Sentot Budi Rahardjo
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University, Kentingan, Surakarta

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

PROJECT-BASED SCIENCE LEARNING AND PRE-SERVICE TEACHERS’ SCIENCE LITERACY SKILL AND CREATIVE THINKING Suryandari, Kartika Chrysti; Sajidan, Sajidan; Rahardjo, Sentot Budi; Prasetyo, Zuhdan Kun; Fatimah, Siti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v38i3.17229

Abstract

Abstract: This study set out to examine the effectiveness of project-based science learning towards pre-service teachers literacy skills and learning creativity in wave and optical materials. This quasi-experimental study involved 115 students of Primary Teacher Education Program, Universitas Sebelas Maret Surakarta.  Direct and in-depth data dissemination techniques were used in this study. The aspects of creative thinking abilities include fluency, authenticity, elaboration, and flexibility. Mann Withney U test was used to test the hypothesis, while the N-Gain test was performed to determine the pre-service teachers improvement in scientific literacy skills and creative thinking. Both qualitative and quantitative data analyses were performed in this study. The results showed that: 1) material and optical tools?based learning activities are appropriate for the pre-service teachers scientific literacy skills and creative thinking. The correct answer term includes the highest average probability statistics from other subindicators; 2) aspects of science that are used in the aspects of literacy is in good category but the originality aspect in its ability needs to be developed and processed continuously. Keywords: science literacy skill, creative thinking skill, project based learning, waves and optics PENGARUH PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN LITERASI ILMU DAN PEMIKIRAN KREATIF CALON GURU  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan pembelajaran sains berbasis proyek terhadap keterampilan literasi dan kreativitas belajar dalam materi gelombang dan optik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah 115 siswa semester Program Pendidikan Guru Pratama, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teknik penyebaran data langsung dan mendalam. Aspek kemampuan berpikir kreatif meliputi kelancaran, keaslian, elaborasi, dan fleksibilitas. Untuk menentukan besarnya peningkatan keterampilan literasi sains dan siswa berpikir kreatif digunakan N-Gain Test hipotesis menggunakan tes Mann Withney U. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kegiatan pembelajaran berbasis material dan alat optik sesuai untuk keterampilan literasi sains dan pemikiran kreatif siswa. Istilah jawaban yang benar mencakup statistik probabilitas rata-rata tertinggi dari subindikator lainnya; 2) aspek ilmu yang digunakan dalam aspek literasi dalam aspek yang baik tetapi aspek orisinalitas dalam kemampuannya perlu dikembangkan dan diolah terus- menerus. Kata kunci: keterampilan literasi sains, keterampilan berpikir kreatif, pembelajaran berbasis proyek, gelombang dan optik
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF COMPLEX DIAQUADIHYDANTOIN NEICKEL(II) SULFAT MONOHIDRAT Rahardjo, Sentot Budi; Marliana, Soerya Dewi; Siwi Wulandari, Nur Asih
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is to find out the synthesis, formula and characteristic of complex of Nickel(II) with hydantoin (hyd). Complex of nickel(II) with hydantoin have been synthesized in 1 : 1 mole ratio of metal to ligan in methanol.The formula of complex which are predicted from analysis of % Ni in complex by Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) is Ni(hyd)2(H2O)3.SO4. Ratio of cation and anion of complex is measured by conductivitymeter correspond to 1: 1. The thermal analysis is determined by Differential Thermal Analyser (DTA) indicate that complex contain some hydrate, thus possibility formula of complex is [Ni(hyd)2(H2O)2]SO4.H2O (Diaquadihydantoinnikel(II) sulfat monohidrat). Data of infra red spectra show a shift of N-H group and tertier N group138absorption and indicate this functional group coordinated to the center ion. Magnetic Suscepbility measurement show that the complex is paramagnetic with μeff = 3.2 BM. The UV-Vis spectra appear do to 2 transition peak on  = 740 nm (13,513 cm-1) and 405 nm (24,691 cm-1. The peak indicate that structure of complex is octahedral with transition 3A2g → 3T1g(P)(ν2) andtransition 3A2g → 3T1g(F)(ν3). One peak which is not appear is transition 3A2g → 3T2g(F)(ν1) which also estimate of 10 Dq (Δ0) is 103.615 kJ mol-1.
