Articles

Found 9 Documents
Search

PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM ONE STUDENT ONE CLIENT (OSOC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GENUK SEMARANG Wuriningsih, Apriliani Yulianti; Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia; Astuti, Indra Tri; Khasanah, Nopi Nur; Susanto, Herry; Wijayanti, Kurnia; Luthfa, Iskim; Haiya, Nutrisia Nu?im; Puspitasari, Dyah Wiji
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.127 KB)

Abstract

Maternity nursing is part of health services to improve women's health, one of them is high-risk pregnancies. OSOC Program is a program launched by the Central Java Government in an effort to decrease the high Maternal Mortality Rate (MMR) in Central Java based on the continuity of care approach. Direct learning experiences method was used in the community by placing students in each chosen area. Each student will get one client that he / she is managing during the learning experience. All clients in each region has supervisor, thus there was one student one client. There were 40 high risk pregnant women. After accompaniment, there was a significant result. Pregnant women took more than 90% Fe tablets since from the beginning of pregnancy, pregnant women and families prepared with birth planning and prevention of complications program, pregnant women and families who signed the delivery order from 85% up to 100%. Pregnant women who joined the pregnancy class rose from 75% to 100% after being accompanied by students. OSOC program can improve the welfare of mother and fetus. This program can be continued as the continuous basis by enhancing multisectoral further coordination.
KELOMPOK PENDAMPING KEHAMILAN RISIKO TINGGI (KP-KRT) BERBASIS CONTINUITY OF CARE Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.awpm.2019.3.2.3364

Abstract

Kehamilan merupakan bagian dari proses maturasi perempuan yang memiliki berbagai risiko kesehatan. Kehamilan risiko tinggi menjadi faktor utama peningkatan AKI dan AKB di Indonesia. Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara terdapat mempunyai warga dengan kondisi hamil  risiko tinggi. Ibu memeriksakan kehamilannya di Puskesmas, namun pelayana yang diberikan masih sebatas Antenatal Care yang dilakukan rutin setiap bulannya. Karakteristik keluarga ibu hamil juga  tidak memahami cara perawatan sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan program pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan. Program tersebut berupa Kelompok Pendamping Kehamilan Resiko Tinggi (KP-KRT) berbasis  continuity of care untuk menurunkan resiko ?resiko yang terjadi pada Ibu hamil. Methode pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu yaitu (1) Sosialisasi, (2) Peningkatan kompetensi, (3) Latihan ketrampilan atau pelaksanaan kegiatan, dan (4 ) Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari pelaksanaan PKM dapat teridentifikasi ibu hamil yang mengalami resiko tinggi, didirikannya rumah kehamilan sejahtera, meningkatkan kompetensi kader melalui pelatihan, dan terbentuknya alur rujukan ibu hamil resiko tinggi. Kesimpulan, pentingnya pendampingan pada ibu hamil untuk menurunkan resiko yang terjadi pada kehamilan. Saran, diperlukannya pemantauan dan follow up dari pemerintah khususnya puskesmas setempat untuk menjaga keberlangsungan dari program KP-KRT.
PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) Rahayu, Tutik
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 8: Februari - September 2012
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam. Luka bakar yang luas mempengaruhi metabolisme dan fungsi setiap sel tubuh, semua sistem dapat terganggu, terutama sistem kardiovaskuler. Luka bakar dibedakan menjadi: derajat pertama, kedua superfisial, kedua dalam, dan derajat ketiga. Luka bakar derajat satu hanya mengenai epidermis yang disertai eritema dan nyeri. Luka bakar derajat kedua superfisial meluas ke epidermis dan sebagian lapisan dermis yang disertai lepuh dan sangat nyeri. Luka bakar derajat kedua dalam meluas ke seluruh dermis. Luka bakar derajat ketiga meluas ke epidermis, dermis, dan jaringan subkutis, seringkali kapiler dan vena hangus dan darah ke jaringan tersebut berkurang. Penanganan dalam penyembuhan luka bakar antara lain mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisa-sisa sel epitel untuk berproliferasi dan menutup permukaan luka. Kata Kunci : Luka Bakar, Klasifikasi Luka Bakar, Manajemen Penatalaksanaan
THE RELATION BETWEEN PROTEIN AND FERRUM CONSUMPTION WITH HAEMOGLOBIN CONCENTRATION OF YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY (UNY) STUDENTS Yuliati, Yuliati; Rahayu, Tutik; Pertiwi, Kartika Ratna
Jurnal Sains Dasar Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Sains Dasar
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.264 KB)

