Articles

Found 23 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BENIH PADI VARIETAS ANAK DARO ASAL SOLOK TERHADAP ISOLAT TRICHODERMA INDEGINOUS Anhar, Azwir; Putri, Dwi HIlda; Doni, Febri; Advinda, Linda
Bioscience Vol 4, No 1 (2020): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202041108377-0-00

Abstract

Trichoderma spp adalah jamur non patogen yang berasosiasi dengan rhizosfer dan daun tanaman. Jamur ini juga mampu mengendalikan penyakit dan menghasilkan zat pengatur tumbuh, sehingga potensial  digunakan dalam pertaniankhususnya dalam budidaya pertanian organik.  Penelitian  kemampuan Trichoderma spp dalam meningkatkan pertumbuhan benih padi masih terbatas. Penelitian ini, melaporkan kemampuan Trichoderma setempat untuk meningkatkan poertumbuhan kecambah  benih padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Trichoderma mampu meningkatkan daya kecambah dan vigor benih padi. Hasil penelitian membuktikan bahwa isolat Trichoderma indegenous memiliki potensi untuk digunakan sebagai pengatur pertumbuhan benih padi. Hasil penelitian meningkatkan pemahaman lebih lanjut tentang peranan jamur dalam meningkatkan pertumbuhan padi
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ENDOPHYTIC BACTERIA FROM THE ANDALAS PLANT STEM (MORUS MACROURA MIQ.) Afifah, Nisa; Putri, Dwi Hilda; Irdawati, Irdawati
Bioscience Vol 2, No 1 (2018): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/02018219952-0-00

Abstract

The number of death couse of infection continues to increase. Treatment of infections is increasingly difficult due to increased resistance of germs to existing antimicrobial compounds. A new source of antimicrobial substances is needed. One source of antimicrobial substances is endophytic bacteria that live in the stems of Andalas plants. The aim of this study was to compare the diversity of endophytic bacteria present in old and young Andalas plant stems. The method used to isolate endophytic bacteria from the stem of the Andalas plant is the streak plate method. Bacterial identification is done macroscopically and microscopically. The results of macroscopic observation showed that there are differences in the number of isolates found in old and young Andalas plant stems. 11 isolates of endophytic bacteria from Andalas plant stems, each of which consists of 9 endophytic bacteria from old Andalas stems and two isolates from young Andalas stems. A microscopic identification was found that of the 11 isolates isolated, eight isolates were gram-positive and three isolates were gram-negative bacteria
THE EFFECT OF TIME DIFFERENCES ON POLYACRILAMIDE GEL ELECTROPHORESIS ON CASSAVA DNA Ramadanti, Nur Ayu; Putri, Dwi Hilda
Bioscience Vol 3, No 1 (2019): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0201931102868-0-00

Abstract

Electrophoresis is a chemical analysis method based on the movement of charged protein molecules in the electric field. Separation is carried out based on differences in the size of the molecular weight and the electric charge contained by the macro-molecule. In addition, the effect of gel concentration, buffer and electrophoresis time also has a role in the results of electrophoresis. This study was conducted to compare the best separation time for acrilamide gel electrophoresis with the results of cassava DNA amplification. The material used in this study used two cassava varieties, namely: Adira IV 1, Adira IV 2, Adira IV 3, Carvita 25 1, Carvita 25 2, and Carvita 25 3. Using electrophoresis using poly-acrilamide gel with different effects 1 hour 30 minutes and 3 hours. The results of electrophoresis with 3 hours time gave better results of DNA visualization compared to 1 hour 30 minutes.
COMPARISON OF THREE DIFFERENT DNA ISOLATION METHODS TO DEGRADATE THE TRICHODERMA FUNGI CELL WALL Ruchi, Widya; Putri, Dwi Hilda; Anhar, Azwir
Bioscience Vol 3, No 1 (2019): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0201931102859-0-00

