DIANA RAHMASARI
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN KETIADAAN PERAN ORANGTUA PADA REMAJA PELAKU BULLYING DI SMP NEGERI 1 PALANG QURROTUL AYUNI, ANNA; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketiadaan peran orangtua pada remaja pelaku bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 1 orang dengan inisial YA. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara . Teknik analisis data yang digunakan adalah pembuatan transkrip, pengkodingan, dan pembuatan tabel tema. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan peran orangtua pada partisipan membuat orangtua hanya mampu memenuhi sebagian perannya. Peran yang dapat dipenuhi yaitu pendukung dalam hal materi, dan memberi motivator, serta peran sebagai pemberi pedoman. Hanya saja pada peranan sebagai motivator dan pemberi pedoman dilakukan orangtua melalui obrolan telepon dengan anak. Hal ini menyebabkan peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan sempurna. Peran yang tidak dapat dipenuhi yaitu peran orangtua sebagai pembimbing, serta sebagai pendukung dalam kebutuhan non materiil (kasih sayang dan perhatian). Peranan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena orangtua tidak tinggal bersama anak. Kata Kunci: Ketiadaan Peran Orangtua, Pelaku Bullying, Remaja
GAMBARAN KETIADAAN PERAN ORANGTUA PADA REMAJA PELAKU BULLYING DI SMP NEGERI 1 PALANG QURROTUL AYUNI, ANNA; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketiadaan peran orangtua pada remaja pelaku bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 1 orang dengan inisial YA. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara . Teknik analisis data yang digunakan adalah pembuatan transkrip, pengkodingan, dan pembuatan tabel tema. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan peran orangtua pada partisipan membuat orangtua hanya mampu memenuhi sebagian perannya. Peran yang dapat dipenuhi yaitu pendukung dalam hal materi, dan memberi motivator, serta peran sebagai pemberi pedoman. Hanya saja pada peranan sebagai motivator dan pemberi pedoman dilakukan orangtua melalui obrolan telepon dengan anak. Hal ini menyebabkan peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan sempurna. Peran yang tidak dapat dipenuhi yaitu peran orangtua sebagai pembimbing, serta sebagai pendukung dalam kebutuhan non materiil (kasih sayang dan perhatian). Peranan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena orangtua tidak tinggal bersama anak. Kata Kunci: Ketiadaan Peran Orangtua, Pelaku Bullying, Remaja
RESILIENSI PADA REMAJA AWAL YANG ORANGTUANYA BERCERAI ULAYYA CAHYANI, YUMNA; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 5, No 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik resiliensi pada remaja awal yang orangtuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling dan didapatkan tiga subjek penelitian yaitu tiga remaja awal yang orangtuanya bercerai yang berinisial AP, FF dan RR. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara sehingga instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, lalu kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap partisipan memiliki karakteristik resiliensi yang berbeda antara partisipan satu dengan yang lain. AP memiliki karakteristik motivasional dan kemampuan kognitif. Partisipan FF dan RR memiliki karakteristik spiritual dan motivasional serta kemampuan kognitif. Dapat disimpulkan bahwa ketiga partisipan telah resilien karena mamiliki karakteristik resiliensi. Penelitian ini menemukan bahwa para partisipan memiliki karakteristik resiliensi karena mendapat dukungan keluarga. Kata Kunci : Resiliensi, Perceraian Orangtua, Remaja Awal Abstract This research focusing to know the resilience characteristic on early adolescent whose parents are divorced. This research is using qualitative approach with case study method. Subject research is using purposive sampling and get three subjects, that are three early adolescent which parents have been divorced with initials are AP, FF and RR. Data collected by using interview method, so the collecting data is based on interviews guideline. Data analysis method is using reduction, display data and conclusion. The validity test of the data is using triangulation method which is source triangulation. The result of this research shows that each participants have different resilience characteristic with one another. AP has motivational and cognitive competence characteristic. FF and RR have spiritual, motivational and cognitive competence characteristic. It can be concluded that all of the participants was resilient because they have resilience characteristic. This research found that all of the participants have resilience characteristic because they get family support. Keywords: Resilience, Parents Divorce, Early Adolescent
PERBEDAAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PNS DAN NON PNS DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK WINDASARI, ROSINTA; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 5, No 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komitmen organisasi pada PNS dan Non PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Subjek penelitian ini berjumlah 82 pegawai, yaitu 52 PNS dan 30 Non PNS. Pengambilan data menggunakan skala komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi. Teknik analisis penelitian ini menggunakan independent sample test dengan taraf signifikansi 0,000 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan signifikan pada komitmen organisasi antara PNS dan non-PNS.. Kata Kunci : Komitmen Organisasi, PNS, Non PNSAbstractThis study aimed to determine the differences in organizational commitment between civil servants and non-civil servants in the District Education Board Gresik. The data were collected from 82 employees namely 52 civil servants and 30 non civil servants. The data retrieval uses the organizational commitment scale. This study used quantitative approach with comparative method. The analysis technique of this study used independent sample test with significance level 0,000 (p <0,05). The results showed that there are positive and significant differences in organizational commitment between civil servants and non-civil servants. Keywords: Organizational Commitment, Civil Servants, Non-Civil Servants
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK PERILAKU MENYONTEK PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL JURUSAN PSIKOLOGI UNESA KHARIN ADRIANA, ISMI; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 5, No 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk perilaku menyontek pada mahasiswa tingkat awal jurusan Psikologi Unesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah subjek yaitu 130 mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis faktor. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat satu faktor yang membentuk perilaku menyontek, yaitu faktor ketahanan diri. Faktor ketahanan diri terdiri dari efikasi diri, kontrol diri, dan sikap terhadap moral.
