Pustika Ratnawati
Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga Bogor 16680

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI MUSIM PRODUKTIF RUMPUT LAUT Eucheuma striatum DI PERAIRAN GORONTALO UTARA Ratnawati, Pustika; Pong-Masak, Petrus Rani
Media Akuakultur Vol 13, No 1 (2018): (Juni, 2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.604 KB) | DOI: 10.15578/ma.13.1.2018.31-39

Abstract

Minimnya informasi di tingkat pembudidaya mengenai waktu tanam yang produktif sesuai spesifikasi lokasi dan perubahan musim membuat produktivitas lahan dikelola kurang optimal. Identifikasi terkait dengan musim optimal dalam pemanfaatan lahan secara produktif sebagai bagian dari manajemen budidaya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan musim produktif rumput laut Euchuema striatum di wilayah perairan Teluk Langge, Gorontalo Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Desember 2015 di Desa Langge, Kabupaten Gorontalo Utara. Unit percobaan disusun dengan rancangan acak kelompok pada tiga zona lokasi budidaya sebagai perlakuan, dengan tiga kali ulangan. Zona-1 berdekatan dengan daratan (jarak: 100-200 m), zona-2 dengan estimasi jarak 500-600 m, dan zona-3 di bagian ujung teluk dengan jarak 1.000-1.500 m dari daratan utama. Indikator utama yang diamati adalah pertumbuhan, penyakit, dan kualitas perairan. Rumput laut Eucheuma striatum yang dibudidaya dengan metode longline dengan bobot awal tanam 50 g/rumpun dan panjang tali ris 35 m. Pada setiap bentangan diberi penanda/label sebanyak 10 titik dan dilakukan pengamatan setiap interval waktu 45 hari. Hasil pengamatan selama tujuh siklus budidaya menunjukkan bahwa musim produktif rumput laut E. striatum di perairan Teluk Langge terjadi pada bulan Juni hingga September. Pertumbuhan rumput laut terbaik pada kawasan budidaya adalah yang dekat dengan daratan.Limited information available to seaweed farmers regarding the optimum planting time at a certain location and adaptation to seasonal changes contributed to low seaweed productivity. Therefore, an accurate planting calendar to optimize the use of productive coastal areas is vitally needed as part of the sustainable management of seaweed cultivation. The purpose of this study was to identify the productive season for Euchuema striatum in the Langge Bay water, North Gorontalo. The study was conducted from January to December 2015 in the Langge Village, North Gorontalo Regency. The experiment units consisted of three farming zone treatments with three replicates arranged in a block randomized design. Each farming zone was situated perpendicular to and at a certain distance from the shoreline (zone-1 = 100-200 m, zone-2 = 500-600 m, and zone-3= 1,000-1,500 m). The main variables measured were growth, disease occurrence, and water quality. Eucheuma striatum seeds were cultivated using a long-line method which the length of the main ropes used was 35 m and the initial seed weight was 50 g. Along each of the main rope, 10 seeds were marked, labelled and observed at every culture cycle (45 days) and lasted for 7 cycles. The results of observation suggested that the productive season for E. striatum is from June to November. The best area for an optimum seaweed growth in the study region is on the area close to the shoreline (zone-1).
BIOLOGI REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN PETEK (Leiognathus splendens) DI PERAIRAN BANTEN DAN SEKITARNYA Prihatiningsih, Prihatiningsih; Ratnawati, Pustika; Taufik, Muhamad
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 7, No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.815 KB) | DOI: 10.15578/bawal.7.1.2015.1-8

Abstract

Ikan petek (Leiognathus splendens) adalah salah satu jenis ikan demersal yang cukup banyak tertangkap di perairan pantai Laut Jawa seperti di perairan Banten dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, biologi reproduksi dan kebiasaan makan ikan petek. Pengambilan contoh ikan petek dilakukan di Kronjo dan Cituis (Tangerang, Banten) pada Januari-Desember 2012 dengan alat tangkap jaring cantrang. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan petek jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Nilai faktor kondisi ikan petek jantan berkisar 1.483–1.937 dengan rata-rata 1,702 dan betina berkisar 1.214-2.043 dengan rata-rata 1,768. TKG ikan petek jantan dan betina berada pada stadia I–IV dan diduga musim pemijahan terjadi beberapa kali dalam setahun dan puncaknya terjadi pada September. Fekunditas ikan petek berkisar 6.483–32.712 butir telur dengan rata-rata 23.880 butir dengan ukuran diameter telur berkisar 134–402 µm dengan rata-rata 268 µm. Ikan petek merupakan jenis ikan omnivora dengan makanan utamanya yaitu fitoplankton maupun zooplankton, makanan pelengkapnya molluska dan krustasea dan makanan tambahannya polychaeta, larva bivalva dan larva gastropoda.
Growth and survival of giant gourami juvenile immersed in freshwater containing growth hormone Ratnawati, Pustika; Alimuddin, .; Arfah, Harton; Sudrajat, Agus Oman
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 11 No. 2 (2012): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.808 KB) | DOI: 10.19027/jai.11.162-167

Abstract

Growth of giant gourami is relatively slow. Administration of recombinant growth hormone (rGH) by severaltimes immersion in water containing 0.9% NaCl for one hour can significantly increase the growth. In thisstudy, giant gourami juvenile were immersed in freshwater containing 120 mg/L rGH to determine the longimmersion time that provides higher growth and survival. Juvenile at seventh-day-old after egg yolk absorbedwas immersed for 0.5, 1.0, 2.0, and 3.0 hours in rGH solution. As controls, fish was immersed in freshwaterwithout rGH (control 1: C1), and water containing 0.9% NaCl, and 120 mg/L rGH (control 2: C2). Fish waskept under controlled conditions in 20 L aquarium for three weeks, then in 50 L aquarium until at end ofexperiment, and fed at satiation. The results showed that highest growth in body weight, survival, and biomass(p<0.05) were obtained in rGH immersion treatment for 0.5 hour. Biomass of fish immersed by rGH for 0.5hour was about 32% higher compared to control C1, and 13% compared to C2. Survival of the 0.5 hour rGHimmersedfish (100%) was similar to control C1 and C2. Thus, immersion of giant gourami juvenile infreshwater containing rGH for 0.5 hour allowed highest growth rate, and this method is relatively easy to beadopted by fish hatchery.Keywords: immersion, hormone, growth, freshwater, giant gourami