Wiranti Sri Rahayu
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Puwokerto, Jl. Raya Dukuhwaluh, PO BOX 202, Purwokerto 53182

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

Application of FTIR Spectroscopy and Chemometrics for Halal Authentication of Beef Meatball Adulterated with Dog Meat Rahayu, Wiranti Sri; Rohman, Abdul; Martono, Sudibyo; Sudjadi, Sudjadi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.52 KB) | DOI: 10.22146/ijc.27159

Abstract

Beef meatball is one of the favorite meat-based food products among Indonesian community. Currently, beef is very expensive in Indonesian market compared to other common meat types such as chicken and lamb. This situation has intrigued some unethical meatball producers to replace or adulterate beef with lower priced-meat like dog meat. The objective of this study was to evaluate the capability of FTIR spectroscopy combined with chemometrics for identification and quantification of dog meat (DM) in beef meatball (BM). Meatball samples were prepared by adding DM into BM ingredients in the range of 0–100% wt/wt and were subjected to extraction using Folch method. Lipid extracts obtained from the samples were scanned using FTIR spectrophotometer at 4000–650 cm-1. Partial least square (PLS) calibration was used to quantify DM in the meatball. The results showed that combined frequency regions of 1782–1623 cm-1 and 1485-659 cm-1 using detrending treatment gave optimum prediction of DM in BM. Coefficient of determination (R2) for correlation between the actual value of DM and FTIR predicted value was 0.993 in calibration model and 0.995 in validation model. The root mean square error of calibration (RMSEC) and standard error of cross validation (SECV) were 1.63% and 2.68%, respectively. FTIR spectroscopy combined with multivariate analysis can serve as an accurate and reliable method for analysis of DM in meatball.
IDENTIFIKASI CEMARAN TIMBAL PADA WORTEL (Dautus carota L.) ORGANIK DAN ANORGANIK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Lestari, Ani Puji; Utami, Pri Iswati; Rahayu, Wiranti Sri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.580

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan uji cemaran logam timbal (Pb) pada wortel organik dan wortel anorganik. Analisis dilakukan dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjanggelombag 283,3 nm. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas wortel organik danwortel anorganik ditinjau dari cemaran logam timbal (Pb). Sampel wortel organik dan anorganik diambil dari salah satu toko sayur di Purwokerto. Preparasi sampel dilakukan dengan cara destruksi basah. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi uji akurasi, uji presisi dan uji linearitas dengan persamaan kurva baku Y = 0,550 x – 0,013, dengan hasil batas deteksi dan batas kuantitasinya sebesar 0,327 ppm dan 1,09 ppm. Dari hasil analisis, adanya Pb pada sampel wortel organik dan anorganik yang diuji tidak terdeteksi. Kata Kunci: Uji cemaran timbal, spektrofotometri serapan atom (SSA), wortel organik dan Anorganik ABSTRACT A research experiment of lead (Pb) on organic and inorganic carrots, has been done. Analysis was performed by atomic absorption spectrophotometer (AAS) at wavelength 283.3 nm. Inorganic and organic carrot samples taken from one grocery store in Purwokerto. Sample preparation was done by wet destruction. The validation method of analysis has been carried out including the testing of accuracy, precision test and linearity test with the equation of regression Y = 0.550 x - 0.013, with the limit of detection and limit quantitation of 0.327 ppm and 1.09 ppm. The result of Pb analysis in the inorganic and organic carrot samples is undetect. Keywords: Pb determination, atomic absorption spectrophotometry (AAS), inorganic and organic carrots
ANALISIS CEMARAN TEMBAGA DALAM AIR SUMUR INDUSTRI PELAPISAN EMAS DI KOTA TEGAL DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Listiowati, Listiowati; Rahayu, Wiranti Sri; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1132