Harga Diri dan Religiusitas dengan Resiliensi Pada Remaja Madura Berdasarkan Konteks Sosial Budaya Madura Rahmasari, Diana; Jannah, Miftakhul; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madurese known by the sense of self-esteem "typical" as "“ajina abha”" as well as a strong religiosity and synonymous with Islam. Needed to strengthen the resilience of youth in the face of obstacles or problems. This study is a preliminary study aimed to examine the dynamics of the relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents. This research is using quantitative methods. Quantitative methods are used to examine the relationship between self-esteem and religiosity with resilience. The results showed that there is a relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents Madura with a value of 0.01. Self-esteem and religiosity together to give effect to the resilience of 16.9%. This means that 83.1% of resilience in adolescents Madura is influenced by other variables. Esteem gives greater influence with significant value 0,311. While religiosity effect of 0.264. It can be concluded that self-esteem and religiosity have an influence on adolescents resilience in Madura.
Peran Filsafat Eksistensialisme terhadap Terapi Eksistensial-Humanistik untuk Mengatasi Frustasi Eksistensial Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Existential-humanistic therapy helps people to achieve personal meanings of their existence by raising self-awareness and changing the deficient mindset in looking values and meanings of life. Existential philosophy gives an important contribution not only in providing conceptual basis of this therapy but also in determining the therapeutic techniques. Existentialism is a philosophical school that is more adequate than other schools of philosophy, such as empiricism, to understand of human beings as an individual. Meanwhile, humanism is highly valuing of human dignity in a way that of an individual occupies a central position in the theoretical-philosophical reflections as well as in the explanation of daily life practices. This article discusses the basic concepts of existential-humanistic therapy and describes how this approach places the self as the central focus in scientific inquiry and clinical practices.  Abstrak: Terapi humanistik eksistensial membantu manusia untuk mengenal kembali keberadan dan kesadaran dirinya. Terapi ini juga membantu manusia mengubah pola pikir yang salah dalam hal nilai-nilai dan makna hidup, yang merupakan sumber utama frustasi eksistensial. Pendekatan terapi ini dilandasi oleh filsafat eksistensialisme dan humanisme tidak hanya dalam konsep-konsep dasarnya tapi juga dalam berbagai langkah terapi. Eksistensialisme berupaya untuk memahami hakikat manusia sebagai individu. Sedangkan humanisme menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia sedemikian rupa sehingga manusia menempati posisi yang sentral dan penting baik dalam perenungan filsafati maupun dalam praktis hidup sehari-hari. Tulisan ini mengkaji konsep dasar terapi eksistensial humanistik dan mendeskripsikan bagaimana pendekatan humanistik eksistensial mengembalikan pribadi manusia sebagai fokus sentral dalam kegiatan ilmiah dan praktik terapi klinis.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN STRES PADA ANAK Yanuari, Tenny; Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed intent on testing corelation between sibling rivalries stress on children at SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Work hypothesis that proposed is there is significant corelation between sibling rivalries with stress on children. Researcher using sample as big as 34 students from SD Muhammadiyah 15 Surabaya, that chosen using purposive sampling. Namely with children criterion that aged 10-12 year on fifth grade and have sibling. This research applying quantitative correlation method. There are two scale that applied on this research, namely sibling rivalry and stress. Data collection method done by applying Likert scale. Instrument validity obtained by using content validity technique with assist from professional judgment. Data analysis technique that used on this research is Pearson product moment correlation analysis test. The instrument reliability test done by using alpha Cronbach reliability. From the result of sibling rivalry reliability scale test, obtained score as big as 0.935. It means that the score of measure is very reliable. And stress scale, obtained score as big as 0.925 that means the sore is very reliable. Based on the data analysis test that done by using product moment correlation by using signification rate 1%, it find out that sibling rivalry  have significant relation with stress for children as big as 0.000 and the direction of relation as big as 0.778. So there is corelation between sibling rivalries with stress on children.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Hipotesis kerja yang diajukan adalah ada hubungan yang signifikan antara sibling rivalry dengan stres pada anak. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 murid SD Muhammadiyah 15 Surabaya, yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang berusia 10-12 tahun, duduk di kelas 5 dan mempunyai saudara kandung. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala sibling rivalry dan skala stres yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Validitas alat ukur diperoleh dengan menggunakan teknik validitas isi dengan bantuan profesional judgement. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis korelasi product moment Pearson. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan reliabilitas alpha cronbach’s. Uji reliabilitas skala sibling rivalry, mendapatkan hasil sebesar 0,935, sedangkan skala stres sebesar 0,925, yang berarti keduanya sangat reliabel. Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan dengan menggunakan taraf signifikansi 1%, maka diketahui bahwa sibling rivalry mempunyi hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada anak dengan besar korelasi sebesar 0,778. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan stres pada anak.
