. Rahman
Bogor Agricultural University, Department of Aquaculture

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Effect of Electrical Stimulation on Physical and Organoleptic Properties of Muscovy Duck Meat Hafid, Harapin; Napirah, A; Sarifu, SM; Rahman, .; Inderawati, .; Nuraini, .; Hasnudi, .
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 23, No 4 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.04 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v23i4.1914

Abstract

This research was aimed to study the effect of electrical stimulation period on physical and organoleptic properties of Muscovy duck meat. This research used 20 female Muscovy ducks, 1.5-2 years of age. The ducks were divided into 5 groups treatments for 4 replications. The treatments were period of electrical stimulation: 0, 5, 10, 15, and 20 minutes. The result showed that period of electrical stimulation did not affect (P>0.05) cooking loss but significantly affected (P<0.05) the tenderness, color, flavour, aroma, pH, and juiciness of duck meat. The best treatment was 20 minutes stimulation.
USE OF CHITOSAN TO CONTROL VIBRIO HARVEYI INFECTION ON WHITE SHRIMP LITOPENEAUS VANNAMEI Sukenda, .; Tri Anggoro, Y.; Wahjuningrum, D.; Rahman, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 6 No. 2 (2007): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.411 KB) | DOI: 10.19027/jai.6.205-209

Abstract

Immunostimulation and antibacterial effect of chitosan against vibriosis were examined in white shrimp (Litopenaeus vannamei).  Control shrimps were injected with 0.05 ?l of sterile sea water, while experimental shrimps were injected with 2, 4 and 6 ?g per g shrimp of chitosan.  All shrimps were subsequently challenged by 106 CFU/ml of live Vibrio harveyi by injection method.  Survival rate of shrimps injected with chitosan were found to slightly increase in accordance with dose of chitosan, even not statistically significant.  Total haemocyte count and phagocytic index at experimental shrimps were over than control shrimps up to three days post injection.  Number of V. harveyi in the intestine of experimental shrimps were lower than control shrimps indicates an antibacterial activity of chitosan to combat infection. Keywords: chitosan, Vibrio harveyi, haemocyte, phagocytic index, Litopenaeus vannamei   ABSTRAK Efek imunostimulasi dan antibakterial dari kitosan melawan vibriosis dilihat pada udang putih (Litopenaeus vannamei).   Udang control disuntik dengan 0,05 ?l air laut steril, sedangkan udang uji disuntik dengan kitosan 2, 4 dan 6 ?g per g udang.  Semua udang diuji tantang dengan 106 CFU/ml bakteri Vibrio harveyi hidup dengan metode penyuntikan.  Sintasan udang yang disuntik dengan kitosan meningkat berbarengan dengan peningkatan dosis kitosan, meskipun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.  Jumlah total hemosit dan indeks fagositosis pada udang lebih tinggi dibandingkan kontrol sampai tiga hari pasca penyuntikan.  Jumlah V. harveyi dalam saluran pencernaan dari udang uji lebih rendah dibandingkan udang kontrol, hal ini  menunjukkan aktifitas antibacterial dari kitosan dalam melawan infeksi. Kata kunci: kitosan, Vibrio harveyi, hemosit, indeks fagositosis, Litopenaeus vannamei
PEMBERDAYAAN WARGA NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DI KOTA KENDARI Rahman, .
e-JKPP Vol 2, No 1 (2016): JULI
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze and describe the empowerment of citizens by local governments in the management of basic education. The method used in this study is a research method using a qualitative approach, a procedure that emphasizes research on the characteristics of natural background, the researcher as an instrument, while collecting data methods are deep interview, obsercation and documentations. The focus of research produces descriptive data in the form of the written and spoken word and analyzed inductively.The results showed that the Kendari municipal government has been trying to empower citizens by involving them in decision making related to the implementation of basic education management. Citizen empowerment is not optimal. Forms of citizen empowerment visible in activities (1) Regional Development Planning Meeting, (2) the School Committee, (3) The hearing in Parliament of Kendari and (4) Meeting at the Department of Education and Culture in Kendari City.
PENERAPAN RECURSIVE LINEAR MODEL (RLM) DALAM PENDUGAAN BERAT BADAN AYAM BROILER DAN AYAM LOKAL Rahman, .; Wahyono, Teguh; Hidayat, Cecep; Krisnan, Rantan; Malalantang, Sjenny S
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.631 KB)

