Bambang Riadi
Badan Informasi Geospasial

Published : 68 Documents
Articles

Implikatur Percakapan Gatot Nurmantyo di Talkshow Satu Meja The Forum Ismail, Nurul; Rusminto, Nurlaksana Eko; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1, Ap (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problem was how Gatot Nurmantyo’s conversational implicature in talkshow “Forum Satu Meja” in “Jalan Politik Sang Jendral” episode and his implication towards Bahasa Indonesia subject in senior high school. The research purpose was to describe Gatot Nurmantyo’s conversational implicature in talkshow “Forum Satu Meja” in “Jalan Politik Sang Jendral” episode and his implication towards Bahasa Indonesia subject in senior high school. This research used qualitative approach and descriptive method. The research result shows that there are 13 conversational implicatures in literal indirect speech act, 6 conversational implicatures in non literal direct speech act, 7 conversational implicatures in indirect non literal speech act. The research result can be implicated in Bahasa Indonesia subject on debate text at the tenth grade of senior high school (SHS).Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implikatur percakapan Gatot Nurmantyo di acara talkshow satu meja the forum dalam episode jalan politik sang jenderal dan implikasinya  terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implikatur percakapan Gatot Nurmantyo di acara talkshow satu meja the forum dalam episode jalan politik sang jenderal dan mengimplikasikannya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat implikatur percakapan dalam tindak tutur tidak langsung literal sebanyak 13 data, implikatur percakapan dalam tindak tutur langsung tidak literal sebanyak 6 data, implikatur percakapan dalam tindak tutur tidak langsung tidak literal sebanyak 7 data. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas X pada teks debat.Kata kunci: implikatur percakapan, talkshow, konteks, implikasi.
KEMAMPUAN MENERJEMAHAN TEKS ANALYTICAL EXPOSITION SISWA KELAS XII SMA Putrawan, Gede Eka; Riadi, Bambang
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.597 KB)

Abstract

This study aimed at describing the ability of the twelfth grade students of SMA Negeri 1 Gadingrejo Pringsewu Academic Year 2015/2016 in translating an analytical exposition text from English into Indonesian. This is a qualitative descriptive research with a total sample of 50 students. The data were collected through a test in the form of translation work of an analytical exposition text. The results showed that in general the ability of the students in translating an analyticalexposition text from English into Indonesian of the twelfth grade students of SMA Negeri 1 Gadingrejo Pringsewu Odd Semester Academic Year 2015/2016 is categorized good with an average score of 76.2.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menerjemahkan teks analytical exposition dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia siswa kelas XII SMA Negeri 1 Gadingrejo Pringsewu Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 50 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui tes yaitu berupa hasil terjemahan teks analytical exposition. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan menerjemahkan teks analytical exposition siswa kelas XII SMAN 1Gadingrejo Pringsewu semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 76.2.Kata kunci: menerjemahkan, penerjemahan, teks, analytical exposition
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Riadi, Bambang; Widodo, Mulyanto; Karomani, Karomani
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Simbol (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to examine whether the implementation of STAD cooperative learning model is effective in improving students’ reading comprehension. This research uses a quasi-experimental design. The population and sample in this research is the seventh grade students of SMP Negeri 2 Tegineneng Pesa­waran with VIIA as experimental class, while VIIB as control class. The data collecting technique in this research is done by using test consisting of pre-test and post-test. Moreover, the data analysis technique used is t-test technique. The result of this research shows that the study of reading comprehension by using STAD cooperative learning model is effective in improving students’ reading comprehension of the seventh grade students of SMP Negeri 2 Tegineneng Pesa­waran. Based on t-test result of pre-test and post-test in experimental class shows that the price of tcount is higher than ttable (13,174 > 2,034) which  means that there is significant difference between before and after treatment.Kata kunci: keefektifan model kooperatif tipe STAD, membaca pemahaman, siswa kelas VII.
APLIKASI GEOMEDIC MAPPING UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT DBD DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN Pranasetia, Ardi Nugraha; Riadi, Bambang
GEOMATIKA Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.47 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2009.15-2.247

