SITI RACHMAWATI
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK CAULERPA RACEMOSA SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA FILLET IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Rachmawati, Siti; Sumardianto, -; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga Caulerpa racemosa mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri untuk mencegah  pembusukan pada ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada Caulerpa racemosa secara kuantitatif, jenis antibakteri dominan pada Caulerpa racemosa, dan pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak Caulerpa racemosa terhadap perubahan nilai pH, TPC, TVBN, dan organoleptik pada fillet ikan bandeng selama penyimpanan dingin.  Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratoris menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu lama penyimpanan (0, 4, 8, dan 12) hari dan faktor kedua yaitu konsentrasi antibakteri ekstrak Caulerpa racemosa kontrol,1% dan 1,5%. Data pH, TVB dan TPC dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur), sedangkan data organoleptik dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Duns Multiple Comparison menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Caulerpa racemosa dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, TVB, TPC dan organoleptik. Penambahan ekstrak Caulerpa racemosa 1% dan 1,5% dapat menghambat pembusukan pada fillet ikan bandeng hingga hari ke-8, sedangkan fillet kotrol sudah mengalami pembusukan pada hari ke-4. Konsentrasi methanol pada ekstraksi Caulerpa racemosa terbaik adalah 100%. Senyawa antibakteri dominan pada Caulerpa racemosa berasal dari golongan alkaloid. Penggunaan ekstrak Caulerpa racemosa 1% merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan kesegaran fillet ikan bandeng yang disimpan pada suhu dingin. Macroalgae Caulerpa racemosa contains bioactive compounds as an antibacterial to prevent fish spoilage. The aimed of this study was to determine bioactive compound content of Caulerpa racemosa quantitatively, the dominat antibacterial compounds in Caulerpa racemosa, and the effect of different concentrations of Caulerpa racemosa extract to the changes of pH, TPC, TVBN, and sensory value of milkfish fillet during cold storage. The observation was carried out every 4 days. The method used was experimental laboratory with randomized completely design with 3x4 factorial design and in triplicates The first factor was the storage time (0, 4, 8, and 12 days) and the second factor was the concentration of antibacterial extract from Caulerpa racemosa control 1% and 1.5%. pH, TVB and TPC data were analyzed by ANOVA and HSD test (Honestly Significant Difference), while sensory data by Kruskal Wallis test and Duns Multiple Comparison test using SPPS. The results showed that the addition of Caulerpa racemosa extract in different concentrations significantly (p <0.05) affect on pH, TVB, TPC and sensory value. The addition of Caulerpa racemosa extract 1% and 1.5% can inhibit spoilage in catfish fillets up to day 8, while the control already decomposing on the 4th day. The best concentration of methanol that used to Caulerpa racemosa extraction was 100%. The dominant of Antibacterial compound in Caulerpa racemosa was sourced from alkaloid class. The using of 1% Caulerpa racemosa extract is the best treatment to maintain the freshness of fish fillets during cold storage.
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI PT. INTILAND DEVELOPMENT Rachmawati, Siti; Zainuddin, Moch.; Irfan, Maulana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.969 KB)

Abstract

Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah diterapkan di banyak perusahaan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mewajibkan perusahaan untuk melakukan program CSR. Hal ini termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia no 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Program CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan biasanya meliputi beberapa aspek, yaitu pemberdayaan komunitas, ekonomi, sosial, pengembangan kreatifitas pemuda, maupun olahraga.Salah satu perusahaan yang menjalankan program Corporate Social Responsibility ialah PT. Intiland Development. Penelitian di perusahaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah program CSR yang telah dilaksanakan oleh PT. Intiland Development menjalankan prinsip sustainable development. Mengingat pentingnya aktifitas pembangungan berkelanjutan sehingga tidak hanya dilaksanakan dalam jangka waktu singkat saja.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi lapangan dan juga mengkaji dari literatur terkait. Peneliti akan melakukan wawancara mendalam kepada seorang pelaksana program CSR di PT. Intiland Development. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif.
PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLAHAN BATU KAPUR TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PEKERJA DAN MASYARAKAT DI DESA KARAS KECAMATAN SEDAN KABUPATEN REMBANG Rachmawati, Siti; Masykuri, M; Sunarto, Sunarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.195 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.16-23

Abstract

Aspek perlindungan pekerja dalam pengelolaan limbah padat medis B3 di rumah sakit: Rachmawati, Siti; Suryadi, Iwan; Sumiyaningsih, Endah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Online First
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.34785

