Articles

SERTIFIKASI HALAL SEBAGAI PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAMI DALAM UPAYA PERLINDUNGAN BAGI KONSUMEN MUSLIM Ramlan, Ramlan; Nahrowi, Nahrowi
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 14, No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.877 KB) | DOI: 10.15408/ajis.v17i1.1251

Abstract

Halâl Certification as an Application of Islamic Business Ethics in Muslim Consumer Protection Halâl certification in food is needed by Muslim consumers to provide assurances that they are not consuming or using product or service that are not halâl so that no sin is commited. It is the duty of government to provide assurances to Muslim consumers that consumer goods or services that are circulating amongst society are really halâl. The halâl label itself provides benefits to businesses such as improving consumer confidence to consume, reaching the global halâl food market, increasing the marketability of products in market and low cost investment. Muslim consumers also have to be smart before purchasing product or services for security and safety.DOI: 10.15408/ajis.v14i1.1251
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MATERI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BEBASIS MASALAH PADA MATERI SUHU DAN KALOR Ramlan, Ramlan; Haeruddin, Haeruddin; Kamaluddin, Kamaluddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 2 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.339 KB)

Abstract

Pengembagan media pembelajaran ini bertujuan untuk menghasilkan suatu media yang dapat membantu mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran karena keterbatasan waktu dan alat peraga. Penelitian ini melalui 4 tahap uji coba yaitu uji coba ahli materi, uji coba ahli media, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok basar yang dilaksanakan di SMAN 5 Palu, SMAN 3 Palu dan SMAN 2 Palu. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Dick, Carey & Carley. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan wawancara. Hasil analisis angket yang diperoleh dari tahap uji coba yaitu: uji coba ahli materi 78,89% (Baik), uji coba ahli media 80,91% (Baik), uji coba kelompok kecil 85,34% (Sangat Baik) dan uji coba kelompok besar yang dilakukan di 3 Sekolah menunjukkan bahwa media pembelajaran e-materi dengan model pembelajaran berbasis masalah pada materi suhu dan kalor ini sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dapat digunakan di sekolah-sekolah dengan fasilitas mendukung.
PENGARUH KONSELING GIZI DAN LAKTASI INTENSIF DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF SAMPAI UMUR 1 BULAN Ramlan, Ramlan; Margawati, Ani
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.096 KB) | DOI: 10.14710/jgi.3.2.101-107

Abstract

Latar Belakang : Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Muna tahun 2012 hanya mencapai 24,6%. Salah satu penyebabnya adalah masih kurang dilakukannya konseling laktasi di sarana pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah utnutk menganalisis pengaruh konseling gizi dan laktasi intensif dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif sampai umur 1 bulan.Metode : Kuasi eksperimen dengan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester 3 dengan usia kehamilan 7-8 bulan di Kabupaten Muna. Pengambilan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling. Subjek berjumlah 49 orang yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (n=24) yang mendapat konseling gizi dan laktasi intensif serta kelompok kontrol (n=25) tanpa diberi konseling. Analisis data dilakukan dengan uji mann Whitney, Chi Square dan Logistik berganda.Hasil : Terdapat peningkatan persentase skor pengetahuan dari 47,0% menjadi 77,0% pada kelompok perlakuan dan 47,0% menjadi 53,5% pada kelompok kontrol. Terdapat peningkatan rerata skor sikap kelompok perlakuan dari 63,4% menjadi 77,6%, kelompok kontrol dari 64,8% menjadi 68,9%. Peningkatan skor pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,006) kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Pemberian ASI eksklusif dalam 1 bulan pertama lebih banyak dilakukan oleh ibu pada kelompok perlakuan (58,3%) dibanding kelompok kontrol (20%) dengan nilai p=0,015. Dukungan suami merupakan variabel perancu dalam penelitian ini. Ibu yang mendapat dukungan suami memiliki peluang memberikan ASI eksklusif 2,22 kali dibanding ibu yang tidak mendapat dukungan suami (p=0,001).Simpulan : Konseling gizi dan laktasi yang intensif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Dukungan suami berpengaruh positif terhadap pemberian ASI eksklusif selama satu bulan pertama. Konseling gizi dan laktasi intensif menjadi tidak bermakna setelah dikontrol dengan dukungan suami.
MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BAO 6FE2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING Johan, Akmal; Ridwan, Ridwan; Mujamilah, Mujamilah; Ramlan, Ramlan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5120

