Latifah Rahman
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar.

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Niosomes entrapment capacity of ketoprofen and prediction transdermal administration rahman, Latifah; Ismail, Isriany; Wahyudin, Elly
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 22 No 2, 2011
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.378 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp85-91

Abstract

Niosomes  are  vesicles  system  that  have  applications in  the  delivery  of lipophilic,hydrophilic  and  amphiphilic  drugs.  Ketoprofen,  is  very  insoluble  in water  and  cause  gastric  irritation  when  taken  orally.  It  is  very  important  to develop a transdermal delivery system for ketoprofen. This research was aimed to  design  niosomes  which  can  deliver  ketoprofen  via transdermal  route. Experiments  were  designed  to  incorporate  ketoprofen into  niosomes   with  lipid film  hydration  method.  Lipid  mixture  consist  of  cholesterol  and  sorbitan  ester (span  20,  60,  80).  Niosomes  which  can  deliver  ketoprofen  trough  the  skin barrier  determined  by  calculating  amount  of   ketoprofen  in  the  blood  of  rabbit. The  type  of  sorbitan  ester  was  chosen  based  on  the  highest  drugs  entrapment and  ketoprofen  as  drugs  model.  Preparation  of  niosomes  was  optimized  for  the highest  percent  drug  entrapment  by  increasing   molar  concentration  of  lipidmixture  with  the  stable  comparison  of  1:1.  This  research  result  are  niosomes with  lipid  mixture  span  60  and  cholesterol  have  the highest  drug  entrapment efficiency  of  niosomes  66.16%  with  range  size  1–6  µm.  Niosomes  can  deliver ketoprofen  to  the  systemic  circulation  via  transdermal  route  with  plasma  level concentration achieved in 1.5 hour.Key words: niosomes, ketoprofen, transdermal 
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) Suryanita, Suryanita; Aliyah, Aliyah; Djabir, Yulia Yusrini; Wahyudin, Elly; Rahman, Latifah; Yulianty, Risfah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.865 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6461

Abstract

Penyakit degenerative disebabkan karena antioksidan yang ada didalam tubuh tidak mampu menetralisir peningkatan konsentrasi radikal bebas, sehingga perlu adanya antioksidan dari luar untuk menghancurkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Kulit buah jeruk Bali merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah jeruk Bali. Identifikasi kandungan senyawa kimia dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode penangkapan radikal 2,2- difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil penelitian memperlihatkan esktrak etanol kulit buah jeruk Bali mengandung Flavanoid, Saponin, Alkaloid, Triterpenoid/Steroid, dan Tanin, sedangkan hasil uji kuantitatif fenolik total dan flavonoid total masing-masing diperoleh hasil 4,96% dan 0,34%. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah jeruk Bali dan asam askorbat masing-masing menunjukkan nilai IC50 574,02 bpj dan 4,63 bpj. Hasil ini memperlihatkan bahwa ekstrak kulit buah jeruk Bali memiliki aktivitas antioksidan yang lemah jika dibandingkan asam askorbat.
PREPARASI ETOSOM EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI (Coffea arabica L.) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI SOYA LESITIN DAN ETANOL Zam Zam, Andi Nur; Rahman, Latifah; Sartini, Sartini; Lallo, Subehan; Marzuki, Asnah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.717 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan konsentrasi antara soya lesitin dan etanol agar menghasilkan etosom ekstrak etanol biji kopi hijau dengan efisiensi penjerapan terbaik serta mengetahui perbedaan permeasi antara gel etosom ekstrak etanol biji kopi hijau dan gel ekstrak etanol biji kopi. Ekstraksi biji kopi hijau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya ekstrak diformulasikan dalam bentuk etosom menggunakan soya lesitin dengan konsentrasi yang divariasikan. Selanjutnya etosom diformulasikan dalam bentuk gel kemudian diuji laju permeasinya dan dibandingkan dengan gel ekstrak etanol biji kopi. Lipid yang digunakan adalah soya lesitin dan alkohol yang digunakan adalah etanol 95%. Perbandingannya dipilih berdasarkan formula yang paling banyak menjerap ekstrak etanol biji kopi hijau. Optimasi penjerapan dilakukan dengan menaikkan konsentrasi soya lesitin dan etanol hingga diperoleh penjerapan optimum. Pengujian permeasi dilakukan dengan sediaan gel etosom berbasis karbopol dan menggunakan kulit manusia secara in vitro. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh etosom ekstrak etanol biji kopi hijau dengan bentuk Large Unilamellar Vesicles (LUV) dengan ukuran 0,63–12,08 µm. Formula dengan perbandingan b/b soya lesitin : etanol (1:10) dapat menjerap ekstrak etanol biji kopi (EEBK). Uji permeasi menunjukkan bahwa total polifenol EEBK dalam sediaan gel etosom adalah 2,03 mg dalam waktu 240 menit dengan kecepatan lintas membran 1,37 mg/menit cm2. Sedangkan permeasi EEBK dalam sedian gel ekstrak adalah 3,12 mg dalam waktu 240 menit dengan kecepatan lintas membran 1,23 mg/menit cm2.
Pengaruh Fermentasi Sari Kedelai dengan Lactobacillus sp. terhadap Kadar dan Profil Kromatografi Lapis Tipis Genistein serta Formulasinya dalam Granul Efervesen RAHMAN, LATIFAH; WARNIDA, HUSNUL; DJIDE, NATSIR
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 10 No 2 (2012): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.274 KB)