SINTESIS 1-METHYL -4,8,11-tris(2-HYDROXYETHYL)-1,4,8,11-TETRAAZACYCLOTETRADECANE Rahardjo, Sentot Budi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1-methyl -4,8,11-tris(2-hydroxyethyl)-1,4,8,11-tetraazacyclotetradecane (L)disintesis dari 1-methyl -4,8,11-tetraazacyclotetradecane dengan ethylene oksida dalam ethanol.Beberapa kondisi reaksi yang melibatkan perubahan stoikiometri, temperatur dan waktu reaksi telah dicoba dalam usaha mendapatkan hasil yang optimum. Kondisi yang terbaik adalah kelebihan (6 x stoikiometri) ethylene oksida dengan waktu reaksi 24 jam pada suhu 27oC. Analisis unsur ; C:59,0 %; H:11,4 %; N:16,4 %; teoritis C17H38N4O3 C:58,9 %; H:11,1 %;  N:16,2 %;  13C NMR  ? (CDCl3) : 60,9 (1C); 59,6 (1C);  59,0 (1C); 57,9 (1C); 55,0 (1C); 54,8 (1C); 54,5 (1C); 53,4 (2C); 51,2 (1C); 51,1 (1C); 50,6 (1C), 48,1 (1C); 47,6 (1C); 42,8 (1C); 24,3 (1C), 24,8 (1C); IR : 3100 - 3450 cm-1 br (vOH).
PENGOMPLEKSAN Cd(II) DENGAN 1,4-DYMETHYL-5,8-BIS(2-HIDROKSHIETHYL)-1,4,8,11-TETRAAZASIKLOTETRADEKANA Rahardjo, Sentot Budi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengompleksan Cd2+ dengan 1,4-dimethyl-5,8-bis(2-hidroksiethyl)-1,4,8,11-tetraazasiklotetradekana (L1) berlangsung cepat seperti halnya pengompleksan 1,4,8,11-tetrakis(2-hidroksiethyl)-1,4,8,11-tetraazasiklotetradekana (L2). Tetapan kestabilan untuk kesetimbangan : Cd2+ + L1H+ ? [Cd(L1H)]3+, log K[Cd(L1H)]3+ = 5,5 (2), Cd2+ + L1 ? [Cd(L1)]2+, log K [Cd(L1)]2+ = 9,5 (1) dan [Cd(L1)]2+ + OH- ? [Cd(L1)OH]+, log K [Cd(L1)H1]2+ = 0,5 (1). Tetapan kestabilan kompleks [CdL1]2+ mirip dengan [CdL2]2+dan lebih kecil daripada [Cd(cyclam)]2+.
