Articles

Found 37 Documents
Search

KINERJA HUBUNGAN MASYARAKAT PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT Rahmat, Agus; Bakti, Iriana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.067 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.8612

Abstract

Kebutuhan pemerintah Indonesia atas Humas pemerintah tidak lagi dalam tataran wacana atau sekedar konsep secara keIlmuan, keberadaan Humas pemerintah didorong atas kebutuhan pemerintah untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh pemerintah kepada ,asyarakat guna memperoleh dukungan dan untuk menerangkan apa dan bagaimana yang dilakukan pemerintah sehingga lingkungan masyarakat dalam dan masyarakat luar percaya. sudah sejak lama pemerintah di Indonesia termasuk pemerintah daerah memiliki Humas pemerintah, bahkan khusus di lingkungan pemerintah, profesi ini tergabung dalam wadah BakoHumas. Fakta yang ada dan berkembang mengisyaratkan sekaligus mempertanyakan mengenai kinerja Humas Pemerintah selama ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsi kinerja Humas pemerintah khususnya Humas Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa: pertama, kinerja Humas pemerintah lebih banyak menerimaan teguran dibanding pujian/penghargaan atas hasil kerja; kedua, pegawai di bagian Humas pemerintah sangat sedikit yang berlatar belakang pendidikan formal komunikasi, terlebih lulusan keHumasan selain itu pegawai juga jarang mendapat pendidikan non formal bidang keHumasan; ketiga, aktivitas Humas pemerintah lebih tertumpu pada kegiatan rutin berupa penyediaan informasi bagi media. Konsekuens dari temuan penelitian ini adalah perlunya pengembangan kompetensi pegawai Humas pemerintah melalui linieritas bidang kerja dan pendidikan bagi pegawai baru dan pelatihan bidang keHumasan bagi petugas yang sudah ada.DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.2
The impact of clean lifestyle health promotion on the attitude, motivation, and behaviour of village health cadres Solehati, Tetti; Rahmat, Agus; Kosasih, Cecep Eli; Hidayati, Nur Oktavia
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 31, No 3 (2018): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V31I32018.310-317

Abstract

Pangandaran is a popular tourism destination in West Java, which is annually visited by a high number of foreign and domestic tourists. It has set itself the vision of gaining the title ‘Healthy Village’. However, Pangandaran beach is still fighting the problem of waste, which is easily found along the coast. Thus, disease is mushrooming due to the lack of a Clean Lifestyle (Perilaku Hidup Bersih Sehat/PHBS) and the low awareness of PHBS in the Pangandaran local community. The efforts undertaken to overcome the problem of infectious disease due to the lack of PHBS require great support from various parties such as health service centres and via community participation and the role of cadres, who also manage the Community Health Centres (Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu). The study aims to determine the effect of the health promotion of PHBS on the attitude, motivation, and behaviour of the health cadres. The study was quasi-experimental, involving a pre-test and post-test design. The study was conducted in Pangandaran Village, Pangandaran Regency. This research involved the health cadres because they are the closest person to the community and they also run a health program. In addition, they are reliable people when it comes to overcoming health problems in the community. The total population of health cadres in Pangandaran Village amounted to 28 people, via total sampling. The instruments used in this study included a questionnaire, observation sheet, and a checklist. The data analysis used univariate and bivariate analysis. The result showed that the mean score of attitude ranged from 65.11 to 74.71 (p = 0,000), the mean score of motivation was 37.39 to 40.71 (p = 0,000), the mean score of genital hygiene behaviour was 67.96 to 80.61 (p = 0,000) and the mean score of the behaviour of CTPS was significant at 32.25 to 35.71 (p = 0,000). This study found there to be significant difference in the mean attitude, motivation and behaviour of the health cadres before and after the intervention period.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konflik Sosial Sumartias, Suwandi; Rahmat, Agus
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

Konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya disebabkan lemahnya kepastian hukum. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif eksplanatoris, dengan uji statistik Analisis Jalur. Populasi penelitian adalah tokoh masyarakat formal dan informal (Kepala desa, ulama, dan pemuda), dan masyarakat yang terlibat konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan: a) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor identitas sosial dengan konflik sosial anarkis. b) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor sosial-ekonomi dengan konflik sosial anarkis. c) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kredibilitas tokoh dengan konflik sosial anarkis. d) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor motif dengan konflik sosial anarkis. e) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kepribadian/keyakinan dengan konflik sosial anarkis. f) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor perilaku komunikasi dengan konflik sosial anarkis.
Implementasi Model Komunikasi Kesehatan melalui Penyebaran Informasi Jaminan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat Rahmat, Agus; Perbawasari, Susi; Zubair, Feliza; Koswara, Aang
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 17 No. 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