Abstract

Rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2015 merupakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana wajib melakukan pengelolaan limbah B3. Limbah medis yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan sebesar 10-25% dan sisanya sebesar 75 – 90% merupakan limbah domestik (Pruess etc, 2009).  Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data pendukung diperoleh dengan hasil wawancara, observasi, dan telaah dokumen.Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Limbah B3 yang dihasilkan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) berasal dari kegiatan pelayanan dan penunjang medis. Pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit UNS meliputi pemilahan, pengemasan, pengumpulan dan penyimpanan. Pengangkutan  dan pengolahan diserahkan oleh pihak ketiga yaitu PT. Sarana Patra Jateng dan PT. Wastec Internasional, sedangkan untuk limbah B3 berwujud cair dimasukkan ke dalam Instalasi Pengolahan Limbah Air (IPAL) di rumah sakit kecuali oli. Kondisi pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal. rekomendasi untuk meningkatkan atau mengoptimalkan pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret antara lain sebaiknya menyediakan kantong plastik berwarna cokelat untuk menampung limbah kimia dan farmasi, sebaiknya membuat jalur khusus khusus untuk pengangkutan limbah b3 rumah sakit untuk menghindari area yang dilalui banyak orang dan sebaiknya memberikan imunisasi hepatitis kepada cleaning service yang terlibat dalam penanganan limbah B3 untuk menghindari risiko terkena infeksi apablia terjadi kecelakaan kerja. Penyediaan wastafel dan sabun cuci tangan di TPS  juga diperlukan untuk mengurangi risiko pencemaran kuman penyakit.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN AKIBAT PAPARAN DEBU SILIKA (SiO2) PADA AREA HAND MOULDING I, HAND MOULDING II, HAND MOULDING III, FETLING DAN MELTING PEKERJA PABRIK 1 PENGECORAN PT BARATA INDONESIA (PERSERO) Wardhani P, Aulia Kesuma; Rachmawati, Siti; Rinawati, Seviana
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i1.7008

Abstract

Silikosis merupakan penyakit ganguan pernapasan paling utama yang dialami oleh pekerja pengecoran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala gangguan sistem pernapasan akibat paparan debu silika (SiO2) Pada Area Hand Moulding I, Hand Moulding II, Hand Moulding III, Fetling dan Melting Pekerja Pabrik 1 Pengecoran PT Barata Indonesia (Persero). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang disebar pada area HM I, HM II, HM III, Fetling dan Melting. Hasil kuisioner yang diperoleh diuji menggunakan uji analitik chi square. Sebanyak 15 orang responden laki-laki atau 50% mengalami gangguan pernafasan. Bedasarkan hubungan gangguan pernafasan yang dihubungkan dengan pekerja yang memiliki aktivitas merokok dan mengalami gangguan pernafasan sebanyak 7 orang (p value 0,296>0,05;OR:2.139). Pekerja dengan masa kerja 2-4 tahun sebanyak 13 orang dan masa kerja > 4 tahun sebanyak 4 orang (p value 0,977>0,05;OR:1.122). Pekerja yang berpendidikan SMA yaitu sebanyak 14 orang (p value : 0,307>0,05) dan pekerja yang mempunyai riwayat dahulu 14 orang (p value : 0,002<0,05;OR :17.500) . Hasil dari uji berbagai faktor diatas membuktikan bahwa faktor riwayat pekerjaan dahulu mempunyai tingkat hubungan paling kuat yaitu 0,002 dan mempunyai risiko 17 kali lebih besar dari pada yang tidak memiliki riwayat pekerjaan dahulu. Faktor yang tidak berhubungan dengan gejala gangguan sistem pernapasan akibat paparan debu silika (SiO2) pada Area HM I, HM II, HM III, Fetling dan Melting Pekerja Pabrik 1 Pengecoran PT Barata Indonesia (Persero) adalah aktivitas merokok, masa kerja dan pendidikan, sedangkan faktor yang berhubungan adalah riwayat pekerjaan yang dimiliki pekerja.
POLA PERURATAN DAUN KELOPAK, DAUN MAHKOTA, DAN DAUN PADA SUKU APOCYNACEAE Sulasmi, Eko Sri; Rachmawati, Siti
Floribunda Vol 4, No 6 (2013)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.552 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v4i6.2013.104