Abstract

Penggunaan model matematis bermanfaat untuk meningkatkan ketepatan tujuan pemberian nutrisi dalam ransum sebagai usaha meningkatkan produksi ternak. Recursive linear model (RLM) merupakan salah satu model matematis yang sederhana dan cukup akurat diaplikasikan dalam studi pertumbuhan ayam. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan model RLM dalam pendugaan berat badan ayam broiler dan ayam lokal di Indonesia. Hal tersebut untuk mendukung penggunaan pendekatan nutrisi kuantitatif dalam merepresentasikan hasil riset dunia perunggasan nasional. Data yang digunakan dalam makalah ini adalah data sekunder yang berasal dari dua sumber data (skripsi) yang merepresentasikan topik penelitian komoditas ayam broiler dan ayam lokal. Data yang terdapat dalam skripsi tersebut diseleksi dan diuji menggunakan model RLM dengan rumus Wk = θ1k + θ2k · CFk. Nilai notasi θ1k pada ayam broiler berkisar antara 0,0629 - 0,0822 kg. Nilai notasi θ2k sebesar 0,707 - 0,759 kg/kg. Nilai notasi θ1k untuk ayam lokal jantan dan betina sebesar -0,114 dan -0,124 kg. Nilai notasi θ2k ayam lokal sebesar 1,95 (jantan) dan 2,08 (betina) kg/kg. Nilai mean relative prediction error (MRPE) atau tingkat kesesuaian model pada ayam broiler berkisar antara 2,47-4,30%. Nilai MRPE ayam lokal berkisar 25,80-29,39%. Kesimpulan makalah ini adalah bahwa RLM sangat cocok diaplikasikan pada riset unggas berbasis ayam broiler. Penerapan RLM belum sesuai diterapkan dalam riset berbasis ayam lokal. Dalam penerapan RLM juga perlu mempertimbangkan faktor tujuan perlakuan pakan dan horison periode prediksi. Akan tetapi, berbagai penelitian pendugaan pertumbuhan ayam lokal menggunakan model matematis lain (disertai dengan uji empiris) perlu dilakukan ntuk mendukung pernyataan diatas. Kata kunci: ayam broiler, ayam lokal, model matematis pertumbuhan, and recursive linear model
KOMPARASI PENDAPATAN PETERNAK BROILER PADA KEMITRAAN CV. INTAN SUKSES ABADI DAN PT. KARYA MITRA KENDARI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Prasetyo, Danang; Sani, La Ode Arsad; Rahman, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.163 KB)

Abstract

Perusahaan kemitraan ayam broiler yang memasarkan ayamnya yang di Kota Kendari diantaranya adalah CV. Intan Sukses Abadi (ISA) dan PT. Karya Mitra Kendari (KMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pendapatan peternak broiler yang dipelihara peternak mitra CV. ISA dan PT. KMK dengan rata-rata skala usaha ayam broiler yang dipelihara peternak mitra kedua perusahaan tersebut masing-masing adalah 2.333 ekor dan 2.285 ekor. Pemilihan kedua perusahaan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan peternak mitra atau responden diambil secara proporsional masing-masing 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak yang bermitra dengan PT. KMK sebesar Rp. 7.488 per periode per ekor, yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan peternak mitra CV. ISA yang hanya Rp. 6.344 per periode per ekor. Namun jika dilakukan komparasi pendapatan kedua peternak mitra tersebut secara umum tidak menunjukkan perbedaan (P>0.05).       Kata kunci : Broiler, kemitraan, komparasi, pendapatan dan peternak.        
PENGARUH UMUR POTONG TERHADAP BOBOT AKHIR DAN BOBOT KARKAS AYAM BROILER Wati, Yana; Hafid, Harapin; Rahman, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.247 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i1.4228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh umur potong terhadap bobot akhir dan bobot karkas ayam broiler. Sebanyak 96 ekor ayam yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam. Jika perlakuan berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil. Berdasarkan hasil penelitian perbedaan umur potong ayam broiler berpengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Disimpulkan bahwa umur potong berpengaruh terhadap bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Kata kunci : Ayam broiler, umur potong, bobot akhir, bobot karkas, persentase karkas.
KOMPARASI PENDAPATAN PETERNAK BROILER PADA KEMITRAAN CV. INTAN SUKSES ABADI DAN PT. KARYA MITRA KENDARI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN prasetyo, Danang; Sani, La Ode Arsad; Rahman, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.966 KB)