Abstract

South Purwokerto subdistrict, has the highest of DHF case in Banyumas district, the total number of DHF cases was 37 cases in 2007. However, environmental factor related to the DHF incidence have not been identified. This research aimed to analyses spatial distribution of environmental factor influenced the incident of DHF in South Purwokerto subdistrict. The research was descriptive survey study, the population was all DHF cases identified over the periode of January to November 2008. All cases were include as the research sample. The GPS was used to obtain coordinate data of respondent house. Data were analyzed using topographic map, GIS equipment overlay and buffering were done during data analyses in map. The result showed that were 5 zone that have high risk for DHF incidence. DHF incidences were related to population density and rainfall.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, GIS, spatial analysisABSTRAKKecamatan Purwokerto Selatan, memiliki kasus DBD tertinggi di Kabupaten Banyumas dengan seluruh kasus DBD (37 kasus) di Tahun 2007. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian DBDbelum teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian DBD di Kecamatan Purwokerto Selatan.Penelitian ini menggunakan metode survey diskriptif, kasus DBD diidentifikasi dari rekam medis periode Januari sampai dengan November 2008. Semua kasus didalamnya sebagai sample dalam penelitian ini. Alat GPS digunakan sebagai penanda titik koordinat rumah penderita. Data diolah dengan menggunakan bantuan peta topografi digital dengan metode analisis overlay dan buffering. Berdasarkan analisis diperoleh 5 (lima) area rawan DBD yang membentuk pola distribusi spasial pada area padat penduduk, kepadatan penduduk dan curah hujan mempengaruhi kejadian DBD.Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever, SIG, analisa spasial
Konflik Tokoh Kumpulan Cerpen Sepotong Hati Yang Baru dan Implikasinya di SMP Ervina, Ervina; Hilal, Iqbal; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1, Ap (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the conflict in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru and its implications for the study of literature in Junior High School. The mothod used was descriptive qualitative. Conflict contained in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru is human conflict with themself, human conflict with human, human conflict with nature, human conflict with society. Human conflict with themself is in the short story Hiks, Kupikir Itu Sungguhan and Sepotong Hati yang Baru,human conflict with human is in the short story Mimpi-mimpi SampekEngtay and Kalau Semua Wanita Jelek, human conflick with nature is in the short story Buat Apa Disesali, and human conflict withnature is in the short story Kisah Sie Sie and Itje Noerbaja & Kang Djalil. Conflict management contained in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru is the way of avoiding accommodation, collaboration.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMP. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah konflik manusia dengan dirinya sendiri, konflik manusia dengan manusia, konflik manusia dengan alam, konflik manusia dengan masyarakat. Konflik manusia dengan dirinya sendiri terdapat pada cerpen Hiks, Kupikir Itu Sungguhan dan Sepotong Hati yang Baru, konflik manusia dengan manusia terdapat pada cerpen Mimpi-mimpi Sampek-Engtay dan Kalau Semua Wanita Jelek, konflik manusia dengan alam terdapat pada cerpen Buat Apa Disesali, dan konflik manusia dengan masyarakat terdapat pada cerpen Kisah Sie Sie dan Itje Noerbaja & Kang Djalil. Manajemen konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah cara menghindari, akomodasi, kolaborasi, kompetisi.Kata kunci: konflik, cerita pendek, implikasi pembelajaran
KAJIAN GEOSPASIAL TEMATIK EKOWISATA KABUPATEN BANGLI Handoyo, Sri; Helman, Helman; Riadi, Bambang; Panday, Rorim; Supriyatna, Supriyatna; Syarif, Risa Desiana
GEOMATIKA Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.825 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2012.18-2.186

