Articles

Found 11 Documents
Search

PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER DAN MODEL KERJA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN GAYA BELAJAR Rahayu, Suci; Sugiyarto, Sugiyarto; Sunarno, Widha
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual menggunakansimulasi komputer dan model kerja, kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.Penelitian ini merupakan penelitan kuasi eksperimen, dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Januari 2013.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampelpenelitian ada 4 kelas terbagi dua kelompok yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas VIII Adan VIII H menggunakan media simulasi komputer dan kelas VIII B dan VIII C menggunakan media modelkerja. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar kognitif,angket untuk gaya belajar, prestasi afektif, prestasi psikomotor, dan lembar observasi untuk prestasi belajarafektif dan psikomotor. Hipotesis diuji menggunakan anava tiga jalan, uji lanjut Anava uji Scheffe’, desainfaktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) pembelajaran IPA melalui pendekatankontekstual menggunakan media simulasi komputer dan model kerja berpengaruh terhadap prestasi belajarkognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kemampuan berpikir kritis berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif,afektif, dan psikomotor; 3) gaya belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;4) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dan kemampuan berpikir kritis terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 5) ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dangaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 6) tidak ada pengaruh yang signifikandari interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif,dan psikomotor; 7) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media, kemampuan berpikir kritis,dan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: simulasi komputer, model kerja, kemampuan berpikir kritis, gaya belajar, prestasi belajar.
AN ANALYSIS OF INTRINSIC ELEMENT IN EMILY DICKINSON’S “BECAUSE I COULD NOT STOP FOR DEATH” Rahayu, Suci
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writer discusses the intrinsic element in poetry of Emily Dickinson entitled ?Because I Could Not Stop For Death?. The purpose of this study is to understand the intrinsic elements on the poem. The methods used were library research. By using the method of library research the writer collected some information and documents that support the process of analysis. The result of the study shows what kind of intrinsic elements is used in the poetry to deliver the message. 
PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA DENGAN MEDIA KARTU AKSARA JAWA Rahayu, Suci
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 2, Mei 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v16i4.3514

Abstract

Kedudukan bahasa Jawa di Indonesia adalah sebagai salah satu bahasa daerah. Eksistensi bahasa Jawa sebagaimana dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang Bahasa disebutkan bahwa bahasa daerah dipelihara oleh negara. Hal tersebut sesuai dengan pasal 42 UURI No. 24 yang berbunyi ?Dengan demikian maka Pemerintah (daerah) juga wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra daerah agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman serta agar tetap menjadi kekayaan budaya Indonesia?
KEBIASAAN MAKAN ANAK KECAMATAN PULOGADUNG RAHAYU, SUCI
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Volume 8, Nomor 1, April 2014
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara pengetahuan nutrisi dan status sosial ekonomi orangtua dengan kebiasan makan anak. Penelitian ini dilakukan di TK se-kecamatan Pulo Gadung pada tahun 2012 melibatkan seratus orangtua anak TK. Responden diambil secara acak. Data dianalisis melalui teknik korelasi dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara dua masalah dengan kebiasaan makan anak usia dini. Pertama, ada korelasi positif antara pengetahuan orangtua tentang nutrisi dengan kebiasaan makan anak TK. Kedua, ada korelasi positif antara status sosial ekonomi orangtua dengan kebiasaan makan anak TK. Ketiga, ada korelasi positif antara pengetahuan nutrisi dengan nutrisi dan status sosial ekonomi orangtua secara bersama dengan kebiasaan makan anak usia TK.
IN VITRO GROWTH AND ROOTING OF MANGOSTEEN (GARCINIA MANGOSTANA L.) ON MEDIUM WITH DIFFERENT CONCENTRATIONS OF PLANT GROWTH REGULATOR HARAHAP, FAUZIYAH; POERWANTO, ROEDHY; SUHARSONO, .; SURIANI, CICIK; RAHAYU, SUCI
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 21 No. 4 (2014): December 2014
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.386 KB) | DOI: 10.4308/hjb.21.4.151

