Abdul Qadir
Department of Mechatronic Engineering, International Islamic University Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

METODE PENGUSANGAN CEPAT DENGAN LARUTAN ETANOL UNTUK PENGUJIAN VIGOR DAYA SIMPAN BENIH CAISIN (BRASSICA RAPA L. CV. GRUP CAISIN) Amanah, Aisa; Sari, Maryati; Qadir, Abdul
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.537 KB) | DOI: 10.29244/jhi.7.3.165-175

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to obtain effective duration in accelerated aging method with soaking the seed in 20% liquid ethanol which could estimate vigor related to storability of caisin seed during 3 and 6 months storage. There were five commercial caisin seed lots used in this study. The lots have different initial vigor. This research was conducted in two separate experiments. The first experiment was conducted to study deterioration of caisin seeds stored in aluminum foil pouches for 3 and 6 months at ambient room. The second experiment was conducted to study the effect of chemical aging duration, i.e 30, 60, 90, 120, 150, and 180 minutes moistened (12 hours imbibed) seed soaking in liquid ethanol 20%. Both of experiments were arranged in completely nested design. Germination of seeds after soaking in 20% liquid ethanol for 90 minutes was positively correlated with germination of seeds after storage for 3 and 6 months with coefficient of corellation = 0.87 and 0.88. Both coefficient of corellations were close to 1 which showed that the germination of seeds after accelerated ageing with soaking in 20% liquid ethanol could estimate seed vigor related to storability. Vigor related to storability of caisin seed after 3 months could be predicted by the equation y = 56.04+0.36x with the coefficient of determination 77.00%. While after 6 months it can be predicted by the equation y = 62.72+0.38x with the coefficient of determination 74.90%. Y variable indicates germination of caisin seed after storage while the x variable indicates germination of caisin seed after soaking in 20% liquid ethanol for 90 minutes.Key words: deterioration, devigoration, longevity, seed storage, viabilityABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mendapatkan waktu perendaman ke dalam etanol 20% yang tepat pada metode pengusangan cepat kimia yang dapat menduga vigor daya simpan benih caisin setelah penyimpanan 3 dan 6 bulan. Benih yang digunakan berasal dari lima lot benih komersial dengan vigor awal yang berbeda. Penelitian terdiri atas 2 percobaan terpisah. Percobaan 1 adalah penyimpanan benih caisin dalam kemasan aluminium foil selama 3 dan 6 bulan pada ruang suhu kamar. Percobaan 2 yaitu pengusangan cepat kimia dengan merendam benih caisin yang telah dilembabkan selama 12 jam ke dalam larutan etanol 20% selama 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Kedua percobaan menggunakan rancangan acak lengkap tersarang. Daya berkecambah benih setelah pengusangan melalui perendaman etanol 20% selama 90 menit berkorelasi positif dengan daya berkecambah benih setelah penyimpanan selama 3 dan 6 bulan. Nilai koefisien korelasi pada 3 dan 6 bulan setelah simpan adalah 0.87 dan 0.88. Kedua koefisien korelasi tersebut mendekati 1 yang menunjukkan bahwa daya berkecambah benih setelah pengusangan cepat dengan etanol 20% dapat menduga vigor daya simpan. Vigor daya simpan benih caisin setelah 3 bulan simpan dapat diduga dengan persamaan y = 62.72+0.38x dengan nilai koefisien determinasi sebesar 77.00%, sementara setelah 6 bulan dapat diduga dengan persamaan y = 56.04+0.36x dengan nilai koefisien determinasi sebesar 74.90%. Peubah y menunjukkan daya berkecambah setelah penyimpanan sedangkan x menunjukkan daya berkecambah setelah pengusangan melalui perendaman etanol 20% selama 90 menit.Kata kunci: daya simpan, deteriorasi, devigorasi, penyimpanan benih, viabilitas
POLA PENURUNAN VIABILITAS DAN PENGEMBANGAN METODE PENDUGAAN VIGOR DAYA SIMPAN BENIH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) Rosyad, Astryani; Suhartanto, M. Rahmad; Qadir, Abdul
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.633 KB) | DOI: 10.29244/jhi.7.3.146-154