Abstract

The pattern leaf venation of Apocynaceae is brochidodromous, intercosta pa-tterns are reticulate and parallel with anastomose ending and blind. There is no report of venation pattern of sepal and petal. Perianthium is derivated from leaf as the result of tropofil differentiation, while pistil and stamen are derivated from sporofil. This research aims to interpret the character of sepal and petalas modification of leaf refer to leaf venation pattern in Apocynaceae. Leaf clearing method was used in this research. The result showed that within 8 genera of Apocynaceae, the venation pattern of sepal and petal is more simple than leaf in primary vein, branch of primary vein, secondary vein, areolar, and vein endings. Sepal and petal have not secondary vein and doesn’t made intercosta and areolar region. Leaf has intercosta and areolar region. Pattern of vein ending in sepal and petal is blind ending, and leaf vein ending pattern anastomose, blind ending, and branched two or three times. Sepal and petal are modification of leaf that has more primary vein.It does not form vein, intercosta region, and blind ending.
ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS B3 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Rachmawati, Siti; Sumiyaningsih, Endah; Atmojo, Tutug Bolet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2015 merupakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana wajib melakukan pengelolaan limbah B3. Limbah medis yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan sebesar 10-25% dan sisanya sebesar 75 ? 90% merupakan limbah domestik (Pruess etc, 2009).  Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data pendukung diperoleh dengan hasil wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Limbah B3 yang dihasilkan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) berasal dari kegiatan pelayanan dan penunjang medis. Pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit UNS meliputi pemilahan, pengemasan, pengumpulan dan penyimpanan. Pengangkutan  dan pengolahan diserahkan oleh pihak ketiga yaitu PT. Sarana Patra Jateng dan PT. Wastec Internasional, sedangkan untuk limbah B3 berwujud cair dimasukkan ke dalam Instalasi Pengolahan Limbah Air (IPAL) di rumah sakit kecuali oli. Kondisi pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal. Rekomendasi untuk meningkatkan atau mengoptimalkan pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret antara lain sebaiknya menyediakan kantong plastik berwarna cokelat untuk menampung limbah kimia dan farmasi, sebaiknya membuat jalur khusus khusus untuk pengangkutan limbah B3 rumah sakit untuk menghindari area yang dilalui banyak orang dan sebaiknya memberikan imunisasi hepatitis kepada cleaning service yang terlibat dalam penanganan limbah B3 untuk menghindari risiko terkena infeksi apablia terjadi kecelakaan kerja. Penyediaan wastafel dan sabun cuci tangan di TPS  juga diperlukan untuk mengurangi risiko pencemaran kuman penyakit. Kata kunci : Limbah Padat Medis, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Rumah Sakit
PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI HOTEL GRAHA TIMOHO YOGYAKARTA Suryadi, Iwan; Rachmawati, Siti; Wardani, Tyas Lilia; Fajariani, Ratna
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perhotelan merupakan merupakan salah satu sarana pariwisata yang berperan penting dalam peningkatan pendapatan di bidang pariwisata, namun memiliki risiko sebagai tempat penularan dan penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan Hygiene dan persyaratan sanitasi di Hotel Graha Timoho  di Kota Surakarta berdasarkan pada Permenkes No. 80 Tahun 1990 tentang persyaratan kesehatan hotel. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi langsung berdasarkan kuesioner pemeriksaan kesehatan hotel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hotel Graha Timoho  secara garis besar berada pada kategori sehat berdasarkan perhitungan penilaian Hygiene dan sanitasi sebesar 83%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa secara garis besar penerapan sanitasi Hotel Graha Timoho  memenuhi persyaratan Hygiene dan sanitasi ditinjau dari Permenkes No. 80 /1990, namun pada variabel persyaratan kamar dan ruang belum ada pemisahan ruang istirahat laki-laki dan perempuan serta belum tersedianya loker bagi karyawan, perbandingan jumlah kamar mandi dan toilet dengan jumlah karyawan  sebesar 2 : 15, penataan barang di gudang yang masih belum rapi. Berdasarkan hasil tersebut pihak hotel diharapkan dapat mempertahankan variabel yang telah memenuhi syarat dan memperbaiki persyaratan yang belum terpenuhi Kata kunci : Hygiene, Sanitasi, Perhotelan
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI PT. INTILAND DEVELOPMENT Rachmawati, Siti; Zainuddin, Moch.; Irfan, Maulana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.969 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.13782

Abstract

Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah diterapkan di banyak perusahaan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mewajibkan perusahaan untuk melakukan program CSR. Hal ini termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia no 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Program CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan biasanya meliputi beberapa aspek, yaitu pemberdayaan komunitas, ekonomi, sosial, pengembangan kreatifitas pemuda, maupun olahraga.Salah satu perusahaan yang menjalankan program Corporate Social Responsibility ialah PT. Intiland Development. Penelitian di perusahaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah program CSR yang telah dilaksanakan oleh PT. Intiland Development menjalankan prinsip sustainable development. Mengingat pentingnya aktifitas pembangungan berkelanjutan sehingga tidak hanya dilaksanakan dalam jangka waktu singkat saja.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi lapangan dan juga mengkaji dari literatur terkait. Peneliti akan melakukan wawancara mendalam kepada seorang pelaksana program CSR di PT. Intiland Development. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif.
CORRELATION OF HEAT STRESS TO HYDRATION STATUS OF WORKERS AT WEAVING SECTION OF TEKSTILE INDUSTRIES Prayitno, Danang Adi; Rachmawati, Siti; Widjan, Maria Paskanita; Abdul Matin, Hashfi Hawali
Waste Technology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/8.1.8-11

Abstract

Abstract.PT X is a company plastics and textiles that has 3 section of the production process, one of which is the weaving section. During work, workers are exposed to heat stress which can affect hydration status. The objective of the research is to investigate the correlation of heat stress to hydration status of the workers at weaving section PT X. This research used the observational analytical research method with cross sectional approach. Its population was all of morning work with 60 workers at weaving section PT Kusuma Mulia Plasindo Infitex Klaten. Proposive sampling was used to determine its samples. They consisted of 37 workers. The heat stress was measured with Heat Stress Area and hydration status using urine specific gravity laboratory tests conducted by Solo Laboratory. The data were processed and analyzed by using the Spearman test. The result of this research show that the heat stress had a correlation with hydration status as indicated by the p-value = 0,001.