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang analisis tembaga dalam air sumur. Tujuan dari penelitian ini untuk menetapkan kadar tembaga dalam air sumur. Analisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dengan destruksi basah. Panjang gelombang untuk pengukuran tembaga adalah 324,8 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa logam tembaga pada semua sampel tidak terdeteksi. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi akurasi, presisi, dan linearitas (0,2–1,0 ppm) memenuhi persyaratan yang ditentukan. Persamaan regresi linear kurva baku y = 0,034 x–1,76 . 10 -3 dan r = 0,998. Kata Kunci: analisis tembaga, air sumur, spektrofotometri serapan atom (SSA). ABSTRACT It had been done research about analysis of copper in ground water. The purpose of this research was to determine levels of copper in ground water. Analysis using atomic absorption spectrophotometry (AAS) method with wet destruction. Measurement wavelength was 324.8 nm for copper. The analysis showed that the concentration of copper metal was not detected in all samples. The results of the validation method of analysis has been conducted include accuracy, precision, and linearity (0.2 to 1.0 ppm) to meet the specified requirements. Standard curve linear regression equation y = 0.034x-1.76.10-3 and r = 0.998 Keywords: analysis of copper, ground water, atomic absorption spectrophotometry (AAS).
MINYAK ATSIRI, PERBANDINGAN KADARNYA PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) YANG DIKERINGKAN DENGAN METODE SINAR MATAHARI DAN OVEN BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETRI MASSA (KGSM) Meilaningrum, Dwi Nur; Tjiptasurasa, Tjiptasurasa; Rahayu, Wiranti Sri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.882

Abstract

ABSTRAK Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tumbuhan dari familia Zingiberaceae yang secara historis mempunyai kegunaan tradisional yang cukup luas di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu proses terpenting dalam tahap pembuatan simplisia rimpang temulawak adalah proses pengeringan, pada proses tersebut kuantitas dan kualitas kadar minyak atsiri rimpang temulawak bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar minyak atsiri rimpang temulawak dengan pengeringan sinar matahari dan oven. Hasil kadar minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada pengeringan sinar matahari adalah 0,14%v/b sedangkan pada pengeringan oven adalah 0,28%v/b. Hasil yang diperoleh dari analisis dengan uji t menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna, ini ditunjukkan dari nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Kemudian dilakukan analisis kualitatif minyak atsiri dengan kromatografi Gas Spektrometri Massa, dengan fase gerak helium dan fase diam fenil metil siloksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri temulawak dari pengeringan sinar matahari terdiri atas 28 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah sineol, champhor, alpha kurkumin, androsta, dan alpha chamigren sedangkan pengeringan oven terdiri atas 33 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah champhor, alpha kurkumin, androsta, germakron dan alpha chamigren. Kata kunci: minyak atsiri, rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), pengeringan, KGSM. ABSTRACT Curcuma xanthorrhiza Roxb is a crop from Zingiberaceae family that historically has enough wide traditional use in around of Indonesian people. One of the important process in preparation of simplicia Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome is drying process, where the process influence the quantity or quality volatile oil level of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome. The aim of this research was to find out the volatile oil level on Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome by oven and drying sunshine. Result of volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome at drying sunshine was 0.14% v/w whereas at drying oven was 0.28% v/w. Obtained result from t test analysis indicated the existence of mean difference, this indicated from t value more than t table. Later perform qualitative analysis of volatile oil with Gas Chromatography Mass Spectrometer with helium as mobile phase and phenyl metil syloksan as stationary phase. This research result indicated that volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. from solar drying consist of 28 chemical constituents. The top five components of the essential oil were cineole, camphor, alpha curcumin, androsta, dan alpha chamigren. Volatile oil from oven drying consists of 33 chemical constituents. The top five components of the essential oil were camphor, alpha curcumin, androsta, germacron and alpha chamigren. Key word : essential oils, Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome, drying, GCMS.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK PERASAN DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) BERDASARKAN METODE DPPH (2,2 Diphenyl-1-phycryl hydrazil) Izzati, Nervita Noor; Diniatik, Diniatik; Rahayu, Wiranti Sri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.762