Abstract

MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BaO 6Fe2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING. Telah dilakukan penelitian mengenai sifat magnetik bahan serbuk barium heksaferit melalui proses milling yang disertai proses annealing dari suhu ruang hingga suhu 400 oC, 600 oC, 800 oC dan 1000 oC ditahan selama 3 jam. Hasil pengukuran pola difraksi sinar-X, sebelum dan setelah proses milling secara intensif hingga 30 jam, menunjukkan adanya deformasi struktur kristal yang ditandai dengan tinggi puncak difraksi yang semakin menurun dan semakin melebar serta sifat kemagnetan yang semakin menurun. Dari pengukuran sifat kemagnetan sebelum dan sesudah proses milling selama 30 jam, masing-masing nilai koersivitas intrinsiknya adalah 1,68 kOe dan 1,13 kOe, sedangkan nilai magnetisasi remanennya 42,5 emu/gram dan 8,16 emu/gram. Proses annealing pada suhu 1000 oC selama 3 jam terhadap cuplikan yang telah di milling, dapat memperbaiki sifat magnetik. Hal itu ditunjukkan naiknya nilai koersivitas intrinsik hingga mencapai 4,39 kOe, dan nilai magnetisasi remanen yang cenderung kembali seperti sebelum di milling sekitar 40,8 emu/gram.
TINGKAT REDUKSI EROSI DAN ALIRAN PERMUKAAN TERHADAP TANAMAN KAKAO (THEOBROMA COCOA L) DEWASA DI DAS NOPU Ramlan, Ramlan
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.485 KB)

