Articles

PERANCANGAN SISTEM MONITORING PADA JARINGAN LOAD BALANCING MENGGUNAKAN MUNIN MONITORING Siwi, Robertus Desta Raka; Raharjo, Suwanto; Hamzah, Amir
Jurnal Jarkom Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of users who have connected to each other sometimes makes a lot of obstacles on the server, such as an increase in the performance of the server process that makes the server down and a lot of running processes. To overcome these problems, merging several servers into a single unit that can work simultaneously for load balancing server is the solution. One method is to use a proper load balancing or load balancing (request) to a web server aims to ease the burden on each server. In addition to cope with the load balancing methods, to keep the server in order to remain stable, the required monitoring network load balancing. In this issue, the monitoring process can be overcome with the addition of Munin to monitor the state of the server. With the addition of munin on the network load balancing, the activity on the server is going down in the event of a server, it can be directly terdeteksi.Munin produce produce a nice graph virtually every aspect of the server (load average, memory usage, CPU usage, traffic eth0 , etc.). Munin provide some information in graphs through a web interface.
BANDWIDTH MANAGER MENGGUNAKAN HIERARCHICAL TOKEN BUCKET PADA IMPLEMENTASI VIDEO STREAMING Soba, Saryadi K T; Rachmawati, Yuliana; Raharjo, Suwanto
Jurnal Jarkom Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science and technology are increasingly evolving, has brought a wide range of new breakthrough, one that is increasingly technologically sophisticated and modern. This also participate in the field of computerization, computers that previously had limited functions only as a mere data processing, but now is able to play a major role in people's lives everyday. Streaming video service is now urgently needed. It is characterized by many organizations or institutions that use streaming video access in bulk. The use of video streaming en masse this network performasi downs along with the increasing number of users. One way to reduce the decline in performance is to set the bandwidth. Hierarchical Token Bucket (HTB) as implementer management of bandwidth available for free and can be run on Linux Operating system platform is a viable Bandwidth Manager analyzed their advantages and disadvantages, is expected to use proper and accurate will create a network that implements Bandwidth Manager is working optimally
PEMANFAATAN TEKNOLOGI OPENSOURCE DALAM MERANCANG INFRASTRUKTUR HA-CLUSTER SERVER UNTUK MENGHINDARI SINGLE POINT OF FAILURE Kusuma, Candra; Raharjo, Suwanto; Iswayudi, Catur
Jurnal Jarkom Vol 7 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan sistem informasi yang terbaru mendorong menyediakan High Availability Cluster (HAC) untuk mengurangi kesulitan penanggulangan proses pemulihan sistem yang terkait dengan server down dan menghasilkan sistem yang handal mengakses basis data dan mempermudah proses sinkronisasi basis data antar server yang dilakukan otomatis oleh sistem cluster. Metode penelitian ini dilakukan secara mandiri, dengan teknik simulasi pada objek penelitian database agar selalu bisa diakses oleh user tanpa terganggu aktif tidaknya server, maka digunakanlah sistem yang bernama high availability untuk menghindari single point of failure serta melakukan penetrasi test atau stressing terhadap database menggunakan The Apache jMeter untuk mendapatkan nilai parameter Availibility yang baik . Pada penelitian ini menggunakan VirtualBox sebagai platform simulasinya, High Availability Cluster yang di bangun menggunakan dua buah server virtual dengan sistem operasi Debian menggunakan MariaDB untuk menyimpan basis data. Kemudian Pacemaker/Corosync berkaitan dengan infrastruktur komunikasi jaringan antar kedua server dalam membentuk sistem cluster dengan langkah set up komunikasi nodelist atau bisa diartikan sebagai daftar server mengacu pada server yang digunakan sebagai cluster untuk disinkronkan. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah Availability, Downtime, Failover Downtime, Throughput. Berdasarkan pengujian availability mendapatkan hasil yang baik dengan tingkat availability zero downtime. Dikatakan zero downtime karena pada 5 kali percobaan nilai availability didapat dengan rata-rata 99% sehingga simulasi yang dilakukan berjalan lancar.dengan tingkat kestabilan Failover Downtime dan Throughput, sehingga sistem cluster ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan sistem dengan tingkat availaibility yang tinggi.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE PROTOKOL MQTT DAN HTTP PADA PENERAPAN SISTEM MONITORING SUHU BERBASIS NODEMCU (STUDI KASUS RUANG SERVER KAMPUS 3 IST AKPRIND YOGYAKARTA) Ali Safii, Muhammad Farid; Raharjo, Suwanto; Lestari, Uning
Jurnal Jarkom Vol 7 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of Things (IoT) pada perkembanganya seakan menjadi solusi bagi seluruh perangkat elektronik untuk saling berkomunikasi dengan perangkat-perangkat yang telah terkomputasi. Dengan dasar inilah dikembangkan beberapa protokol komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan IoT. Pemilihan prokotol yang tepat pada saat mengimplementasikan jaringan dengan perangkat berkonsep IoT sangat penting dalam penggunaan beban trafik jaringan yang digunakan pada perangkat IoT. Pada penelitian ini memiliki objek yaitu mengimplementasikan sistem monitoring suhu menggunakan NodeMCU dengan sensor DHT11. NodeMCU digunakan sebagai mikrokontroller dengan modul ESP8266 sebagai media trasmisi nirkabel pada perangkat IoT sedangkan DHT11 merupakan sensor suhu dan kelembapan yang akan membaca suhu disekitar sensor. Penelitian mencakup analisa Quality of Service (QoS) pada objek di kedua protokol dan menganalisa pengiriman data pada protokol Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dan Message Queuing Telemetry Transport (MQTT). Pada pengujian terhadap objek dengan jaringan lokal mendapatkan hasil QoS pada protokol HTTP dengan parameter Delay, Packet Loss,dan Jitter lebih baik daripada protokol MQTT, akan tetapi protokol MQTT memiliki Troughput lebih baik dibandingan dengan protokol HTTP. Pada pengujian pengiriman data MQTT memiliki selisih 5-10% data lebih banyak dibandingkan HTTP.
PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER PADA RUMAH SAKIT SOEDARSONO DARMOSOEWITO DI BATAM Tampi, Stefanus Samuel; Raharjo, Suwanto; Sholeh, muhammad
Jurnal Jarkom Vol 7 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito Batam secara keseluruhan sudah menggunakan jaringan internet tetapi rancangan jaringan komputer tersebut dibangun tanpa adanya simulasi terlebih dahulu, karena adanya kurang informasi atau pengetahuan dan juga sumber daya manusia. Oleh karena itu, komponen - komponen untuk membangun sebuah jaringan membutuhkan perancangan yang baik, serta harus adanya simulasi yang sudah di bangun terlebih dahulu, supaya memudahkan kita untuk penerapan secara prakteknya. Tujuan utama penelitian ini bermaksud untuk melakukan analisa jaringan yang ada di RS Soedarsono Darmosoewito Batam, membuat rancangan jaringan usulan berbasis VLAN di Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito Batam, juga membuat simulasi dan rancangan jaringan usulan menggunakan Cisco Packet Tracer. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu infrastruktur jaringan menggunakan topologi STAR - BUS, untuk memudahkan mencari gangguan, dan memudahkan menambah/ mengurangi perangkat. Penerapan teknologi VLAN akan mempermudah peengelolaan jika terjadi perubahan-perubahan yang terjadi pada jaringan ini.
ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) WIRELESS DAN BLOKIR USER DENGAN PENERAPAN WHITELIST DI HUAWEI HG8245H Sirait, Ryvan; Hamzah, Amir; Raharjo, Suwanto
Jurnal Jarkom Vol 6 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan wireless LAN sering mengalami gangguan koneksi karena adanya penyusup yang menggunakan wireless LAN. Sehingga akses internet menjadi lambat dan merugikan penghuni Kos Komik Kreak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan dan kinerja wireless LAN yang digunakan saat ini dan melakukan pemblokiran kepada user penyusup. Metode yang digunakan untuk menguji kinerja jaringan wireless adalah dengan menggunakan Quality of Service, dengan parameter pengukuran download, upload, delay, jitter, packet loss. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yang pertama melakukan observasi langsung ke tempat pengujian, melakukan pengumpulan data, pengujian QoS, kemudian melakukan pemblokiran dan analisis terhadap hasil pengujian tersebut. Hasil penelitian ini antara lain: (a) Hasil pengujian sebelum penerapan whitelist menunjukkan bahwa rata-rata download sebesar 14 Mbps, upload sebesar 0,9 Mbps, delay/latency sebesar 87,5 ms masuk dalam kategori bagus, packet loss sebesar 0 % masuk dalam kategori sangat bagus dan jitter sebesar 63,6 ms masuk dalam kategori bagus; (b) Hasil pengujian setelah penerapan whitelist menunjukkan bahwa ratarata download sebesar 20,7 Mbps, upload sebesar 4,03 Mbps, delay/latency sebesar 53,38 ms masuk dalam kategori sangat bagus, packet loss sebesar 0% masuk dalam kategori bagus dan jitter sebesar 31,92 ms masuk dalam kategori bagus.
ANALISIS KINERJA WIRELESS POINT TO POINT MULTIPOINT CLIENT BRIDGE DAN REPEATER PADA FREKUENSI 2.4 GHZ Bhakti, Zeppi Maulana; Raharjo, Suwanto; Sholeh, muhammad
Jurnal Jarkom Vol 5 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Dalam membangun jaringan wireless dibutuhkan sebuah teknologi yang tepat agar tercipta koneksi wireless yang baik. Teknologi nirkabel (wireless) memiliki fleksibilitas, mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Beberapa teknologi itu diantaranya point to point, multipoint, client bridge dan repeater. Teknologi tersebut sangat efektif dan dapat mendukung saluran komunikasi informasi secara luas dan aman. Untuk implementasi teknologi wireless menggunakan beberapa access point dan satu buah mikrotik sebagai DHCP server. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality of Service (QoS) diantaranya delay, packet loss, throughput dan bandwidth pada masing-masing teknologi. Pengujian dilakukan dengan 2 pengujian yaitu pengujian A dan pengujian B, pengujian A dengan access point client ada diluar dan pengujian B dengan access point client ada didalam. Dari hasil pengujian beberapa kinerja jaringan wireless terdapat perbedaan nilai Quality of Service (QoS) pada masing-masing teknologi wireless. Dari kedua pengujian nilai throughput yang paling tinggi didapat dari teknologi point to point, pada pengujian A diperoleh nilai 86,4 byte/ms dan pada pengujian B diperoleh nilai 12,9 byte/ms. Jadi secara keseluruhan 2 pengujian nilai throghput yang tinggi didapat dari teknologi point to point.
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE FIFO (FIRST-IN FIRST-OUT) DAN PCQ (PER CONNECTION QUEUE) PADA ROUTER MIKROTIK Febriyanti, Enggar; Raharjo, Suwanto; Sholeh, muhammad
Jurnal Jarkom Vol 5 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan bandwidth yang seringkali kurang dimanfaatkan secara optimal, untuk mengatasi permasalahan bandwidth dapat dilakukan manajemen bandwidth yang bertujuan agar bandwidth dapat dimanfaatkan secara optimal. Manajemen bandwidth selain untuk memaksimalkan bandwidth yang ada juga bertujuan untuk mengatasi masalah congestion. Congestion adalah kondisi dimana data yang akan dikirim lebih besar dari kapasitas link (media) jaringan yang tersedia. Congestion ini umum terjadi jika bandwidth yang tersedia tidak cukup lagi untuk mengalirkan packet-packet yang dibutuhkan oleh user. Pengujian kinerja jaringan bisa menjadi solusi untuk mengetahui kinerja jaringan. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality Of Service (QOS) diantaranya delay, packet loss, jitter dan throughput. Pengujian tersebut dilakukan dalam dua metode yang berbeda, yaitu FIFO (First-in First-out) dan PCQ (Per Connection Queue). Metode yang digunakan adalah studi literature, perancangan jaringan, dan implementasi pengujian jaringan. Hasil pengujian kinerja jaringan dengan metode FIFO pada jam sepi diperoleh hasil dengan indeks 3.5 dan pada jam padat diperoleh hasil dengan indeks 3. Dengan Metode PCQ pada jam sepi diperoleh hasil dengan indeks 3.25 dan pada jam padat diperoleh hasil dengan indeks 3.5. Secara keseluruhan jaringan dengan kedua metode tersebut mampu bekerja dengan baik, namum setiap metode mempunyai kinerja yang berbeda pada setiap kondisinya.
KEAMANAN INTERNET OF THINGS UNTUK PERINGATAN DINI BENCANA BANJIR Farid, Muhammad Fahrizal; Raharjo, Suwanto; Rachmawati, Rr. Yuliana
Jurnal SCRIPT Vol 7 No 1 (2019): Vol. 07 No. 01 Edisi Juni 2019
Publisher : Jurusan Informatika INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tanggal 22 bulan April 2015 Daerah Istimewa Yogyakarta diguyur hujan deras yang mengakibatkan banjir lahar dan meluapnya Sungai Code. Banjir terparah terjadi di kawasan Sayidan setinggi 1,5 meter. Air Sungai Code menyentuh pembatas yang mengakibatkan 200 kepala keluarga di kampung Bintaran Kidul dan Bintaran Lor mengungsi di Gereja Bintaran dan Masjid At Tauhid. Sistem peringatan dini bencana banjir berbasis Internet of Things ini dibangun satu sistem informasi yang sama dengan beda hak akses serta dua lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan lokal, dan lingkungan publik. Lingkungan publik menyediakan keamanan iot menggunakan akses privat vpn yang terhubung langsung dengan lingkungan lokal. Sistem informasi memuat informasi tinggi sungai belik secara real – time serta grup chatting telegram sebagai tempat peringatan terhadap masyarakat sekitar jika tinggi sungai belik mencapai level – level kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vpn pptp melakukan enkripsi paket – paket yang dikirimkan ke server publik melalui web server lokal. Penggunaan vpn pptp sebagai enkripsi transportasi data memiliki waktu round trip time yang cukup lama karena ukuran tiap – tiap paket memiliki panjang 107 sedangkan enkripsi menggunakan ssl memiliki round trip time yang lebih kecil dengan tiap – tiap paket memiliki ukuran 66. Besar kecilnya round trip time mempengaruhi dalam waktu yang ditempuh dalam transportasi data pada web server publik yang nantinya data tersebut diolah sebagai informasi.
MEMAKSIMALKAN POTENSI BISNIS INTERNET PADA JARINGAN NIRKABEL (Studi Kasus: Pengembangan Jaringan LAN di Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz) Setiadi, Yuki Syambudi; Raharjo, Suwanto; Triyono, Joko
Jurnal Jarkom Vol 2 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi nirkabel atau wireless, kini semakin merebak di seantero penjuru negeri. Dengan memanfaatkan gelombang radio, teknologi nirkabel pada jaringan komputer semakin menunjukkan eksistensinya dibandingkan dengan jaringan konvensional (dengan kabel / wired). Keberadaan teknologi yang semakin murah juga turut menunjang eksistensi dari teknologi nirkabel ini. Kini, area dengan jaringan nirkabel atau lebih familiar dengan istilah hotspot semakin mudah untuk ditemui. Perangkat pembangun jaringan hotspot yang relatif murah membuat sebagian orang bersikukuh untuk memanfaatkan peluang bisnis pada jaringan nirkabel. Berbagai trik pun dilancarkan oleh para pelaku bisnis, mulai dari kewajiban membeli barang terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas hotspot, hingga warung internet (warnet). Namun, penggunaan kartu prabayar atau voucher merupakan strategi bisnis yang paling prospektif. Hal ini dikarenakan kemudahan untuk memanajemen pada sisi pelaku bisnis dan kemudahahan penggunaan pada sisi pelanggan. Meninjau pada target PT. Telkom yang terobsesi untuk menjadikan Indonesia negara dengan jumlah WiFi terbesar di Asia (Yandi, 2012), yakni 10 juta WiFi pada 2015, sudah tentu bisnis hotspot merupakan bisnis yang sangat menjanjikan di masa depan. Namun demikian, bisnis hotspot juga harus dikendalikan agar tidak menyalahi aturan hukum dan norma, apalagi jika bisnis dijalankan di lingkungan Pondok Pesantren. Dengan sedikit sinkronisasi antara sistem dengan ideologi kepesantrenan yang ada, maka bisnis hotspot ini pun akan menjadi bermanfaat bagi Pondok Pesantren. Keyword: Hotspot, Voucher, Ideologi, Pondok Pesantren