Abstract

ABSTRAK Garcinia mangostana L merupakan salah satu tanaman yang mempunyai daya antioksidan alami yang diketahui mampu menghambat radikal bebas.Penelitian ini bertujuan untuk Membuktikan kemampuan aktivitas antioksidan dari Ekstrak perasan daun manggis (Garcinia mangostana, L), perbandingan aktivitas antioksidan antara perasan daun manggis dengan kontrol positif. konsentrasi suatu zat di dalam perasan daun manggisditentukan dengan metode DPPH Menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan ekstrak perasan daun manggis menggunakan parameter Inhibition Concentration (IC50) yang dapat menyebabkan 50% DPPH kehilangan karakter radikal. Aktivitas antioksidan ekstrak perasan daun manggis memiliki IC50 sebesar 19,3708 ppm hal ini menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut memiliki penghambatan 50% aktivitas radikal bebas DPPH, dan Kontrol positif vitamin E memiliki IC50 sebesar 2,146 ppm. Hasil ini menunjukkan ekstrak perasan daun manggis lebih rendah 9 kali dari daya antioksidan kontrol positif. Berdasarkan hasil Uji T menunjukkan bahwaekstrak perasan daun Manggis dan Kontrol positif berbeda.Dan kemampuan antioksidan ekstrak perasan daun manggis sangat kuat dengan nilai IC50 kurang dari 50. Kata kunci : Daun manggis, perasan, antioksidan, DPPH ABSTRACT Garcinia mangostana L is one of the main power plant that has natural antioxidants that are known to inhibit the scavenging free radicals.This study aims to Prove the ability of the antioxidant activity leaf juice extract of mangosteen leaves (Garcinia mangostana, L), the ratio of antioxidant activity between extract juice of mangosteen leaveswith positif control. Concentration of a substance in the juice extract of mangosteen leaves is determined by the DPPH method using UV-Vis spectrophotometry. It aims to determine the antioxidant activity of extract juice of mangosteen leaves using parameters Inhibition Concentration (IC50) which can cause loss of 50% DPPH as free radical. .The antioxidant activity of extract juice of mangosteen leaves has IC50 of 19.3708 ppm it shows that at these concentrations has 50% inhibition of DPPH free radical activity, and the vitamin E has a positive control ofa positivencontrol C50 2,146 ppm.These results indicate mangosteen juice extract of mangosteen leaves is lower than 9 times the antioxidant activity of a positive control. Based on the results of T test showed that extract juice of the mangosteen leaves and positive controls are different. Antioxidant activity from juice extract of mangosteen leaves is very strong with IC50 values of less than 50. Key words : Mangosteen leaves, juice ,antioxidant, DPPH
EFEK PENYIMPANAN SEDIAAN PULVERES OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) ANAK TERHADAP KADAR RIFAMPISIN DAN ISONIASID Sari, Luthvia Novita; Rahayu, Wiranti Sri; Astuti, Ika Yuni
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.703

Abstract

ABSTRAK Dalam pengobatan TBC anak, dokter seringkali meresepkan obat anti tuberkulosis (OAT) anak secara kombinasi menjadi sediaan pulveres yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan keteraturan minum obat. Tetapi, pengobatan dengan lebih dari satu macam jenis obat yang dikombinasikan menjadi satu bentuk sediaan tertentu dapat memicu terjadinya interaksi yang akan menimbulkan ketidakstabilan obat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjajaki adanya perubahan stabilitas fisik dan penurunan kadar rifampisin dan isoniasid dalam sediaan pulveres racikan OAT selama penyimpanan pada suhu ruang. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu jenis eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest postest dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Selama penyimpanan 1 bulan stabilitas fisik sediaan pulveres OAT ini tidak mengalami perubahan yaitu serbuk kering, kemerahan dan bau khas . Tetapi, kadar rifampisin dan isoniasid yang merupakan komponen sediaan pulveres OAT mengalami penurunan. Kadar rata-rata penyimpanan rifampisin hari ke-0 sebesar 102,51%, hari ke-7 sebesar 101,88%, hari ke-14 sebesar 97,36%, hari ke-21 sebesar 95,19%, hari ke-28 sebesar 93,04%. Sedangkan, kadar rata-rata penyimpanan isoniasid hari ke-0 sebesar 104,66%, hari ke-7 sebesar 103,35%, hari ke-14 sebesar 94,55%, hari ke-21 sebesar 93,75%, hari ke-28 sebesar 92,69%. Hasil secara statistika menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p
UJI DISOLUSI DAN PENETAPAN KADAR MELOXICAM SUPOSITORIA X DAN MELOXICAM SUPOSITORIA Y MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Sunarti, Teti; Rahayu, Wiranti Sri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v10i1.788

