Bambang Budi Raharjo
Mahasiswa Program Doktor Studi Pembangunan Univeritas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH METODE PERMAINAN FIND YOUR MATE TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU Rufiati, Afri Mughni; Raharjo, Bambang Budi; Indrawati, Fitri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode permainan find your mate terhadap peningkatan pengetahuan  kader  tentang posyandu lansia. Penelitian merupakan eksperimen semu dengan rancangan desain pra dan pasca uji kelompok kendali tak acak. Populasi penelitian ka-der posyandu sebanyak 136 orang. Penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen sebanyak 20 orang yang mendapatkan penyuluhan ke-   sehatan dengan metode permainan find your mate dan kelompok kendali sebanyak 20 orang yang mendapatkan penyuluhan kesehatan dengan metode ce-ramah. Data primer diperoleh melalui kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Tegal dan Kelurahan Panggung. Hasil analisis uji t tidak berpasangan pada kedua kelompok didapatkan nilai p 0,0001 (< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh metode permainan find your mate terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang posyandu lansia. AbstractPurposes of this study were to determine whether there were influence of the game find your mate on increasing knowledge. This type of research was quasi experiment design that uses non-randomized control group pretest-posttest design. The population include posyandu cadres in the Panggung Village as many as 136 peoples. There were 2 groups namely the experimental group of 20 peoples who get health information by the method of the game find your mate and a control group of 20 peoples who get health education with lecture method. Primary data were obtained through questionnaires. Secondary data obtained from the Statistic Central Agency Panggung and Tegal. Based on the results of unpaired t test analysis in both groups showed that the p-value 0.0001 <0.05. In conclusion, there were influence of the game find your mate method to increase knowledge about posyandu elderly for posyandu elderly cadres.Keywords: Find your mate games; Knowledge; Posyandu elderly
HUBUNGAN JARAK SUMUR DARI SUNGAI TERCEMAR LIMBAH TAPIOKA DENGAN KADAR SIANIDA Ariyanti, Santi; Raharjo, Bambang Budi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak sumur gali dari tempat pembuangan limbah cair tapioka dengan kadar sianida air sumur gali di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Jenis penelitian  explanatory menggunakan pendekatan belah lintang. Populasi penelitian adalah sumur gali yang berjarak  25 m, dengan kedalaman  15 m, berjumlah 50. Sampel yang diambil sejumlah 33 diperoleh dengan teknik purposif. Data primer diolah dengan statistik uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur gali yang berada pada jarak aman dengan kadar sianida memenuhi standar sejumlah 15 (65,2 %) dan yang tidak memenuhi standar sejumlah 8 (34,8 %). Untuk sumur gali yang berada pada jarak tidak aman dengan kadar sianida tidak memenuhi standar ada 10 (100 %). Dari uji statistik didapatkan p=0,001 (< 0,05) ada hubungan antara jarak sumur gali dari tempat pembuangan limbah cair tapioka dengan kadar sianida air sumur gali di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. AbstractThe research objective was to determine the relationship between distance from wells dug from tapioka liquid waste disposal sites with high levels of cyanide water wells dug in the village district of South Ngemplak Margoyoso District Pati. Explanatory research is made using cross sectional approach. The population consist of 50 as far as 25m, 15m in depth. Samples a number of 33 were obtained by purposive technique. Primary data was processed using chi square test with a significance level of 0.05. The results showed that dug wells are located at a safe distance with high level of cyanide in agreeement with standard a number of  15 (65.2%) and that do not amount of 8 (34.8%). Wells located at a distance are not safe with cyanide levels are not in agreement with standard amount of 10 (100%). From statistical, p value is found as well as p=0.001 (<0.05). In conclusion, there is a relationship between distance from wells with high levels of cyanide water wells dug in the village of South Ngemplak Sub District Pati Margoyoso.Keywords: Dig the well distance; Levels of cyanide; Tapioka wastewater
PROFIL IBU DAN PERAN BIDAN DALAM PRAKTIK INISIASI MENYUSU DINI DAN ASI EKSKLUSI Raharjo, Bambang Budi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI eksklusif di wilayah Kabupaten Kendal berdasarkan temuan dalam studi pendahuluan, secara garis besar tidak terlepas dari faktor ibu dan peran bidan penolong persalinan yang merupakan petugas kesehatan yang pertama kali membantu ibu selama proses persalinan yang seharusnya memberikan informasi dan dukungan awal kepada ibu untuk segera melakukan IMD dan melanjutkannya dengan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif melalui survei dengan pendekatan cross sectional. Desain ini digunakan untuk mengungkap cakupan inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang dilahirkan di bidan praktek swasta di wilayah kerja Puskesmas Limbangan dan Kaliwungu Kabupaten Kendal serta menguji hipotesis variabel karakterstik (profil) ibu dan peran bidan yang diduga berhubungan dengan praktik inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif melibatkan 200 ibu yang melahirkan dengan pertolongan 20 bidan praktik swasta di Kaliwungu dan Limbangan Kabupaten Kendal. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor ibu yang berhubungan dengan praktik IMD adalah pengetahuan dan sikap ibu terkait IMD dan ASI Eksklusif. Sedangkan yang berhubungan secara signifikan dengan praktik ASI eksklusif adalah tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu. Demikian juga, peran bidan juga secara signifikan berpengaruh terhadap praktik IMD dan praktik ASI eksklusif. In preliminary study, low coverage initiation breastfeeding early and exclusive breastfeed-ing in the Kendal district can not be separated from the role of maternal factors and mid-wife who is firstly helped the mother during the birth process that is supposed to provide information and support to the mother to immediately IMD and exclusive breastfeeding. This study used a quantitative approach through a cross sectional survey. This design is used to describe of early breastfeeding initiation and practice of exclusive breastfeeding in infants who born in private midwives Kaliwungu and Limbangan of district Kendal, and testing hypotheses corelation between variabel of characteristics(mother profiles) and the role of midwife with early breastfeeding initiation and practice of exclusive breastfeeding. This study involving 200 mothers who gave birth in 20 person of midwife private practice in Limbangan and Kaliwungu Kendal. The results showed that maternal factors associated with the practice of IMD is the knowledge and attitudes of mother about IMD and exclusive breastfeeding. Significantly level of education, knowledge and attitude of the mother as-sociating with the practice of exclusive breastfeeding. Similarly, the role of the midwife also significantly influence the practice of IMD and practice exclusive breastfeeding.
PEMBENTUKAN KADER KONSERVASI DI SEKOLAH SEKITAR KAMPUS UNNES MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA Raharjo, Bambang Budi; Parmin, Parmin
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i1.15088