Abstract

Dinding sel jamur Trichoderma tersusun atas senyawa kitin yang sangat kokoh dan resisten terhadap aktivitas enzim. Teknik dan metode spesifik diperlukan untuk mendegradasi dinding sel jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode isolasi DNA terbaik dalam melisiskan dinding sel jamur dengan membandingkan beberapa metode isolasi. Metode isolasi yang digunakan adalah DNeasy Plant Mini Kit, kombinasi DNeasy Plant Mini Kit dan pemanasan, serta kombinasi DNeasy Plant Mini Kit dan cara fisik (menggerus sampel dengan menggunakan mortar dan pestle dalam nitrogen cair). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai September 2018 yang bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Bioteknologi dan Genetika, serta Laboratorium Penelitian Terpadu, FMIPA, UNP. Data dianalisis secara kualitatif dengan elektroforesis gel agarose dan secara kuantitatif dengan menghitung nilai kemurnian dan konsentrasi DNA menggunakan Nanodrop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kombinasi DNeasy Plant Mini Kit dengan cara fisik memberikan hasil isolasi DNA dengan konsentrasi yang tertinggi yaitu 2,4 ?g/ml dengan nilai kemurnian 1,857. Pada metode DNeasy Plant Mini Kit dan metode kombinasi DNeasy Plant Mini Kit dengan pemanasan, konsentrasi DNA yang diperoleh berturut-turut 1,211 µg/ml dan 0,933 µg/ml dengan nilai kemurnian 1,728 dan 1,708. Hasil uji elektroforesis menunjukkan adanya pita DNA berupa garis tipis pada sampel yang diisolasi dengan kombinasi metode kit dan cara fisik, sedangkan pada kedua sampel lainnya tidak ditemukan adanya pita DNA. Dapat disimpulkan metode isolasi DNA yang dapat dijadikan rujukan untuk mendegradasi dinding sel jamur Trichoderma adalah metode kombinasi kit dengan nitrogen cair dengan catatan dibutuhkan penambahan kadar isolat yang digunakan.Kata Kunci: Isolasi DNA, Dinding sel, Trichoderma
DAYA HAMBAT SARI TANAMAN OBAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STRAIN Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Putri, Dwi Hilda; Fifendy, Mades; Febrianti, Rhini
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.498 KB) | DOI: 10.31958/js.v2i2.17

Abstract

Staphylococcus aureus infection can be treated with Methicilin, ? lactam class of antibiotics that have drug targets in the cell wall. Bacteria S. aureus that is resistant to methicillin called methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). One alternative that can be used in strains of antibiotic-resistant bacteria that have this is to use medicinal plants. This study aimed to know the ability of medicinal plant extracts inhibit the growth of bacterial strains of MRSA. This kind of research is experimental research. Medicinal plants tested were Garlic, Turmeric, Aloe Vera, Daun Salam, Curcuma, Ginger, Betel Leaf and Alpinia galanga. As a control, which is used Amphicillin, ? lactam antibiotic class. The method used to determine the diameter of inhibition area of medicinal plant extracts is paper diffusion method. The results showed that all medicinal plants can inhibit bacterial growth of MRSA strains characterized by the inhibition zone formed on each treatment. The ability of garlic and turmeric extract better than Amphicillin and other medicinal plants to inhibit bacterial growth of MRSA strains.Kata kunci: inhibit,  growth, bacteria, methicillin resistant staphylococcus aureus (MRSA)
KUALITAS JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR SECARA MIKROBIOLOGI DI KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG SUMATERA BARAT Rahmawita, Rahmawita; Putri, Dwi Hilda; Advinda, Linda
Biomedika Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i2.7020