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan uji disolusi dan penetapan kadar meloxicam suppositoria X dan meloxicam suppositoria Y menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju disolusi dari meloxicam suppositoria X dan meloxicam suppositoria Y. Kedua sampel mendapat perlakuan yang sama yaitu dilakukan pada suhu 37 0C + 0,5 0C menggunakan media disolusi 900 mL dapar fosfat pH 7,5 + 0,5. Sampel diambil 10 mL pada menit ke 5, 10, 15, 20, 25, 30, 45, dan 60. Setiap pengambilan sampel diganti dengan volume yang sama. Penetapan kadar dilakukan menggunakan KCKT pada λ maximum 361 nm dengan waktu retensi 2,21 menit dan kecepatan alir 1 mL/menit. Persamaan regresi yang diperoleh y = 18401,7 x + 6253,9 dengan koefisien korelasi (r) = 0,9937. Dari profil disolusi yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan laju disolusi yang signifikan dari meloxicam suppositoria X dan meloxicam suppositoria Y. Kata kunci: uji disolusi, meloxicam, suppositoria, KCKT. ABSTRACT Dissolution tests were conducted and the assay of meloxicam suppository X and Y using the method of meloxicam suppository High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The purpose of this study to determine the dissolution rate of meloxicam suppository X and Y. Both samples received the same treatment that is performed at a temperature of 37 0C + 0.5 0C using 900 mL of dissolution media phosphate buffer pH 7.5 + 0.5. 10 mL samples were taken at minute 5, 10, 15, 20, 25, 30, 45, and 60. Each sampling was replaced with the same volume. Performed using the HPLC assay at λ 361 nm with a maximum 2.21 minute retention time and flow rate 1 mL/min. Regression equation obtained by y = 18401.7x + 6253.9 with a correlation coefficient (r) = 0.9937. The dissolution profiles showed that there was no significant difference in dissolution rate of meloxicam suppository X and Y. Key words: dissolution test, meloxicam, suppositories, HPLC.
Validasi Metode Analisis Tablet Losartan Merk B yang Ditambah Plasma Manusia dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fase Terbalik Astuti, Ika Yuni; Rahayu, Wiranti Sri; Pratiwi, Dian
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losartan merupakan obat antihipertensi yang diwajibkan oleh BPOM untuk diteliti bioekivalensinya. Metode analisis yang valid dibutuhkan untuk pengujian bioekivalensi. Sebagai langkah awal dilakukan penelitian metode analisis losartan dengan menggunakan plasma darah secara in vitro. Metode yang dipilih adalah kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) sistem isokratik dengan fase terbalik dengan detektor multiplayerchip sumber cahaya ultra violet pada panjang gelombang 220 nm dengan menggunakan metode adisi. Pemisahan dengan menggunakan kolom C-18 fase terbalik dan fase gerak menggunakan asetonitril 60% dan dapar fosfat 0,015 M 40% (sampai pH 2,4 dengan ditambah asam ortho fosfat). Hasil penelitian menunjukkan metode tersebut linear (r = 0,998 pada konsentrasi antara 5-30 µg/mL). Batas kuantitasi = 6,082 µg/mL, batas deteksi = 1,825 µg/mL. Uji presisi menunjukan koevisien variasi 2,244 dan uji akurasi menunjukan % perolehan kembali masing-masing = 85,639 %; 94,569 %; dan 103,278 %. Sedangkan % perolehan kembali kadar losartan dalam tablet B masing-masing adalah 95,479% ; 95,038% ; dan 99,783%.
PENGARUH PRAPERLAKUAN PEMBERIAN JUS PISANG AMBON TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIK TETRASIKLIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN Aisyah, Titik; Rahayu, Wiranti Sri; Kusuma, Anjar Mahardian
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.787

