Rita Dwi Ratnani
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah x/22, Sampangan, Semarang 50236

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

STANDARDISASI SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAKSI HIDROTROPI ANDROGRAPHOLID DARI SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Ratnani, Rita Dwi; Hartati, Indah; Anas, Yance; P., Devi Endah; D_Khilyati, Dita Desti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine"
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1358

Abstract

ABSTRACT Several active compounds has been found in Andrographis paniculata, including andrographolide (deoxy andrographolide, andrographolide, neo andrographolide and 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide) and kalmeghin. The active compounds properties and its levels in extract medicinal plants cannot be guaranteed to always be in a constant amount. This may be due to variations in the quality of medicinal plants, such as seeds, grow location, climate, conditions (age and harvest method), as well as post-harvest process and extraction method. Therefore, standardization of the extract should be performed to ensure the quality of the extract before it is produced on an industrial scale. The purpose of this study is to standardize the sambiloto hydrotropic extract. Specific parameters such as the organoleptic properties of the extract and identification of andrographolide compound as marker compounds. In contrast, the non-specific parameter includes drying shrinkage, microbiological contamination levels, heavy metal contamination levels, ash levels, the solubility of extracts in water and ethanol. The results showed that the organoleptic properties hydrotropic sambiloto extract are in powder form dense, dry, dark green, characteristic odor and bitter taste. Andrographolide compound as a marker compound in the sambiloto extract was identified by TLC method. The non-specific parameters of sambiloto hydrotropic extract were shrinkage drying of 13.5%, microbiological contamination of (3.1x107) CFU/g, heavy metal contamination (Cd levels of 0.104 ppm, and Pb levels of 2.248 ppm), ash levels of 37.5%, and the solubility extracts in water and ethanol are 40.8 % dan 42.0% respectively. Key words: Andrographis paniculata, extract standardization, specific and non-specific
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN COD(CHEMICAL OXYGEN DEMOND), pH, BAU, DAN WARNA PADA LIMBAH CAIR TAHU Ratnani, Rita Dwi; Hartati, Indah; Kurniasari, Laeli
LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT LAPORAN PENELITIAN
Publisher : LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat industri tahu mulai dari industri kecil sampai ke industri besar. Dari kegiatan industri tersebut, timbul limbah yang mengandung zat organik sangat tinggi. Kandungan zat organik dalam limbah cair tahu berpotensi mencemari lingkungan, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melakukan penanganan terhadap limbah yang timbul tersebut. Salah satu upaya awal untuk menangani hal tersebut adalah melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan eceng gondok untuk menurunkan kandungan COD, meningkatkan/ menormalkan pH, menjernihkan limbah, dan mengurangi bau yang timbul.Penelitian ini dilakukan di pabrik pengolahan tahu Desa Cangkiran Kota Semarang. Penelitian ini memanfaatkan eceng gondok untuk menyerap limbah organik yang menyebabkan limbah cair menjadi COD tinggi, pH rendah, warna keruh dan berbau sangat menyengat. Proses penanaman dilakukan dalam bak beton dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 145 cm, dan tinggi 120 cm. Dalam penelitian ini diamati penurunan kandungan COD, peningkatan pH, perubahan warna, dan perubahan bau yang timbul setiap hari selama 8 hari dengan menggunakan media eceng gondok.Hasil percobaan Terjadi penurunan COD sampai ambang batas yang diperbolehkan yaitu terjadi penurunan dari 768 ppm menjadi 208 ppm dan pada ulangan yang dilakukan dari 672 ppm menjadi 160 ppm dimana sudah di bawah baku mutu bedasakan Perda Jateng No. 10 tahu 2004. Terjadi peningkatan nilai pH. Diawal proses, pH dari limbah cair tahu adalah 4.2 dan naik sampai 7.4 demikian juga setelah diulang mulai 4.6 naik menjadi 7.3. Perubahan warna pada penelitian ini kurang memuaskan karena tidak terjadi perubahan warna tetapi hanya berubah tingkat kejernihan di awal, warna limbah cair tahu adalah kuning keruh bahkan ada busanya dan setelah diolah berwarna kuning jenih. Dalam pengamatan perubahan bau, pada hari ke 4 bau sudah berkurang. Akan beda kalau tidak diolah semakin lama maka akan semakin bauKata kunci : penyerapan, limbah cair tahu, eceng gondok