Abstract

ABSTRACTInformation of seed quality during storage can be determined through the actual storage and storability vigor estimation. This study aimed at comparing effective accelerated aging methodbetween physical and chemical, and studying the seed deterioration during storage in ambient (T =28-30 0C, RH=75-78%) and AC (T =18-20 0C, RH =51-60%) condition with three levels of initial moisture content (8-10%, 10-12%, and 12-14%) for 20 weeks. The final objective of this researchwas to develop model for storability vigor of papaya seed. Two experiments, accelerated aging and seed storage were conducted at Seed Laboratory, Department of Agronomy and Horticulture, Bogor Agricultural University from October 2015 to May 2016. A completely randomized design with nested factors and four replications was applied to both experiments. The results showed that physical accelerated aging using IPB 77-1 MMM machine was more effective than chemical accelerated aging using IPB 77-1 MM machine for papaya seed. The viability of seed stored in AC condition remained high until the end of the storage period, whereas it declined at 16 week storage period in the ambient condition. The viability of seed with initial moisture content of 12-14% declined faster than that of initial moisture content of 8-10% after 18 week storage periode. The model used to estimate the storability vigor of papaya seed accurately was the equation y = a + b expcx where y : storability vigor estimation, x : aging time and a,b,c : constant value. Simulation of storability vigor estimation with constant value of a, b, c and input of aging time can estimate storability seed vigor in actual storage.Keywords: accelerated aging, IPB 77-1 MM machine, IPB 77-1 MMM machine, seed storage, simulationABSTRAKInformasi mutu benih selama penyimpanan dapat diketahui melalui penyimpanan secara aktual dan pendugaan vigor daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metodepengusangan cepat yang efektif antara fisik dengan kimia serta mempelajari pola penurunan viabilitas benih selama penyimpanan aktual pada kondisi simpan kamar (suhu =28-30 0C, RH =75-78%) dan AC (suhu =18-20 0C, RH =51-60%) dengan tiga tingkat kadar air awal (8-10%, 10-12%, dan 12-14%) selama 20 minggu. Tujuan akhirnya adalah membangun model vigor daya simpan benih pepaya. Penelitian pengusangan cepat dan penyimpanan dilakukan pada bulan Oktober 2015 sampai Mei 2016 di Laboratorium Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut PertanianBogor. Kedua penelitian menggunakan rancangan acak lengkap tersarang dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusangan cepat secara fisik dengan alat IPB 77-1 MMM lebih efektif daripada pengusangan kimia dengan alat IPB 77-1 MM untuk benih pepaya. Viabilitas benih yang disimpan pada kondisi AC tetap tinggi hingga akhir periode simpan, sedangkan pada kondisi kamar penurunan viabilitas dimulai pada periode simpan 16 minggu. Benih yang disimpan dengan tingkat KA awal sebesar 12-14% lebih cepat mengalami penurunan viabilitas mulai periode simpan 18 minggu dibandingkan dengan benih dengan KA awal 8-10%. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat korelasi yang erat antara pola kemunduran benih pada pengusangan cepat dan penyimpanan aktual, sehingga model pendugaan vigor daya simpan (y) berdasarkan waktu pengusangan (x) dapat disusun dengan persamaan y = a + b expcx. Simulasi pendugaan vigor daya simpan dengan nilai konstanta a, b, dan c serta input waktu pengusangan dapat menduga vigor daya simpan benih selama penyimpanan aktual.Kata kunci: alat IPB 77-1 MM, alat IPB 77-1 MMM, pengusangan cepat, penyimpanan benih,simulasi
PENENTUAN METODE PEMATAHAN DORMANSI BENIH KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS L.) AKSESI CILACAP Melasari, Nur; Suharsi, Tatiek Kartika; Qadir, Abdul
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.851 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16824

Abstract

Kecipir merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat dan berpotensi untuk dilestarikan. Karakteristik benih kecipir yang impermeabel terhadap air dan gas merupakan faktor yang diduga menyebabkan kecipir sulit untuk berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas metode pematahan dormansi dan pengaruhnya terhadap struktur benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan Laboratorium Silvikultur SEAMEO BIOTROP selama 6 bulan. Metode pematahan dormansi dengan perlakuan larutan asam kuat HNO3 5% selama 10 menit dengan nilai daya berkecambah 93.33% dan keserempakan tumbuh 86.67% merupakan nilai yang nyata lebih baik dibanding kontrol sehingga metode ini dapat meningkatkan persentase daya berkecambah dan keserempakan tumbuh benih kecipir. Perlakuan larutan asam kuat HNO3 10% selama 15 menit dengan nilai indeks vigor 56.67% merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan persentase indeks vigor benih kecipir. Perlakuan suhu 50 0C selama 10 menit dengan nilai kecepatan tumbuh 14.79% etmal-1 merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan kecepatan tumbuh dan menghasilkan kecambah dengan akar yang lebih panjang dibandingkan kontrol maupun perlakuan lain. Perlakuan amplas tidak dapat meningkatkan viabilitas maupun vigor benih, bahkan menimbulkan pertumbuhan cendawan yang menyebabkan kemunduran benih.
PENDUGAAN VIGOR DAYA SIMPAN BENIH KUBIS (BRASSICA OLERACEA L. VAR. CAPITATA) MENGGUNAKAN METODE PENGUSANGAN CEPAT DENGAN ETANOL Rosida, Amalia; Sari, Maryati; Qadir, Abdul
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.601 KB) | DOI: 10.29244/jhi.6.3.152-160