Abstract

ABSTRAKPangan jajanan merupakan sarana bagi anak-anak dalam pemenuhan kebutuhan kecukupan gizi, tetapi juga berisiko menimbulkan keracunan jika tidak higienis. Menurut Undang–Undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa keamanan pangan adalah usaha mencegah pangan dari kontaminasi biologis, kimia dan fisik. Laporan kasus kejadian luar biasa (KLB) yang dikeluarkan oleh BPOM tahun 2016 menyatakan bahwa 16,35% keracunan makanan di Indonesia berasal dari pangan jajanan di sekolah dan sebanyak 42,14%  berasal dari jajanan yang dibuat dari pangan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menguji kualitas  jajanan anak sekolah dasar secara mikrobiologi di Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengidentifikasi mikroba patogen dalam jajanan yang di jual pada 19 Kantin Sekolah Dasar pada bulan Maret hingga April 2018. Total sampel yang dapat disampling sebanyak 49 sampel. Pengambilan sampel dilakukan pagi hari hingga menjelang jam istirahat siang. Sampel yang disampling dari kantin dibagi dalam tiga bentuk yaitu jajanan kering, jajanan basah dan minuman yang diberi es batu. Hasil penelitian dengan ditemukannya S.aureus pengkontaminasi pada 1 sampel (2,04%) dari jajanan kering dan E. coli sebanyak 3 sampel (6,12%) dari minuman yang diberi es batu, dan bakteri jenis lain sebanyak  91.82 %.Kata kunci:  Kualitas Mikrobiologi, Jajanan Anak Sekolah, Mikroba Patogen Pengkontaminan. ABSTRACTSchool Children Food (SCF) played an important role in providing nutrient intake of children nutritional  needs, in the other hand, it may has a risk of poisioning if unhygienic. According to the Law of Republic Indonesia number 18 of 2012 on food states that food security is an attempt to prevent food from biological, chemical and physical contamination. Report on Outbreaks issued by BPOM in 2016 states that 16.35% of food poisoning in Indonesia caused by contaminated SCF, and as much as 42.14% caused by contaminated of household SCF. The aim of this study is to test the microbiological quality of Elementay SCF in Sub-district Koto Tangah Padang. This descriptive research would like to identify pathogenic microbial in SCF which sold at 19 elementary school canteen during periode of time March to April 2018. The total samples are 49. Time of sampling conducted from morning until right before lunchtime. The samples categorized into three forms which are dried, wet and ice-cubed drinks. The result showed that one sample (2.04%) of dried SCF was contaminated by S. aureus, three samples (6.12%) of Iced-cube drinks was contaminated by E.coli and the rest (91.82%) was contaminated by other bacteria. Keyword: Microbiological Quality, School Children Food, Pathogenic Bacteria.
DIVERSITAS BAKTERI ENDOFIT PADA DAUN MUDA DAN TUA TUMBUHAN ANDALEH (Morus macroura miq.) Putri, Dwi Hilda; Fifendy, Mades; putri, Moca Faulina
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol 19 No 1 (2018): EKSAKTA Berkala Ilmiah Bidang MIPA
Publisher : Pusat Kajian Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol19-iss1/122

Abstract

Endphytic microbes are microscopic living organisms (bacteria and fungi) that live in plant tissues (xylem and phloem), leaves, roots, fruit, and stems. These microbes live symbiosis of mutual benefit. Morus macroura miq. or Andaleh is a native plant of western Sumatra that is considered rare. The purpose of this study was to isolate and identify entophytic bacteria found in young leaves and old leaves andaleh taken from the village Andaleh, Kec. Batipuah West Sumatra. The methods used to isolate endophytic bacteria from andaleh leaves are spread plate and streak plate. Identification of endophytic bacteria in macroscopic or colony morphology. A total of 12 isolates of endophytic bacteria from young andaleh leaf and 8 isolates of endophytic bacteria from andaleh leaf. Identification Microscopic using gram staining obtained bacteria 18 gram positive endophytic bacterial isolates and 2 isolate gram negative bacteria.
KOLONISASI BAKTERI ENDOFIT PADA AKAR TUMBUHAN ANDALEH (Morus macroura Miq.) Yandila, Sisri; Putri, Dwi Hilda; Fifendy, Mades
BIO-SITE |Biologi dan Sains Terapan Vol 4 No 2 (2018): Bio-Site
Publisher : Biology Department, Faculty of Science and Technology, Univeristas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.117 KB) | DOI: 10.22437/bs.v4i2.5255