Abstract

This study aims to investigate the protein and ferrum consumption with the requirement nutrition and to study their relation with haemoglobin (Hb) concentration  of UNY students, through cross sectional model with applying point time approach. The samples are UNY students taken from incidental technic. The food consumption pattern measured by food frequency instrument while the consumption level was measured by recall diet method. Hb concentration was determined using sahli method. The height and body weight were also collected to complete the data. The descriptive analysis and product moment correlation of the data resulted 95% significancy level. The 91,4% respondents showed the low protein consumption and all samples (100%) indicated low ferrum consumption. The correlation between protein and ferrum with Hb concentration provided a 95% significancy level. Keywords: protein, ferrum, haemoglobin
Penerapan Inquiry Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Tulungrejo Tulungagung Rahayu, Tutik
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v3i2.172

Abstract

Agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Operasi pecahan desimal serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Inquiry Based Learning untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Operasi pecahan desimal siswa Kelas VI SD Negeri 2 Tulungrejo Kecamatan Karangrejo Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 66,7% dan pada siklus II 90,0%.
Efektifitas endorphin massage terhadap fungsi seksual perempuan pada masa menopause Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.315

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to identify the effectiveness ofendorphine massage on female sexual function during menopause inNgampel District of Kendal Regency. Sampling was done by samplingcriteria acsidental aged less than 60 years old, have a husband, in a healthycondition. Data processing was performed using the Wilcoxon test todetermine differences in sexual function before and after the interventionwhile endorphine effectiveness of massage performed by using MannWhitney.Hasil research: Wilcoxon test showed that there are significantdifferences in sexual function before and after being given endorphineMassage with p value 0.00. While Mann Whitney test showed p value of0.13 and the value of z score of -2.828, which means there is a stronginfluence among endorphine Massage to increased sexual function soendorphine Massage is effective for improving sexual function.
STUDI EKSPLORASI PADA WANITA PEKERJA SEKS Rahayu, Tutik; Wahyuni, Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.911 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.4

Abstract

AbstrakFenomena wanita bekerja bukan merupakan hal baru, dengan peran ganda yang dimilikinya wanita mampu menjalankan perannya sebagai wanita pekerja. Wanita pekerja mempunyai berbagai macam alasan untuk bekerja, salah satu pekerjaan yang riskan terpilih adalah sebagai pekerja seks. Penelitian memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alasan perempuan dalam memilih pekerjaan sebagai pekerja seks di wilayah kota Semarang. Penelitian ini merupakan qualitative study dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan menggunakan pertanyaan semi terstruktur. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menurut langkah-langkah dari Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan 4 alasan yang mengakibatkan wanita bekerja sebagai pekerja seks, antara lain karena himpitan ekonomi, masalah dalam keluarga, korban perdagangan manusia, dan korban pelecehan seksual. Beberapa partisipan menyampaikan bahwa alasan yang memicu sehingga mereka memilih bekerja sebagai pekerja seks adalah karena adanya himpitan ekonomi, terjebak dalam perdagangan manusia serta pernah memiliki pengalaman pelecehan seksualitas. Kata Kunci: wanita, pekerja seks, studi eksplorasi AbstractExploration study in women sex workers. The phenomenon of women working is not a new thing, with the dual role she has in being able to carry out her role as a woman worker. Women workers have various reasons for work, one of the risky jobs chosen is as a sex worker. The study gained a deep understanding of the reasons for women in choosing jobs as sex workers in the city of Semarang. This research is a qualitative study with phenomenological approach and participant taking using purposive sampling technique. The number of participants in this study was 8 people. Data collection uses in-depth interview techniques and uses semi-structured questions. Data analysis carried out in this study was according to the steps of Colaizzi. This study resulted in 4 reasons that resulted in women working as sex workers, among others due to economic crush, problems in families, victims of trafficking in persons, and victims of sexual abuse. Some participants said that the reason that triggered them to choose to work as sex workers was due to economic crush, trapped in human trafficking and had experience of sexuality abuse. Keywords: women, sex workers, exploration studies.
Model Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Abortus Inkomplet Menggunakan Pendekatan Need for Help Wiedenbach dan Self Care Orem Rahayu, Tutik
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.527 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v1i2.146