Abstract

ABSTRACTA method that can predict vigor of seed correlated to seed longevity is necessary for cabbage seed production. The objective of this study was to obtain effective soaking time in the chemically accelerated aging method with liquid ethanol 20%, that can estimate vigor correlated to seed longevity of cabbage. Cabbage seed consisted of 6 commercial seed lots with different initial vigor, i.e. G1, MG, GC, GT, B3, and KC. In the first experiment, the seeds were stored for 6 months in aluminum foil at open storage with temperature of 23.3-29.9 0C and 61-85% relative humidity. In the second experiment, rapid aging was done by soaking seeds in liquid ethanol 20% for 30, 60, 90, and 120 minutes. The results showed that vigor index of ethanol soaking for 30 minutes in ethanol 20% had close correlation with germination of seed after storage for 6 months with a coefficient correlation r=0.92. Therefore, it could be used to predict vigor correlated to storability. Cabbage seed vigor after 6 months could be predicted by the equation y=3.338+1.054x, where x was variable vigor index after soaking seeds in ethanol 20% for 30 minutes, and a coefficient of determination R2=0.84.Keywords: deterioration, rapid aging, seed longevity, seed storage, viabilityABSTRAKMetode yang dapat menduga vigor daya simpan benih kubis sangat diperlukan untuk mendukung penyediaan benih kubis yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu perendaman yang efektif pada metode pengusangan cepat kimia dengan etanol 20%, yang dapat menduga vigor daya simpan benih kubis. Benih kubis yang digunakan terdiri atas 6 lot benih komersial, yaitu G1, MG, GC, GT, B3, dan KC dengan vigor awal yang berbeda. Percobaan pertama adalah penyimpanan benih dalam kemasan aluminium foil selama 1 sampai 6 bulan pada ruang simpan terbuka (suhu 23.3-29.9 0C dan RH 61-85%). Percobaan kedua adalah pengusangan dengan merendam benih dalam larutan etanol 20% selama 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil menunjukkan indeks vigor setelah perendaman dalam etanol selama 30 menit memiliki korelasi yang erat dengan daya berkecambah benih setelah disimpan selama enam bulan dengan koefisien korelasi sebesar 0.92, sehingga dapat digunakan untuk menduga vigor daya simpan. Vigor daya simpan benih kubis setelah penyimpanan selama enam bulan dapat diduga dengan persamaan y= 3.338 + 1.054x, dengan x peubah indeks vigor setelah perendaman etanol 20% selama 30 menit, dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.84.Kata kunci: kemunduran benih, pengusangan cepat, daya simpan benih, penyimpanan benih, viabilitas
PENGOLAHAN TANDAN BENIH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUIINENSIS JACQ) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MARIHAT, SUMATERA UTARA Julyan, Benny; Qadir, Abdul; Supijatno, .
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.973 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16482

Abstract

Kegiatan penelitian dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Marihat, Sumatera Utara mulai dari bulan Februari sampai Juli 2011. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman tentang produksi benih dan untuk penelitian viabilitas benih berdasarkan tempat benih dalam tandan buah kelapa sawit. Data primer diperoleh dengan dua hal, berpartisipasi dalam empat Divisi SUS-BHT (Satuan Usaha Strategis - Bahan Tanaman) seperti Breeding, Pohon Induk, Produksi Benih dan Quality Control. Yang kedua adalah program penelitian tentang kelayakan tetrazolium dan uji benih berkecambah berdasarkan tempat benih dalam tandan buah. Pengolahan tandan bibit kelapa sawit terdiri dari memotong, fermentasi, membelah buah, mengupas, mematahkan dormansi, dan mengecambahkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bagian terbaik untuk membuat benih yang baik adalah di bagian tengah tandan buah.
FENOLOGI, MORFOLOGI, DAN HASIL EMPAT AKSESI KACANG BAMBARA (VIGNA SUBTERRANEA (L.) VERDC.) Manggung, Raden Enen Rindi; Qadir, Abdul; Ilyas, dan Satriyas
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.87 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i1.12492

