Articles

Found 8 Documents
Search

EKSPERIMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DAN OPEN ENDED PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN PACITAN Putra, Aji Permana; Riyadi, Riyadi; Sujadi, Imam
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 2, No 4 (2014): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.038 KB)

Abstract

Abstract: The objectives of this research were to find out on  the topic of circumference and area of triangles and quadrangles: (1) which one produce better learning achievement among Realistic Mathematics Education (RME) approach, open ended approach or a mechanistic approach; (2) which had better learning achievement between field dependent cognitive style students or field independent cognitive style students; (3) at each cognitive styles, which was better learning achievement among RME approach, open ended approach or mechanistic approach, and (4) at each learning approach, which had better learning achievement between field dependent cognitive style students or field independent cognitive style students. This research was a quasi-experimental with 3×2 factorial design. The population was all students in seventh grade of state Junior High School in Pacitan Regency on Academic Years 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling technique. The total of sample was 238 students. Statistical tests using the method Lilliefors test for normality, homogeniety of the Bartlett method, anava test with F test (Fisher) and post hoc test using the Scheffe’ method. The significance level was 0,05. Based on hypothesis test, it could  be concluded that: (1) RME approach produce better learning achievement than open ended approach and mechanistic approach, open ended approach produce better learning achievement than mechanistic approach; (2) the field independent cognitive style students have a better learning achievement than field dependent cognitive style students; (3) at each of cognitive styles, RME approach produce better learning achievement than open ended approach and mechanistic approach, open ended approach produce better learning achievement than mechanistic approach; (4) at each learning approach, field independent cognitive style students have better learning achievement than field dependent cognitive style students.Keywords: Field Dependent, Field Independent, Mechanistic, Open Ended, Realistic Mathematics Education (RME).
EKSPERIMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DAN OPEN ENDED PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN PACITAN Putra, Aji Permana; Riyadi, Riyadi; Sujadi, Imam
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 2, No 4 (2014): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this research were to find out on  the topic of circumference and area of triangles and quadrangles: (1) which one produce better learning achievement among Realistic Mathematics Education (RME) approach, open ended approach or a mechanistic approach; (2) which had better learning achievement between field dependent cognitive style students or field independent cognitive style students; (3) at each cognitive styles, which was better learning achievement among RME approach, open ended approach or mechanistic approach, and (4) at each learning approach, which had better learning achievement between field dependent cognitive style students or field independent cognitive style students. This research was a quasi-experimental with 3×2 factorial design. The population was all students in seventh grade of state Junior High School in Pacitan Regency on Academic Years 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling technique. The total of sample was 238 students. Statistical tests using the method Lilliefors test for normality, homogeniety of the Bartlett method, anava test with F test (Fisher) and post hoc test using the Scheffe’ method. The significance level was 0,05. Based on hypothesis test, it could  be concluded that: (1) RME approach produce better learning achievement than open ended approach and mechanistic approach, open ended approach produce better learning achievement than mechanistic approach; (2) the field independent cognitive style students have a better learning achievement than field dependent cognitive style students; (3) at each of cognitive styles, RME approach produce better learning achievement than open ended approach and mechanistic approach, open ended approach produce better learning achievement than mechanistic approach; (4) at each learning approach, field independent cognitive style students have better learning achievement than field dependent cognitive style students.Keywords: Field Dependent, Field Independent, Mechanistic, Open Ended, Realistic Mathematics Education (RME).
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA TOPIK LOGIKA DI SMK MUHAMMADIYAH 3 KLATEN UTARA Putra, Aji Permana
Academy of Education Journal Vol 10 No 01 (2019): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.619 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v10i01.268

Abstract

Mathematics is the basis of all sciences, one that is emphasized in learning mathematics is logic thinking. In learning in vocational mathematics mathematics is an important material because logic underlies mathematical thinking, in fact there are still many students who have difficulty in learning mathematical logic material, so it needs to be analyzed to find out the learning difficulties of students in learning mathematics especially mathematics topics. In addition, the causative factors of learning difficulties in mathematics also need to be analyzed in terms of physiological, social, emotional, intellectual and pedagogical factors, so that the right solution to overcome mathematical learning difficulties, especially the topic of mathematical logic.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL SIFATSIFAT GRADIEN BAB PERSAMAAN GARIS LURUS PADA SISWA SMP PGRI ARJOSARI KABUPATEN PACITAN Putra, Aji Permana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2016): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.957 KB)

