Articles

Found 10 Documents
Search

KRIM EKSTRAK TEH HIJAU 20% (CAMELLIA SINENSIS) MENCEGAH PENINGKATAN JUMLAH MELANIN SAMA EFEKTIF DENGAN KRIM HIDROKUINON 4% PADA KULIT MARMUT (CAVIA PORCELLUS) YANG DIPAJAN SINAR ULTRAVIOLET B Puspitasari, Putri; Wiraguna, AAG; Pangkahila, Wimpie
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 2 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.2.2017.16358

Abstract

Abstract: This study was aimed to evaluate the effectiveness of 20% green tea extract in preventing the increase of melanin in guinea pig skin exposed to UV-B and to compare the effectiveness of this treatment to 4% hydroquinone cream. This was an experimental study with the post-test only control group design. Subjects were four groups; each consisted of 7 male guinea pigs. Group 1, the control group, was exposed to UV-B only. Group 2 was exposed to UV-B and applied with cream based substance. Group 3 was exposed to UV-B and applied with 4% hydroquinone cream. Group 4 was exposed to UV-B and applied with 20% green tea extract. The total UV-B intensity was 390 mJ/cm2 consistently exposed for two weeks. Histopathological slides of the skin tissue were stained with Masson Fontana technique. The total amount of melanin was calculated in percentage of pixel compared to pixel of melanin in total epidermis. The results showed that the highest amount of melanin was in group 1 (24.44%) and the lowest amount of melanin was in group 3 (1.04%) meanwhile the amount of melanin in group 4 (1.34%) was nearly the same with group 3. There were significant differences between group 1 to group 3 and 4 (P < 0.05). There was no significant difference between group 3 and group 4 (P > 0.05). Conclusion: The 20% green tea extract was as effective as 4% hydroquinone cream in inhibiting the increase of melanin in guinea pigs?skin exposed to UV-B.Keywords: green tea extract, melanin, ultraviolet BAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian krim ekstrak teh hijau 20% terhadap peningkatan jumlah melanin pada kulit marmut yang dipajan sinar UVB serta membandingkan efektivitasnya dengan krim hidrokuinon 4%. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Subyek penelitian terdiri dari empat kelompok dengan 7 ekor marmut jantan setiap kelompok. Kelompok 1 (kelompok kontrol) diberi pajanan sinar UV-B saja. Kelompok 2 diberi pajanan sinar UV-B dan diolesi krim dasar. Kelompok 3 diberi pajanan sinar UV-B dan krim hidrokuinon 4% sedangkan kelompok 4 diberi pajanan sinar UV-B dan krim ekstrak teh hijau 20%. Dosis total UVB yaitu 390 mJ/cm2 diberikan selama 2 minggu. Sediaan histopatologik jaringan kulit dipulas dengan pewarnaan Masson Fontana. Jumlah melanin dihitung dengan persentase pixel luas area melanin dibandingkan dengan pixel seluruh jaringan epidermis. Hasil penelitian menunjukkan jumlah melanin tertinggi pada kelompok 1 (24,44%) dan terendah pada kelompok 3 (1,04%). Jumlah melanin pada kelompok 4 (1,34%) hampir sama dengan kelompok 3. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok 1 dengan kelompok 3 dan 4 (P < 0,05). Perbandingan antara kelompok 3 dan 4 tidak berbeda bermakna dalam mencegah peningkatan jumlah melanin (P > 0,05). Simpulan: Pemberian krim ekstrak teh hijau 20% sama efektif dengan krim hidrokuinon 4% dalam mencegah peningkatan jumlah melanin kulit marmut yang dipajan sinar UV-B.Kata kunci: krim ekstrak teh hijau, melanin, ultraviolet B
Studi Ekstrak Metanol Biji Mahoni terhadap MDA Serum Tikus Putih Pasca Induksi MLD-STZ PUSPITASARI, PUTRI
Biotropika Vol 1, No 6 (2013): Biotropika
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal atau hiperglikemia. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan  masyarakat untuk pengobatan DM adalah  tanaman mahoni (Swietenia mahagoni). Bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan penyakit ini adalah bijinya. Namun potensi dari  ekstrak metanol biji mahoni belum banyak diketahui. Pada penelitian ini menggunakan tikus model DM dengan induksi MLD-STZ (Multiple Low Dose-Streptozotocin). Tikus dikelompokkan dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan  kelompok  terapi 100, 250 dan 400 mg/KgBB yang sebelumnya telah diinduksi MLD-STZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan tikus DM dengan injeksi MLD-STZ secara intraperitonial, pamberian terapi ekstrak metanol biji mahoni secara oral, uji kadar MDA serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA (Malonialdehide) serum yang didapatkan berdasarkan kelompok, yaitu 3,126; 10,245; 9,245; 7,203; 4,677 µg/ml. Dosis optimum untuk menurunkan kadar MDA adalah 400 mg/KgBB. Pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni mampu menurunkan kadar MDA serum tikus putih pasca induksi MLD-STZ. Kata Kunci: diabetes mellitus, MDA, MLD-STZ, pankreas
MODIFYING DEBATE AS A TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS’ SPEAKING SKILL Puspitasari, Putri; Setyadi, Bambang; Yufrizal, Heri
U-JET Vol 5, No 1 (2016): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa menerapkan setiap langkah kegiatan menggunakan modified and non-modified debat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti menggunakan dua kelas, yakni eksperimental dan kontrol di mana kelas eksperimental menggunakan modified debate dan kelas kontrol menggunakan non-modified debate. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan observasi yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tahap di mana siswa mempunyai masalah di kelas modified debate, dalam proses belajar mengajar, memperkenalkan topic, dan durasi waktu, dan ada dua tahap di mana siswa mempunyai masalah di kelas non-modified debate, proses belajar mengajar dan durasi waktu. Dapat disarankan bahwa siswa harus diberikan kesempatan berbicara untuk mencapai suatu tujuan. Dengan latihan, siswa dapat mengembangkan kemampuan berbicara karena tujuan berbicara adalah untuk berkomunikasi.This study aimed to find out how the students applied every step of modified and non-modified debate activities. In this research, the method was qualitative design. The research was conducted at the senior high school. The researcher used two classes, experimental and control groups in which experimental group used modified debate and control group used non-modified debate. To get the data, the researcher used observation sheet related to students’ need. The findings revealed that, in modified debate, there were three steps in which the students had a problem in modified debate and there were two steps in which the students had a problem in non-modified debate. They were in teaching learning process, introducing the topic, and keep track of time. It is suggested that to reach a goal in speaking, the students have to be given opportunity to speak. With practicing, the learners can explore their speaking skill since the goal of speaking is to communicate.Key words: modified debate, non-modified debate, speaking skill
Pemodelan dan Evaluasi Proses Bisnis Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : Radjawali Sport) Puspitasari, Putri; Rachmadi, Aditya; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 11 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.889 KB)

