Articles

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PROSTAGLANDIN F-2 A P ADA BERBAGAI TEMPAT PENYUNTIKAN TERHADAP OVULASI UDANG WINDU (PENAEUS MONODON FAB) AFKIR Riani, Etty; M Sjarif Hitam, H; M Eidman, H
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Induk udang windu yang sudah sekali bertelur, sudah dinyatakan alkir. Udang alkir ini umumnya berovulasi secara parsial. Dengan pemberian prostaglandin dosis 750-1000 ,ug/kg bobot tubuh udang aik.ir ini mampu berovulasi secara sempurna dengan kematangan dan Diameter telur yang normal. Tempat penyuntikan prostaglandin yang paling efektif adalah pada kaki jalan ke tiga. Interaksi antara penyuntikan pada kaki jalan ke tiga dengan dosis 1000 ltg/kg bobot tubuh memberikan hasil terbaik dibanding yang lainnya.Kala-kala kunci : Udang windu afkir ,ovulasi, prostaglandin F-2 a
PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SIDAT (ELVER),ANGULLIA BICOLOR BICOLOR Affandi, Ridwan; Riani, Etty
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan sidat ( elver) telah dilaksanakan di laboratorium. Benih ikan sidat berukuran 7-10 cm dan berat 125-167 mg dipetihara pada akuariumakuarium yang diisi 10 I air selama 42 hari. Media dengan salinitas 0, 7, 14, dan 21 0/00 digunakan sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 7 0 / 00 merupakan medium yang terbaik dan memberikan derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi.Kata-kata kunci : salinitas, benih, derajat kelangsungan hidup.
STRATEGI PENGELOLAAN PENAMBANGAN PASIR LAUT YANG BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PULAU TUNDA, PROVINSI BANTEN) Wahyudi, Wawan; Riani, Etty; Anwar, Syaiful
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.953 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.19066

Abstract

Penambangan pasir laut di pulau-pulau kecil, seperti Pulau Tunda, Kepulauan Seribu, Jakarta berpotensi mengakibatkan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi pengelolaan penambangan pasir laut di perairan Pulau Tunda yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan wawancara dengan responden ahli yang dipilih secara purposive, dengan bantuan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang harus diperhatikan pada pengelolaan penambangan pasir laut agar menjadi berkelanjutan adalah sumberdaya alam, kebijakan pemerintah, dan sosial ekonomi masyarakat. Stakeholders yang harus diperhatikan agar penambangan pasir laut menjadi berkelanjutan adalah pemerintah, pengusaha, masyarakat dan penegak hukum. Adapun tujuan yang harus didahulukan agar penambangan pasir laut berkelanjutan, yakni reduksi degradasi lingkungan, pemulihan ekosistem dan peningkatan daya saing keindahan wilayah perairan pulau kecil yang pasirnya ditambang. Prioritas alternatif strategi yang paling penting dalam pengelolaan penambangan pasir laut agar menjadi berkelanjutan adalah revisi kebijakan penambangan pasir laut, penegakan hukum dan sangsinya, serta teknologi penambangan pasir ramah lingkungan.
STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN ARAR KABUPATEN SORONG YANG BERKELANJUTAN Sitepu, Sehtawarta Br; Riani, Etty; Anwar, Syaiful
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.832 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18989

Abstract

Pelabuhan Arar merupakan pelabuhan yang sedang berkembang dan terletak di kawasan ekonomi khusus, sehingga menghasilkan limbah dan sampah yang semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi strategi pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong yang berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara terhadap lima pakar ahli yang dipilih secara purposive dengan bantuan kuesioner khusus untuk keperluan analisis AHP. Data yang diperoleh dianalisis dengan analytical hierarchy process (AHP) menggunakan perangkat lunak expert choice 2000. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga strategi utama yang perlu dilakukan agar pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong menjadi berkelanjutan, yakni membuat pengolahan limbah dan sampah menjadi satu kebiasaan dan budaya keseharian (habituasi) dari masyarakat, mencari dan menerapkan teknologi zerowaste serta melakukan penegakan hukum.
ECONOMIC VALUATION OF MANGROVES FOREST RESOURCES IN REGENCY OF BANGGAI DAN BANGGAI ISLAND CENTRAL SULAWESI Putranto, Sugeng; Zamani, Neviaty P.; Sanusi, Harpasis S.; Riani, Etty; Fahrudin, Achmad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.657 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v9i2.19298