Setiap perilaku berlandas pada pengetahuan, oleh karena itu untuk keberhasilan program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang dilakukan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu mempersyaratkan dilakukannya komunikasi atau sosialisasi atas program tersebut, melalui berbagai saluran yang ada. Bagaimana model komunikasi kesehatan yang diimplementasikan pemerintah dalam menyebarkan informasi Jamkesmas khususnya di wilayah Jawa Barat ? Tujuan penelitian ini adalah mengetahui arah aliran informasi yang terjadi dalam sosialisasi program Jaminan Kesehatan Masyarakat, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan multistage cluster sampling, jumlah responden 180 orang. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi yan bersifat antarpribadi dengan para opinion leaders formal sebagai saluran utama masyarakat kurang mampu dalam memeroleh informasi. Ini berarti bahwa publik target untuk penguatan atau keberhasilan sosialisasi Jaminan Kesehatan Masyarakat adalah opinion leaders seperti ketua Rukun Warga ataupun Rukun Tetangga serta kader.
BIOSINTESIS NANO/MIKRO PARTIKEL PERAK DARI RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) BERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK Sari, Denni Kartika; Lestari, Retno Sulistyo Dhamar; Rahmat, Agus
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nano/mikro partikel perak menjadi perhatian bagi peneliti dikarenakan karakteristiknya yang unik dan dapat diaplikasikan pada berbagai bidang seperti obat, katalisis, industri tekstil maupun pada bidang pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah biosintesis hijau dari nano/mikro partikel perak   menggunakan   rumput   laut  Kappahycus   alvarezi/Eucheuma   Cottonii. Penggunaan   rumput   laut kappahycus   Alvarezi   dikarenakan   ketersediaan   rumput   laut   jenis   ini   di  Indonesia   melimpah   serta memiliki banyak keuntungan diantaranya biosintesis             nano/mikro partikel dari bahan alam yang lebih  stabil. Penggunaan  gelombang ultrasonik diharapkan dapat meningkatkan yield dan mempersingkat waktu   ekstraksi.   Penelitian   ini   dilakukan   melalui   dua   tahapan   tahap   pertama   adalah   memvariasikan waktu    ekstraksi   rumput   laut   berbantu   gelombang   ultrasonic   selama   2,4,6,   dan   8   menit   dan rasio  ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:15 dan 1:15. Hasil uji spektrofotometer menunjukan panjang gelombang      maksimum pada 320 nm dengan ukuran partikel berdasarkan pengujian SEM yang telah  dilapisi sebesar 20 mikron. Kata Kunci: AgNPs/mikro partikel, Eucheuma Cottonii, Nano/mikro partikel perak, Ultrasonik
PENGARUH KREDIBILITAS KONSELOR TERHADAP SIKAP REMAJA MENGENAI HIV/AIDS DI SUKABUMI Niftah, Yayan Zainal; Rahmat, Agus
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.219 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.7371

