Muhammad Rasyid Ridha
Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI.Kawasan Perkantoran Pemda Kab. Tanah Bumbu, Gunung Tinggi Tanah Bumbu, Kalsel

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Iklim Terhadap Peluang Umur Nyamuk Mansonia spp di Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Kapuas Ridha, Muhammad Rasyid; Juhairiyah, Juhairiyah; Fakhrizal, Deni
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 17, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Master of Environmental Health Study Program, Faculry of Public Health, Faculty of Public

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.887 KB) | DOI: 10.14710/jkli.17.2.74-79

Abstract

Latar belakang: Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria jenis Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori melalui nyamuk sebagai vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim terhadap peluang hidup di alam nyamuk Mansonia spp. di daerah endemis filariasis di Kelurahan Mandomai, Kabupaten KapuasMetode: . Koleksi nyamuk dengan metode human landing collection  di dalam dan diluar rumah, nyamuk yang tertangkap setelah di identifikasi dilakukan pembedahan. Pembedahan abdomen nyamuk untuk mengetahui paritas. Data iklim dan curah hujan diambil dari data BMKG.Hasil: Hasil penelitian diketahui Aktivitas menghisap darah Ma. uniformis di luar rumah banyak tertangkap pada pukul 21.00-22.00 dan di dalam rumah pada pukul 22.00-23.00. Aktivitas Ma. dives banyak tertangkap pada pagi hari yaitu pukul 04.00-05.00 di luar rumah, sedangkan di dalam rumah paling banyak pukul 23.00-24.00. Aktivitas Ma. annulata di luar rumah paling banyak tertangkap pada pukul 18.00-19.00 dan di dalam rumah paling banyak tertangkap pada pukul 19.00-20.00. Kepadatan tertinggi per hari (MBR) dan perjam (MHD) pada Ma. annulata  di luar rumah, sedangkan yang terendah pada Ma. dives. Berdasarakan data dari BMKG dan pengukuran di lapangan,  suhu di daerah Kelurahan Mandomai dari bulan juli sampai desember berkisar antara 28° C, dimana kelembaban dan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember. Peluang hidup di alam nyamuk Ma. uniformis 4,4 hari, Ma. dives 1,3 hari dan Ma. annulata 32,2 hari. Hasil uji statistik diketahui ada pengaruh indeks curah hujan dan kelembaban dengan Peluang hidup di alam Ma. annulataSimpulan: Ditemukannya nyamuk Mansonia yang berperan sebagai vektor dengan peluang hidup di alam lebih dari 14 hari sehingga iklim di Kelurahan Mandomai mendukung perkembangan nyamuk sebagai vektor ABSTRACT Title: Climate Influence on Mansonia spp Mosquito Age Spend in Endemic Filariasis Region in Kapuas DistrictBackground: Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms, i.e.  Wuchereria bancrofti, Brugia malayi and Brugia timori species and transmitted by mosquitoes as vectors. Aim this study to determine the effect of climate on the chances of living in the nature of mosquito Mansonia spp. in the filariasis endemic area of Mandomai Village, Kapuas DistrictMethods: Mosquitoes are collected by human landing collection of people in and out the home, abdominal surgery mosquitoes to know parity. Climate dan rainfall index are taken from BMKG.Results: The result showed activity of blood sucking outdoors caught at 21.00-22.00 and indoor 22.00-23.00 for Ma. uniformis. Caught in the morning at 04.00-05.00 outside, while indoor 23.00-24.00 for Ma. dives. Outdoors Activity caught at most at 18.00-19.00 and indoor at 19.00-20.00 for Ma. annulata. The highest density man bitting fate and man hour density in Ma. annulata is outdoors, while the lowest on Ma. dives. Based on data from BMKG and field measurements, the temperatures in the Mandomai Urban Village from July to December ranged from 28 ° C, while humidity and the highest rainfall occurred in December. Longevity of mosquito 4.4 days for Ma. uniformis, 1.3 days for Ma. dives and 32.2 days Ma. annulata. The results of statistical test known to have influence of temperature dan index of rainfall with longevity of Ma. uniformis and Ma. dives.Conclusion: The discovery of Mansonia mosquito that acts as a vector with longevity more than 14 days, so that the climate in Mandomai village supports the development of mosquitoes as vectors
Aktivitas nokturnal Aedes (stegomyia) aegypti dan Aedes (stegomyia) albopictus di berbagai daerah di Kalimantan Ridha, Muhammad Rasyid; Fadilly, Abdullah; Rosvita, Nur Afrida
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 3 No 2 (2017): JHECDs Vol. 3, No. 2, Desember 2017
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.266 KB) | DOI: 10.22435/jhecds.v3i2.1715