Abstract

Radjawali Sport adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang produksi pakaian. Radjawali Sport memiliki konsumen yang tersebar diseluruh Indonesia. Banyaknya konsumen yang ada pada perusahaan menuntut Radjawali Sport untuk dapat memberikan layanan terbaik pada pelanggan. Namun pada kenyataannya layanan yang diberikan mengalami berbagai kendala sehingga tidak maksimal. Terlambatnya proses produksi dan komplain yang diterima menjadi masalah serius bagi perusahaan. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan evaluasi untuk memperbaiki layanan. Evaluasi yang dilakukan menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF). Tahap identifikasi aktivitas di perusahaan menggunakan metode value chain. Setelah melalui tahap value chain maka dilakukan dekomposisi untuk selanjutnya dilakukan pemodelan menggunakan Business Process Model and Nation (BPMN). Penentuan quality factor dilakukan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil kalkulasi dengan target. Hasil perhitungan quality factor yang tidak sesuai akan dianalisis menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Pada RCA terdapat metode fishbone diagram yang digunakan untuk mencari tahu akar permasalah. Hasil identifikasi menggunakan QEF didapatkan 7 quality factor yang tidak sesuai yaitu pada waktu pengiriman bahan baku, waktu pengecekan produk pada bagian penjahitan, proses penjahitan, waktu pengecekan produk pada bagian bordir, pengemasan, perbaikan produk, dan produksi ulang. Pada analisis akar permasalahan ditemukan 7 akar masalah yang terdapat pada keterbatasan pegawai, tidak terdapat pengecekan rutin oleh pemilik perusahaan, tidak terdapat aturan yang baku, metode yang digunakan pada penerimaan pesanan masih manual, tidak terdapat tenaga ahli, metode pendukung proses produksi masih manual, dan tidak terdapat pengecekan berkala.
Stability of Silver Nanoparticles as Imaging Materials Sholikhah, Umi Nur; Pujiyanto, Anung; Lestari, Enny; Sarmini, Endang; Widyaningrum, Triani; Kadarisman, Kadarisman; Triyanto, Triyanto; Puspitasari, Putri
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.071 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2016.005.03.295