OPTIMIZING OF TiO2 SEPARATION FROM BANGKA ILMENITE BY LEACHING PROCESS USING HCl Wahyuningsih, Sayekti; Hidayatullah, Hari; Pramono, Edi; Rahardjo, Sentot Budi; Ramelan, Ari Handono; Firdiyono, Florentinus; Sulistiyono, Eko
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Separation of titanium dioxide (TiO2) from ilmenite Bangka has been done byleaching processusing HCl. Before the leaching process, ilmenite was roastedat 900oC for pre-oxidation (preliminary - oxidation). Leaching process carried out by variation of HCl concentration and Fe0reducing agents. While the re-deposition of dissolved Ti4 +ionachieved by hydrolysis - condensation using 2- propanol - H2O solvents.Leaching the pre-oxidazed ilmenite shows the phase change of  pseudobrokite (Fe2TiO5 ) into hematite ( Fe2O3) and synthetic rutile ( TiO2 ). Formation of the synthetic rutile was characterized by the loss of intensity of Fe2TiO5 at 26.65 º and the increasing intensity of rutile TiO2 at 27.49 º.The dissolution rate of both titanium and iron wasfound to be increased, generally, by increasing acid concentration in case of HCl as well as by increasing ilmenite:Fe0 ratio. Precipitation ofthe dissolved titania with 2-propanol -H2Oof 8:2(v /v) produced anataseTiO2 due to the hydrolysis and condensation of Ti-tetraisopropoxide complexes.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS MORFOLINATEMBAGA(II)SULFAT.nHIDRAT Rahardjo, Sentot Budi; Wahyuningsih, Sayekti; Atmojo, Sony
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks Cu(II)-(morfolina) telah disintesis dari CuSO4.5H2O dan morfolina dengan perbandingan mol logam : ligan = 1 : 6. Terbentuknya kompleks diindikasi dari pergeseran panjang gelombang maksimum (?maks) sekitar 20,3 nm, pergeseran serapan gugus fungsi N-H sekunder, C-N, dan C-O-C dari morfolina dan berubahnya pola voltamogram siklis antara kompleks Cu(II) dengan CuSO4.5H2O.Hasil analisis AAS menunjukkan kadar Cu dalam kompleks Cu(II)-(morfolina) sebesar 9,1 ± 0,2 % (teori 9,1 %). Adanya beberapa molekul air dalam kompleks diindikasikan dari data DTA. Formula yang sesuai dengan hasil AAS adalah [Cu(morfolina)m]SO4.nH2O (m = 5; n = 4,5 atau 6) (m = 6; n = 1,2 atau 3).Spektra elektronik kompleks [Cu(morfolina)m]SO4.nH2O menghasilkan serapan maksimum pada 782,4 nm (? = 9,18 L.mol-1.cm-1) menunjukkan transisi T2g è Eg. Kompleks bersifat paramagnetik dengan µeff 1,80 ± 0,02 BM. Daya hantar listrik menunjukkan perbandingan muatan kation : anion pada kompleks 1 : 1 dan ion SO42-  tidak terkoordinasi pada Cu(II). Data spektra IR mengindikasikan bahwa gugus N-H sekunder terkoordinasi pada ion  Cu2+, ini ditandai oleh adanya serapan lebar pada daerah 3427,3 cm-1. Data spektra UV-vis dan harga momen target mengindikasikan kompleks oktahedral. Struktur kompleks diperkirakan oktahedral.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS DIAQUOTETRASULFANILAMIDKOBALT(II) SULFAT.nHIDRAT Rahardjo, Sentot Budi; Martini, Tri; Ngabekti, Ngabekti
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks antara Co(II) dengan sulfanilamid telah disintesis dengan perbandingan mol ligan : ligan = 1 : 4 dalam metanol secara refluks. Formula kompleks yang diperkirakan dari analisis kadar Co dalam kompleks dengan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) adalah Co(sulfanilamid)4SO4.nH2O (n = 0, 1, 2 atau 3). Perbandingan muatan kation dan anion diperkirakan dari pengukuran daya hantar listrik dengan konduktivitimeter menunjukkan perbandingan muatan kation : anion 1 : 1 . Analisis thermal dengan Differential Thermal Analyzer (DTA) mengindikasikan adanya H2O dalam kompleks,  dengan demikian formula kompleks yang mungkin adalah [Co(sfl)4(H2O)2](SO4).nH2O (n = 0 atau 1). Data spektra infra merah menunjukkan adanya pergeseran serapan gugus fungsi N-H primer yang mengindikasikan gugus fungsi tersebut terkoordinasi pada atom pusat Co2+. Pengukuran momen magnet dengan Magnetic  Susceptibility Balance (MSB) menujukkan bahwa kompleks bersifat paramgnetik dengan µeff =4,54   ±0,02 BM. Spekta UV-Visible menghasilkan puncak transisi2T2gè2Eg pada panjang gelombang 510 nm dengan harga 10 Dq (?o) sebesar 232,08 kJmol-1 . Struktur kedua kompleks diperkirakan oktahedral.