Abstract

This study aims to determine how big the value of the total economic benefits of mangrove forest by using the concept of economic valuation to calculate the value of the benefits of natural resources which exist in 9 District of Banggai Regency and Banggai Island Regency located in Peleng Strait Costal Area there are: District of Batui Selatan, Batui, Luwuk Timur, Lamala, Masama, Balantak, Bualemo (in Banggai Regency Area) and District of Buko and Buko Selatan (Banggai Island Regency). The research was conducted in August to November 2016, by conducting field observations and interviews directly to the community and local government. Based on the results obtained that indicate the area of mangrove forest ecosystems in Peleng Strait Costal Area with a broad ± 167 ha, have total value of economic benefits amounted Rp 26,591,841,888/year with the largest contributor to the value of benefits is from the value of indirect benefits that is the value of the benefits of mangrove forests as a buffer abrasion or sea water waves is about Rp 16.030.000.000. The total value of economic benefits can be used as a reference or basic comparison for the community and the government in determining the policy management and utilization of existing mangrove forests. Keywords: mangrove forest ecosystems, benefits value, economicvaluation
ANALISIS MDS (MULTI DIMENSIONAL SCALLING) UNTUK KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AIR LINTAS WILAYAH STUDI KASUS DKI JAKARTA Bakeri, Samsul; J. P, M.Yanuar; Riani, Etty; Sutjahjo, Surjono H.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.897 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1401

Abstract

Jakarta merupakan ibukota Indonesia dan sebagai kota besar dengan jumlah penduduk 9.588.198 orang pada tahun 2010 (BPS, Juli, 2010). Saat ini Jakarta perlu air bersih sebanyak 524.953.840 m3 untuk domestik dan non domestik 212.606.350 m3 atau total 737.560.145,20 m3. Kapasitas produksi dari PAM Jaya pada tahun 2009 sekitar 509.431.934 m3/tahun. PAM Jaya saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 69,07% dari total kebutuhan DKI Jakarta. Untuk memenuhi air bersih, Jakarta membutuhkan air tambahan dari provinsi lain dan 80% supply untuk Jakarta berasal dari Citarum (Jawa Barat) dan Cisadane (Tangerang-Banten) dan lainnya. Penelitian ini dilakukan selama 13 bulan mulai Juni 2010 sampai Juli 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyediaan (supply) dan permintaan air bersih serta mengidentifikasi kebijakan keluar tentang pemenuhan air bersih lintas wilayah atau kabupaten dan membuat modelpemenuhan kebutuhan air antar wilayah secara berkelanjutan. Metodologi analisisnya menggunakan Multi Scalling Dimensional (MDS) untuk analisis keberlanjutan air bersih untuk pemenuhan di Jakarta. Pemerintah memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan air bersih, pemenuhan air bersih perlu memahami lebih lanjut tentang supply dan permintaan air. Masalah banjir masih sering terjadi. Di dalam pemenuhan air bersih secara berkelanjutan, nilai dimensi ekonomi (69,17) dimensi hukum dan kelembagaan (68,24), dimensi prasarana dan tecnology (61,45), tetapi dimensi ecology tidak berkelanjutan dengan skor (48,75 ). kata kunci: air bersih, lintas wilayah, pemenuhan,keberlanjutan. AbstractJakarta is the capital of Indonesia and as a big city with 9.588.198 people in 2010 (BPS, July, 2010). Jakarta needs clean water 524.953.840 for domestic and non domestic 212.606.350 m3 or the total 737.560.145,20 m3. PAM Jaya production capacity in 2009 is about 509.431.934 m3/year. PAM Jaya capacity is about 69,07% of the total needs DKI Jakarta. To fulfil the clean water, Jakarta needs water supply from the other provinces and 80% water supply for Jakarta is from Citarum (West Java) and Cisadane (Tangerang-Banten) and others. A research has been done within 13 months started from 2010 June to 2011 July. The research is aimed to identify the supply and demand of clean water and identify the exiting policy about fulfilment the clean water cross boundaries or district and to make the model of fulfilment the clean water cross boundaries with sustainable. The methodology analysis is Multi Dimensional Scalling (MDS) methodology to analysis sustainablity of fulfilment clean water of Jakarta. The goverment has a central role to fulfill the needs of clean water, fulfilment clean water needs to understand more about supply and demand of water. The problem is the flood has often occured. The sustainable of fulfilment clean water is economi dimensional (69,17) dimensional of law and institution (68,24), dimensional of infrastructur and tecnology (61,45), but dimensional of ecology is not sustainable with the score (48,75). key words: Clean Water, Cross Boundaries, Fulfilment, Sustainable.
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PENYUNTIKAN PROSTAGLANDIN F-2A TERHADAP OVULASI UDANG WINDU , PENAEUS MONODON FAB, AFKIR Riani, Etty; M Sjarif Hitam, H; M Eidman, H
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 2 (1995): Desember 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Induk udang windu yang sudah sekali bertelur, sudab dinyatakan afk.ir. Udang afkir ini umumnya berovulasi secara parsial. Dengan pemberian prostaglandin dosis 750-1000 !lg/kg bobot tubuh pada malam hari, udang afkir ini mampu berovulasi secara sempurna dengan kematangan dan diameter telur yang normal. Untuk udang afkir yang telab sekali memijah, interaksi antara waktu penyuntikan pukul 20.00 WIB dengan dosis 1000 ug/kg bobot tubuh memberikan hasil yang lebih baik dibanding yang lainnya.Kata-kata kunci: udang afkir, prostaglandin, pukul 20.00 WIB, ovulasi
PENGARUH HORMON EKDISON TERHADAP MOLTING PADA LARVA UDANG WINDU , PENAEUS MONODON FAB. Affandi, Ridwan; Riani, Etty; Salim, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 2 No. 1 (1994): Juni 1994
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh hormon ekdison terhadap molting pada larva udang windu, Penaeus monodon Fab. telah dilaksanakan di Laboratorium PSIK - IPB Anool-Jakarta. Pada peroobaan tersebut larva udang, PL-30 dipelihara di akuarium dan diberi pakan yang mengandung harmon ekdison murni selama 35 hari percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa udang yang diberi pakan yang mengandung harmon 200 ng/g pakan memberikan frekuensi molting yang tertinggi (4,61 kali) dan periode waktu antar molting yang tersingkat (145 jam).Kata-kata kunci : ekdison, molting, larva.
Identifikasi Potensi Bencana Alam dan Upaya Mitigasi yang Paling Sesuai Diterapkan di Pesisir Indramayu dan Ciamis Ruswandi, R.; Saefuddin, Asep; Mangkuprawira, Syafri; Riani, Etty; Kardono, Priyadi
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 2 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.347 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.12