Abstract

Determining the stability of silver nanoparticles is a very important process. It was associated with unwanted metal charge and materials properties. Therefore, we studied to synthesis and stability of silver nanoparticles (AgNPs). The synthesis was performed by reduction method used sodium borohydride (NaBH4). Silver nitrate solution 0.0005 M in 1 mL was reduced using 1 mL 0.002 M of NaBH4. Then a 40.0 mL of polyvinylpyrrolidone 0.3% and 20 mL of 1.5 N NaCl was added to the mixture. Characterization of silver nanoparticles is undertaken using spectrophotometer UV-Vis, transmission electron microscopy, particle size analyzer and zeta potential. The stability of products is observed for 5 times using spectrophotometer UV-Vis. The product was characterized by determining its surface plasmon resonance (SPR) of AgNPs and the result was obtained at 403 nm. The size of AgNPs was 20 nm using tomography emission microscopy analysis and the particle size distribution give 5.8 nm. The dielectric charge was 53 mV. The stable AgNPs showed no significant SPR shift at 402±0.89 nm wavelength during 5 days observation. Based on the size and stability, it was suitable for imaging materials.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALY (SAVI) BERBANTU MEDIA PHOTO STORY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 13 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Puspitasari, Putri; ., Winarno; Gunawati, Dewi
Educitizen Vol 2, No 1 (2017): JURNAL EDUCITIZEN
Publisher : Prodi PPKn FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.404 KB)

Abstract

The aim of this research is to determine the influenced or not of using Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI)learning model assisted Photo Story media concern in critical thinking skills on seven grade students of SMP N 13 Surakarta In Academic Year 2015/2016 (Study on basic competenciesexplaining the nature of freedom of expression). This research applied experimental method by true experimental design as a research design which postest-only control design form. The population of this research was seven grade students of SMP N 13 Surakarta in academic year 2015/2016 which numbers are 255 students. Annexation sample of this research used cluster random sampling technique.The data collection technique used is the test, observation and documentation.The technique of data collecting used normality test and homogenity test. The hypothesis test in this reseache used T.test. The result of this research indicate that the SAVI learning model assisted photo story media concern in critical thinking skills on seven grade students of SMP N 13 Surakarta In Academic Year 2015/2016 (Study on basic competenciesexplaining the nature of freedom of expression)has influences. It can be approved by the defferences of obtained average value which the experimental group class is 85,27 and the average value for the control group class is 79,8. Beside that, based on result of T.test obtained thitung value is 2,981 meanwhile the value of ttabel is 1.999 (interpolation), so the result is thitung (2,981) &gt; ttabel (1.999) by the significant level is 5% therefore H0 rejected and H? accepted. It was concluded that there is a difference between critical thinking skills of students using SAVI learning model assisted photo story media with those not using SAVI learning model assisted photo story media to the basic competencies to explaining the nature of freedom of expression in class VII in SMP N 13 Surakarta. Keyword : Learning Model, Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI), Photo Story Media, Critical Thinking Skills
Model Optimasi Pola Suplai Premium Impor Ke Terminal BBM Area Barat (West Cluster) PT Pertamina Persero Puspitasari, Putri
Warta Penelitian Perhubungan Vol 28, No 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.689 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v28i4.593

Abstract

Transportasi merupakan komponen penting dalam supply chain dan berkontribusi tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. PT Pertamina Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkewajiban menjamin ketahanan dan ketersediaan produk premium nasional dan tetap dapat bersaing untuk memperoleh profit, maka diperlukan efisiensi pada pendistribusian produk salah satunya dengan melakukan optimasi pola suplai.Tujuan dari kajian ini yaitu untuk merancang dan menganalisis model optimasi pola suplai premium impor di Terminal BBM (TBBM) Area Barat dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari dokumentasi history perusahaan tahun 2015 dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus.Metode optimasi menggunakanInteger Linear Programming dengan bantuan software POM for Windows dan analisis branch and bound untuk memperoleh pola suplai dengan biaya minimum.Hasil dari kajian ini memberikan beberapa alternatif pola suplai,alternatif terpilih yang memberikan biaya transportasi paling rendah yaitu kombinasi pola direct supply dengan sistem transshipment. Pola suplai hasil optimasinya yaitu distribusi premiumsecara langsung dari terminal muat di Singapore ke TBBM Medan dan TBBM Tanjung Uban, dan sistem transshipment di TBBM Merak untuk suplai Premium ke TBBM Teluk Kabung, TBBM Tanjung Gerem, TBBM Panjang, dan TBBM Semarang. Dengan pola tersebut, biaya transportasi yang dikeluarkan yaitu US$3,782,151/ bulan atau mengalami penurunan biaya sebesar ±17% dibandingkan dengan pola suplai saat ini yaitu US$4,545,572/ bulan.Selain itu, pola suplai ini juga meningkatkan utilisasi fasilitas jetty dan tangki TBBM Merak yaitu utilisasi tangki menjadi 88% dari sebelumnya 37% dan utilisasi jetty menjadi 66,4% dari sebelumnya 35%.
STUDI EKSTRAK METANOL BIJI MAHONI TERHADAP MDA SERUM TIKUS PUTIH PASCA INDUKSI MLD-STZ Puspitasari, Putri; Warih Mahendra, Agung Pramana; Aulanni'am, Aulanni'am
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal atau hiperglikemia. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan  masyarakat untuk pengobatan DM adalah  tanaman mahoni (Swietenia mahagoni). Bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan penyakit ini adalah bijinya. Namun potensi dari  ekstrak metanol biji mahoni belum banyak diketahui. Pada penelitian ini menggunakan tikus model DM dengan induksi MLD-STZ (Multiple Low Dose-Streptozotocin). Tikus dikelompokkan dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan  kelompok  terapi 100, 250 dan 400 mg/KgBB yang sebelumnya telah diinduksi MLD-STZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan tikus DM dengan injeksi MLD-STZ secara intraperitonial, pamberian terapi ekstrak metanol biji mahoni secara oral, uji kadar MDA serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA (Malonialdehide) serum yang didapatkan berdasarkan kelompok, yaitu 3,126; 10,245; 9,245; 7,203; 4,677 µg/ml. Dosis optimum untuk menurunkan kadar MDA adalah 400 mg/KgBB. Pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni mampu menurunkan kadar MDA serum tikus putih pasca induksi MLD-STZ. Kata Kunci: diabetes mellitus, MDA, MLD-STZ, pankreas
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MANIPULATIF DALAM PEMBELAJARAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD HARAPAN MANDIRI Puspitasari, Putri; Simatupang, Dorlince
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 2 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v9i2.14437