Abstract

ABSTRACTCharacterization and evaluation of genetic potential of bambara groundnut accessions is very important in order to obtain accessions with high yield potential and early maturity. The objective of this research was to study the phenology, morphology, and yield of four bambara groundnut accessions. This experiment was conducted using a randomized completely block design with one factor i.e. origin of accessions (Bogor and Sukabumi black testa, Sumedang black and brown testa). The results showed that days to seedling emergence of Sumedang brown testa were 9.7 days after sowing (DAS), three other accessions ranged from 8.0 to 8.3 DAS. Days to 75% flowering of Sumedang brown testa was 45.3 days, the other three accessions ranged from 46.0 to 46.7 DAS. Days to pod formation of Bogor and Sumedang accessions with black testa were 49 DAS, Sumedang brown testa at 50 DAS, and Sukabumi accession at 54 DAS. Physiological seed maturity of Bogor and Sukabumi accessions at 112 DAS, Sumedang brown testa at 116 DAS and black testa at 128 DAS. Morphological variation of four bambara groundnut accessions included color of plumule, petiole, seed coat (testa), and leaf shape. Accessions of Sukabumi and Bogor black testa were potential to be developed further because of its showing higher number and weight of pods, and earlier maturity compared to those of Sumedang accessions with black and brown testa.Keywords: early maturity, leaf shape, pod, seedling emergence, testa color
METODE DETERIORASI TERKONTROL UNTUK PENDUGAAN DAYA SIMPAN BENIH KEDELAI ., Nizaruddin; Suwarno, Faiza C.; Widajati, Eny; Qadir, Abdul
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.291 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i1.8145

Abstract

ABSTRACTPhysiological quality of soybean seeds was easily deteriorated during storage. The objectives of the research were to determine controlled deterioration test which could be used to evaluate soybean seed viability and to find the appropriate controlled deterioration test for estimating storability of soybean seed. The research was conducted at the quality control laboratory PT. BISI International, Tbk., Kediri since October 2012 until February 2013. The completely randomized design with four replications was used in the experiment by moisture content and deterioration periods as treatment. The results showed that the controlled deterioration periods to evaluate two varieties of soybean seed were same for 16 hours at 17.5% moisture content for Wilis and 15% moisture content for Detam-1. The result also showed that there were significant correlations between controlled deterioration values with actual values from 16 weeks storage periods, indicating controlled deterioration test periods could estimate storage periods. Verification of seed vigor relation to storability model showed there were no significant differences between germination and speed of germination between controlled deterioration and actual values. Simulation of soybean seed storability model with germination percentage after controlled deterioration as input variables could predict the storage periods.Keywords: Glycine max, rapid ageing, seed modelling, seed vigour, vigour index
OPTIMASI PENGERINGAN BENIH JAGUNG DENGAN PERLAKUAN PRAPENGERINGAN DAN SUHU UDARA PENGERINGAN Rofiq, Muhammad; Suhartanto, Mohamad Rahmad; Suharsi, Tatiek Kartika; Qadir, Abdul
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.278 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8096

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengeringan benih jagung melalui pengembangan rancangan sistempengeringan dan melakukan kombinasi perlakuan prapengeringan dengan suhu udara pengeringan untuk mendapatkan mutubenih yang maksimum. Prapengeringan dapat dilakukan dengan cara menghembuskan udara suhu kamar menggunakanmesin blower dan dilakukan sebelum benih jagung diberikan perlakuan udara panas. Penelitian terdiri atas 3 tahap, yaitu(1) Perancangan sistem pengeringan, (2) Optimasi pengeringan benih jagung, dan (3) Analisis ekonomi. Kegiatan pertamaterdiri atas 2 tahap, yaitu pembuatan dan pengujian mini box dryer. Optimasi pengeringan benih jagung terdiri atas 2 faktorperlakuan, yaitu prapengeringan (0, 12, 24, dan 36 jam), dan suhu udara pengeringan (40, 45, 50, dan 55 °C), menggunakanrancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan. Analisis mutu fisik dan fisiologis dilakukan untuk mendapatkanperlakuan yang mampu menghasilkan benih dengan kualitas baik. Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui perlakuanyang memiliki B/C Ratio paling tinggi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan prapengeringan 36jam dan suhu udara pengeringan 50 °C merupakan perlakuan optimum pada pengeringan benih jagung, karena mampu menghasilkan benih dengan kualitas baik dan memiliki B/C Ratio paling tinggi.Kata kunci: mini box dryer, optimasi pengeringan benih, prapengeringan, suhu udara pengeringan
PENGUJIAN TOLERANSI GENOTIPE PADI (ORYZA SATIVA L) TERHADAP SALINITAS PADA STADIA PERKECAMBAHAN Arzie, Donny; Qadir, Abdul; Suwarno, Faiza Chairani
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.446 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15817