Abstract

Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kali berawal dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan hal ini, mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas konselor HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi terhadap sikap remaja tentang HIV/AIDS. Variabel penelitian yang dianalisis dalam penelitian ini adalah keahlian, kepercayaan, daya tarik pesan terhadap sikap, dengan populasi remaja 6 Desa yang berada di Kabupaten Sukabumi. Teknik sampel menggunakan strata proposional. Partisipan penelitian atau sampel yang terpilih sebanyak 401 orang remaja. Penelitian ini menggunakan analisis jalur yang merupakan analisis untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terkait, baik bersifat parsial maupun pengaruh bersifat total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian komunikator dalam menyampaikan pesan tentang bahaya HIV/AIDS telah mampu menambah pengetahuan remaja di Kecamatan Sukabumi, juga dapat menimbulkan kepercayaan remaja terhadap Konselor HIV/AIDS serta kesediaan untuk menjauhi perilaku berisiko seperti menggunakan narkoba dan seks bebas dan kesediaan untuk mengiformasikan kepada orang lain tentang bahaya HIV/AIDS. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agar penderita lebih terbuka dalam menceritakan kronologis tentang penyakit yang diidapnya serta penularannya, yang harus dilakukan adalah mempertinggi kredibilitas komunikator atau konselor HIV/AIDS.
Small Group Discussion Strategy Towards Students’ Reading Comprehension of SMA Negeri 11 Bulukumba Rahmat, Agus
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find out the effectiveness of Small Group Discussion Strategy in improving the students’ reading comprehension ability at the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba. This research employed quasi experimental design with pre-test and post-test design. There were two variables; they are independent variable (Small Group Discussion Strategy) and dependent variable (the students’ reading comprehension). The population of this research was the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba in academic year 2013/2014 which consisted of 122 students. The researcher took 56 students as the sample of the research with 28 students as experimental class in XI IPA 1 and 28 students as control class in XI IPA 2. The sample was selected by using purposive sampling. The instrument of this research was a written testused in pre-test and post-test. The result of the data indicated that there was a significant difference between students’ post-test in experimental class and controlled class. The mean score of post-test (77.3) in experimental class was greater than the mean score of post-test (71.9) in controlled class and from t-test, the researcher found that the value of t-test (3.176) was greater than t-table (2.000) at the level of significances. It means that this is a significant difference between the result of the students’ pre-test and post-test. Therefore, H0 was rejected and H1 was accepted. Based on the finding and discussion of the research, the researcher had drawn a conclusion that the use of Small Group Discussion Strategy in Improvingthe student’s reading comprehension at the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba was effective.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB (Studi Kasius SMAN 1 Penengahan) Rahmat, Agus; Yusman, Machudor; Adipribadi, Irwan
Jurnal Komputasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Komputasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Libraries are part of the learning resources that should be owned by every school or college. Because learners easily find the information or knowledge through library. With the development of technology make people think to be able to work more effectively and efficiently. One of them is to make the conventional system to a computerized system. The website by utilizing the facilities connected to the internet. libraries can be more effective and efficient in searching and ordering books.In this research, I have designed a web-based information systems using programming languages PHP MySQL. With this system, is expected to address the various needs of the user to search for books and book as well as facilitate the administration of the school in the circulation of borrowing books and preparing reports.From the research that has been conducted on these results the authors implement in Designing Library Information System Web-Based on SMA Negeri 1 Penengahan. Keywords: Information System, Internet, Library, PHP MySQL, Web.
Humor dan Homo Ludens Rahmat, Agus
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 2 (2014): ECF Filsafat Humor
Publisher : Extension Course Filsafat ( ECF )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humor adalah fenomena aneh dan penuh paradoks: sesuatu yang sebenarnya tidak serius -bahkan pernah dianggap jahat – namun di sisi lain ternyata juga dianggap sangat penting. Plato sempat menganggap humor dan tertawa sebagai kejahatan, sejajar dengan penghinaan. Kaum Stoa, biarawan-biarawan Kristiani purba, hingga beberapa filsuf abad 17, melihat tertawa sebagai kekurangan pengendalian diri. Psikoanalisis Freudian menganggap humor sebagai bentuk terselubung kedengkian dan naluri liar libido. Namun kini orang cenderung melihat sebaliknya: kini humor dilihat justru sebagai kecerdasan kritis, secara psikologis mencerminkan fleksibilitas mental, secara fisik menurunkan tegangan dan memacu imunitas, secara sosial merupakan lubrikan yang memperlancar hubungan interpersonal.  Sempat pula ada anggapan bahwa humor merupakan indikator adanya ketertekanan masif. Sementara di sisi lain konon humor juga menunjukkan kematangan psikologis dan religius.   Extension Course Filsafat kali ini bermaksud hendak memahami kompleksitas dari gejala yang disebut ‘humor’ itu, dengan mencoba melihatnya dari bermacam perspektif, antara lain : dari sudut filsafat, neuroscience, psikologi, bahasa, budaya, agama, dll.
GAMBARAN SUMBER INFORMASI PHBS PADA KADER KESEHATAN Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti; Rahmat, Agus
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2018): PROMOTIF - JUNI
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.155 KB)

Abstract

Desa Pangandaran merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat memiliki visi menjadi Desa Sehat. Sayangnya kesadaran ber-PHBS masyarakat Pangandaran masih rendah menyebabkan tingginya angka diare dan kecacingan di daerah tersebut kemungkinan karena kurangnya mendapatkan informasi tentag PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi PHBS pada kader kesehatan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Jawa Barat. Populasi penelitian adalah semua kader kesehatan yang terdapat di Desa Pangandaran sejumlah 28 orang. Sample menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah quisioner yang terdiri dari data karakteristik dan sumber informasi. Analisa yang digunakan deskriptif berupa frekuensi dan prosentase. Seluruh responden pernah mendapatkan informasi PHBS sejumlah 28 orang (100%). Pada variabel genital hygiene diperoleh bahwa sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari media cetak sejumlah 6 orang (21,4%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah  24 orang (85,7%). Pada variabel CTPS diperoleh bahwa seluruh responden pernah mendapatkan informasi 28 orang (100%), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari orang tua sejumlah  8 orang (28,6%), sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari saudara sejumlah 3 orang (10,7%), sebagian kecil  responden mendapatkan informasi dari teman sejumlah  2 orang (7,1 %), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari media sosial sejumlah 12 orang (42,9%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah 23 orang (82,1%). Kesimpulan: Seluruh responden mendapatkan informasi. Walaupun sumber informasi lebih banyak diperoleh dari petugas kesehatan dan media sosial namun masih ada informasi didapat dari teman. Perlu pendekatan yang lebih kreatif dalam pemberian informasi dari petugas kesehatan misalnya dengan menggunakan media sosial.