Abstract

The purpose of this study was to know the effect of the use of manipulative media in project learning on the ability to recognize geometric shapes in children aged 56 years at Paud Harapan Mandiri. This type of research is true experiments. Determination of class samples is done randomly with a total sample of 15 classes per class. The instrument of data collection is the observation guide. Data analysis using t-test and observations were carried out with the observation guide that has been provided with a real level of ? = 0.05. Based on the results of the study obtained an average value in the experimental class 10.73 with the highest value of 12 and the lowest value of 9, so that the ability of children to recognize the geometrical shape of the experimental class gained a significant difference. While the average value in the control class 6.7 with the highest value of 8 and the lowest value of 5, so that the ability of children to recognize the geometric shape of the control class has not been maximally developed. Based on these results the hypothesis states that tcount (10.58)> ?t? _table (1,701) at the level of ? = 0.05. So it can be concluded that the use of manipulative media in learning projects significantly influences the ability to recognize geometric shapes in children aged 5-6 years in Harapan Mandiri PAUD Medan District Medan City.
MODEL OPTIMASI POLA SUPLAI PREMIUM IMPOR KE TERMINAL BBM AREA BARAT (WEST CLUSTER) PT PERTAMINA PERSERO Puspitasari, Putri
Warta Penelitian Perhubungan Vol 28, No 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.689 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v28i4.593

Abstract

Transportasi merupakan komponen penting dalam supply chain dan berkontribusi tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. PT Pertamina Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkewajiban menjamin ketahanan dan ketersediaan produk premium nasional dan tetap dapat bersaing untuk memperoleh profit, maka diperlukan efisiensi pada pendistribusian produk salah satunya dengan melakukan optimasi pola suplai.Tujuan dari kajian ini yaitu untuk merancang dan menganalisis model optimasi pola suplai premium impor di Terminal BBM (TBBM) Area Barat dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari dokumentasi history perusahaan tahun 2015 dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus.Metode optimasi menggunakanInteger Linear Programming dengan bantuan software POM for Windows dan analisis branch and bound untuk memperoleh pola suplai dengan biaya minimum.Hasil dari kajian ini memberikan beberapa alternatif pola suplai,alternatif terpilih yang memberikan biaya transportasi paling rendah yaitu kombinasi pola direct supply dengan sistem transshipment. Pola suplai hasil optimasinya yaitu distribusi premiumsecara langsung dari terminal muat di Singapore ke TBBM Medan dan TBBM Tanjung Uban, dan sistem transshipment di TBBM Merak untuk suplai Premium ke TBBM Teluk Kabung, TBBM Tanjung Gerem, TBBM Panjang, dan TBBM Semarang. Dengan pola tersebut, biaya transportasi yang dikeluarkan yaitu US$3,782,151/ bulan atau mengalami penurunan biaya sebesar ±17% dibandingkan dengan pola suplai saat ini yaitu US$4,545,572/ bulan.Selain itu, pola suplai ini juga meningkatkan utilisasi fasilitas jetty dan tangki TBBM Merak yaitu utilisasi tangki menjadi 88% dari sebelumnya 37% dan utilisasi jetty menjadi 66,4% dari sebelumnya 35%.