PENGEMBANGAN PRODUKSI BIOPLASTIK UNTUK KERAJIANAN ASESORIS DARI GLISEROL SEBAGAI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI BIODISEL Ratnani, Rita Dwi; Budihardjo, Arief; Wikanta, Deddy Kurniawan
LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT LAPORAN PENELITIAN
Publisher : LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastik adalah dengan membuat material plastik yang dapat didegradasi, antara lain dengan memanfaatkan limbah cair industri biodisel yang memiliki kandungan zat-zat organik (C, H, O, N, S). Adanya zat-zat ini dapat dimanfaatkan dengan pengolahan secara fermentasi menggunakan mikroorganisme lumpur aktif menjadi plastik yang terdegradasi. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan kelebihan yang dimiliki oleh plastik konvensional. Tujuan penelitian adalah mengembangkan produksi bioplastik (PHA) melalui proses fermentasi gliserol dengan menggunakan mikroba dari lumpur aktif pabrik tekstil dalam sequenching batch bioreactor.Target yang ingin dicapai berupa data-data teknis laboratorium untuk perancangan, scale-up dan pengoperasian proses yang meliputi kinetika reaksi fermentasi, kondisi operasi yang optimum dan analisa tekno-ekonomi. Pada tahun pertama dilakukan perancangan dan pabrikasi sequenching batch bioreactor dilanjutkan studi kinetika reaksi fermentasi dan pemodelan menggunakan komputasi proses. Penyusunan model dilakukan berdasarkan teori kinetika Monod dan Michaelis–Menten. Model yang dipostulasi, kemudian diturunkan untuk memperoleh persamaan yang nantinya akan diuji dan divalidasi dengan menggunakan data yang diperoleh dari eksperimental.Hasil penelian menunjukkan bahwa pelarut yang baik untuk proses perlakuan ekstraksi PHA adalah metanol, yaitu sebesar 0.3g/L. Hasil yang diperoleh relatif baik pada perendaman 2 jam dengan perolehan PHA sebesar 0,44g/L. Model matematika ditentukan dengan metode algoritma genetika yang disusun dalam bentuk persamaan diferensial simultan dan diselesaikan dengan metode Runge Kutta menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Persamaan differensial diperoleh dari penurunan neraca massa dan substitusi persamaan kecepatan regenerasi/pertumbuhan sel (rg), kecepatan penurunan/kematian sel (rd) dan kecepatan konsumsi substrat untuk menjaga aktifitas sel (rsm). Konsentrasi PHA yang dihasilkan dapat menjadi penghambat pertumbuhan sel dan menurunkan kecepatan reaksi bahkan sampai menghentikan reaksi (Cp*) dikenal sebagai pengaruh product-inhibition. Kecepatan regenerasi meningkat seiring dengan waktu dan mulai menurun setelah 9 jam.
PENGEMBANGAN PRODUKSI BIOPLASTIK UNTUK KERAJIANAN ASESORIS DARI GLISEROL SEBAGAI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI BIODISEL Ratnani, Rita Dwi; Budihardjo, Arief; Wikanta, Deddy Kurniawan
LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT LAPORAN PENELITIAN
Publisher : LAPORAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastics is one of chemical invention that make our life easier. The broaden usage of plastics is caused by plastic‘s preeminence. However, the preeminence of platics has made it as the biggest source of pollutant. Plastics create so much pollution and landfill crisis that various attempts have been made to solve these problems. One of these attempts is to create a biodegradable plastic from glycerol in Sequencing Batch Bioreactor. This research objectives are to develop the sequenching batch bioreactor for PHA production from glycerol and to optimize the process condition toward the PHA productivity. Research on the production of polyhydroxyalkanoates through the glycerol fermentation in a sequencing batch bioreactor is investigated both experimentally and modelling. The research sequences are conducted in several steps: design and fabrication of sequencing batch bioreactor, polyhydroxyalkanoates productivity test and optimization of the process parameters. The productivity test showed that the addition of methanol in the pretreatment process of PHA recovery has enhance the yield of the PHA extracted from the biomass. The highest PHA recovery was achieved from pretreament duration of 2 hours submerging in methanol solution. The optimization process showed that the most influencing variables was the nitrogen concentration and the highest PHA recovery was achieved from process conducted with nitrogen concentration of 4 mg/L, Phosporous concentration of 2 mg/L, oxygen concentration of 5 mg/L and the aerobic-anaerobic ratio of 1:4
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KOPI Winarni, Endah; Ratnani, Rita Dwi; Riwayati, Indah