Abstract

Isoflavon dalam kedelai dan hasil olahan kedelai tanpa fermentasi berbentuk glikosida. Bentuk glikosida tidak dapat diabsorpsi oleh tubuh dan harus dihidrolisis sebelum dimetabolisme. Hidrolisis oleh bakteri penghasil β-glucosidase terjadi di sepanjang saluran cema. Mikroorganisme probiotik, misal Lactobacillus dan Bijidobacterium memiliki enzim , β-glucosidase endogen yang berperan penting dalam mengubah profil isoilavon selama fermentasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi sari kedelai dengan Lactobacillus sp. pada proiil KLT dan kadar genistein dan formulasi sari kedelai menjadi sediaan granul efervesen. Sari kedelai difermentasi dengan Lactobaccillus sp. dan dikeringkan dengan metode freeze-drying. Sari kedelai kering diekstraksi dengan metanol dan dianalisis dengan TLC-scanner. Serbuk sari kedelai terfermentasi kering kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan granul efervesen dengan variasi konsentrasi asam sitrat-asam tartrat. Granul efervesen dibuat dengan metode granulasi basah kemudian dievaluasi karateristik fisik dan dianalisis dengan TLC-scanner. Kadar Genistein dalam sari kedelai yang telah diferrnentasi mengalami peningkatan 145,32% dibandingkan sari kedelai sebelum difermentasi. Keempat formula granul efervesen yang dibuat mempunyai karateristik fisik yang baik, kecuali kandungan kelembaban lebih dari 0,7%. Formula dengan perbandingan konsentrasi asam sitrat-asam tartrat (1:1) menghasilkan granul efervesen dengan karakteristik fisik yang paling baik.
PENGARUH KONSENTRASI JAMUR DIPO TERHADAP HASIL FERMENTASI SEDIAAN KOMBUCHA DENGAN SUBSTRAT TEH HITAM Daeng Pine, A. Tenriugi; Rahman, Latifah; Djide, M. Natsir; Kadir, Syahruddin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.828 KB) | DOI: 10.24252/.v1i1.2089

Abstract

The aims of this study to get the valid data about the suitable starter concentration so thaht we can get the good kombucha preparation. This research was done by organoleptic test (taste, odour, colour) pH value by using the Schott pH-meter, the sugar concentration reduced by reduction-oxidation titration method by using Luff Schoorl solution, and the total value of acetic acid becteria by using GYCA (Glucose Yeast Calcium carbonat Agar) medium to the black tea extract which was fermentatedwith the mushroom of kombucha tea starter used 5%w/­v, 10%w/­v, 15%w/­v, 5%v/­v, 10%v/­v, dan 15%v/­v during 7 days. The result of analysis showed that in 15%w/v concentration has pH value = 2,96; total value of aid bacteria = 5,4.104 colony/ml; organoleptic value = 24; total concentration of acid = 0,14%; the sugar concentration reduced = 2,75% was the very suitable to get the good kombucha preparation with black tea substrat
PENGARUH VARIASI KOMBINASI PVP K30 DAN EUDRAGIT RS-100 TERHADAP SIFAT FISIK DAN UJI IN VITRO PROPRANOLOL PATCH Arsul, Muh. Ikhlas; Rahman, Latifah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.383 KB) | DOI: 10.24252/.v5i3.4351

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi kombinasi PVP K30 dan Eudragit RS-100 terhadap sifat fisik dan uji in vitro propranolol patch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah polimer jenis pvp dan eudragit dapat membentuk patch dengan sifat fisik yang baik dan mengetahui laju pelepasan  propranolol patch. Pengujian patch meliputi ketebalan patch, keseragaman kandungan, moisture content dan pengujian pelepasan secara in vitro menggunakan franz diffusion cell. Ketiga formula yang dibuat dapat membentuk patch dengan sifat fisik yang baik. Hasil uji pelepasan secara in vitro diperoleh formula dengan konsentrasi optimum propranolol patch yaitu PVP dan Eudragit 1:9 menghasilkan 20,14 µg/ml.