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang sederhana, cepat dan murah untuk menguji toleran garam dari genotipe padi pada tahap perkecambahan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dan Stasiun Percobaan Rice Research di Muara, Bogor pada Juni 2010 sampai Januari 2011. Berkecambah benih dilakukan di atas kertas merang dengan metode UKDdp menggunakan 4000 ppm NaCl selama 2 minggu adalah metode terbaik untuk membedakan varietas toleran dan rentan pada kondisi laboratorium. Metode ini mudah diaplikasikan, membutuhkan waktu yang singkat dan efisien dalam ruang. Sebanyak 40 genotipe padi kemudian diuji untuk toleransi salinitas dengan metode ini dan metode standar. Dalam metode standar, bibit berumur dua minggu ditransplantasikan ke media tanah salin dengan 4000 ppm NaCl selama 6 minggu di rumah kaca. Variabel persentase daun mati dapat untuk membedakan 7 genotipe padi toleran, 19 genotipe agak toleran, 14 genotipe agak rentan, dan 4 rentan. Lalan adalah genotipe yang paling rentan terhadap kondisi salin, diikuti oleh B11844-MR-23-4-6, B13133-9-MR-3-KY-2, dan B13136-3-MR-1-KY-5. Koefisien korelasi yang rendah antara variabel toleransi salinitas di laboratorium dan di rumah kaca, mungkin disebabkan oleh tahap pertumbuhan yang berbeda.
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR Qadir, Abdul
Informasi Vol 35, No 2 (2009): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.976 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6390

Abstract

Perkembangan perilaku dalam kaitannya dengan motivasi adalah pertama, perilaku muncul jika ada pihak kedua yang secara fisik disegani/ditakuti sehingga seseorang terdorong melakukan/tidak melakukan sesuatu perbuatan. Kedua, perilaku yang didasarkan akan kesadaran terhadap norma yang harus ditaati. Ketiga, perilaku yang didasarkan pada kesadaran tertinggi akan substansi dan hakikat suatu perilaku. Pemberian motivasi melalui nasihat dan perilaku/teladan dalam melaksanakan ibadah merupakan cara yang harus ditempuh guru. Karena itulah Guru Agama Islam harus mampu memberi rangsangan kepada anak secara umum, terutama pada anak usia sekolah dasar (SD) dalam proses pembelajaran untuk membantu perkembangan sikap dan perilaku anak didik. Variasi metode pembelajaran diperlukan agar peserta didik lebih mudah menerima pembelajaran agama. Metode yang digunakan oleh guru antara lain: metode dialog (al-Hiwar), percakapan tanya-jawab, metode cerita (al-Qishah), memberi pengetahuan dan perasaan keagamaan kepada siswa, metode perumpamaan (al-Amtsal)-untuk mengungkapkan suatu sifat, hakikat, dan relaita melalui contoh dan perumpamaan, metode keteladanan (al-Uswah)- syarat mutlak yang harus melekat pada setiap guru. Metode lainnya adalah metode sugesti dan hukuman (al-Targhib wa al-Tarhib). Sesuai dengan tahap perkembangan anak-anak, masa kanak-kanak akhir berlangsung kurang lebih 6-12 tahun yang dibagi menjadi 2 masa. Pada masa pertama, pendidik menyengaja agar anak didik meniru perbuatannya, misalnya disengaja membaca ?basmallah? ketika memulai pelajaran, sambil menyuruh siswa untuk menirunya. Cara ini lazim dilakukan terhadap anak didik di TK dan di SD. Pada macam kedua, guru tidak sengaja melakukan perbuatan tertentu, akan tetapi seluruh pribadinya sesuai dengan norma-norma Islam yang dapat dijadikan teladan bagi anak didik. Kata kunci: guru, motivator, pembelajaran, Agama Islam