Abstract

ABSTRAK Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam pesisir melimpah dan potensi bencana alam yang tinggi. Konfigurasi pulau besar dan pulau kecil menempatkan Laut Jawa sebagai perairan dalam yang mengakibatkan pantura Jawa sering diterjang gelombang pasang sehingga mengalami abrasi. Posisi lempeng tektonik di sébelah selatan Pulau Jawa mengakibatkan gempabumi dan tsunami sangat potensial melanda pansela Jawa. Tulisan ilmiah ini bertujuan mengetahui potensi bencana alam dan bentuk mitigasi yang sesuai diterapkan di pesisir Indramayu dan Ciamis. Metode analisis yang digunakan adalah Interpretive Structural Modeling dan hasil analisis data serta pendapat pakar menunjukkan bahwa bencana potensial di Indramayu adalah gelombang pasang diikuti banjir dan abrasi, dan di Ciamis adalah gempabumi, tsunami diikuti oleh gelombang pasang. Bentuk mitigasi yang paling sesuai ditentukan oleh Metode Perbandingan Eksponensial dimana di Indramayu adalah gabungan pemecah ombak, peredam abrasi, dan penahan sedimentasi sejajar pantai serta gabungan penanaman mangrove, terumbu karang buatan dan revitalisasi pasir pantai. Di Ciamis, adalah sistem peringatan dini, penyelamatan diri dan gabungan pemecah ombak, peredam abrasi, dan penahan sedimentasi sejajar pantai.
CHALLENGING FOR SEAGRASS MANAGEMENT IN INDONESIA adiarti, N; Riani, Etty; Djuwita, Ita; Budiharsono, Sugeng; Purbayanto, Ari; Asmus, Harald
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 15, No 3 (2012): Volume 15, Number 3, Year 2012
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.049 KB)