Abstract

Masih adanya hasil belajar siswa tentang Bab Persamaan Garis Lurus yang belumsesuai harapan salah satunya dapat dilihat pada SMP PGRI Arjosari Kabupaten Pacitanyang  nilai rata-rata ulangan hariannya 62.5,lebih rendah dari  KKM yang ditetapkansekolah yaitu 70.00. Padahal disatu pihak, materi persamaan garis lurus dipastikankeluar dalam Ujian Nasional setiap tahunnya. Berbeda sudut pandang, berkaitan denganpola pikir terstruktur (runtutan sub bab dan rumus),  Richard I. Arends (2008: 43)pernah menyatakan dengan pola pikir kreatif , dimana berpikir kreatif adalah sebuahproses berpikir secara simbolis (melalui bahasa) berbagai objek dan kejadian riil danmenggunakan berpikir kreatif simbolis itu untuk menemukan prinsip-prinsip esensialobjek dan kejadian tersebut. Dalam proses berpikir kreatif tersebut berpikir memilikibeberapa tingkatan-tingkatan. Tingkatan berpikir yang paling rendah adalah mengingat,misalnya mengingat fakta-fakta dasar ataupun rumus-rumus matematika. Kemampuanberpikir pada tingkat berikutnya adalah kemampuan memahami konsep-konsepmatematika, demikian pula kemampuan untuk mengenal atau menerapkan konsep-konseptersebut dalam mencari penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi. Apabila merujukpada pernyataan Richard I. Arends di atas dapat disimpulkan bahwa materi persamaangaris lurus sebetulnya dapat melatih daya kreatifitas siswa karena memuat rumus-rumusdan konsep-konsep untuk mencari penyelesaian terhadap soal yang akan merekakerjakan. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian iniadalah ; 1)kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal sifat-sifatgradien pada persamaan garis lurus ?; 2)alternatif solusi apa yang dapat diterapkanuntuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal sifat-sifat gradien padapersamaan garis lurus? Hasil pembahasan di atas memperoleh beberapa kesimpulanterkait kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal sifat-sifat gradien garis, antara lainsebagai berikut; 1) kesulitan siswa dalam  operasi bilangan negatif,  2) kesulitan siswadalam menentukan  titik pada koordinat kartesius, 3) kesulitan  siswa dalam menemukanrumus sifat-sifat gradien garis. Alternatif pemecahan masalah dalam mengatasi kesulitansiswa menyelesaikan  soal sifat-sifat gradien garis tersebut antara lain; 1) sebelummasuk bab persamaan garis lurus siswa diajak mengingat kembali tentang operasibilangan bulat sampai siswa memahi betul operasi tersebut, 2) diberikan soal denganperintah, jawaban digambar dalam koordinat kartesius kemudian baru disimpulkan , 3)siswa diberikan latihan soal baik berupa PR atau tugas sekolah sesering mungkin agarsiswa terlatih dan paham dengan sendirinya tentang penggunaan rumus sifat-sifatgradien.Kata Kunci : Kesulitan, Persamaan Garis Luru, Berpikir Kreatif.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VII SMP PGRI ARJOSARI KABUPATEN PACITAN DALAM MEMPELAJARI ALJABAR TAHUN PELAJARAN 2012 Putra, Aji Permana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.278 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan–kesulitan yang dialami siswa kelas VII SMP PGRI Arjosari dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan konsep dan prinsip. Dalam penelitian ini terpilih subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang ditentukan berdasarkan hasil tes aljabar. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian tersebut adalah siswa yang memperoleh skor tertinggi, sedang dan terendah. Data dikumpulkan dengan metode tes aljabar  dan wawancara. Tes aljabar digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa yang berkaitan dengan konsep dan prinsip,  dan wawancara digunakan untuk menelusuri kesulitan siswa secara lebih mendalam dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan konsep dan prinsip. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan–kesulitan yang dialami siswa kelas  VII SMP PGRI Arjosari dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan konsep dan prinsip adalah (a) di dalam penguasaan konsep, siswa berkemampuan sedang dan rendah masih mengalami kesulitan dalam menggunakan simbol untuk mempresentasikan konsep dan hal ini tidak terjadi pada siswa berkemampuan tinggi (b) kesalahan yang dilakukan siswa dalam penguasaan konsep adalah ketika siswa harus mengelompokkan suku sejenis dan menganti variabel dengan angka (c) di dalam penguasaan prinsip  masih mengalami kesulitan dalam mengapreasiasikan peran prinsip–prinsip dalam matematika, hal ini masih terjadi pada siswa dengan kategori berkemampuan tinggi, sedang dan rendah yang diakibatkan tidak menguasainya materi matematika dalam pelajaran-pelajaran sebelumnya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP PGRI ARJOSARI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEKNIK JIGSAW Putra, Aji Permana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.364 KB)