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk membentuk kader konservasi pada siswa SMA Negeri 13 Semarang melalui kegiatan pembimbingan dan pendampingan penelitian dalam bidang Sains Dasar, Sains Terapan dan Humaniora. Pembentukan kader konservasi dilakukan melalui pendampingan kolaboratif antara dosen dan guru. Pendampingan yang telah dilakukan menghasilkan laporan karya ilmiah siswa sesuai dengan prinsip konservasi dan memenuhi kriteria penilaian Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI). Berdasarkan hasil pendampingan, dapat disimpulkan; pembentukan kader nkonservasi baru bagi siswa SMA dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekstrakurikuler KIR melalui penelitian yang berkaitan dengan konservasi.
SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PROGRAM GIZI DAERAH URBAN Kasmini H, Oktia Woro; Raharjo, Bambang Budi; Nugroho, Efa; Hermawati, Bertakalswa
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1: MARET 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.006 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1575

Abstract

Prevalensi gizi lebih dan buruk di Indonesia dan Kota Semarang, meningkat dari tahun 2007 sampai 2013. Program yang ada belum mengoptimalkan potensi yang dipunyai daerah. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program gizi untuk daerah urban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian adalah potensi lokal yang terdiri dari unsur modal sosial, sistem sosial, sistem budaya. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snow ball. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi,wawancara, Focus Group Discussion dan Strengths Weaknesses Opportunities Threats Analysis. Hasil yang didapat, sumber daya lokal yang dipunyai dalam rangka perencanaan program gizi adalah: 1) adanya citizenship yaitu keaktivan dankreativitas kader, social organization terutama dari posyandu didukung dengan rumah gizi, dan sosial support dari keluarga. 2) Potensi lain berkaitan dengan efek dari daerah urban yaitu: (1) Ketersediaan bahan pangan yang mudah didapat, (2) Informasi kaitannya dengan kesehatan dan gizi lebih mudah didapat, dan (3) Tersedianya sarana transportasi dan infra struktur yang memadai. Sumber daya lokal di daerah urban dapat dimanfaatkan untuk perencanaan program gizi sehingga memberi peluang keberhasilan perbaikan status gizi di masyarakat menjadi lebih tinggi.
Proximate Determinant of Adolescents Fertility in Central Java Raharjo, Bambang Budi; Nugroho, Efa; Cahyati, Widya Hary; Najib, Najib; Nisa, Alfiana Ainun
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i1.21364