Abstract

ABSTRAK Obat dapat berinteraksi dengan makanan atau dengan obat lain. Pemakaian tetrasiklin bersama-sama dengan susu atau makanan yang mengandung ion kalsium, magnesium atau ion besi dapat mengurangi absorpsinya karena pembentukan khelat yang tak larut. Pisang termasuk makanan yang mengandung ion seperti kalsium (10 mg), besi (0,9 mg), disamping kandungan lain seperti air (72 g), protein (1,3 g), lemak (0,2 g), dan karbohidrat (26 g) dalam 100 g bagian yang dapat dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan profil farmakokinetik tetrasiklin dengan praperlakuan 1 jam dan bersamaan serta tanpa perlakuan pemberian jus pisang ambon pada tikus putih jantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental, dengan rancangan posstest only control group design dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Terjadi perubahan parameter farmakokinetika pada kelompok 1 dengan pemberian tetrasiklin 63 mg/kg BB, kelompok 2 dengan pemberian 2 mL jus pisang ambon 1 jam sebelum tetrasiklin 63 mg/kg BB dan kelompok 3 dengan pemberian 2 mL jus pisang ambon secara bersamaan dengan tetrasiklin 63 mg/kg BB. Parameter farmakokinetika tetrasiklin yang berubah yaitu nilai Ka, Cl, t1/2 el, Kel, tmaks, Cpmaks, dan AUC. Namun, berdasarkan hasil analisis varian satu jalan terhadap nilai parameter farmakokinetika tetrasiklin antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p >0,05). Kata kunci: farmakokinetik, jus pisang ambon, tetrasiklin. ABSTRACT Drugs could interact with food or other drugs. The use of tetracycline with milk or food containing calcium, magnesium or iron ions could reduce the absorption due to the formation of insoluble chelate. Banana contains ions such as calcium (10 mg), iron (0.9 mg), as well as water (72 g), protein (1.3 g), fat (0.2 g) and carbohydrates (26 g) in 100 g of edible parts. The aim of this research was to compare the pharmacokinetic profiles of tetracycline with pre-treatment of 1 hour, simultaneously and without administering ambon banana juice on white male rats. The method of this research was experimental, with “Posstest only control group design” and “one way anova” as the method of data analysis. The pharmacokinetic parameters of tetracycline were changed in group 1 by administering tetracycline 63 mg/kg BB, group 2 by administering of 2 mL of ambon banana juice 1 hour before tetracycline 63 mg/kg BB, and group 3 by administering of 2 mL of banana juice simultaneously with tetracycline 63 mg/kg BB. Pharmacokinetic parameter of tetracycline that changed were value of Ka, Cl, t1/2 el, Kel, tmaks, Cpmaks, and AUC. However, based on the results of one way analysis of variance on the value of tetracycline pharmacokinetic parameters between groups showed no significant difference (p>0.05). Key words: pharmakokinetics, ambon banana juice, tetracycline.
Validasi Penetapan Kadar Kalsium Dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Spektrofotometri Ultra Violet Visibel Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Damayanti, Esti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapkan kadar Ca2+ dengan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan reaksi komplek dengan mureksid, yang dimonitor pada panjang gelombang 509 nm. Kurva kalibrasi mempunyai rentang 0,2-1 ppm dengan kondisi optimum. Koefisien regrasi linear mempunyai nilai 0,9963, limit deteksi 0,009 ppm dan nilai recovery 112,63%.