Abstract

Abortus merupakan salah satu bentuk komplikasi dalam kehamilan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan abortus inkomplet menggunakan   Teori “Need for help “  . Menurut Wiedenbach keperawatan klinik (clinical nursing) mempunyai empat komponen, yaitu filsafat (philosophy), kemanfaatan/kegunaan (purpose), praktik, dan kiat (art). Pada klien yang mengalami abortus inkomplet, klien datang ke rumah sakit dengan keluhan diantarnya adanya perdarahan. Perdarahan cenderung lebih banyak dari darah menstruasi dan kadang berlebihan yang dapat menyebabkan syok. Klien Kondisi pada klien tersebut tentu harus segera mendapatkan pertolongan agar klien dapat selamat dan terhindar dari komplikasi dan kematian, sehingga “Need for help “ tepat digunakan pada klien yang mengalami abortus inkomplet. Selain menggunakan konsep teori need for help  pada klien dengan abortus inkomplit juga menggunakan teori self care yang dikembangkan oleh Orem. self care merupakan  kemampuan individu untuk memprakarsai dirinya dalam melakukan perawatan diri sendiri dalam rangka mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan. Self care yang dilakukan secara efektif dapat membantu menjaga fungsi tubuh serta berkontribusi seperti pada perkembangan individu. Supportif educatif yang diberikan pada klien dengan abortus inkomplet dapat meningkatkan pengetahuan klien tentang kesehatan reproduksi seperti mempersiapkan kondisi baik fisik dan mental pada kehamilan yang akan datang.
POTENSI BUAH SALAK (Salacca edulis, R.) SEBAGAI SUPLEMEN HIPOLIPIDEMIK DITINJAU DARI GAMBARAN HISTOPATOLOGI JANTUNG DAN HEPAR MENCIT YANG DIBERI DIET RENDAH LEMAK Hardjana, Tri; Pertiwi, Kartika Ratna; Rahayu, Tutik
Jurnal Sains Dasar Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Sains Dasar
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.407 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v5i1.12672

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur histopatologi jantung mencit yang diberi sari buah salak (Salacca edulis,  R) dan diet lemak hewani dan untuk mengetahui struktur histopatologi hati mencit yang diberi sari buah salak (Salacca edulis,  R) dan diet lemak hewani. Penelitian ini mengguanakan metode penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengukur respon yang muncul dari suatu obyek sebagai akibat adanya perubahan suatu faktor yang mengenainya. Tempat penelitian dilakukan di Animal House Universitas Negeri Yogyakarta dan pengamatan preparat dilakukan di laboratorium Zoologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, selama kurun waktu bulan Juni sampai Oktober 2015. Variabel penelitian bebas berupa sari buah salak, sedangkan variabel tergayut yaitu gambaran histopatologi hati meliputi kerusakan batas sel dan infiltrasi sel lemak dan diameter vena sentralis sedangkan jantung meliputi kerusakan endotel dan infiltrasi sel lemak. Data dianalis secara deskriptif untuk menyajikan sebaran frekuensi. Keterkaitan antar variabel tersebut disajikan dalam format tabel silang dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menyatakan (1) Struktur histopatologi pembuluh darah jantung mencit yang diberi sari buah (Salacca edulis, R) dan diet lemak hewani mengalami kerusakan endotel dan infiltrasi lemak lebih kecil dibandingkan struktur histopatologi pembuluh darah jantung pada mencit yang diberi tambahan diet lemak; (2) Struktur histopatologi sel hepar mencit yang diberi sari buah salak (Salacca edulis, R) dan diet lemak hewani mengalami kerusakan endotel dan infiltrasi lemak lebih banyak dibandingkan struktur histopatologi sel hepar pada mencit yang diberi tambahan diet lemak.Kata kunci: buah salak, lemak, histopatologi, hepar, jantung Abstract This study aims to study the structure of the heart histopathologic and the liver of white rat given the Salacca edulis, R extract and animal fat diet. This research used experimental research with the aim to measure the response of an object that appears as a result of the change in a factor that is about it. Place of research did in animal house of Yogyakarta State University and observation of preparations did in the laboratory of biological, faculty of mathematics and natural science, at Yogyakarta State University during the months of June to October 2015. Independent study variables such as salacca edulis, R extract, while the dependent variable is the description of liver histopathology includes damaged cells and fat cell infiltration, while the heart includes endothelial damage and infiltration of fat cells. Data were analyzed descriptively to present the frequency distribution, Linkages between these variables are presented in table format and analyzed with cross descriptive statistics. The results are (1) the structure of the heart histopathologic white rat given salacca edulis, R extract and animal fat diet have endotel defect and fat infiltration less than structure of the heart histopahologic white rat given animal fat diet. (2) the structure of the liver histopathologic white rat given salacca edulis, R extract and animal fat diet have endotel defect and fat infiltration more  than structure of the heart histopahologic white rat given animal fat diet.Keywords: Salacca edulis, R, fat, histopathology, liver, heart