Abstract

Sebagai salah satu Provinsi di Indonesia, Bali adalah tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Begitu terkenal sehingga seringkali mendapat julukan sebagai tempat wisata terbaik di dunia. Pariwisata di wilayah Bali Selatan berkembang pesat, misalnya di Denpasar, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Jimbaran, Tabanan dengan pantai Tanah Lot, Hutan Sangeh, Taman Margarana, dan lain-lain. Sementara itu di wilayah Bali Utara kegiatan pariwisatanya kurang berkembang. Berdasarkan program Pemerintah MP3EI maka Bali Utara perlu dikembangkan sektor pariwisatanya. Bangli (di wilayah Bali Utara) adalah satu-satunya Kabupaten dari sembilan Kabupaten di Provinsi Bali yang tidak memiliki kawasan pariwisata dalam tata ruang wilayahnya. Di lain pihak, Kabupaten Bangli memiliki cukup banyak tempat daya tarik wisata termasuk ekowisata. Daya tarik wisata tersebut antara lain adalah Desa Adat Panglipuran, Pura Kehen, Pura Dalem Jawa (Langgar), Desa Tradisional Bayung Gede, Taman Bali Raja, Agrowisata Kopi Arabika dan Jeruk, Ekowisata Bukit Bangli, Desa Wisata Tamansari, dan Bukit Jati. Pada umumnya metode penelitian dengan tema pariwisata adalah bersifat kualitatif. Namun, dengan kombinasi metode pendekatan geospasial berupa tinjauan tata ruang wilayah, di antaranya tinjauan terhadap fungsi dan peruntukan wilayah dan kawasan, makalah ini menguraikan kajian geospasial tematik pariwisata, dengan berbagai aspek pendukung dan kendalanya, untuk mengetahui potensi dan peluang pengembangan ekowisata di Kabupaten Bangli.Kata Kunci: tata ruang wilayah, geospasial, pariwisata, ekowisata, kabupaten Bangli.ABSTRACTAs one of the provinces in Indonesia, Bali is a famous tourist place in the world. So famous that it is often dubbed as the best tourist attractions in the world. Tourism is rapidly growing in the area of South Bali, for example in Denpasar, Kuta Beach, Sanur Beach, Jimbaran Beach, Tabanan with its Tanah Lot, Sangeh Forests, Parks of Margarana, and others. Meanwhile in the region of North Bali tourism activities are underdeveloped. Under the government program MP3EI the North Bali tourism sector should be developed. Bangli (in the North Bali area) is the only regency of the nine regencies in the province of Bali that do not have any tourist area in the spatial region. On the other hand, Bangli regency has enough places including eco-tourism attractions. The attractions include the traditional village Panglipuran, Kehen Pura, Pura Dalem Java (a small mosque), Gede Bayung Traditional Village, Bali Taman Raja, Agro Arabica Coffee and Oranges, Bukit Bangli Ecotourism, Tourism Village Tamansari, and Bukit Jati. In general, the theme of tourism research method is qualitative in nature. However, the combination of geospatial approach to the spatial form of review, including review of the functions and allocation of territories and regions, this paper describes the study of geospatial thematic tourism, with the various aspects of support and barriers, to find out the potential and opportunities of tourism development in the Regency of Bangli.Keywords: regional spatial planning, geospatial, tourism, ecotourism, Bangli regency
Gaya Bahasa Kiasan dalam Kumpulan Cerpen BH serta Kelayakannya sebagai Bahan Ajar Puspitasari, Nanda; Nazaruddin, Kahfie; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3, Nov (2017): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem discussed in this research was how the style of figurative language in the collection of short stories BH by Emha Ainun Nadjib and feasibility as a literary material in high school. The purpose of this study was to describe the style of figurative language in the collection of short stories and feasibility as a literary material in high school. The method used was qualitative descriptive method. Sources of research data was short stories in a collection of short stories BH. Data analysis technique in this research was text analysis. The results showed that the figurative style of language contained in a collection of BH short stories was the language style of simile, metaphor, personification, allusion, eponym, epithet, sinekdoke, metonimia, sarcasm, and cynicism. A collection of short stories BH deserves to be a teaching material because it meets the criteria in the selection of teaching materials based on curriculum 2013 and literature.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gaya bahasa kiasan pada kumpulan cerpen BH Karya Emha Ainun Nadjib dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa kiasan pada kumpulan cerpen tersebutdan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian adalah cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen BH. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam kumpulan cerpen BH adalah gaya bahasa simile, metafora, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, sarkasme, dan sinisme.Kumpulan cerpen BHlayak dijadikan sebagai bahan ajar karena sudah memenuhi kriteria dalam pemilihan bahan ajar berdasarkan aspek kurikulum 2013 dan sastra.Kata kunci: bahan ajar, cerita pendek, gaya bahasa.