Abstract

Dengue and chikungunya are increasing global public health concerns due to their rapid geographical spread and increasing disease burden. Knowledge of the activity of sucking blood at night (nocturnal) Ae. aegypti and Ae. albopictus in some areas of Borneo need to be known. Natural population of Aedes was collected by human bait collection and resting collection from 18:00 to 06:00 out door and indoor. The biting activities of Ae. aegypti and Ae. albopictus occurred throughout the night from 18:00 to 05:50 out door and indoor in Dadahup and Mandomai, Kapuas District, Central Kalimantan (2015), Pulau Ku’u, Tabalong district, South Kalimantan (2011), Bangkal Ulu, Kutai Timur district, East Kalimantan (2012), and Antaraya and Karyajadi, Barito Kuala district, South Kalimantan (2016). These results showed that the biting activities of Ae. aegypti dan Ae. albopictus did not only occur diurnally but also nocturnally.
Desain dan Implementasi Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri) Ridha, Muhammad Rasyid; Usman, Usman; Prasetyo, Dwi Yuli
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.519 KB)

Abstract

Sistem Informasi yang berjalan di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri yang dalam pengolahan data akademiknya masihmenggunkan sistem komputerisasi sederhana. Walaupun sudah didukung dengankomputer tetapi hanya memanfaatkan office standar (Microsoft Office Excel danWord) sehingga memungkinkan banyak sekali kesalahan dalam pengolahan dataakademik. Dan menyebabkan pelayanan akademik yang diberikan oleh FakultasIlmu Agama Islam menjadi kurang efisien, serta mengakibatkan kesulitan dalampencarian data dan menyita waktu relatif lama dalam pembuatan laporan. Untukmembantu dalam menyelesaikan masalah tersebut perlu adanya suatu sisteminformasi akademik yang baru agar setiap pekerjaan yang menyangkut pengolahandatanya dapat dikurangi tingkat kesalahannya serta dapat memberikan pelayananyang memuaskan terhadap para pengguna sistem. Dalam perancangan sisteminformasi akademik ini digambarkan ke dalam bentuk diagram UML (UnifiedModelling Language).
Semut sebagai vektor mekanik bakteri di dalam gedung Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan: studi pendahuluan Setianingsih, Ika; Ridha, Muhammad Rasyid; Hidayat, Syarif; Andiarsa, Dicky
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 3 No 2 (2017): JHECDs Vol. 3, No. 2, Desember 2017
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.156 KB) | DOI: 10.22435/jhecds.v3i2.1791

