Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBUATAN TEPUNG UMBI KIMPUL (Xanthosoma violaceum Schott.) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ANTIDIABETES MELITUS TIPE 2 Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Mutmainah, Mutmainah
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) tipe 2 atau diabetes mellitus tidak tergantung insulin (DMTTI) merupakan tipe DM yang terjadi karena menurunnya kepekaan jaringan pada insulin. Umbi kimpul biasa digunakan untuk penderita DM karena rendah karbohidrat, lemak sehingga rendah pula kandungan glukosanya serta mengandung flavonoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas umbi kimpul terhadap kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor dibagi 6 kelompok. Kelompok I (kontrol normal) aquadest tanpa induksi. Kelompok II (kontrol negatif) Na CMC 0,1%, kelompok III (kontrol positif) Metformin 63mg/kgBB 2x sehari, serta kelompok IV, V dan VI suspensi umbi kimpul 270; 540 dan 1080 mg/kgBB tikus. DM tipe 2 pada tikus dibuat dengan cara diberi pakan tinggi lemak yaitu campuran pakan standar, minyak babi dan kuning telur bebek (16:3:1) serta larutan fruktosa 1,8 g/kgBB secara oral selama 50 hari. Perlakuan senyawa uji diberikan selama 7 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 0, 51, dan 58 dengan metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Kadar glukosa darah yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan umbi kimpul dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa dengan dosis efektif sebesar 270 mg/ kgBB.   Kata kunci: DM tipe 2, kimpul, UTGO
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGG1S (Garcinia mangostana L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN GEL Mutmainah, Mutmainah; Kusmita, Lia; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut dengan limbah hasil pertanian. Salah satu senyawa utama yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah xanton, yang ternyata turut bertanggungjawab atas beberapa aktivitas farmakologi dari kulit manggis. Penggunaan kulit manggis untuk menyembuhkan luka bakar dapat dipermudah dengan membuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit buah manggis dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10% yang diformulasi dalam gel terhadap karakteristik fisik dari gel. Ekstraksi kulit buah manggis dengan metode maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96% dengan pergantian pelarut dilakukan setiap 24 jam. Formulasi ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menggunakan formula dengan basis carbophol. Pengujian karakteristik fisik gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data karakteristik fisik dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis berturut-turut dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10%  mampu meningkatkan viskositas, pH, daya lekat dan menurunkan daya sebar.   Kata kunci : gel, kulit buah manggis, karakteristik fisik.
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
EFEK HIPOTRIGLISERIDEMIA TEPUNG UMBI KIMPUL (XANTHOSOMA VIOLACEUM SCHOTT.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Advistasari, Yustisia Dian; Sulistyowati, Etty; Puspitaningrum, Ika
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI & FARMASI KLINIK VOL. 13 NO. 1 JUNI 2016
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v13i1.1446

Abstract

ABSTRACT Triglycerides (triacylglycerols) is the major lipid compounds in body fat and food deposits. Hypertriglyceridemia is a disorder characterized by an  increase of triglyceridesconcentration  in the blood. Tuber purse known as  Umbi Kimpul(Xanthosomaviolaceum Schott.) is believed as a medicinal plant. This study aims to determine the effect of hipotrigliseridemiaof purse tuber flour and the effective dose. To determine the effect of hipotrigliseridemia of purse tuber flour, 30 white male Wistar rats were used and they were divided into 6 groups. Group I (normal control) was  fed a standard food, group II (negative control) was given suspension CMC Na 0,5%, group III (positive control) was given suspension gemfibrozil 54 mg / kgbody weight of mice, group IV, V and VI were given pursetuber flour wtih graded dose at 270, 540 and 1080 mg / kgbody weight of mice. The Induction of hypertriglyceridemia was  a mixture of standard rat food with 15% lard and 5% egg yolk of duck, as well as fructose 1.8 g / kg body weight of mice. The Induction was conducted for 50 days, unless  the normal control group. Blood triglyceride levels were measured on days 0, 51 and 58. The triglyceride levels were calculated their decline percentagebefore statistically tested using SPSS statistical release16. The results showed a significant difference in the negative control group CMCNa suspension with purse tuber flour suspension. It is concluded that  the purse tuber flour suspension has an effect of hipotrigliseridemia. The effective dose of pursetuber flour as hipotrigliseridemia is 270 mg / kg body weight of mice. Keywords  : flour tuber kimpul, hypotriglyceride, white male rats
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v11i1.1284