Abstract

Adolescent fertility is an important issue in terms of health and social care due to its relation to morbidity and mortality of mothers and children. The 2017 IDHS provided data regarding the percentage of women aged 15-19 who already became mothers or pregnant with their first child according to background characteristics. The 2017 IDHS results showed 7 percent of women aged 15-19 were mothers: 5 percent had given birth and 2 percent were pregnant with their first child. This study used a quantitative secondary data analysis approach. The secondary data used were the results of the Central Java IDHS 2017. The population of this study was all adolescent girls aged 15-19 years in Central Java. The unit analysis in the study were women of childbearing age which were 15-19 years from the analysis unit of Central Java IDHS in 2017 with a total sample of 4,560 respondents. From the results of the study, we noted that factors related to adolescent fertility in Central Java were age, education, use of contraception, marital status, status of living with a partner, and practice of sexual relations. Factors which were not related to adolescent fertility in Central Java were occupation, wealth, type of residential area, insurance ownership, duration of abstinence, partner's age, partner's level of education, and partner's occupation.
Kinerja Petugas Surveilans Kesehatan dalam Upaya Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Salsabila, Nurina; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18854

Abstract

Abstrak Pemerintah Kota Semarang melakukan upaya pengendalian kasus DBD dengan pembentukan Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) DBD sesuai Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2010. Kelurahan Meteseh dan Kelurahan Tembalang merupakan dua kelurahan yang menyumbang IR tertinggi. IR Kelurahan Meteseh tahun 2015 sebanyak 236,24/100.000 dan tahun 2016 sebanyak 241,96/100.000. IR Kelurahan Tembalang tahun 2015 sebanyak 246,22/100.000 dan tahun 2016 sebanyak 504,39/100.000. Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja Gasurkes dalam upaya penanggulangan DBD di kelurahan endemis. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif diperoleh dengan wawancara mendalam kepada 4 informan utama dan 7 informan triangulasi ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan pengetahuan Gasurkes kurang baik, terdapat persepsi baik, kurangnya motivasi, belum diberlakukannya imbalan, dukungan lingkungan sosial ekonomi politik yang belum optimal, proses kepemimpinan yang belum optimal, beban kerja yang belum merata, tenaga yang belum mencukupi dan sarana yang sudah mencukupi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kinerja Gasurkes dalam upaya penanggulangan DBD di kelurahan endemis belum optimal. Abstract Semarang government made efforts to control DHF cases with the formation of health surveillance officers (Gasurkes) according to semarang city local regulation number 5 of 2010. Meteseh and tembalang urban village contributed the highest IR. The IR of Meteseh urban village in 2015 were 236,24/100.000 and 241,96/100.000 in 2016. The IR of Tembalang Village in 2015 were 246,22/100.000 and 504,39/100.000 in 2016. The purpose of this research was to analyze the performance of in effort to prevent DHF in endemic village. The type of this research was qualitative research with descriptive design obtained by in-depth interview to 4 main informant and 7 triangulation informant were determined by purposive sampling technique. The result showed that the knowledge of Gasurkes was not good, there was good perception, lack of motivation, unenacted reward, socio-economic environment support not optimal, leadership process had not optimal, uneven workload, insufficient staff and sufficient facilities. The conclusions of the research showed that the performance of Gasurkes in the effort of DHF prevention in endemic village had not optimal. Keyword : Performance, Gasurkes, DHF Effort Prevention
Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Rosdiana, Ayu Imade; Raharjo, Bambang Budi; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2014 BPJS Kesehatan telah menerapkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan sistem pelayanan kesehatan untuk mengelola penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus tipe 2. Puskesmas Halmahera sudah melaksanakan prolanis selama 2 tahun serta memiliki 1828 pengunjung untuk penyakit hipertensi dan 1091 pengunjung untuk penyakit Diabetes Melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Halmahera Kota Semarang Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam kepada empat narasumber utama dan tiga narasumber triangulasi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prolanis di Puskesmas Halmahera belum mencapai indikator 75%. Komunikasi belum berjalan dengan baik, sumber daya yang masih kurang berupa tempat dan dana, disposisi terhadap prolanis cenderung positif, dan belum terdapat SOP yang dibukukan. Kata kunci: Implementasi, Prolanis, Pusat Layanan Kesehatan Utama Since 2014 BPJS health insurence has implemented the Chronic Disease Management Program (Prolanis) which is a health care system to manage hypertension and diabetes mellitus type 2. Halmahera health care centre has been carrying out Prolanis for 2 years and it had 1828 patients for hypertension and 1091 patients for diabetes mellitus type 2. This research aimed to find out how the implementation of chronic disease management program at Halmahera public health centre Semarang city 2017. This type of research was qualitative descriptive. Data were collected by deep interviews to 4 main speakers and 3 triangulated speakers with purposive sampling technique. Data analysis used was reduction data, presentation data, and cloncusion then presented in the form of description. The result showed that the implementation of prolanis in Halmahera health care centre had not reached indicator 75%. communication had not run well, resource are still lack which are place and fund, Disposition to prolanis tend to positive, and there was not SOP recorded. The suggestion of this research is to communicate effectively, add the resources, to make SOP written so that the implementation of Prolanis can reach the indicators. Keywords: Implementation, Prolanis, Primary Health Care Centers
Kebutuhan Tenaga Klinik Sanitasi dengan Metode Workload Indicators Of Staffing Needs Istikomah, Triyanik; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Puskesmas Halmahera memiliki satu tenaga klinik sanitasi yang merangkap sebagai tenaga epidemiologi, promosi kesehatan dan sanitarian sehingga beban kerja tinggi. Hal itu bertentangan dengan peraturan Badan Perencanaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Daftar Susunan Pegawai Puskesmas Perawatan Perkotaan. Perencanaan Sumber daya manusia berupa analisis beban kerja perlu dilakukan di Puskesmas Halmahera. Tujuanya untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kesehatan di unit klinik sanitasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. Metode wawancara, pengamatan dan telaah dokumen digunakan untuk mendapatkan data. Tenaga klinik sanitasi memiliki beban tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan 80,25% waktu kerja tersedia untuk kegiatan langsung/produktif. Nilai beban kerja mencapai 31.802/tahun. Terdapat mark up pada data beban kerja dan norma waktu  tenaga klinik sanitasi. Nilai efektifitas dan efisiensi jabatan yang dimiliki adalah 0,29 yang berarti jabatan diklinik sanitasi kurang efektif dan efisien.  Hal ini diperkuat dengan Nilai ratio WISN sebesar 0,33 dengan nilai kesenjangan -2 yang berarti unit klinik sanitasi kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 2 tenaga. Abstract Puskesmas Halmahera had 1 staff clinical sanitation who acts as epidemiologist and health promotor. It  maked the workloads of clinical sanitation staff was high. This situation was against with rules of Badan Perencanaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Daftar Susunan Pegawai Puskesmas Perawatan Perkotaan. Workload analysis was needed in clinical sanitation of Puskesmas Halmahera. The purpose of this study was to know about clinical sanitation staff needs. Interviews, observation and review of documents had been used to obtain data. The workload of clinical sanitation was high. That was evidenced from the activity of staff  who used 80,25% time for productive activities. The workload value was reach 31.802 every year. There were mark up of workload and time norm of clinical sanitation staff. Efectiveness and eficiency of position value was only 0,29. It showed clinical sanitation position was less efective and efficient. The ratio of WISN was only 0,33 with gap’s value was -2. It showed that clinical sanitation needed 2 staffs.   Keyword : WISN Methode, Workload, Sanitation Clinical
HUBUNGAN JARAK SUMUR DARI SUNGAI TERCEMAR LIMBAH TAPIOKA DENGAN KADAR SIANIDA Ariyanti, Santi; Raharjo, Bambang Budi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i2.1867

