatakan tidak tahu dengan memilih pilihan jawaban “tidaktahu”. Hasil penelitian memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis.Secara teoritis ejaan Bahasa Jawa perlu lebih menamkan nilai-nilai linguistis,terutama pada para mahasiswa program studi Sastra Jawa. Sedangkan secara praktis,otoritas daerah segera revisi semua slogan-slogan, pengumuman, petunjuk jalan,nama gedung dlsb yang masih menggunakan ejaan yang salah.Apa bila gejala initidak segera ditindak lanjuti secara sistematis dan terstruktur, maka tidak menutupkemungkinan bahwa yang salah akan menjadi benar dan yang benar akan menjadilucu.Kata Kunci : ejaan latin, EYD, sastra Jawa,