Abstract

Perusahaan kemitraan ayam broiler yang memasarkan ayamnya yang di Kota Kendari diantaranya adalah CV. Intan Sukses Abadi (ISA) dan PT. Karya Mitra Kendari (KMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pendapatan peternak broiler yang dipelihara peternak mitra CV. ISA dan PT. KMK dengan rata-rata skala usaha ayam broiler yang dipelihara peternak mitra kedua perusahaan tersebut masing-masing adalah 2.333 ekor dan 2.285 ekor. Pemilihan kedua perusahaan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan peternak mitra atau responden diambil secara proporsional masing-masing 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak yang bermitra dengan PT. KMK sebesar Rp. 7.488 per periode per ekor, yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan peternak mitra CV. ISA yang hanya Rp. 6.344 per periode per ekor. Namun jika dilakukan komparasi pendapatan kedua peternak mitra tersebut secara umum tidak menunjukkan perbedaan (P>0.05).       Kata kunci : Broiler, kemitraan, komparasi, pendapatan dan peternak.       
TAMPILAN INDUK KAMBING PERANAKAN ETTAWAH YANG DIBERI CAMPURAN BEBERAPA HIJAUAN Krisnan, Rantan; Rahman, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.568 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian campuran hijauan terhadap tampilan (kinerja) induk kambing Peranakan Etawah (PE). Sebanyak 48 ekor induk kambing PE dengan bobot awal sebesar 39,65 ± 2,24 kg dibagi menjadi 2 kelompok (kontrol dan perlakuan). Pakan dasar yang diberikan adalah rumput Raja ad libitum, 700 g/h/e konsentrat (PK 15,34% and TDN 66,30%), sedangkan kelompok perlakuan mendapatkan tambahan 500 g/h/e hijauan. Campuran hijauan yang digunakan merupakan campuran daun-daunan antara lain daun mindi, daun nangka, daun kiacret, daun kaliandra dan daun kelor. Parameter yang diukur adalah konsumsi harian nutrien pakan yaitu bahan kering (BK), protein kasar (PK), energi kasar (EK), serat deterjen neutral (SDN), serat deterjen asam (SDA), kalsium (Ca) dan fosfor (P).Data dianalisis menggunakan LS Means Proc GLM, SAS.Hasil menunjukkan bahwa pemberian tambahan campuran hijauan tidak mempengaruhi (p>0.05) konsumsi harian, namun mempengaruhi (p<0.05) konsumsi harian nutrient pakan, PBBH dan rasio konversi pakan (RKP). Konsumsi harian PK dan TDN untuk kelompok perlakuan  adalah 153,25 g dan 717,78 g, sedangkan kelompok kontrol adalah 131,35 g dan 699,96 g. Besarnya PBBH dan RKP adalah 95,54 g dan 11,28 ; 76,13 g dan 13,96 untuk masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Disimpulkan bahwa penambahan campuran hijauan pakan dapat meningkatkan tampilan (performance) yang labih baik pada induk kambing PE.Kata kunci: Campuran hijauan, Induk kambing PE, Performan 
Ploidy level determination in genetically modified polyploid striped catfish Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 based on the number of nucleoli per cell Daryanto, Muhammad Sami; Carman, Odang; Soelistyowati, Dinar Tri Soelistyowati; Rahman, .
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.733 KB) | DOI: 10.32491/jii.v19i1.405

