Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DENGAN CERVICAL INFLAMMATION PADA WANITA USIA SUBUR Indrawati, Nuke Devi; Puspitaningrum, Dewi; Purwanti, Indri Astuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.549 KB)

Abstract

Background: Cervical inflammation is an early stage of cervical cancer, the most cancer that attacks the female reproductive organs in Indonesia. If cervical inflammation can be prevented earlier, the chances of cervical cancer can be significantly reduced (long-term). Research Objectives: This study analyzed the age relationship with cervical inflammation in Kelurahan Kedungmundu Semarang City. Type of research with analytical research. Methods: Univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis with chi square. The number of samples of 40 women participants screening IVA test screening. Result of the research: Total of 40 respondents majority of middle adult age that is 22 woman (55%), majority did not have cervical inflammation and healthy reproductive health equal to 33 woman ((82,5%), no significant relation between age with cervical inflammation (p value = 0,505) Conclusion: there is no significant correlation between age with incidence rate of cervical inflammation.Keywords: age, cervical inflammation
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PERAWATAN ORGAN GENITALIA EKSTERNAL PADA ANAK USIA 10-11 TAHUN YANG MENGALAMI MENARCHE DINI DI SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG Puspitaningrum, Dewi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.519 KB)

Abstract

Perubahan terlalu cepat sering menimbulkan kecemasan apabila tidak dipahami. Berdasarkan datadari Dinas Kesehatan Semarang bidang P2P pada tahun 2010 ditemukan anak usia ?10 tahun 36 anak(12,7%) dari 284 kasus penyakit candidiasis dan 1 anak (7,6%) dari 13 kasus trichomonas vaginalis.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di 4 tempat SD Negeri di Semarang 5 diantara 8 siswamasih belum paham cara merawat organ genetalia eksternal saat menstruasi. Penelitian bertujuanuntuk mengetahui apa yang mempengaruhi praktik perawatan organ genetalia eksternal pada anakusia 10-11 tahun yang mengalami menarche dini di SD Kota Semarang. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah kuantitatif, jumlah populasi sebanyak 550 anak, dengan sampel sebanyak100 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Dan yang paling berpengaruhdengan analisis multivariat adalah peran orang tua dengan OR=1,213 artinya responden yangmenyatakan pernah mendapatkan informasi dari orang tua tentang cara perawatan organ genitaliaeksternal mempunyai kemungkinan 1.2 kali lebih besar untuk melakukan praktik yang baik dalamperawatan organ genitalia eksternal dibandingkan responden yang menyatakan tidak pernahmendapatkan informasi dari orang tuanya tentang cara perawatan organ genitalia eksternal.
THE EFFECT OF YOUTH ATTITUDES TOWARD THE BEHAVIOUR PREVENTION OF SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES IN THE 3RD GRADE OF THE ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL (MA) “X”, SUB-DISTRICT OF MRANGGEN, DEMAK REGENCY Puspitaningrum, Dewi; Puspitasari, Eka Oktavia; Rahmawati, Agustin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.577 KB)

