Articles

Found 15 Documents
Search

SISTEM PROTEKSI TERHADAP TEGANGAN LEBIH PADA GARDU TRAFO TIANG 20 KV Rahmawati, Yuni; Ishak, Moh.
TEKNO Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.083 KB)

Abstract

Gangguan tegangan lebih sering terjadi pada gardu trafo tiangyang biasanya diakibatkan dua hal yang pertama dikarenakan surja petir/sambaran petir dan yang kedua akibat surja hubung/pemutusan beban. Jikagangguan ini tidak diperoteksi maka gangguan ini akan merusak peralatangardu trafo tiang sehingga gardu tarfo tiang ini tidak dapat menyalurkan dayake konsumen ini karena pada peralatan gardu trafo tiang mempunyai batasminimum dan batas maksimum terhadap tegangan lebih. Permasalahanyang timbul adalah tegangan lebih akibat surja petir dimana tegangan lebihini dibagi menjadi dua yaitu sambaran petir langsung dan sambaran petir taklangsung untuk memproteksi ini memerlukan peralatan proteksi yaitu untukgangguan sambaran petir langsung alatnya kawat tanah/groundwiresedangkan gangguan sambaran petir tak langsung alatnya Arrester/lightiningArrester,peralatan diatas mempunyai funsi masing-masing dan jugatempatnya berbeda oleh karena itu perlu adanya sebuah sistem proteksiuntuk mengatasi gangguan petir langsung maupun tak langsung. Metodeyang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini berupa perhitungandan simulasi menggunakan Matlab 6.1. Berdasarkan hasil perhitungan dansimulasi Matlab 6.1, diperoleh hasil perhitungan rumus tegangan dasarArrester dan tabel karekteristik kerja Arrester didapat 139 kV sedangkanhasil perhitungan simulasi matlab didapat tegangan pelepasan Arrester 120kV ini dikeranakan adanya pengaruh sistem pentanahan, untuk teganganpelepasan diatas 120 kV masih aman bagi trafo karena tidak melebihi dariBIL Trafo 20 kV yaitu 150 kV. Perhitungan sambaran tak langsung dengansaluran kawat tanah diperoleh 38,5663 gangguan per 100 km per tahun dantanpa kawat tanah 61,8648 gangguan per 100 km per tahun ini dikarenakansaluran kawat tanah mempunyai factor perisaian. Perhitungan sambaranlangsung dengan tiang yang diketanahkan diperoleh 30,2134gangguan/100km/tahun dan tiang yang tidak diketanahkan diperoleh36,5526 gangguan/100km/tahun ini dikarenakan pengaruh tahanan kontaktiang pada tiang diketanahkan lebih rendah daripada tahanan kontak tiangyang tidak diketanahkan. SOP Arrester : Arrester sedapat mungkin dipasangpada titik percabangan dan pada ujung-ujung saluran yang panjang, baiksaluran utama maupun saluran percabangan, jarak Arrester yang satu danyang lain tidak boleh lebih dari 500 meter sedangkan SOP kawat tanah:Pada tengah gawang kawat tanah harus mempunyai jarak yang cukup diatas kawat fasa untuk mencegah terjadinya loncatan api.
STUDI KELAYAKAN BUSBAR GARDU TRAFO TIANG 20 KV (BARU) PADA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FT UM Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.454 KB)