Implikatur dalam Kampanye Pilkada Gubernur Jakarta 2017- 2022 dan Implikasinya di SMP Nida, Shifa Khoiru; Sunarti, Iing; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2, Ap (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research described about implicature of discourse campaign at the election of Jakarta Governor period 2017-2022 and the implication of junior high school speech learning. The technique of collecting data that used were listening and writing. The result showed there were verbal speech act and speech act mode in implicature. Verbal speech act were direct speech act not literal, indirect literal, and indirect not literal, and implicature mode speech act were mode that were fact, asked, promised, wished, compared, and prohibited. The finding of the implicature were promising, convincing, inviting, making interest, asking, and persuading their patner of speech act to do something. This research can be implied in Bahasa Indonesia speech learning at grade IX in curriculum 2013 in basic competence 3.3 and 4.3.Penelitian ini mendeskripsikan implikatur dalam wacana kampanye Pilkada Gubernur Kota Jakarta 2017-2022 dan implikasinya pada pembelajaran pidato di SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya verbal tuturan dan modus tuturan berimplikatur. Verbal tuturan yang ditemukan, yaitu tindak tutur langsung-tidak literal, tidak langsung-literal, dan tidak langsung-tidak literal serta modus tuturan berimplikatur, yaitu modus menyatakan fakta, bertanya, berjanji, menyatakan keinginan, membandingkan, dan melarang. Implikatur yang ditemukan memiliki tujuan untuk menjanjikan, meyakinkan, mempengaruhi, menarik perhatian, meminta, dan menggerakkan hati mitra tutur untuk melakukan tindakan tertentu. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi pidato pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX kurikulum 2013 yaitu KD 3.3 dan 4.3.Kata kunci: implikatur, verbal tuturan, modus tuturan, pidato kampanye.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sang Pemimpi dan Pembelajarannya di SMA Lestari, Lusy Tri; Munaris, Munaris; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1, Ap (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research described the values of character education in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hiratas work and learning in high school. The source of the data in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hirata work. The research method is descriptive qualitative. Based on the research, there are eleven grades of character education found in the novel of Sang Pemimpi. The eleven value are religious, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, curiosty, respectful achievement, friendly/communicative, social caring, and resposibility. The value is present in various ways. Some are visible through speech, even that occur, and trhough the behavior or deeds of character. Novel Sang Pemimpi can be designed, as an alternative learning materials in high school. Especially the class XII even semester, with KD interpret the meaning of the text of the novel both orally and in writing.Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan pembelajarannya di SMA. Sumber data adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, terdapat sebelas nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam novel Sang Pemimpi. Sebelas nilai tersebut adalah religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai tersebut hadir dalam berbagai cara. Ada yang tampak melalui ucapan, peristiwa yang terjadi, dan melalui perilaku atau perbuatan tokoh. Novel Sang Pemimpi di SMA, khususnya kelas XII semester genap, dengan KD menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan.Kata kunci: nilai-nilai pendidikan karakter, novel sang pemimpi.
Piranti Kohesi Konjungsi Tajuk Rencana Surat Kabar Kompas dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sari, Novita; Rusminto, Nurlaksana Eko; Riadi, Bambang
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1, Ap (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to describe the used of cohesion devices conjunctions in Kompas newspaper editorials and the implications for Indonesian language learning in high school. The method used in this research was descriptive method. Sources of data in this study are newspapers Kompas October to November 2016 amounted. The data collecting which is used in this research was documentation technique. The result shows that the use of conjunction cohesion devices is found in the editorial is including the use of coordinated conjunction, the use of correlative conjunctions, the use of subordinate conjunctions, and the use of intercostal conjunctions. Assessment tools in this editorial can be implemented in Indonesian language in high school, especially on language-related learning materials.. This research study can be utilized for the teachers as learning material or learning resource of student in developing four aspects of language skills, that is speaking skill, listening, reading, and writing.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana surat kabar Kompas dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa surat kabar Kompas edisi Oktober-November 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Hasil penelitian menukjukkan bahwa penggunaan piranti kohesi konjungsi yang ditemukan dalam tajuk rencana tersebut meliputi penggunaan konjungsi koordinatif, penggunaan konjungsi korelatif, penggunaan konjungsi subordinatif, dan penggunaan konjungsi antarkalimat. Kajian piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA terutama pada materi pembelajaran yang berkaitan dengan kebahasaan. Kajian penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pengajar (guru) sebagai bahan pembelajaran atau sumber belajar siswa dalam mengembangkan empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis.Kata kunci:kohesi, konjungsi, tajuk rencana, kompas