Abstract

Background: STD (Sexually Transmitted Diseases) is a kind of RTI (Reproductive Tract Infections) transmittedthrough sexual intercourses.  Bacteria causing such kind of infections can be fungi, viruses and parasites.Women are more susceptible to suffering reproductive tract infect ions than men because, compared men?s reproductive system, theirs is closer to the anal and urinary systems. According to UNICEF (2012) about 110,000 people aged 10-19 years died of STD and HIV AIDS in 2012. And from the data of KPAN (2011) young age 20-29 years the highest group affected by PMS was 46.4%. In women, RTI is rather difficult to identify because its symptom is less clear than that in men. Among other kinds of RTIs, STD is a kind of infectious diseases frequently found and transmitted via sexual intercourses. STD?s types are syphilis, gonorrhea,limfogranuloma venereal, genital warts, herpes and etcetera. Based on the Health Profile of Central Java Province in 2012, the type of STD that was subject to treatments was one identified according to the syndrome.And, it was cured based on the standard. The number of cases found Central Java Province in 2012 was 8,671,less than those found in 2011 (10,752 cases). Purpose: To find out how the youth attitudes toward the prevent ionof sexually transmitted diseases in the 3rd Grade of the Islamic Senior High School (MA) ?X? Sub-district ofMranggen, Demak Regency. Method: This research was a descriptive research that used a cross sectional approach. The number of population was 70 people. The sampling technique used was probability sampling, involving 59 people . Results: From the results of this study indicate the age of students and students on average 16-19 years, most respondents aged that students and girls aged 17 years. The attitude of adolescents about the prevention of sexually transmitted diseases that students and teenagers most of the youth attitudes support against the prevention of sexually transmitted diseases as many as 30 students (50.8%) and unsupportive attitude as many as 29 students (49.2%) .And the positive prevention of adolescents against disease Contagious by 42 students (71,2%) and negative prevention by 17 students (28,8%) The influence of adolescent attitude toward prevention of infectious disease has p-value value equal to 0,015 so there is influence from adolescent attitude toward prevention of infectious disease. Conclusion: From the results of the study showed that some still have a high percentage of respondents who still do not understand about the attitude of prevention of sexuallytransmitted diseases such as having sex with multiple partners and by using condoms during intercourse withmultiple partners Keywords: Attitudes,Prevention of Sexually Transmistted Diseases
KORELASI IBU HAMIL RESIKO TINGGI DENGAN KESIAPAN PROGRAM PREMARITAL SKRINING DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Puspitaningrum, Dewi; Indrawati, Nuke Devi; Purwanti, Indri Astuti
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.088 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.155-160

Abstract

Pengantar: Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, menurut SDKI 2012 mengalami peningkatan AKI menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup namun menurut hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang. Data tahun 2017 masih banyak resiko yang ditimbulkan pada masa kehamilan yang nanti bisa berdampak pada kelanjutan persalinan, nifas dan bayi yang dilahirkan. Program premarital di Puskesmas sudah ada namun AKI masih tinggi, sehingga kajian tentang pelayanan untuk premarital skrining sangat perlu dikaji pengaruh program premarital skrining dengan kejadian hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota SemarangMetodologi penelitian: Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang dengan melalui Puskesmas Kota Semarang sebanyak 37. Dan menggunakan metode kuantitatif dan observasi dengan menggunakan korelasi untuk mengetahui pengaruh program premarital skrining dengan kejadian ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota Semarang.Hasil: Bahwa kejadian infertilitas sekunder anak ke-2 > 5 tahun mempunyai korelasi dengan kesiapan program premarital dengan nilai p value < 0,05 (korelasi spearmen) yaitu p value= 0,044. Kesimpulan: Perlunya upaya promotif dan preventif dalam pemberian layanan kesehatan yang komprehensif dan efektif bagi wanita sebelum menikah, sehingga bisa mencegah kesulitan saat kehamilan, persalinan dan nifas serta membentuk perencanaan keluarga yang sehat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.57-64

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit paling mematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010). Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perlu dilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviks serta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, ini menunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG PERAN SERTA TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA IBU BALITA USIA 0 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Heny Sapto; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.582 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.24-29

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, malaria, campak dan akibat rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam menjalankan Standar Opersional Prosedur yang belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia balita tidak terdeteksi merupakan topik yang sering diteliti secara akademik di bidang kesehatan masyarakat. Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang penderita pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Ngesrep yaitu 1257 balita ( 23,57% ).Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 ? 5 tahun di Puskesmas Ngresep Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 531 responden, sampel 84 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Ngesrep. Hasil : Hasil uji statistik chi- square tentang hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun. Nilai person chi square 55,608 dan nilai p value = 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun di puskesmas Ngersrep kota Semarang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 ? 5 tahun di puskesmas Ngesrep kota Semarang.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 10-12 BULAN DI DESA BATURSARI RW 3, 4, 5 DAN 32 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2013 Giantiningsih, Giantiningsih; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.404 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.42-49