Abstract

Propagation of mangosteen is challenging for many reasons, including limited seed set, slow rate of seedling growth, and difficulty with root formations. The objective of this research was to find the best combination of medium and plant growth regulator for in vitro growth and rooting of mangosteeen seed. Various types of explant (a whole seed; seed divided into 2, 3, and 4 cross sections; seed divided into 2, 3, and 4 longitudinal sections) were treated with five concentrations of benzyl amino purine (BAP; 0, 2.5, 5, 7.5, 10 mg/L) for shoot induction in ½ Nitrogen (N) Murashige and Skoog (MS) medium. The shoots were rooted on MS and woody plant medium (WPM) media with several combinations of indole butyric acid (IBA) and naphtalene acetic acid (NAA). Treatments for root induction were applied as follows: (i) low dose, given during induction of rooting, (ii) soaking the base of the shoots in medium treated with a high dose of auxin for 5 days, and then growing the shoots in MS ½ N with 1 mg/L NAA +  1 mg/L BAP medium. Our result show that BAP positively affected mangosteen bud growth. The best medium for mangosteen shoot regeneration was found to be  MS ½ N  + 5 mg/L BAP. This medium induced  the highest number of shoots from the seed explant cut into four cross sections. We found the best medium to induce in vitro rooting of mangosteen shoot was MS ½ N + 3 mg/L indole butiric acid (IBA) + 4 mg/L NAA medium. Some treatment negatively affected growth. Soaking the mangosteen shoot base in a medium with an overly high dose of auxin seemed to disrupt and inhibit growth of the mangosteen shoot.
Peningkatan Hasil Beljaar Bahasa Indonesia melalui Metode Inquiri Pada Siswa Kelas VI SDN 1 Tamanan Rahayu, Suci
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2, Mei 2017
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v2i2.44

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran objektif tentang peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi surat resmi dengan metode inquiry pada siswa. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN 1 Tamanan Trenggalek Pelajaran 2013/2014. Hasil Penelitian menunjukkan Peningkatan dari hasil pretes nilai rata-rata prestasi 57,46. Evaluasi siklus I diperoleh  nilai  rata-rata  69,74 (47,37%) mencapai ketuntasan. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 82,89 (89,47%) mencapai ketuntasan meningkat 42,11% dari siklus sebelumnya.
INISIASI TUNAS GANDA TANAMAN MANGGIS MALINAU MELALUI KULTUR IN VITRO UNTUK PERBANYAKAN KLONAL Lestari, Endang Gati; Suhartanto, M. Rahmad; Kurniawati, Ani; Rahayu, Suci
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.474 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i1.7075

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is one of the most promising tropical fruits for export. The major constraint toincrease fruit production of the spesies is the long juvenile period. Seedless, sweet and juicy variety of mangosteen had beenfound in Malinau. In vitro propagation technique offers possibility to produce sufficient number of seedlings any time. Thisresearch was aimed at obtaining the appropriate media formula to enhance shoot proliferation. This research consisted ofshoot induction and multiplication and shoot elongation. The materials were the fresh mangosteen seeds from the Malinaumangosteen trees. The explant used in the trial was seeds which were divided into four slices. The use of 8 to 16 mg BA L-1combined with 0.2 mg thidiazuron L-1 resulted in the best shoot induction of 52 shoot buds per explant at the 6th week afterplanting with the mean height of 0.3 cm. Upon subculturing in to the similar media, the number of shoot tends to increase.For multiplication, low concentration of BA (2 to 4 mg L-1) and thidiazuron 0.05 mg L-1 were applied to increase the numbersof shoots. The total shoot number obtained in the media with 0.05 thidiazuron without BA was 11.25 and in the media with 2mg BA L-1 + 0.05 mg thidiazuron L-1 was 8.7 shoot explant-1. The result showed that the best media for shoot elongation wasMS + 1 mg BA L-1 + 2 mg kinetin L-1. The length of the shoots were in the range of 0.5-0.8 cm.Keywords: BA, Garcinia mangostana, in vitro culture, shoot multiplication, thidiazuron
PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER DAN MODEL KERJA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN GAYA BELAJAR Rahayu, Suci; Sugiyarto, Sugiyarto; Sunarno, Widha
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Inkuiri
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual menggunakansimulasi komputer dan model kerja, kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.Penelitian ini merupakan penelitan kuasi eksperimen, dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Januari 2013.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampelpenelitian ada 4 kelas terbagi dua kelompok yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas VIII Adan VIII H menggunakan media simulasi komputer dan kelas VIII B dan VIII C menggunakan media modelkerja. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar kognitif,angket untuk gaya belajar, prestasi afektif, prestasi psikomotor, dan lembar observasi untuk prestasi belajarafektif dan psikomotor. Hipotesis diuji menggunakan anava tiga jalan, uji lanjut Anava uji Scheffe’, desainfaktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) pembelajaran IPA melalui pendekatankontekstual menggunakan media simulasi komputer dan model kerja berpengaruh terhadap prestasi belajarkognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kemampuan berpikir kritis berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif,afektif, dan psikomotor; 3) gaya belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;4) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dan kemampuan berpikir kritis terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 5) ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dangaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 6) tidak ada pengaruh yang signifikandari interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif,dan psikomotor; 7) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media, kemampuan berpikir kritis,dan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: simulasi komputer, model kerja, kemampuan berpikir kritis, gaya belajar, prestasi belajar.
Pengaruh Elisitasi dengan Verticillium dahliae Kleb dan Rhizoctonia Solani Kuhn terhadap kandungan Gosipol dalam kalus Gossypium hirsutum L pada beberapa tingkat Subkultur Rahayu, Suci; Esyanti, Rizkita Rachmi; Siregar, Arbayah H
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 23, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2006.23.1.140