Abstract

Adanya beban puncak secara tidak menentu yang berasal dari gedung?gedung kuliah khususnya di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, akan menimbulkan pengaruh dari kinerja busbar yang ada dalam Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB) TR gardu trafo tiang 20 kV dengan daya 100 kVA di Jurusan Teknik Elektro. Oleh karena itu, diperlukan adanya penghitungan dan analisis terhadap beban dari gedung?gedung yang akan dialiri arus dan daya dari sebuah gardu trafo tiang, khususnya yang ada di Jurusan Teknik Elektro agar kinerja dari gardu trafo tiang khususnya pada busbar dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pengumpulan arus dari sumber dan membagi?bagikannya ke beban. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1) pengambilan data lapangan; (2) pengolahan data; (3) analisis data dan melakukan penghitungan untuk menentukan ukuran busbar; (4) melakukan simulasi dengan software Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan diperoleh dengan pendataan arus pada setiap gedung. Kesimpulan hasil analisis, busbar yang berukuran 40mm x 5mm maupun busbar yang berukuran 12mm x 5mm mampu memikul gaya tekanan (stressing) akibat dari arus beban penuh, arus beban 50%, arus hubung singkat maksimum, dan arus hubung singkat minimum karena gaya tekan yang muncul
PERANCANGAN SISTEM PENTANAHAN NETRAL TRAFO PADA GARDU TRAFO TIANG 20 KV DENGAN MENGGUNAKAN TAHANANTINGGI Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 11, No 1 (2009)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.154 KB)

Abstract

Salah satu faktor utama dalam setiap usaha pengamananrangkaian listrik adalah pentanahan. Yang dimaksud pentanahan adalahsalah satu usaha untuk mengadakan hubungan dengan tanah (bumi)menggunakan penghantar dan elektrode tanah. Pentanahan yang baik padasubstation sangat penting untuk keandalan dan keamanan suatu sistemtenaga. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1)pengambilan data; (2) pengolahan data; (3) analisis data; (4) melakukansimulasi dengan Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasilsimulasi. Dari simulasi sistem pentanahan dengan menggunakan tahanan 0ohm sebagai pembanding dengan menggunakan tahanan 500 ohm.Diperoleh hasil bahwa arus yang mengalir pada simulai sisstem pentanahandengan tahanan 0 ohm sangat besar dibandingkan dengan menggunakantahanan 500 ohm. Jadi alangkah baiknya jika GTT 20 kV tersebutmenggunakan nilai tahanan yang besar, hal ini dikarenakan untuk menjagakeandalan dari sistem dan peralatan tersebut.
STUDI PEMAHAMAN KARIER DAN RELEVANSI PRAKTIKUM TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA SISWA SMK Anggraeni, Rr. Henning Gratyanis; Putro, Setiadi Cahyono; Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.499 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap signifikansi hubungan antara: (1) mengungkapkan signifikansi hubungan pemahaman karier dengan kesiapan kerja pada program keahlihan TKJ, (2) mengungkap signifikansi hubungan relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerja pada program keahlihan TKJ, dan (3) men-gungkapkan signifikansi Hubungan secara simultan antara Pemahaman Karier dan Relevansi Praktikum dalam Bidang Pekerjaan dengan Kesiapan Kerja pada Siswa Program Keahlihan TKJ SMK di Kota Pasuruan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI program keahlian TKJ SMK di Kota Pasuruan dengan jumlah populasi sebanyak 315 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 132 siswa dengan menggunakan nomogram presentase Harry King. Untuk mengukur variabel X1, X2 dan Y menggunakan instrument penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v20. Hasil penelitian yaitu: (1) Pemahaman karier berada dalam katagori tinggi; (2) Relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan berada dalam kategori tinggi; (3) Kesiapan kerja berada dalam katagori tinggi; (4) ada hubungan signifikan antara pemahaman karier dengan kesiapan kerja; (5) ada hubungan signifikan antara relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerja; (6) ada hubungan signifikan antara pemahaman karier dan relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerja
PENGARUH PERSEPSI ORANG TUA DAN SISWA TERHADAP MINAT MASUK SMK Wulandari, Salwa Ika; Putro, Setiadi Cahyono; Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 23, No 1 (2015)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.329 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap hubungan antara variabel persepsi orang tua (X1), harapan masuk (X2) dan persepsi terhadap lulusan (X3) dengan minat masuk SMK program studi keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (Y) bagi siswa kelas IX SMP di Kabupaten Tulungagung. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X3 dengan Y; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y; (5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dan X3 dengan Y; (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X3 dengan Y; (7) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1, X2 dan X3 dengan Y. 
PENGARUH KETELADANAN DOSEN DAN PENGETAHUAN PEDAGOGIK TERHADAP SITUATIONAL AWARENESS MAHASISWA CALON GURU JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Rosyidha, Mahani; Putro, Setiadi Cahyono; Rahmawati, Yuni
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 38, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.674 KB) | DOI: 10.17977/tk.v38i2.4954

