Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Berat Bibit dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe pada Tanah Gambut Samiri, Samiri; Radian, Radian; Gafur, Sutarman
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5529

Abstract

Jahe merupakan salah satu komoditi yang sejak ribuan tahun yang lalu digunakan untuk ramuan dan rempah-rempahan yang diperdagangkan secara luas didunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat bibit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada tanah gambut. Dilaksanakan di SMK N 1 Mempawah Timur, desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.  Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama 6 Bulan, mulai bulan April sampai dengan Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah berat bibit (B) Faktor kedua pupuk NPK (P). Rancanagan ini dilakukan Faktorial (4x5) dengan tiga ulangan, maka jumlah bedengan 4 x 5 x 3 sama dengan 60 bedengan, setiap bedengan 25 tanaman. Interaksi terjadi antara berat bibit dan perlakuan pupuk NPK pada variabel pengamatan tinggi tanaman pada umur 150 HST dan 180 HST,  jumlah tunas pada umur 90 HST, 120 HST, 150 HST dan berat kering rimpang pada umur 60 HST.
PENGARUH AMELIORAN TANAH ALUVIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT HARYANTO, MIMID; RADIAN, RADIAN; WASIAN, WASIAN
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amelioran tanah aluvial terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 21 Juli sampai dengan 25 September 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah a1 = Tanah Aluvial 120 g/polybag (2% Berat Medium Tanah) a2 = Tanah Aluvial 240 g/polybag (4% Berat Medium Tanah) a3 = Tanah Aluvial 360 g/polybag (6% Berat Medium Tanah), a4 = Tanah Aluvial 480 g/polybag (8% Berat Medium Tanah) dan a5 = Tanah Aluvial 600 g/polybag (10% Berat Medium Tanah). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan amelioran tanah aluvial berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per rumpun. Kata kunci: amelioran tanah aluvial, bawang merah, gambut
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL TANAMAN BAWANG MERAH pada TANAH GAMBUT DENI, M; RADIAN, RADIAN; SASLI, IWAN
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura multifungsi yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tanah gambut berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman bawang merah.  Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam tanaman bawang merah dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat kimia dan kandungan unsur hara yang rendah. Alternatif untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman pada tanah gambut yang kurang akan unsur hara yaitu dengan menambahkan bahan pupuk majemuk berupa NPK mutiara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk majemuk yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari tanggal 14 Juli – 14 Oktober 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk majemuk NPK mutiara dengan dosis 0,8, 1,6, 2,4, 3,2 dan 4 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk NPK mutiara dengan dosis 0,8 g/tanaman merupakan dosis yang terbaik dibandingkan dengan dosis lainnya. Kata Kunci : Bawang  merah, NPK mutiara, Tanah gambut  
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Faturahman, Fadli; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
PENGARUH DOSIS DAN PERSENTASE UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI VARIETAS INPARA-3 PADA LAHAN PASANG SURUT SUHENDRA, SUHENDRA; RADIAN, RADIAN; MUHAMMAD, KISWAN
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unsur hara merupakan salah satu komponen penting dalam budidaya tanaman padi. Besarnya dosis urea yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Jumlah dosis urea yang diberikan juga berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan. Oleh sebab itu, pemberian dosis urea dan persentasenya juga perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis dan persentase urea yang terbaik sehingga dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal terhadap tanaman padi varietas Inpara -3 pada lahan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dua faktor yaitu Dosis Urea dengan 3 taraf perlakuan yaitu : n1 (dosis 180 g urea), n2 (240 g urea), n3 (300 g urea) dan Persentase urea dengan 6 taraf perlakuan, yaitu : p1 (1/3, 1/3, 1/3 dosis urea), p2 (1/4, 1/4, 2/4 dosis urea), p3 (1/4, 2/4, 1/4 dosis urea), p4 (1/5, 2/5, 2/5 dosis urea), p5 (1/5, 3/5, 1/5 dosis urea), p6 (1/5, 1/5, 3/5 dosis urea), dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 biji gabah, dan hasil gabah kering per petak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis urea berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, dan hasil gabah kering per petak. Sedangkan persentase urea berpengaruh nyata terhadap jumlah gabah permalai, persentase gabah isi per malai, dan hasil gabah kering per petak, namun interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan dosis urea terhadap rerata tertinggi pada variabel tinggi tanaman, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi permalai, bobot 1000 biji gabah, dan hasil gabah kering per petak diperoleh dari taraf perlakuan n2, sedangkan rerata tertinggi pada variabel jumlah anakan produktif diperoleh dari taraf perlakuan n3. Perlakuan persentase urea terhadap rerata tertinggi pada variabel jumlah anakan produktif diperoleh dari taraf perlakuan p5, dan bobot 1000 biji gabah diperoleh dari taraf perlakuan p2, sedangkan rerata teringgi pada jumlah gabah permalai dan persentase gabah isi permalai, serta hasil gabah kering perpetak diperoleh dari taraf perlakuan p4. Kata Kunci : Dosis urea, Persentase urea, Lahan pasang surut, Varietas Inpara 3
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT yasma, ogei; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effects of coastal sediment on shallot growth and yield on peat soil and best dossage to optimal growth and yield.This research was conducted on January 10, 2018 until March 10, 2018 in research garden of Tanjungpura University Pontianak. The design used in this study was by using Completely Randomized Design (RAL) consist of seven treatments with four replicates, and each experimental unit consisted of 3 plant samples, the number of plant plants 84 units consist of l0 = 0 % coastal sediment, equivalent 0 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l1 = 2.5 % coastal sediment, equivalent 0.225 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l2 = 5 % of coastal sediment, equivalent to 0.45 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l3 = 7.5 % of coastal sediment, equivalent to 0.675 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l4 = 10 % coastal sediment, equivalent to 0.9 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l5 = 12.5 % coastal sediment, equivalent to 1.125 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; and l6 = 15 % of coastal sediment, along with 1.35 kg of coastal sediment     + 9 kg of peat. Variables in this study were plant height, number of leaves, number of tubers per hill, fresh weight of tubers per hill, dry weight of tubers per hill and soil pH after incubation. Environmental observations are also made, such as observations of temperature and humidity. The results showed that coastal sediment has significant effect on top plant height, fresh weight of tubers per hill, and dry weight of tubers per hill. At dossage of 7,5 % - 15 % coastal sediment, effects can increase the growth and yield of shallot. Keywords : coastal sediment, production, shallot 
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Faturahman, Fadli; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.845 KB)