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan pada hari minggu, 14 April tahun 2013 kepada 10 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Orang tua yang mempunyai balita usia 10-12 bulan yang tidak melakukan imunisasi dasar lengkap dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya imunisasi bagi bayi, faktor ekonomi dan segi pekerjaan. Dari 10 keluarga yang saya datangi, terdiri dari 6 keluarga yang mengatakan bahwa tidak setuju dan waktu untuk melakukan imunisasi pada bayinya tidak ada, dikarenakan kondisi bayi yang sehat dan dilakukan imunisasi menjadi sakit, 1 keluarga mengatakan karena ekonomi, 3 keluarga mengatakan karena waktu untuk melakukan imunisasai tidak ada. Sehingga imunisasi yang diberikan pada bayi menjadi tidak lengkap.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di Desa BatursariRW 3, 4, 5 dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun 2013.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukurannya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat/sekali.Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,204) < ? (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 10-12 bulan didesa batursari RW 3, 4, 5, an 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak tahun 2013. Simpulan : Ada hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasidasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di desa batursari RW 3, 4, 5, dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP WANITA USIA SUBUR (USIA 20-35 TAHUN) TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN SERVISITIS DENGAN PEMERIKSAAN SKRINING DI KELURAHAN KALIBANTENG KULON LEBDOSARI SEMARANG TAHUN 2013 Iskandar, Freya Nazera; Puspitaningrum, Dewi; Mulyanti, Lia
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.842 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.66-71

Abstract

Latar Belakang : Servisitis merupakan infeksi pada serviks uteri sering terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat atau infeksi karena hubangan seksual. Pada beberapa penyakit kelamin seperti gonore, sifilis, ulkus mole, granuloma inguinal dan tuberculosis dapat ditemukan radang pada serviks. Kasus servisitis menurut data hasil jumlah grafik penderita IMS yang berobat di rumah sakit kota semarang dari tahun 2005- 2010 berada pada peringkat pertama sebanyak 5111 jiwa.Puskesmas Lebdosari Kota Semarang memiliki kasus servisitis tertinggi, pada tahun 2012 kasus servisitis sebanyak 356 jiwa (66,9%) sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 129 jiwa (24,24%).Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap wanita usia subur (usia 20 ? 35 tahun) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 532 wanita usia subur dengan sampel 84 responden di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang RW 2, RW 3 dan RW 4 dengan menggunakan kuisioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Probablity Sampling dengan Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil UjiChi Square di dapatkan nilai X2 sebesar 19,931 dengan p value sebesar (0,000) < ? (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antar sikap wanita usia subur (usia 20 ? 35 tahun) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang. Kesimpulan : Ada hubungan antara sikap wanita usia subur ( usia 20 ? 35 tahun ) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI SD TENTANG MENSTRUASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SDN SAMPANGAN 01 SEMARANG Afriliana, Ita; Puspitaningrum, Dewi; Rahmawati, Agustin
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.327 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.12-19

Abstract

Latar belakang: Menarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada siswi kelas IV, V, VI SDN Sampangan 01Semarangdidapatkan hasil bahwa13dari15responden memilikitingkat pengetahuan yang kurang tentang menstruasi. Pendidikan kesehatan di sekolah penting dilakukan, terutama yang menyangkut kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan siswi sekolah dasar tentang menstruasi melalui penyuluhan di SDN Sampangan 01 Semarang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan "One Group Pre Test Post Test". Populasi pada penelitian adalah seluruh siswi kelas IV, V, dan VI di SDN Sampangan 01 Semarang sebanyak 87 siswi, besar sampel adalah 46 siswi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah proporsional random sampling. Hasil: Pengetahuan sebelum penyuluhan memiliki skor rata-rata 9,04, rata-rata pengetahuan setelah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi 18,07. Pengetahuan tentang menstruasi sebelum penyuluhan mayoritas dalam kategori kurang yaitu sebanyak 89,1 %, setelah penyuluhan mayoritas dalam kategori baik 84,8%. Simpulan: pengetahuan siswi tentang menstruasi mengalami peningkatan setelah penyuluhan.Kata kunci: Pengetahuan, Menstruasi
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG Hasanah, Uswatun; Puspitaningrum, Dewi; Rahmawati, Agustin
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.25 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.38-42

Abstract

Latar belakang : Pada masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu. Hal ini dapat dilihat dari kejadian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar (48,65%). kunjungan nifas merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan dengan jumlah 4x kunjungan. Kunjungan nifas menurut data hasil jumlah grafik puskesmas di kota semarang, Puskesmas purwoyoso memiliki angka kunjungan nifas tertinggi pada tahun 2011 dengan jumlah kunjungan lengkap yaitu (104,8%). Dalam hal ini peran serta dukungan suami sangat berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ulang ibu nifas. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 ibu nifas dengan sampel 44 responden di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang dengan menggunakan kuesioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,002) < ? (0,05). Simpulan : Ada hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang.