Desi Ariyana Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR YANG BERKORELASI TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD KOTA SEMARANG (CORRELATING FACTORS OF COPING MECHANISM ON CKD PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS IN RSUD KOTA SEMARANG) Armiyati, Yunie; Rahayu, Desi Ariyana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.931 KB)

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) patients who undergo hemodialysis can experience a variety ofproblems that arise as a result of a malfunction of the kidneys and hemodialysis process. Thoseproblems will cause stres and different coping mechanism, such as maladaptive copingmechanism. Nurses need to identify the various factors that correlate to the patient's copingmechanism in order to help identify contributing factors. The purpose of this study is to analyzethe factors that contribute to coping mechanism of CKD patients undergoing hemodialysis. Thisresearch used descriptive correlation design with samples of 39 hemodialysis patients at RSUDKota Semarang. The results show that there is no correlation between age and coping mechanism of response (p = 0.976> 0.05), there is a correlation between length of CKD withcoping mechanism (p = 0.015 <0.05), there is a correlation between length of undergoing HDwith coping mechanism (p = 0.002 <0.05) and there is a significant correlation betweenreceived of stres response to coping mechanisms (p = 0.008 <0.05), the more positive responseof receiving stres, the more adaptive coping mechanisms that is used by the patients.Recommendation of this study is that nurses can apply effective stres management for patients,so that the patient's coping mechanism become more adaptive.Keywords: Coping mechanism, Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialysis
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IBM) TAMAN PINTAR BANANA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KUALITAS BALITA DI RW 04 DAN RW 05 DESA ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Alfiyanti, Dera; -, Mariyam; Rahayu, Desi Ariyana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.197 KB)

Abstract

Program Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini  Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita di Puskesmas Kota Semarang dan jaringannya masih terbatas pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan sedangkan deteksi dini penyimpangan perkembangan, penyimpangan emosional,dan stimulasi sesuai usia anak belum dilaksanakan. Pembinaan tumbuh kembang balita di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang belum berjalan secara optimal. Kader kesehatan di RW 04 dan RW 05 mengatakan bahwa kegiatan posyandu hanya sebatas penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan saja.Hal ini menyebabkan tidak terdeteksinya penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, dan tidak optimalnya kualitas balita. Tujuan utama pembentukan Taman Pintar Banana adalah meningkatkan kualitas balita di RW 04 dan RW 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan deteksi dini pertumbuhan balita, pelatihan deteksi dini penyimpangan perkembangan balita, workshop stimulasi perkembangan balita, pelatihan MP-ASI, pelatihan pemeriksaan fisik dasar balita, pelatihan perawatan bayi, dan pembentukan Taman Pintar Banana. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi keterampilan, dan role play. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre dan post test pada setiap pelatihan yang berlangsung. Pengetahuan dan keterampilan kader mengalami peningkatan di enam pelatihan yang diselenggarakan.
Perkembangan Psikososial Anak Pada Keluarga Buruh Migran Internasional Di Wilayah Kabupaten Kendal Nurhidayati, Tri; Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, M. Fatkul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.033 KB)

Abstract

This study aims to to identify psychosocial development of the children. It is based on several studies that families become overburdened with children entrusted, the child's relationship with her mother became strained, unruly children and school dropouts. Family is the first level of social group, the first place for learning about values and the formation of the child's personality structure through the values and norms of the parents. Yet with his parents, especially mothers working abroad will have much effect on the child. Problems that are often experienced by children whose parents work abroad (especially mothers) migrated abroad to earn money for the family, many children who pass through the golden age without the guidance of a mother, even though this period determine the most critical period for children. Though the mother would not be replaced by anyone. Children who left a lot of experience psychosocial problems such as emotional disorders, behavioral problems, hyperactivity, tend to be more passive in terms of addressing issues that arise both families and schools. The study was conducted in the area of Kendal, precisely at Taman Gede village, Gemuh subdistrict. Taman Gede is one of the villages in the district, which send many citizens working abroad according to one of the company's most labor suppliers at Gemuh districts. Kendal selected based on the results BNP2TKI report stating that Kendal area was ranked as the ninth highest labor suppliers in Indonesia in 2012.Respondents are selected based on inclusion criteria that is international migrant worker's family with family members (mother) who left children aged 0 -18 years. The research used descriptive method design to analyze and describe the psychosocial development of the children. Analysis using univariate analysis. The results of the study were obtained either psychosocial development of the child as many as 24 people (60%). Unfavorable psychosocial development that have familiar friends play have significant achievements in life.
BODY DISMORPHIC DISORDER TENDENCY TO STRESS LEVEL IN FEMALE ADOLESCENCES Fazriyani, Ghina Yustina; Rahayu, Desi Ariyana
Media Keperawatan Indonesia Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.388 KB) | DOI: 10.26714/mki.2.3.2019.105-112

Abstract

Body Dismorphic Disorder(BDD) tendency is a series of symptoms experienced by a person that leads to dissatisfaction with the physical appearance or body appearance that usually occurs in adolescent girls. Where female adolescences have more obsession with physical appearance and the desire to have a perfect body shape, so they make various efforts to overcome the shortcomings in terms of physical. This will result in the burden of mind on young women when their desires cannot be achieved, and have an impact on the emergence of stress.The purpose of this research is to determine the relationship between the tendency of BDD to stress levels in female adolescences in a high school. The type of this research is quantitative descriptive correlational research approach with crosssectional design. The sample of this study was 216 female adolescent respondents with a simple random sampling technique. Data analysis by using test Rank Spearman correlation test. Research result shows that of tendency BDD in female adolescences in the ccategory of high BDD tendencies (55,6%) and low BDD tendency category (44,4%). The stress level in female adolescences in the mild stress category (33,3%), normal category (30,1%), moderate stress category (30,6%), and severe stress category (6%). Conclusion showed the relationship between the tendency of BDD to stress levels (p = 0,000) with a correlation coefficient of 0.646, i.e. the higher of BDD  tendency, the more it will influence the stress level.
Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Taman Pintar Banana Sebagai Upaya Optimalisasi Kualitas Balita Di Rw 04 Dan Rw 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang Alfiyanti, Dera; Mariyam, Mariyam; Rahayu, Desi Ariyana
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita di Puskesmas Kota Semarang dan jaringannya masih terbatas pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan sedangkan deteksi dini penyimpangan perkembangan, penyimpangan emosional, dan stimulasi sesuai usia anak belum dilaksanakan. Pembinaan tumbuh kembang balita di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang belum berjalan secara optimal. Kader kesehatan di RW 04 dan RW 05 mengatakan bahwa kegiatan posyandu hanya sebatas penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan saja. Hal ini menyebabkan tidak terdeteksinya penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, dan tidak optimalnya kualitas balita. Tujuan utama pembentukan Taman Pintar Banana adalah meningkatkan kualitas balita di RW 04 dan RW 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan deteksi dini pertumbuhan balita, pelatihan deteksi dini penyimpangan perkembangan balita, workshop stimulasi perkembangan balita, pelatihan MPASI, pelatihan pemeriksaan fisik dasar balita, pelatihan perawatan bayi, dan pembentukan Taman Pintar Banana. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi keterampilan, dan role play. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre dan post test pada setiap pelatihan yang berlangsung. Pengetahuan dan keterampilan kader mengalami peningkatan di enam pelatihan yang diselenggarakan.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYIMPANAN ASI PADA IBU BEKERJA DI ASRAMA POLISI KALISARI SEMARANG KECAMATAN SEMARANG SELATAN Rahayu, Desi Ariyana
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.357 KB)

Abstract

Tendensi penurunan pemberian ASI banyak terlihat di kota-kota besar di lndonesia. Dengan semakin banyaknya wanita yang bekerja pada sektor formal, akan mempengaruhi upaya ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Cuti tiga bulan yang diterima menyebabkan ibu beralih pada susu formula. Sebenarnya tidak tertutup kemungkinan bagi ibu bekeria untuk mernberikan ASI eksklusif, yaitu dengan menyimpan ASl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI di Asrama Polisi (Aspol) Kalisari Semarang.Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode total sampling dengan 30 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu bekeria yang mempunyai bayi usia 2-6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskiptif murni dengan analisa data menggunakan analisa univariat.Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI di Aspol Kalisari Semaiang terdapat 73,33% ibu yang memiliki pengetahuan sedang, 23,33%baik dan 3,33% kurang.Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan ibu bekerja di Aspol Kalisari Semarang mengenai penyimpanan ASI belum begitu baik, sehingga diharapkan agar penyimpanan ASI dapat lebih disosialisasikan sehingga dapat meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif dilndonesia.Kata Kunci : Penyimpanan ASl, lbu Bekeria, Tingkat Pengetahuan
Perspektif Kejiwaan Dalam Keluarga: Gambaran Kerentanan Sosial Keluarga Buruh Migran Internasional Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, M Fatkhul; Nurhidayati, Tri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.353 KB)

Abstract

Pendahuluan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak sosial keluarga buruh migran yang ditinggal bekerja ke luar negeri. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang berkaitan dengan beberapa masalah sosial yang sering ditemukan pada keluarga buruh migran yang ditinggal bekerja di luar negeri. Penelitian dilakukan di wilayah Kendal, tepatnya di Desa Taman Gede kecamatan Gemuh. Desa Taman Gede merupakan salah satu desa di Kecamatan Gemuh yang merupakan wilayah dengan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri terbanyak menurut salah satu perusahan penyalur tenaga kerja yang ada di wilayah kecamatan Gemuh. Kendal dipilih berdasar hasil laporan BNP2TKI yang menyebutkan bahwa daerah Kendal menduduki peringkat ke sembilan tertinggi sebagai daerah penyalur tenaga kerja di Indonesia tahun 2012. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif dengan melakukan eksplorasi langsung, menganalisis dan mendeskripsikan dampak sosial yang dialami keluarga buruh migran. Pengumpulan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi langsung kepada partisipan. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dampak sosial yang dialami oleh keluarga buruh migran internasional yang ditinggal bekerja ke luar negeri. Dampak sosial yang dialami oleh keluarga buruh migran internasional yang ditinggal bekerja ke luar negeri meliputi: kegiatan pengalihan (displacement), sosial spiritual, aktivitas harian dan investasi. Simpulan: Secara umum dampak sosial yang dirasakan dan dialami oleh keluarga buruh migran internasional dapat digolongkan menjadi dampak positif dan negatif. Pengalaman ditinggal bekerja ke luar negeri bagi sebagian partisipan memberikan dampak positif baik secara materiil maupun immateriil, namun ada juga partisipan yang merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama bagi suami yang ditinggal oleh istrinya.
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN KANKER Suwardi, Amia Rosandi; Rahayu, Desi Ariyana
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.27-32

Abstract

Nyeri adalah keluhan yang umum pasca pengobatan bagi penderita kanker, bahkan bertahun-tahun setelah pengobatan. Pengendalian nyeri dapat dilakukan dengan pengobatannon farmakologis, diantaranya menggunakan terapi murottal yaitu terapi dengan mendengarkan alunan ayat-ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh ‘qori. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi musik klasik dengan terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker. Jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan menggunakan bentuk rancangan three group pre and post test with kontrol design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang mengalami nyeri. Sampel berjumlah 75 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelompoki ntervensi dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan Kruskal Wallis dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi sesudah diberikan terapi murottal sebesar 13,00. Hal ini menujukkan terjadinya penurunan tingkat nyeri setelah diberikan terapi murottal. Ada pengaruh pemberian terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan nilai p=0,000 (p-value<0.05). Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perawat, pasien kanker, mahasiswa agar dapat membantu memenuhi kebutuhan diri akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri. Kata kunci : Terapi musik klasik, terapi murottal, kanker, tingkat nyeri EFFECTIVENESS OF MUROTTAL THERAPY IN DECREASING PAIN LEVEL OF CANCER PATIENTS ABSTRACTPain is a common complaint post-treatment for cancer sufferers, even years after treatment. Pain kontrol can be done by non pharmacological treatment, including using murottal therapy is therapy by listening to the strains of holy verses of the Qur'an which is read by ' Qori. Research objectives to determine the effectiveness of classical musik therapy with murottal therapy to decrease the level of pain in cancer patients. Types of experimental Quasy research using the design form Three Group Pre and Post Test with Kontrol Design. The population in this study is a cancer patient who is experiencing pain. Samples numbered 75 respondents using the purposive sampling technique, consisting of intervention groups and kontrol groups. Data analysis using Kruskal Wallis and Wilcoxon. The results showed that the average level of pain in the intervention group after Murottal therapy was 13,00. This shows the occurrence of pain reduction after being given murottal therapy. There is an influence on the treatment of murottal to decrease the level of pain in cancer patients in the Islamic hospital Sultan Agung Semarang with a value P = 0,000 (P-value < 0.05). The study provided recommendations to nurses, cancer patients, students in order to help meet the self-need for comfort in pain kontrol. Keywords: Classic  musik therapy, murottal therapy, cancer , the level of pain
PENGARUH AFIRMASI POSITIF TERHADAP MEKANISME KOPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Wijaya, Fazri; Rahayu, Desi Ariyana
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol 2, No 1 (2019): Mei
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.054 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i1.246

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) ialah kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan yang berupa adanya kelainan pada struktur ginjal dan dapat atau tanpa disertai dengan adanya penurunan laju filtrasi glomerulus. Lamanya proses terapi hemodialisa akan berdampak pada mekanisme koping pada pasien GGK tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh afirmasi positif terhadap mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah semarang. Desain Penelitian ini adalahquasi eksperimen.Populasi yang akan digunakan yaitu pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang yang menjalani terapi hemodialisa berjumlah 105 pasien. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 84 respondenterdiri dari kelompok intervensi sebanyak 42 responden dan kelompok kontrol 42 responden. Hasil analisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Test didapatkan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan afirmasi positif untuk adaptif sebanyak 18 orang (42,9%) serta maladaptif 24 orang (57,1%) sedangkan setelah diberikan perlakuan afirmasi positif yaitu adaptif 36 orang (85,7%) dan maladaptif 6 orang (14,3%) dan hasil uji Mann-Whitney Test didapatkan nilai p value 0,004 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh afirmasi positif terhadap mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Kata Kunci : Afirmasi positif, pasien gagal ginjal kronik, mekanisme koping. POSITIVE AFFIRMATION ON COPING MECHANISM OF CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS ABSTRACTChronic renal failure (CRF) is kidney damage that occurs more than 3 months in the form of abnormalities in kidney structure and may or not accompanied by a decrease in glomerular filtration rate. The duration of hemodialysis therapy process will have an impact on the coping mechanisms in the CRF patients. The research objective was to determine the effect of a positive affirmation of the coping mechanisms in patients with chronic renal failure in Roemani Muhammadiyah Hospital Semarang. This study design is quasi-experimental. The population that will be used in which patients with chronic renal failure Roemani Muhammadiyah Hospital in Semarang who undergo hemodialysis therapy totaling 105 patients. The sampling technique used purposive sampling with 84 respondents consisted of as many as 42 respondents intervention group and the control group 42 respondents. The results of non-parametric statistical test Wilcoxon Test obtained coping policies in patients with chronic renal failure in the intervention group before being given positive approval for adaptive as many as 18 people (42,9%) and maladaptive 24 people (57,1%) while after being given positive affirmation assistance namely adaptive 36 people (5,7%) and maladaptive 6 people (14,3%) and the Mann-Whitney Test results obtained a p value of 0,004 < 0,05, it can be denied that there was an improvement in chronic kidney failure at Roemani Muhammadiyah Hospital Semarang. Keywords: Positive affirmation, chronic renal failure patients, coping mechanism
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN KANKER Suwardi, Amia Rosandi; Rahayu, Desi Ariyana
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.27-32

Abstract

Nyeri adalah keluhan yang umum pasca pengobatan bagi penderita kanker, bahkan bertahun-tahun setelah pengobatan. Pengendalian nyeri dapat dilakukan dengan pengobatannon farmakologis, diantaranya menggunakan terapi murottal yaitu terapi dengan mendengarkan alunan ayat-ayat suci al-qur?an yang dibacakan oleh ?qori. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi musik klasik dengan terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker. Jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan menggunakan bentuk rancangan three group pre and post test with kontrol design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang mengalami nyeri. Sampel berjumlah 75 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelompoki ntervensi dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan Kruskal Wallis dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi sesudah diberikan terapi murottal sebesar 13,00. Hal ini menujukkan terjadinya penurunan tingkat nyeri setelah diberikan terapi murottal. Ada pengaruh pemberian terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan nilai p=0,000 (p-value<0.05). Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perawat, pasien kanker, mahasiswa agar dapat membantu memenuhi kebutuhan diri akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri. Kata kunci : Terapi musik klasik, terapi murottal, kanker, tingkat nyeri EFFECTIVENESS OF MUROTTAL THERAPY IN DECREASING PAIN LEVEL OF CANCER PATIENTS ABSTRACTPain is a common complaint post-treatment for cancer sufferers, even years after treatment. Pain kontrol can be done by non pharmacological treatment, including using murottal therapy is therapy by listening to the strains of holy verses of the Qur'an which is read by ' Qori. Research objectives to determine the effectiveness of classical musik therapy with murottal therapy to decrease the level of pain in cancer patients. Types of experimental Quasy research using the design form Three Group Pre and Post Test with Kontrol Design. The population in this study is a cancer patient who is experiencing pain. Samples numbered 75 respondents using the purposive sampling technique, consisting of intervention groups and kontrol groups. Data analysis using Kruskal Wallis and Wilcoxon. The results showed that the average level of pain in the intervention group after Murottal therapy was 13,00. This shows the occurrence of pain reduction after being given murottal therapy. There is an influence on the treatment of murottal to decrease the level of pain in cancer patients in the Islamic hospital Sultan Agung Semarang with a value P = 0,000 (P-value < 0.05). The study provided recommendations to nurses, cancer patients, students in order to help meet the self-need for comfort in pain kontrol. Keywords: Classic  musik therapy, murottal therapy, cancer , the level of pain