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengungkap signifikansi hubungan pengetahuan pedagogik mahasiswa (X1) dan keteladanan dosen (X2) dengan situational awareness mahasiswa (Y). Rancangan penelitian ini adalah korelasional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dengan sam-pel 158 mahasiswa. Pengumpulan data variabel X1 menggunakan dokumentasi, se-dangkan X2 dan Y menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang positif dan signifikan: X1 dengan Y (rx1y = 0.210) ; X2 dengan Y (rx2y = 0.316); dan secara simultan X1 dan X2 dengan Y (Rx1x2y = 0.198.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGAN MEDIA REALIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR rahmawati, yuni
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 2, No 3 (2014): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Application of Experiment Method with Realia Media in Increase of Science Learning for Elementary School Fourth Grade Student. The purposes of the research are: (1) describe the steps of experiment method with realia media to increase science learning process for elementary school fourth grade student, (2) to know the increase of science learning output with application of experiment method with realia media for elementary school fourth grade student, (3) identify obstacles and solutions in the application of experiment method with realia media in science learning for elementary school fourth grade student. This study is a Collaborative Classroom Action Research that was held in three cycle. Each cycle consist of planning, implementation, observation, and reflection. The results show that the application steps of experiment method with realia media can increase science learning of elementary school fourth grade students. In learning process the first cycle, student percentage reached 61,11%, in the second cycle 73,33%, and the third cycle increase to 85,53%. In the pre-action completeness percentage still 0% of all students, having performed the action in the first cycle of students completeness percentage increase to 47,73%, in the second cycle increase to 73,46% and the third cycle increase to 83,33%. Keywords: experiment method, realia media, science learning Abstrak: Penerapan Metode Ekperimen dengan Media Realia dalam Peningkatan Pembelajaran IPA bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah: ((1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode eksperimen dengan media realia yang dapat meningkatkan proses pembelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan metode eksperimen dengan media realia pada siswa kelas IV SD, (3) mengidentifikasi kendala dan solusi pada penerapan metode eksperimen dengan media realia pada pembelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah pembelajaran metode eksperimen dengan media realia dapat meningkatkan pembelajaran belajar IPA bagi siswa kelas IV. Pada proses pembelajaran siklus I, persentase siswa mencapai 61,11%, pada siklus II 73,46%, dan pada siklus III meningkat menjadi 83,33%. Pada pra tindakan persentase ketuntasan siswa masih 0%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I persentase ketuntasan siswa menjadi 47,73%, pada siklus II meningkat menjadi 73,46% dan siklus III meningkat menjadi 83,33%.   Kata Kunci: metode eksperimen, media realia, pembelajaran IPA
STUDI KARAKTERISTIK SELAI KOLANG KALING MARKISA DENGAN PENAMBAHAN PEWARNA ANGKAK Asben, Alfi; Taib, Gunarif; Rahmawati, Yuni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.61

Abstract

Pengolahan selai dengan bahan baku kolang kaling dan buah markisa akan memberikan warna selai yang kurang menarik. Pigmen angkak dapat dijadikan alternatif pewarna alami yang baik dan cukup stabil dimana juga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dan konsentrasi yang tepat  bubuk angkak terhadap karakteristik selai kolang kaling  markisa. Penelitian dilakukan menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan bubuk angkak yaitu : A (tanpa (0%)), B (1%), C (2%), D (3%) dan E (4%). Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis of varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf  5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa  penambahan angkak memberikan  hasil berpengaruh nyata pada hampir semua parameter karakteristik selai yang dianalisis. Penambahan bubuk angkak 1%  (B) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan analisis sensori dengan karakteristik sebagai berikut :  kadar air  28,18%, ohue 11,99, aktivitas antioksidan 20,58%  (pada konsentrasi 100.000 ppm), pH 3,65, total padatan terlarut 59,33%, kadar sakarosa 55,42%,  angka lempeng total 1,0 x103 cfu/g dan lovastatin 3,09 ppm.
OPTIMASI PELETAKKAN ARESTER PADA SALURAN DISTRIBUSI KABEL CABANG TUNGGAL AKIBAT SURJA PETIR GELOMBANG PENUH Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 1, No 1 (2004)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.585 KB)