Abstract

The variation in the maximum number of nucleoli per cell in diploid and tetraploid striped catfish Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 in attempts to verify the validity of nucleoli counting as an indirect method for polyploidy identification in fish. The aims of this research is to determine ploidy level of striped catfish based on maximum number of nucleoli per cell. Diploid striped catfish was produced by fertilizing eggs without thermal-shock and tetraploid fish was obtained by fertilizing eggs and applying thermal-shock induction with 4oC for 25 minutes at zygotic age 28 minutes after fertilization prior to first cleavage stage of zygote. The hatching rate of diploid group and tetraploid group were 81,35±0,73% and 3,39±1,78% and survival rate during 15 days rearing were 88,67±5,25% and 83,33±5,73%, respectively. The frequency of one, two, three, and four nucleoli per cell were counted based on each sample observation of 450-550 cells. Cells of diploid individuals had one, and maximum two nucleoli per cell, while tetraploid there were one, two, three, and maximum four nucleoli per cell. Anomaly in the silver-stained appearance at the maximum number of three nucleoli per cell indicated tetraploid individuals as verified by chromosome counting method. Ploidy level determination of striped catfish using the number of nucleoli per cell has a potential for rapid identification.AbstrakPenentuan variasi jumlah maksimum nukleolus per sel pada individu diploid dan tetraploid patin siam Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 dilakukan dalam upaya verifikasi ketepatan penghitungan nukleolus sebagai metode tidak langsung dalam identifikasi ikan poliploid. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat ploidi ikan patin siam berdasarkan jumlah maksimum nukleolus per sel. Diploid patin siam dihasilkan melalui fertilisasi buatan antara telur dan sperma tanpa kejutan suhu sedangkan tetraploid patin siam dihasilkan melalui fertilisasi antara telur dan sperma serta di induksi menggunakan kejutan suhu 4oC dengan durasi kejutan 25 menit pada umur zigot 28 menit setelah fertilisasi sesaat sebelum mitosis I. Persentase penetasan kelompok perlakuan diploid 81,35±0,73% dan kelompok perlakuan tetraploid 3,39±1,78%. Sintasan kelompok perlakuan diploid 88,67±5,25% dan kelompok tetraploid 83,33±5,73% selama 15 hari pemeliharaan. Frekuensi satu, dua, tiga dan empat nukleoli per sel dihitung berdasarkan pengamatan 450-550 sel setiap individu yang diamati. Sel individu diploid memiliki satu dan maksimum dua nukleoli per sel, sedangkan individu tetraploid memiliki satu, dua, tiga, dan maksimum empat nukleoli per sel. Anomali muncul melalui pewarnaan perak nitrat pada jumlah maksimum tiga nukleoli per sel menunjukkan individu tersebut tetraploid yang diverifikasi menggunakan metode penghitungan kromosom. Penentuan ploidi pada ikan patin siam menggunakan penghitungan jumlah nukleolus per sel memiliki potensi dalam identifikasi secara cepat. 
STUDY ON ANTIFUNGAL POTENCY OF TERMINALIA CATTAPA, PIPER BETLE, PSIDIUM GUAJAVA, AND ANDROGRAPHIS PENICULATA ON THE GROWTH OF APHANOMYCES IN VITRO Nuryati, Sri; Rahman, .; Taukhid, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.366 KB) | DOI: 10.19027/jai.4.115-123

Abstract

An effort to prevent aquatic fungi  Aphanomyces sp. infection on fish using natural material can be an economically way, easy to find the materials, easy to apply and safe for environment.  The antifungal potency and efficacy of scalded-leaf extract of Terminalia cattapa, Piper betle, Psidium guajava and Andrographis peniculata on prevention of Aphanomyces sp. growth in vitro in GYA medium.  Scalding was performed in the water at 50°C. Concentration of leaf extracts tested was 0, 10, 20, 40 and 80 g/L.  The results of study showed that Terminalia cattapa in a dosage of 40 g/L had the best prevention activity, followed by Piper betle in the same dosage.  Psidium guajava and Andrographis peniculata had no prevention activity on growth of Aphanomyces sp. Keywords: antifungal, Terminalia cattapa, Piper betle, Psidium guajava, Andrographis peniculata growth, Aohanomyces sp.   ABSTRAK Upaya penanggulangan infeksi cendawan akuatik Aphanomyces sp. pada ikan menggunakan bahan alami dapat menjadi cara yang ekonomis ekonomis, bahan mudah didapat, mudah diterapkan dan aman bagi lingkungan. Potensi antifungi dan efektivitas ekstrak seduh daun ketapang (Terminalia cattapa), sirih (Piper betle), jambu biji (Psidium guajava) dan sambiloto (Andrographis peniculata) terhadap penghambatan pertumbuhan Aphanomyces sp. dilakukan secara in vitro dalam media biakan GYA. Penyeduhan dilakukan menggunakan pelarut air dengan suhu 50°C. Konsentrasi yang diuji adalah 0, 10, 20, 40 dan 80 gr/L untuk masing-masing bahan. Aktivitas penghambatan paling baik terhadap cendawan diperoleh dari ekstrak seduh daun ketapang 40 g/L dan diikuti oleh ekstrak seduh daun sirih dengan konsentrasi yang sama.  Jambu biji dan sambiloto tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan Aphanomyces sp. Kata kunci: antifungi, ketapang, sirih, jambu biji, sambiloto dan Aphanomyces sp.