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat  sudah  mulai  peduli  terhadap  pemeliharaan kesehatan  dengan  menghindari penggunaan senyawa kimia berbahaya pada bahan makanan. Mereka memilih bahan makanan yang diproduksi secara organik, yaitu bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang diproduksi melalui  sistem  pertanian  organik.  Sistem  pertanian organik adalah  sistem pertanian yang menggunakan pupuk dan obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami. Bahan yang dipakai  untuk  pembuatan  pupuk  organik  adalah  limbah kandang  ternak  baik berasal dari kotoran ayam, kambing/domba maupun dari kotoran sapi. Indonesia merupakan negara penghasil kopi keempat terbesar di dunia. Saat ini konsumen banyak memilih produk-produk  yang dihasilkan  secara organik. Saat ini kopi  juga  sudah diproduksi  secara organic meskipun  pengelolaannya  belum  dilakukan  secara  intensif. Para petani kopi masih  ada yang memberi  tambahan  pupuk urea  karena para petani sebagian besar kurang    yakin dengan hanya menggunakan pupuk organik. Mereka menginginkan pertumbuhan yang cepat tanpa melihat akibat dari penggunaan urea terhadap lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman kopi untuk meyakinkan  para  petani. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C-Organik, N-total, C/N rasio dari beberapa jenis pupuk organik yang digunakan, pertumbuhan tanaman kopi dengan menggunakan  berbagai  jenis  pupuk organik, serta mengetahui  efektivitas  jenis pupuk  organik terhadap  pertumbuhan  tanaman kopi. Penelitian  dilakukan di Desa Pager Gunung, Kecamatan  Pringsurat, Kabupaten Temanggung  dengan  melibatkan  gabungan kelompok  tani dari Desa Pager Gunung sebagai kooperator dan berperan secara aktif dalam pelaksanaan tahapan kegiatan. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 6 bulan pada musim tanam-II tahun 2011.Penelitian  dilakukan  melalui  pendekatan  On Farm Research (OFAR) dimana  dilaksanakan  penelitian  di lahan  petani  kooperator  dengan  mengutamakan  unsur partisipatif petani pelaksana terhadap semua tahapan kegiatan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan jenis pupuk dan 1  tanpa    pemupukan sebagai kontrol  dimana  masing-masing perlakuan  dan  kontrol  diulang 10 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi  pembuatan pupuk organik, pengambilan sampel  pupuk organik  dan analisa di  laboratorium, serta aplikasi pupuk di lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan perkembangan  indeks  luas  daun  pada pengamatan minggu ke 3 ke  minggu  ke 4,  perlakuan  pupuk  kandang  kambing ditambah bioaktivator  OrgaDec 16,62% dengan  indeks  luas daunnya 208,02 cm²,  pupuk  kandang kambing petani  tanpa bioaktivator 4,4 % dengan  indek  luas daun 170,26cm², pupuk kandang sapi  ditambah  OrgaDec 6,63% dengan  indeks  luas daun 168,69 cm², Pupuk  kandang  sapi petani tanpa penambahan bioaktivator 7,26% dengan indeks luas daun 162,40 cm², pemberian pupuk  komersial (OSA) 6,90% dengan  indeks  luas  daun 135,74 cm², serta  kontrol 9,40% dengan  indeks  luas daun 147,78 cm². Perlakuan pupuk kandang kambing ditambah OrgaDec mempunyai  kandungan C-Organik yang paling tinggi  diantara  berbagai  macam perlakuan pupuk    yang digunakan  yaitu 28,11%, dengan kandungan N-total 2,5%  dan perkembangan luas daun terlebar. Sehingga pupuk  organik  yang berasal  dari  pupuk kandang  kambing ditambah  OrgaDec  merupakan  pupuk organik    yang paling sesuai  digunakan  untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi.    Kata Kunci :pupuk organik, pertumbuhan, tanaman kopi
PEMANFAATAN GLISEROL DARI LIMBAH UNTUK MEMBUAT BIOPLASTIK Ratnani, Rita Dwi; Budihardjo, Mochamad Arif; Wikanta, Deddy Kurniawan; Yulianto, Mohammad Endi; Hartati, Indah
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya guna mengatasi masalah sampah plastik adalah dengan membuat plastik yang dapat terdegradasi. Plastik yang dapat terdegradasi dapat dibuat dari limbah cair industri biodiesel, yakni gliserol, dengan bantuan mikroorganisme dalam lumpur aktif. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional. Tujuan penelitian ini adalah  merancang sequenching batch bioreactor sederhana dilanjutkan studi kinetika reaksi fermentasi dan pemodelan menggunakan komputasi proses. Penyusunan model dilakukan berdasarkan teori kinetika Monod dan Michaelis–Menten. Model yang dipostulasi, kemudian diturunkan untuk memperoleh persamaan yang selanjutnya  diuji dan divalidasi menggunakan data eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh berupa alat sequenching batch bioreactor sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang baik untuk proses perlakuan ekstraksi PHA adalah metanol, yaitu sebesar 0.3g/L. Hasil relatif baik diperoleh pada perendaman 2 jam dengan perolehan PHA sebesar 0,44 g/L. Model matematika Monod dan Michaeilis-Menten ditentukan dengan metode algoritma genetika yang disusun dalam bentuk persamaan diferensial simultan yang  diperoleh dari penurunan neraca massa dan substitusi persamaan kecepatan regenerasi/pertumbuhan sel (rg), kecepatan penurunan/kematian sel (rd) dan kecepatan konsumsi substrat untuk menjaga aktifitas sel (rsm) dan diselesaikan dengan metode Runge Kutta menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Konsentrasi PHA yang dihasilkan sebesar 0.3 g/L diketahui dapat menjadi penghambat pertumbuhan sel dan menurunkan kecepatan reaksi bahkan sampai menghentikan reaksi (Cp*). Hal tersebut dikenal sebagai pengaruh product-inhibition. Kecepatan regenerasi meningkat seiring dengan waktu dan mulai menurun setelah 9 jam. Kata kunci : bioplastik, polihidroksialkanoat, gliserol.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PRODUKSI KERUPUK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA RANDUSANGA KULON KABUPATEN BREBES Riwayati, Indah; Ratnani, Rita Dwi; Purwanto, Helmy
MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brebes  merupakan  kabupaten  yang  cukup  luas  di  Provinsi  Jawa Tengah. Sebagian  besar wilayahnya adalah dataran rendah. Kabupaten Brebes telah mampu memproduksi rumput laut jenis  Gracillaria  sp.  tambak  dengan  sentra  budidaya  di  Desa  Randusanga  Wetan  dan Randusanga Kulon Kecamatan Brebes dengan jumlah produksi 150 ton kering per bulan dari luas  lahan  tambak  ±  200  Ha  dari  ±  2.000  Ha  lahan  yang  berpotensi ditanami  rumput laut. Masyarakat  membutuhkan  suatu  diversifikasi  produk olahan  rumput  laut  yang mempunyai daya tahan lama tanpa bahan pengawet tambahan serta mudah diproduksi pada skala rumah tangga. Produk tersebut diantaranya adalah kerupuk  rumput laut. Target luaran yang  nantinya  dapat  memberikan  manfaat  bagi  mitra  merupakan  suatu metode  untuk memproduksi kerupuk rumput laut sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Disamping itu  dari  desain  proses  akan  diperoleh  alat  perajang  kerupuk.  Kegiatan  program  dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan percobaan tentang teknologi yang akan diterapkan,  tahap  kedua  mendesain  peralatan  produksi,  tahap  ketiga  memberikan pelatihan  dan  pendampingan  produksi  serta  pengemasan  dan  tahap  keempat  memberikan pelatihan cara mendaftarkan produk ke dinas kesehatan.Kata kunci: kerupuk, rumput laut, brebes
EKSTRAKSI HIDROTOPI DENGAN MAGNETIC STIRER UNTUK MENDAPATKAN SENYAWA ANDROGHAPHOLIDE DARI TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Athoo’ Illah, Zakka; Ratnani, Rita Dwi; Suwardiyono, Suwardiyono; Hartati, Indah
MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andrographis  paniculata  termasuk  salah  satu  tanaman  obat unggulan  Indonesia. Keunggulanya  sebagai  tanaman  obat  sudah  diteliti  secara  botani,  budidaya,  efek farmakologis, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Andrographis paniculata memiliki aktivitas  anti  virus  dan  bersifat  immunomodulator.  Senyawa  aktif  Andrographolide  dari Andrographis  Paniculata   dapat  diambil  dengan  metode  ekstraksi  yang  bertujuan   untuk menentukan  harga  konsentrasi  minimun  hidrotop,  menentukan  konstanta  setchenow  serta pengaruh variabel  suhu dan konsentrasi hidrotop.  Penelitian menggunakan metode ekstraksi hidrotopi dilakukan dengan menambahkan larutan hidrotop (Natrium  Benzoat) kedalam 20gr serbuk sambiloto pada konsentrasi 1 hingga 2 mol. Kemudian diaduk dengan stirer selama 2 jam  dan diendapkan  selama  1  jam.  Penyaringan  dengan  bantuan  vacum  dan  terakhir menggunakan sentrifuse untuk mendapatkan ekstrak andrographolide. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven. Parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan konsentrasi larutan.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  perolehan  berat  substrat  andrographolide terbanyak  pada  konsentrasi  1,5  mol  dengan  variable  suhu  30 oC  yakni sebesar  0,99  gram dibanding variable suhu 35 oC yang hanya mendapatkan substrat maksimal 0,328 gram.  Dari penelitian  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  konsentrasi  minimum  hidrotop  (1,4  mol/30 oC)  maka Konstanta Setchenow  yang diperoleh 2.026.Kata kunci:    Andrographolide  Paniculata,  Ekstraksi  Hidrotropi,  Immonomodulator, Konstanta Setchenow.