Abstract

The aims of the research were to study the rate of top soil erosion, to determine actual erosion and C factor under different land uses in the Nopu watershed.  Field experiment was conducted from January to March 2006 in the upper Nopu watershed, Palolo sub district, Donggala regency. Soil physical analyses were done in Soil Science Laboratory of Agricultural Faculty of Tadulako University. Small plots were purposively determined for erosion experiment.  The result of the research showed that soil physical characteristics such as bulk density, porosity, aggregate stability index, texture, and soil organic matter under cacao land use were different from those under bare land use.  The actual soil erosion under bare land use with 10% slope was much higher than that under cacao land use which were 14,304.49 and 172.6  kg/ha/yr, respectively.
Identifikasi Keramik Na-β”-Al2O3 dengan Penambahan Variasi Komposisi (0%, 3% dan 6%) Berat MgO Ramlan, Ramlan; Johan, Akmal
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diidentifikasi keramik Na-β”-Al2O3 sebagai bahan elektrolit padat pada baterai Sodium Sulfur (Na-S) Cell. Sampel di buat dengan teknik cetak kering (dry pressing), pada kuat tekan 40.000 kPa. Karakterisasi yang meliputi analisis struktur fasa, konduktifitas ionik, porositas dan densitas. Paduan bahan baku Al2O3-Na2O berdasarkan Diagram Biner De Vries dan Roth serta Diagram Tersier Al2O3-Na2O-MgO, pada komposisi 87% mol Al2O3 dan 13% mol Na2O dengan penambahan variasi aditif (0%, 3% dan 6%) berat MgO serta bahan perekat PVA 4% berat. Proses sintering dilakukan pada temperatur 1150_C selama ±6 jam. Hasil pengujian terbaik didapatkan pada penambahan 3% berat MgO dengan konduktifitas ionik pada temperatur ruang sebesar 2, 8998×10−6 (.cm)−1, porositas 56,4196% dan densitas 1,4728 gr/cm3, sedangkan fasa β”-Al2O3 lebih dominan terbentuk pada penambahan 6% berat MgO.
Karakterisasi Konduktivitas, Porositas dan Densitas Bahan Keramik Na-Β”-Al2O3 dari Komposisi Na2O 13% dan Al2O3 87% Dengan Variasi Waktu Penahanan Johan, Akmal; Ramlan, Ramlan
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi bahan keramik Na-β”-Al2O3 dimana keramik ini sebagai bahan elektronik padat pada baterai kering. Karakterisasi dilakukan dari bahan dasar Na2CO3, MgCO3 dan Al2O3 melalui penentuan konduktivitas listrik, porositas, densitas, pengaruh waktu panahanan (6 jam, 8 jam dan 10 jam) dan fasa setelah disintering. Hasil penelitian pada keramik Na-β”-Al2O3 dengan panahanan selama 6 jam, porositas lebih kecil dan densitasnya lebih besar yaitu 51,1195% dan 1,5349 gr/cm3, untuk penahanan 8 jam porositasnya meningkat dan densitasnya menurun sebesar 55,4781% dan 1,4608 gr/cm3, sedangkan untuk penahanan selama 10 jam porositasnya bertambah besar dan densitasnya semakin menurun yaitu 57,3142% dan 1,4405 gr/cm3. Untuk konduktivitas pada saat penahanan 6 jam lebih besar yaitu 77X10-6 (Ohm.cm)-1, sedangkan untuk penahanan 8 jam dan 10 jam yaiyu 8,98X10-6 (Ohm.cm)-1 dan 5,04X10-6 (Ohm.cm)-1. Serta analisa XRD dengan sintering pada suhu 1159°C dan waktu penahan selama 6 jam fasa β” telah terbentuk.
Pembuatan Serbuk β’’-Alumina (β’’-Al2O3) Ramlan, Ramlan
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat serbuk β”-Alumina dari bahan Na2CO3, Mg(OH)2 CO3 dan β-Al2O3. Mula-mula dibuat serbuk β-Alumina dari bahan β-Alumina dan bahan positif SiO 21%. Bahan-bahan tersebut dicampur dalam mortar selama 1 jam, diproses dengan menggunakan alat hidrolik pres dengan tekanan sebesar 100 kg/cm2 (metode cetak tekan), dibakar di dalam oven pada temperatur 1000oC dan 1100oC dengan waktu penahanan selama 6 jam. Selanjutnya, serbuk tersebut dikarakterisasi dengan menggunakan sinar-x. Dari hasil karakterisasi me-nunjukkan bahwa pada temperatur 1000oC sudah terbentuk β-Alumina.Untuk membuat β”-Alumina dipakai bahan β-Alumina pada temperatur 1000oC. Bahan-bahan lainnya untuk membuat β”-Alumina adalah Na2CO3, Mg(OH)2CO3, dicampur dengan aceton dan digiling dengan mengguna-kan ball mill selama 10 jam hingga homogen, kemudian dikeringkan dalam kamar pengering pada temperatur 120oC. Selanjutnya, dibakar di dalam oven pada temperatur 1250oC dengan kecepatan 300oC/jam dan dianali-sis dengan sinar-x. Hasil karakterisasi sinar-x diketahui bahwa phasa-phasa β”-Al2O3 yang terbentuk cukup baik.
Pengukuran Status Energi Terkuantisasi Atom Merkuri Ramlan, Ramlan; Arsali, Arsali; Bama, Ahmad Aminuddin
Jurnal Penelitian Sains No 4 (1998)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil spektroskopi optik (S-0) menunjukkan bahwa emisi maupun absorbsi radiasi atomik terjadi hanya untuk frekuensi distrik. Hal ini menandakan adanya kuantisasi energi dari atom. Sedangkan hasil dari Franck-Hertz (F-H) yang menandakan adanya energi untuk mengeksitasi atom ke tingkat energi di atas tingkat dasar. Energi elektron minimum yang diperlukan untuk mengeksitasi atom itu adalah 4,9 eV. Masalahnya adalah bagaimana mengaitkan pengalaman dari eksperimen F-H dan S-0 sehingga diperoleh hasil yang cocok dengan yang ada pada buku-buku teks. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan status energi terkuantisasi dari atom merkuri dengan cara eksperimen F-H dan S-0. Hal ini dilakukan untuk pengambilan data-data yang diperlukan dan mempelajari spektrum atom Merkuri. Dari eksperimen yang didapatkan energi eksitasi 4,969 ± 0,082 eV bersesuaian dengan panjang gelombang 2536,5 D di dalam daerah ultraviolet. Dari kedua percobaan tersebut (F-H dan S-0), menunjukkan bahwa hanya transisi atomik tertentu yang diizinkan dan transisi tertentu ini mengindikasikan kediskritan dari tingkat energi atom Merkuri.
Pemanfaatan Beta-Alumina (β”-Al2O3) sebagai Elektrolit Padat untuk Metode EMF Ramlan, Ramlan
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan eksperimen pengukuran dengan metode EMF terhadap elektrolit padat yang memanfaatkan Beta-Alumina (β”-Al2O3). Beta-Almunia dibuat dari bahan dasar Natriumcarbonat Magnesiumdihydroxid, Natriumcarbonat Magnesiumdihydroxid-carbonat, dan α-Al2O3 dengan teknik pencampuran bahan dasar, pembentukan pelet, dan pembakaran. Dengan teknik slip casting, Beta-Alumina dapat dibentuk dan digunakan sebagai elektrolit padat. Sebagai bahan yang diukur adalah bahan gelas sedangkan bahan referensinya adalah Natriumwolframat. Pengukuran dilakukan berdasarkan sel skema Pt/O2/Na2O (Gelas) Na-β”-Al2O3 // Na2O (Na2O − WO3)/O2/Pt. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Beta-Alumina (β”-Al2O3) sangat baik untuk bahan elektrolit padat.