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak sumur gali dari tempat pembuangan limbah cair tapioka dengan kadar sianida air sumur gali di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Jenis penelitian  explanatory menggunakan pendekatan belah lintang. Populasi penelitian adalah sumur gali yang berjarak  25 m, dengan kedalaman  15 m, berjumlah 50. Sampel yang diambil sejumlah 33 diperoleh dengan teknik purposif. Data primer diolah dengan statistik uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur gali yang berada pada jarak aman dengan kadar sianida memenuhi standar sejumlah 15 (65,2 %) dan yang tidak memenuhi standar sejumlah 8 (34,8 %). Untuk sumur gali yang berada pada jarak tidak aman dengan kadar sianida tidak memenuhi standar ada 10 (100 %). Dari uji statistik didapatkan p=0,001 (< 0,05) ada hubungan antara jarak sumur gali dari tempat pembuangan limbah cair tapioka dengan kadar sianida air sumur gali di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. AbstractThe research objective was to determine the relationship between distance from wells dug from tapioka liquid waste disposal sites with high levels of cyanide water wells dug in the village district of South Ngemplak Margoyoso District Pati. Explanatory research is made using cross sectional approach. The population consist of 50 as far as 25m, 15m in depth. Samples a number of 33 were obtained by purposive technique. Primary data was processed using chi square test with a significance level of 0.05. The results showed that dug wells are located at a safe distance with high level of cyanide in agreeement with standard a number of  15 (65.2%) and that do not amount of 8 (34.8%). Wells located at a distance are not safe with cyanide levels are not in agreement with standard amount of 10 (100%). From statistical, p value is found as well as p=0.001 (<0.05). In conclusion, there is a relationship between distance from wells with high levels of cyanide water wells dug in the village of South Ngemplak Sub District Pati Margoyoso.Keywords: Dig the well distance; Levels of cyanide; Tapioka wastewater