Abstract

Untuk menganalisis besar tegangan maksimum yang terjadi pada jaringan distribusikabel cabang tungal, yang diakibatkan oleh adanya gelombang berjalan yang berupagelombang surja petir pada titik-titik peralihan. Pada titik peralihan lebih memungkinkanterjadinya tegangan maksimum, karena adanya diskontinyuitas yang akan mengakaibatkanpantulan atau terusan pada titik, sehingga dapat terjadi pemantulan gelombang berjalan yangdatang. Gelombang surja petir merupakan salah satu penyebab penuaan kabel yangmengakibatkan turunnya BIL kabel. Agar sistem proteksi tetap terjaga dengan baik pentinguntuk mempertahankan level proteksi surja kabel di bawah penurunan BIL kabel yang terjadi.Untuk mencari letak dan besar tegangan maksimum pada jaringan menggunakan metodediagram tangga (bounce diagram), dengan memvariasi model dari jaringan kabel tungal, yaitudengan mengubah letak dan panjang cabang saluran. Dengan variasi peletakan dan panjangcabang saluran distribusi kabel cabang tunggal didapat hasil tegangan surja petir maksimumterletak pada ujung cabang terpendek dari saluran untuk kasus gelombang terpototng muka.Dan untuk kasus gelombang penuh tegangan surja petir maksimum terletak pada titik ujungsaluran terpendek bila panjang saluran sebelum percabangan lebih kecil dari panjangcabangnya. Untuk kondisi sebaliknya tegangan surja maksimum terletak pada titik ujungcabang terpanjang. Pemasangan arester sebgai pengaman surja harus memperhatikan hal-halberikut: (1) tegangan sistem; (2) tegangan dasar; (3) tegangan pelepasan arester; (4) nilaigelombang petir.
PORTABLE SOLAR CHARGER HANDPHONE Rahmawati, Yuni
TEKNO Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.697 KB)

Abstract

Handphone membutuhkan baterai yang dapat berfungsi sebagai sumber energi,tetapi sangat disayangkan bila ternyata aktifitas yang harus dilakukan diluar ruangan terhambatoleh karena kondisi baterai yang drop atau akan habis. Apalagi Kalau berada di luarrumah, pasti sulit mencari listrik untuk charger handphone. Solar Cell adalah salah satusupply energi listrik alternatif yang memungkinkan untuk dibawa kemana-mana. Sel suryamemiliki kemampuan mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik, dengan bentukyang kokoh dan tahan terhadap pergerakan atau guncangan). Solar cell merupakan solusiyang tepat untuk dijadikan suatu portable charger. Pembuatan Alat Portable Solar ChargerHandphone berfungsi untuk pengisian Baterai Handphone Ketika berada di luar rumahmengurangi ketergantungan listrik dari PLN karena pengisian ini menggunakan Solar Celldan baterai sebagai penyimpan sementara. Baterai ini juga bisa di ganti ketika habis atautidak sabar menunggu baterai yang di isi oleh Solar Cell penuh. Pengisian baterai sementaradapat dilakukan dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 16.00 dengan kondisi cuaca cerah.Pada cuaca mendung dan hujan, pengisian bisa di ganti dengan Ac adapter. Dalampemakaiannya charger ini sangat mudah digunakan dalam keperluan sehari-hari sehinggamemudahkan kita dalam mengisi handphone tetapi di butuhkan waktu yang lama karenaarus yang di hasilkan dari baterai sementara sangatlah kecil, dan tidak bisa mengisi bateraihandphone sampai penuh.