SINTESIS 1-METHYL,-1,4,8,11-TETRAAZACYCLOTETRADECANE Rahardjo, Sentot Budi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 1 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1-Methyl-1,4,8,11-tetraazacyclotetradecane (L) telah disintesis dari molybdenum triacarbonyl dengan 1,4,8,11-tetraazacyclotetradecane kemudian direaksikan dengan methyl -p-toluenesulfonate. Beberapa kondisi reaksi yang melibatkan perubahan stoikiometri, temperatur dan waktu reaksi telah dicoba dalam usaha mendapatkan hasil yang optimum. Kondisi yang terbaik adalah kelebihan (5 x stoikiometri) methyl -p-toluenesulfonate dengan pemanasan 100oC selama  4 jam. Analisis unsur ; C:61,5%; H:12,5%; N:26,0%; teoritis C11H26N4 C:61,6%; H:12,2%; N:26,1%; 13C NMR ? (CDCl3) : 58,8 (1C); 5,9 (1C); 50,7 (1C); 49,9 (1C); 49,6 (1C);48,3 (1C); 47,1 (1C); 40,5 (1C); 29,1 (1C); 26,1 (1C).
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS TETRASULFAMETOKSAZOLTEMBAGA(II) SULFAT Rahardjo, Sentot Budi; Wahyuningsih, Sayekti; ., Kusumastuti
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembaga(II) dapat membentuk kompleks dengan sulfametoksazol dengan perbandingan mol logam : mol ligan = 1 : 4. Formula kompleks yang dihasilkan adalah [Cu(sulfametoksazol)4]SO4 {%  Ni eksperimen = 5,6(2) , teoritis 5,42}. Anion sulfat (SO42-) tidak terkoordinasi sebagai ligan, diperkirakan N-H primer dari sulfametoksazol terkoordinasi pada tembaga(II). Kompleks bersifat paramagnetic dengan eff = 2,09 BM, serapan maksimum 811,8 nm (10 Dq = 147,35 kJ.mol-1). Diperkirakan struktur kompleks planar segiempat
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS NIKEL(II)DENGAN 1,4-BIS(2-HIDROKSIETHYL)-8,11-DIMETHYL-1,4,8,11-TETRASIKLOTETRADEKANA Rahardjo, Sentot Budi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks nikel(II) dengan 1,4-bis(2-hidroksiethyl)-8, 11-tetraazasiklotetradekana (L) telah disintesis dengan formula [NiL][ClO4 ]2  (C = 33,3%; H = 6,5%; N = 10%; teoritis C = 33,5%;H = 6,3%;N = 9,8%). Dampak keadan padat harga momen magnetnya 3,20 BM, mengindikasikan bentuk oktahedral. Spektrum tampak dari [NiL}2+ tergantung pH dan reversible. Pada pH 7,72 terjadi transisi 3A2g             3T1g (F) (v2) pada 596 nm (? = 32 mol-1  dm3 cm-1 ) dan 3A2g             3T1g (P) (v3 ) pada 372 nm (? = 45 mol-1 dm3 cm-1 ), dan pada pH 10,03 berwarna hijau (?mak  648 nm dan 402 nm). Perubahan spektrum dari pH 7,72 ke pH 10,03 menunjukkan bahwa pada suasana basa [NiL]2+ membentuk suatu struktur koordinasi lima piramida datar sedang pada suasan netral  octahedral. Struktur [NiL]2+ dalam keadaan padat diperkirakan sama dengan dalam keadaan larutan, yaitu octahedral dan perkhlorat tidak terkoordinasi pada ion pusat (kation : anion = 2 : 1)