Abstract

Endophytic bacteria are bacteria living in plant tissues and symbiotic mutualism with their host. The excess production of bioactive substances from endophytic microorganisms among others, microorganisms are easy to grow, have shorter life cycles than plants and can produce large amounts of bioactive compounds. Endophytic bacteria found in plants generally originate from the roots and then spread through xylem tissue. Endophytic bacteria that live within the plant tissue for a certain period and are able to live by forming colonies in plant tissue without harming the host. Endophytic bacteria can be isolated from sterile plant tissue surfaces or extracted from inner plant tissue. The purpose of this study was to determine the type of bacterial isolate of edofit found in the root of Andaleh plant. The method used to isolate endophytic  bacteria from the root plant Andaleh  is streak plate method. Identification of bacteria macroscopically and microscopically. The results obtained were 16 isolates of endophytic bacteria from the roots of Andaleh plant seen from different colony forms. Identify microscopically with Gram staining
Analisis Mutasi pada Kodon 531 Pada Gen Rpob Mycobacterium tuberculosis Penyebab Resistensi Rifampisin Cita, Yatnita Parama; Putri, Dwi Hilda
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 15 No 2 (2017): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.695 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi yang serius di dunia. Menurut WHO, diperkirakan lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit menular ini. Salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan penanganan kemoterapi TB ternyata tidak efektif melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TB. Efektivitas pengobatan sering terhambat oleh munculnya resistensi bakteri terhadap agen imunoterapi M. tuberculosis. Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa resistensi bakteri dapat terjadi pada lebih satu jenis agen kemoterapi yang juga dikenal dengan multi drug resistansi (MDR). Mycobacterium tuberculosis mengembangkan mekanisme resistensi yang berbeda dengan bakteri lain pada umumnya. Dalam prokariota, resistensi pada umumnya disebabkan oleh transfer genetik, baik melalui plasmid, transposon dan lainnya. Rangkaian referensi beta sub unit protein RNAP M. tuberkulosis dengan nomor aksesi NP_215181.1 dan gen M. tucerculosis rpoB dengan nomor aksesi NC_000962.3 digunakan untuk mendapatkan informasi pendahuluan dari data base www.ncbi.nlm.gov dan www.uniprot. org. Mutasi dilakukan menurut beberapa literatur studi. Analisis komposisi, profi l, lokasi dan struktur protein menggunakan www.expasy.org, TMHMM dan http://bioinf.cs.ucl.ac.uk/psipred. Desain primer dilakukan dengan Program Desain Primer. Berdasarkan analisis mutasi pada subunit beta protein RNAP M. tuberkulosis, kodon 531 (Ser->Leu), diketahui bahwa mutasi menyebabkan perubahan pada beberapa sifat dan struktur protein. Kemungkinan perubahan yang mempengaruhi sifat resistensi bakteri terhadap antibiotik rifampisin. Namun, analisis lebih lanjut perlu dilakukan dengan analisis teknik docking.
Bioinformatics Study Genes Encoding Enzymes Involved in the Biosynthesis of Carotenoids Line Cassava (Manihot esculenta) Putri, Dwi Hilda; Anika, Mutia; Wahyuni, Wahyuni
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol 20 No 1 (2019): EKSAKTA : Berkala Ilmiah Bidang MIPA
Publisher : Pusat Kajian Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol20-iss1/161

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) adalah salah satu tanaman pangan yang mengandung karbohidrat tinggi dan digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. Singkong juga mengandung beberapa jenis protein, termasuk beta-karoten. Namun, beberapa tanaman juga mengandung berbagai tingkat beta-karoten. Beta-karoten adalah salah satu kelompok karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A. Penelitian bioinformatika ini bertujuan untuk menentukan persamaan dan perbedaan dalam gen penyandi enzim yang terlibat dalam jalur biosintesis karotenoid dalam singkong dengan beberapa tanaman yang mengandung beta-karoten dari sekuens nukleotida dan pengkodean protein gen karotenoid (Lcy α dan Lcy β). Data tentang urutan nukleotida dan protein diperoleh melalui database NCBI. Kesamaan dan perbedaan dalam data nukleotida dan urutan protein terlihat dari pohon filogenetik menggunakan program MEGA 7.0. Berdasarkan gen nukleotida, Lcy α Manihot esculenta dengan beberapa tanaman yang mengandung beta-karoten tidak berhubungan. Berdasarkan urutan protein nukleotida pohon filogenetik Lcy α dan Lcy β Manihot esculenta dengan beberapa tanaman yang mengandung beta-karoten ada perbedaan