Abstract

Seagrasses, one of the important ecosystems in Indonesian coastal waters, have declined mostly due to a variety of multi-sector (i.e. ecology, socio-economy, technology and institution) anthropogenic disturbances. The decline and loss of seagrass meadows will have an effect not only on biodiversity and fisheries productivity within the ecosystems but also on the adjacent ecosystems (coral reef and mangrove forest), and even the effect will spread out far to the outside of the areas where seagrass grow.  Seagrass ecosystems management in Indonesia is urgently required as part of fisheries management. However, this concept has not been understood by most of Indonesian people, including some government officials. Consequently, the seagrass ecosystems are still marginalized in the coastal resource management practices in Indonesia. In order to sustain fisheries productivity, knowledge of impact scales of each seagrass-related multi-sector human activities are very important as one of basic requirements in designing an effective seagrass management.
Co-Authors . Sulistiono . Yonvitner, . Abdul Hamid Achmad Fahrudin Achyani, Ratno Agung Riyadi Agus Salim Agus Susanto Anna Rejeki Simbolon Anna Rejeki Simbolon, Anna Rejeki Ardianto, Luky Ari Purbayanto Arie Prabawa, Arie Asep Saefuddin Asmara, Hadun Bakeri, Samsul Bambang Indriyanto, Bambang Bambang Pramudya Bambang Pramudya N. Pramudya N., Bambang Pramudya N. Batu, Djamar T.F.Lumban BIBIANA WIDIATI LAY Budhi H Iskandar Bunasor Sanim D. Djoko Setiyanto Daniel Djoko Setiyanto, Daniel Djoko Darnas Dana Dewayany Sutrisno, Dewayany Diana, Farah Dietriech G Bengen Dietriech G. Bengen Djamar T.F. Lumban Batu, Djamar T.F. Lumban Djoharam, Veybi Dwiputra, Mohammad Ashari Erliza Noor Fachrudin, Ahmad Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gondo Puspito H M Eidman, H H M Sjarif Hitam, H Hamzah Hamzah Harahap, Tagor Alamsyah Harald Asmus Harpasis S. Sanusi Hefni Effendi Hermanto, Bambang Mulyana Hermanto, Dedy Tri Irman Firmansyah Isdradjad Setyobudiandi Ismayasari, Ratih ITA DJUWITA J. P, M.Yanuar Jalius , Jalius Jalius Johari, Harry Sudrajat Kasful Anwar KHUSNUL YAQIN Komar Sumantadinata Kurniati, Tri Hastuti Leons Rixson, Leons M Syamsul Maarif, M Syamsul Marimin Marimin Matius Paundanan, Matius Mohamad Syamsul Maarif Mohamad Yani Mozes Toelihere Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza MUHAMMAD ZAIRIN JUNIOR Muhayatun Santoso Munandar Munandar N adiarti Nadiarti Nadiarti, Nadiarti najmi, nurul Nastiti S. Indrasti, Nastiti S. Nazori Djazuli Neri Kautsari Neviaty P. Zamani Norman Razieb Azwar Nurhasanah Nurhasanah Nurlisa A. Butet Nurlisa Alias Butet, Nurlisa Alias Pakpahan, Edward Nixon Priyadi Kardono Purwanto, M. Yanuar Joko Purwanto, M. Yanuar Joko Putranto, Sugeng R. Ruswandi rachmawati, intan pramudita Rahmat Kurnia Rahmat Pangestu, Rahmat Rahmayanti, Fitria Ridwan Affandi Rifardi Rifardi, Rifardi Rinda Noviyanti, Rinda ROSALINA HASAN, ROSALINA Serosero, Rugaya Serosero, Rugaya SIGID HARIYADI Sitepu, Sehtawarta Br Sri Haryati Sri Sugiarti Sudarmo, Agnes P Sudarmo, Agnes P Sugeng Budiharsono SUGENG HARTONO, SUGENG Sukma, Dian Harjuna Sulistiono Sulistiono Sulistiono, nFN Suprihatin Suprihatin Supriyadi Supriyadi Supyan Supyan, Supyan Surjono H. Sutjahjo Suwari Suwari Syafri Mangkuprawira Syafrudin Raharjo, Syafrudin Syahminan Syahminan Syaiful Anwar Tarsim Tarsim Taslim Arifin TF Lumbanbatu, Djamar Tri Handayani TRI PRARTONO Triramdani, Nurfitri Tun Tedja, Tun Wahid, Nia Istiani Wahid, Nia Istiani Wahyudi, Wawan Waluyo, . Warih Hardanu, Warih Watanabe, Seiichi WIBOWO MANGUNWARDOYO Wike Ayu Eka Putri Wike Ayu Eka Putri, Wike Ayu Wulandari, Tuah N. M. Wulandari, Tuah N. M. Yandra Arkeman Yuliati Yuliati Yunizar Ernawati Yusli Wardiatno Zahroh, Amalia