Efektifitas Penerapan Outbound Training Dalam Meningkatkan Kemampuan Resolusi Konflik Interpersonal Pada Remaja Ramadhani, Hetti Sari; Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to test the effectiveness of outbound training in improving interpersonal conflict resolution skills in adolescents. Subjects were adolescents outbound training participants with age ranges between 16-19 years old on the Team Survival Outbound Prigen Pasuruan. The design of this study was a true experiment, with 10 participants who were registered as outbound training participant was being assigned as experiment group and 10 participants who were not registered as outbound training participant was being assigned to control group Sampling technique used in this research was purposive sampling by selecting participants with low conflict resolution score. Data collecting method used was interpersonal conflict resolution questionnaire which resulting in an ordinal scale and was analysed using parametric statistic with t-test paired sample and independent t-test. Obtained score was t = 9.635 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. In other words, there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Obtained score was t = 5.069 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. It can be concluded, that there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Based on those results, it can be concluded that an effective implementation of outbound training can increase interpersonal conflict resolution skill in adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan outbound training dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal pada remaja. Subjek penelitian adalah peserta remaja outbound training dengan rentang usia 16-19 tahun The Survival Outbound Team Prigen Pasuruan. Penelitian ini menggunakan true experiment yaitu kelompok eksperimen adalah 10 remaja yang terdaftar sebagai peserta outbound training dan kelompok kontrol adalah 10 remaja yang tidak terdaftar sebagai peserta outbound training. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni mereka yang memiliki skor resolusi konflik interpersonal rendah. Pengumpulan data menggunakan angket resolusi konflik interpersonal yang dinyatakan dalam bentuk ordinal dan menggunakan statistik  parametrik dengan paired sampel t test dan independent t test. Hasil analisis data diperoleh nilai t sebesar 9,635 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal remaja antara sebelum dan sesudah diberikan outbound training pada taraf α = 0,05%. Diperoleh nilai t sebesar 5,069 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal antara remaja yang mendapat outbound training dan remaja yang tidak mendapat outbound training pada taraf α = 0,05%. Dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan outbound training efektif dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal remaja.
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF LAKI-LAKI DEWASA PENDERITA LEUKEMIA EKA AULIA, RISNANDA; RAHMASARI, DIANA
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 6, No 4 (2019)
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan dialami oleh penderita leukemia, mulai dari permasalahan dengan fisik yang semakin menurun, ditambah lagi dampak psikologis yang mereka rasakan. Laki-laki dewasa yang telah menikah memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Kondisi laki-laki dewasa penderita leukemia akan merasa semakin terpuruk jika tidak dapat memenuhi tugas perkembangan tersebut, sehingga menghambat individu dalam memperoleh kebahagiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran kesejahteraan subjektif laki-laki dewasa penderita leukemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subjektifnya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang laki-laki dewasa penderita leukemia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Analisis data digunakan adalah teknik analisis tematik. Penelitian ini berhasil mengungkap kesejahteraan subjektif yang dimiliki oleh kedua subjek diperoleh dari kepuasaan hidup dengan masa lalu dan pandangan akan kepuasan dalam kehidupan saat ini yang dijalaninya. Kesejahteraan subjektif pada subjek satu dipengarungihi oleh faktor yang paling dominan diantaranya adalah faktor peristiwa hidup yang menyenangkan, kepuasan kerja yang dirasakan subjek, rekreasi dengan bentuk olah raga bersepeda, dan juga dipengaruhi oleh sifat kepribadian subjek yang terbuka. Kesejahteraan subjektif pada subjek dua dipengaruhi oleh faktor yang paling dominan seperti peristiwa hidup yang dialami oleh subjek dan juga sifat kepribadian subjek yang terbuka.