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
UJI EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL ALFALFA (MEDICAGO SATIVA) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Wulan, Hesti; EM., Uning Rininingsih; Puspitaningrum, Ika
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine"
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1347

Abstract

ABSTRACT Analgesic is a group of drugs to relieve pain without erasing consciousness and antipyretic is a compound that can reduce fever. This study aims to verify the effects of analgesic and antipyretic and determine the effective dose of alfalfa ethanol extract (Medicago sativa) as an analgesic-antipyretic. Twenty-five male Wistar rats were divided into five groups. Group I (negative control), rats were treated with CMC-Na 0.5%. Group II (positive control), rats were treated with paracetamol 50 mg/kg BW. Rats in group III, IV, and V were treated with a suspension of the alfalfa ethanol extract (50; 100 and 200) mg/kg BW. Pain stimuli conducted by dipping a rat's tail into 40 °C hot water for 10 seconds. Response time to a painful stimulus were measured before and 30 minutes after treatment. Fever in rats induced with 0.2 mL DPT vaccine intramuscularly. Rectal temperature was measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, and 30 minutes after treatment. Data response time to the stimulus of pain and rectal temperature were statistically Analyzed with a one-way ANOVA and Scheffe test at 95% confidence level. The results showed that the alfalfa ethanol extract can improve the response time to pain stimulation and decrease the rectal temperature of fever-induced rats with a DPT vaccine. The effective dose of alfalfa ethanol extract as an analgesic-antipyretic is 200 mg/kg BW. Key words: Alfalfa ethanol extract, analgesics, antipyretics
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (MEDICAGO SATIVA) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1200

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
AKTIVITAS IMUNOMODULATOR FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SOM JAWA (TALINUM PANICULATUM (JACQ.) GAERTN) TERHADAP RESPON IMUN SPESIFIK Puspitaningrum, Ika; Franyoto, Yuvianti Dwi; Munisih, Siti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v15i2.2566

Abstract

ABSTRACTEthyl acetate fraction of Som Java leaves (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn) has been shown to boost innate immunity in the body (non-specific immunomodulatory activity). This study aims to determine the immunomodulatory activity of the specific response of the ethyl acetate fraction of Som Java leaves (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn). Test specific immune response by using delayed type hypersensitivity test and total antibody titers test. Analysis of data obtained using SPSS version 16.0. Delayed type hypersensitivity test results showed that the ethyl acetate fraction Som Java leaves 50, 100 and 150 mg/kgbw proven to increase cellular immune response and activities comparable to the positive control. Total antibody titer test results showed that the fraction of ethyl acetate Som Java leaves three doses shown to increase the value of primary and secondary antibody titers. Based on the test results specific response can be concluded that the ethyl acetate fraction Som Java leaves have specific immunomodulatory activity.Keywords: Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn, immunomodulatory, delayed type hypersensitivity, total antibody titer test
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGG1S (GARCINIA MANGOSTANA L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN GEL Mutmainah, Mutmainah; Kusmita, Lia; Puspitaningrum, Ika
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1209

Abstract

ABSTRAK Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut dengan limbah hasil pertanian. Salah satu senyawa utama yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah xanton, yang ternyata turut bertanggungjawab atas beberapa aktivitas farmakologi dari kulit manggis. Penggunaan kulit manggis untuk menyembuhkan luka bakar dapat dipermudah dengan membuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit buah manggis dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10% yang diformulasi dalam gel terhadap karakteristik fisik dari gel. Ekstraksi kulit buah manggis dengan metode maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96% dengan pergantian pelarut dilakukan setiap 24 jam. Formulasi ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menggunakan formula dengan basis carbophol. Pengujian karakteristik fisik gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data karakteristik fisik dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis berturut-turut dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10%  mampu meningkatkan viskositas, pH, daya lekat dan menurunkan daya sebar.   Kata kunci : gel, kulit buah manggis, karakteristik fisik.