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
Pengaruh Beberapa Jenis Bokashi dan Trichoderma spp. terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Tanah Alluvial Permayani, Indah; Radian, Radian; Ramadan, T H
Agrovigor Vol 13, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i1.6195

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan jagung manis dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi. Salah satunya dengan meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemberian bokashi dan Tricodherma. Penelitian ini meliputi jenis bokashi dan trichoderma terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Pengujian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi bokashi dengan penambahan Trichoderma+pupuk hayati yang diperkaya mikroba berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan kering dan hasil tanaman jagung. Pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik dicapai pada perlakuan bokashi kotoran ayam dengan penambahan trichoderma dan pupuk hayati.
PENGARUH JUMLAH DAN UMUR BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Setiawan, Sony; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
AGRIFOR Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.709 KB) | DOI: 10.31293/af.v19i1.4376

Abstract

Lahan sawah tadah hujan sebagai lahan yang paling banyak dimanfaatkan untuk pertanaman padi adalah juga merupakan ekosistem yang beresiko tinggi karena sangat mungkin terjadi kekeringan, kebanjiran atau pasang surutnya air laut yang menyebabkan produksi padi pada lahan sawah tadah hujan cenderung rendah. Jumlah bibit perlubang tanam dan umur pindah tanam merupakan beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan dalam kegiatan produksi tanaman padi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teradi interaksi antara jumlah bibit dan umur bibit dan untuk mengetahui jumlah bibit dan umur bibit terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian berlokasi di Balai Benih Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sanggau dengan lahan sawah tadah hujan tanah aluvial.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, disusun secara faktorial dan terdiri dari dua faktor yaitu jumlah bibit pertitik tanam (J) terdiri dari 5 taraf 5 bibit pertitik tanam (j1), 10 bibit pertitik tanam (j2), 15 bibit pertitik tanam (j3), 20 bibit pertitik tanam (j4) dan 25 bibit pertitik tanam (j5). Dan umur bibit (U) terdiri dari 14 HSS (u1), 21 HSS (u2), 28 HSS (u3) dan 35 HSS (u4). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, berat gabah kering panen, berat 1.000 butir gabah, berat gabah kering giling pertanaman, berat gabah kering giling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah bibit dan umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada lahan sawah tadah hujan. Perlakuan jumlah bibit 5 pertitik tanam dan perlakuan umur bibit 21 HSS merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan hasil tanaman padi pada lahan sawah tadah hujan.
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU DI TANAH GAMBUT Sulaiman, Sulaiman; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kotoran ayam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2014 di kebun Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 5  perlakuan pupuk kotoran ayam dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pupuk kotoran ayam dengan dosis 0 g/polybag (a1), 63 g/polybag (a2), 126 g/polybag (a3), 189 g/polybag (a4), 252 g/polybag (a5). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat 100 biji, berat biji kering per tanamaan dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 63 g/polybag atau setara dengan 10 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil kacang hijau terbaik di tanah gambut. Kata kunci : kacang hijau, pupuk kotoran ayam, tanah gambut.