Abstract

An experiment on gossypol content hasbeen conducted on callus derived from Gossypium hirsutum L. subcultures 5, 6, and 7 after elicitation with Verticillium dahliae Kleb and Rhizoctonia solani Kuhn. Callus was cultured on solid Linsmaier and Skoog  (LS)  medium  supplemented  with 10 –5 M NAA and 10 –6 M 2,4-D, and subcultured for 5, 6, and 7 times. Callus was then elicited with 40  μg dry weight /ml homogenate of fungi derived from V. dahliae and R. solani, and harvested 0, 2, 4, and 6 days after elicitation. The gossypol was analyzed qualitatively and quantitatively using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The maximum gossypol content elicited with R. solani was obtained on callus subculture 5, which was harvested on 4 days after elicitation, i.e. 177,995 ±  0,248 μg/g dry weight,  whilst that with V. dahliae  was obtained on subculture 5, harvested four days after elicitation, i.e.108,021± 0,507 μg/g dry weight. The gossypol content of control callus on subculture 5, 6, and 7 was 37,885 ± 0,779 μg/g dry weight  23,170 ±  0,003 μg/g dry weight, 12,284 ± 0,221 μg/g dry weight, respectively. The subculture level, elicitor type, and harvesting time gave significant effect on gossypol content of G. hirsutum callus culture.
PENERAPAN STRATEGI SQ4R DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN I BOLANO KABUPATEN PARIGI MOTONG Rahayu, Suci; Zulianto, Sugit; Nur, Yunidar
BAHASANTODEA Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.606 KB)

Abstract

Dari uraian penelitian ini, maka rumusan masalah adalah ?Bagaimanakah penerapan strategi SQ4R dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 1 Bolano kabupaten Parigi Moutong dan apakah penerapan strategi SQ4R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 1 Bolano kabupaten Parigi Moutong? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi SQ4R pada pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas IV SDN I Bolano Parigi Moutong dan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa mengenai kelogisan kalimat, ketepatan diksi, ketepatan struktur kalimat, dan pemahaman isi bacaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara bersiklus. Setiap siklus, penelitian ini terdiri atas empat tahapan yaitu, 1) tahapan perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hasil penelitian ditemukan bahwa pada siklus I aspek kelogisan kalimat nilai ketuntasan mencapai 30,43%, aspek ketepatan diksi 65,21%, aspek ketepatan struktur kalimat 65,21%, dan pada pemahaman isi teks bacaan yaitu 91,30%. Ada pun hasil siklus II, aspek kelogisan kalimat nilai ketuntasan mencapai 86,95%, aspek ketepatan diksi 73,91%, aspek ketepatan struktur kalimat 86,95% dan pada pemahaman isi teks bacaan yaitu 86,95%. Keempat aspek tersebut mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I tercatat persentase ketuntasan rata-rata 6,8 dan pada siklus II terjadi peningkatan dan persentase rata-rata ketuntasan menjadi  8,3. Berdasarkan KKM yang disyaratkan di sekolah SDN I Bolano yaitu 70, maka  seluruh siswa yang terdiri atas 23 orang dinyatakan tuntas.