ADSORPSI PEWARNA METILEN BIRU MENGGUNAKAN SENYAWA XANTHAT PULPA KOPI Hadayani, Lilik Wuri; Riwayati, Indah; Ratnani, Rita Dwi
MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencamaran zat warna dalam perairan dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Zat warna yang banyak terdapat dalam limbah perairan salah satunya adalah metilen biru. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi bahaya dari limbah zat warna adalah metode adsorpsi. Penelitian yang banyak dilakukan baru-baru ini membuktikan bahwa modifikasi adsorben dengan proses xanthasi merupakan salah satu cara yang efektif dalam pengolahan limbah cair. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari biomassa yang mengandung gugus hidroksil dengan cara mereaksikan biomassa dengan gugus pembawa sulfur (karbon disulfide). Penelitian ini menggunakan senyawa xanthat pulpa kopi sebagai adsorben zat warna metilen biru. Pulpa kopi merupakan salah satu bahan yang kaya akan gugus hidroksil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari variabel proses yang meliputi pH, rasio adsorben:larutan, dan waktu kontak terhadap proses adsorpsi metilen biru dari larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maksimum metilen biru dalam pulpa kopi terxanthasi diperoleh sebesar 16,161 mg/g pada pH 2, rasio adsorben dalam larutan 0,5:100 dan waktu kontak 1,5 jam. Kata kunci: xanthat, pulpa kopi, adsorpsi, metilen biru
EKSTRAKSI HIDROTROPI ANDROGRAPHOLIDE DARI TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS) MENGGUNAKAN LARUTAN UREA Fitriyah, Lailatul; Ratnani, Rita Dwi; Hartati, Indah
MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat herbal yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Andrographolide, merupakan senyawa yang paling banyak terdapat pada daun sambiloto dan biasanya banyak dimanfaatkan sebagai obat beberapa penyakit. Pemisahan senyawa aktif andrographolide dari sambiloto dapat dilakukan dengan ekstraksi menggunakan senyawa hidrotrop. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan MHC (minimum hydrotop Concentration), menentukan konstanta setschenow, menentukan pengaruh suhu dan konsentrasi larutan hidrotop (urea) pada proses ekstraksi hidrotropi andrographolide dari sambiloto. Penelitian dilakukan dengan tetapan massa serbuk 20 gram, volume larutan  200 ml larutan hidrotrop, pengadukan 100 rpm dan waktu ekstraksi 2 jam. Adapun variable penelitian adalah konsentrasi larutan hidrotrop 0,2-3,5M dan suhu ekstraksi 30-450C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua suhu didapat nilai MHC pada konsentrasi 1M. Pada suhu 300C didapatkan persen ekstrak 0,873, dan pada suhu 350C didapatkan persen ekstrak 0,847, sedangkan pada suhu 400C didapatkan persen ekstrak 1,846 dan pada suhu 450C didapatkan persen ekstrak 0,9025. Nilai konstanta setschenow terbesar didapatkan pada suhu 400C dengan nilai konstanta setschenow adalah 0,1427. Kata kunci : sambiloto, andrographolide, ekstraksi hidrotropi, konstanta setschenow.