Abstract

Seperti yang diketahui dari hasil ulangan matematika standar kompetensi trigonometri selama 2 tahun terakhir diperoleh nilai sebagai berikut: yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008 dengan rata-rata 5,9 dan tahun pelajaran 2008/2009 dengan rata-rata 5,6. Permasalahan yang diangkat adalah apakah implementasi metode pembelajaran Teknik Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan garis-garis pada segitiga siswa kelas VIII SMP PGRI Arjosari. Subyek penelitian ini adalah siswa SMP PGRI Arjosari kelas VIII tahun pelajaran 2009/2010, guru matematika, dan observer. Penelitian dilakukan dengan 3 siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket,dan tes. Angket digunakan untuk mengetahui refleksi siswa terhadap pembelajaran dan kerjasama siswa dalam kelompok. Tes dilaksanakan pada akhir siklus. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah rata-rata kelas yang semula 5,6 meningkat menjadi  74,78 sedangkan ketuntasan belajar klasikal tercapai jika minimal 60%. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa hasil belajar matematika pada pokok bahasan trigonometri siswa kelas VIII meningkat seperti yang ditunjukkan pada hasil akhir siklus 3 yaitu ketuntasan belajar klasikal sebesar 66,67 % dengan rata-rata kelas 74,78. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi pembelajaran Teknik Jigsaw, hasil belajar matematika standar kompetensi garis-garis pada segitiga siswa kelas VIII SMP PGRI Arjosari dapat ditingkatkan.  Kata Kunci: Hasil Belajar, Teknik Jigsaw
EKSPERIMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DAN OPEN ENDED PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN PACITAN Putra, Aji Permana
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2014): GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.133 KB)

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 43 sekolah. Sampel diambil dengan teknik stratified cluster random sampling, terpilih SMP N 1 Tegalombo, SMP N 2 Pacitan, SMP N 2 Arjosari dengan sampel sejumlah 238 siswa. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan metode Bartlett, uji anava dengan uji F (Fisher) dan uji lanjut pasca anava dengan metode Scheffe?. Taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran open ended dan pendekatan pembelajaran mekanistis, serta pendekatan pembelajaran open ended memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran mekanistis. (2) Prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent. (3) Pada masing-masing gaya kognitif, pendekatan PMR memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik dibanding pendekatan open ended dan pendekatan mekanistis, serta pendekatan pembelajaran open ended memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik dibanding pendekatan mekanistis. (4) Pada masing-masing pendekatan pembelajaran, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent.Kata kunci: Field Dependent, Field Independent, Mekanistis, Open Ended,  PMR
Penanganan Daerah Rawan Longsor Dengan menggunakan Metode Shotcrete Putra, Aji Permana; Septanto, Djoko; Praja, Sumantri W.
Indonesian Railway Journal Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.2 KB)

Abstract

Keamanan perjalanan kereta api adalah salah satu komponen penting dalam transportasi kereta api. Keandalan infrastruktur kereta api adalah salah satu poin untuk mendukung keselamatan operasi kereta api. Lintas Bandung - Cikampek adalah persilangan yang memiliki kontur geografis yang bervariasi di mana jalan rel kanan - kiri terdapat bukit dan lereng sehingga area antara Stasiun Purwakarta - Stasiun Ciganea termasuk daerah rawan longsor. Seperti yang terjadi di lapangan ada longsoran di KM 107 + 100 - KM 107 + 300 yang menyebabkan gangguan perjalanan kereta api. Selain itu, penanganan tanah longsor yang kurang tepat akan menyebabkan potensi bahaya lainnya. Penanganan kemiringan tanah longsor di KM 107 + 100 - KM 107 + 300 menggunakan plester baja dari rel bekas karena longsoran dianggap kurang optimal dan mencari alternatif penanganan longsor lainnya. mencari perbandingan dibandingkan menggunakan metode shotcret. Dalam penelitian ini, kami menguji penangan longsor yang telah dilakukan dengan membandingkan penanganan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada antara metode plester baja dari rel yang digunakan dengan metode shotcrete. Penyebab terjadinya longsor karena sudut curam dari 65? dengan ketinggian puncak 15 meter. Imbasnya pada silang diterapkan taspat 5 km / jam untuk mengantisipasi terjadinya longsor mendadak. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa metode shotcrete dianggap mampu menangani daerah rawan longsor di KM 107 + 100 - KM 107 + 300. Namun untuk penanganan yang telah dilakukan dengan menggunakan plester baja dari rel bekas. Namun, penanganan ini dianggap tidak optimal karena terbatasnya jumlah rel di sekitar daerah rawan, mengakibatkan dinding plester masih bisa membuat material keluar ke jalan rel.