Abstract

Ants are now now noticeable as a mechanical vector of pathogenic bacteria, some of which have been resistant to certain antibiotics. Its wide presence allows ants to easily transmit disease agents. This study aims to determine the type of ants in Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu and possible role as a vector mechanical bacteria. This research was conducted at Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu from August to September 2017, the sample was obtained from 15 rooms by using the sugar solution feed placed in the microtube, then the ant was identified by referring to Key to Identifying Common Household Ants and Pictorial Key to the Common Urban Ants of North Carolina, followed by identification of bacteria on selective and biochemical media referring to Bergey's Manual of Systematic Bacteriology Volume 2. Out of a total of 16 samples, five types of ants are known: Tapinoma melanochephalum, Paratrechina longicornis, Tetramorium caespitum, and Anoplolepis gracilipes , and Solenopsis spp. Bacteria are found in all types of ants. The bacteria identified were Bacillus alvei, Bacillus badius, Bacillus insulitus, Serratia liquefaciens, Enterobacter aglomerans, and Klebsiella ozonae, and Enterobacter spp. The ants found in Balai P2B2 Tanah Bumbu are potentially bacterial mechanical vectors.
PERTANIAN SAYUR-MAYUR DI DESA CECE ENREKANG (1998-2014) Mustofa, Islamiyati; Ridha, Muhammad Rasyid
PATTINGALLOANG Vol. 3 No. 2 April - Juni 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v3i2.2384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui bagaimana kondisi umum pertanian sayur-mayur di Desa Cece, bagaimana perkembangan pertanian sayur-mayur di Desa Cece, dan bagaimana dampak perkembangan pertanian sayur-mayur di Desa Cece. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis melalui tahapan : heuristik atau pengumpulan data, kritik, interpretasi, dan penulisan atau historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani adalah orang yang menggantungkan tarap hidup pada lahan pertanian sebagai mata pencaharian utama. Secara garis besar terdapat tiga jenis petani yang berada di Desa Cece, yaitu petani pemilik lahan, petani pemilik sekaligus penggarap lahan, dan buruh tani. Petani yang berdomisili di Desa Cece yang padat jumlah penduduknya sebagian kecil di antaranya masih berada di bawah garis kemiskinan. Selain dari itu, masyarakat yang ada di Desa Cece berprofesi sebagai petani sayar-mayur karena didukung oleh keadaan iklim dan geografis.Pada tahun 1998 masyarakat petani sayur-mayur di Desa Cece Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Mereka bercocok tanam masih bersifat tradisional sehingga penghasilannya kurang cukup. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang mendorong terjadinya perubahan pola pikir masyarakat petani tradisional ke arah pertanian yang mandiri dan modern. Sehingga Pada tahun 2005-2014 mengalami peningkatan penghasilan pertanian sayaur-mayur.
Pendudukan Jepang di Pulau Lakkang di Makassar 1942-1945 Darminto, Ardianto Raharjo; Ridha, Muhammad Rasyid; Ahmadin, Ahmadin
PATTINGALLOANG Vol. 5, No. 1, April 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.867 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang suatu peristiwa terkait Pendudukan Jepang di Pulau Lakkang Makassar semasa perang dunia II di kawasan Asia-Pasifik. Alasan Jepang memilih Pulau Lakkang sebagai tempat persembunyian dan basis pertahan karena wilayah ini dianggap oleh Jepang sangat strategis untuk menunjang potensi perang. Masuknya Jepang di Pulau Lakkang tidak terlepas karena perang yang semakin memanas pada Tahun 1943 dan pola pendudukan Jepang yang merupakan sandi perang Jepang terbaca oleh sekutu, sandi perang Jepang itu disebut dengan Gurita Timur yang merupakan pola pendudukan yang menunjang gerakan dimana bertujuan untuk mengepung tentara sekutu. Sebagai akibatnya Jepang yang telah berhasil menduduki Makassar dan dengan cepat membentuk pemerintahan angkatan laut agar dapat menyelenggarakan kebijakan demi untuk kepentingannya tidak mampu bertahan lama sebab sekutu melancarkan serangan bom udara secara berangsur-angsur. Pasukan Jepang mundur ke Pulau lakkang yang dianggapnya strategis, setelah berhasil menduduki Lakkang, dengan cepat Jepang mengontrol dan mengawasi gerak-gerik masyarakat dan keadaan sekitar. Semasa pendudukannya, Jepang menerapkan berbagai kebijakan yang bersifat humanis dengan cara tidak menghilangkan nilai demokrasi di tengah masyarakat. Kebijakan Jepang bagi masyarakat berdampak baik dan buruk secara politik, sosial maupun ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian historis ( Historical Research ), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan melakukan wawancara terhadap warga yang masih hidup sejak pendudukan Jepang seperti, Munding, Dg.Ngona, dll. Mengumpulkan arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi-selatan, datadata kelurahan, jurnal terkait dll. Selain itu juga digunakan buku-buku yang terkait dengan Pendudukan Jepang . ). (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
MASYARAKAT PESISIR KAMPUNG GAMPANGCAYYA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR 1990-2010 Suriani, Ayu; Ridha, Muhammad Rasyid
PATTINGALLOANG Vol. 3 No. 2 April - Juni 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v3i2.2381

Abstract

ABSTRAKHasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Gampangcayya mengalami pergeseran mata pencaharian dari mata pencahariannya sebagai nelayan ke mata pencaharian sebagai pekerja yang bergerak di bidang industri. Disebabkan Munculnya perusahaan-perusahaan industri didekat daerah tersebut, menyebabkan masyarakat kampung Gampangcaya mengalami pergeseran atau transisi mata pencaharian utama. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya peralihan mata pencaharian kampung Gampangcayya adalah banyaknya kapal katrol yang masuk dalam kawasan tersebut, dan kapal fiber,  terjadinya pasang surut air laut, serta adanya konflik antara pemilik kapal besar dengan kapal kecil (masyarakat Kampung Gampangcayya). Dampak yang ditimbulkan dari peralihan atau pergeseran mata pencaharian masyarakat kampung gampangcayya adalah terjaminnya kehidupan mereka khsusnya dibidang sosial, ekonomi dan pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peralihan mata pencaharian dari nelayan menjadi pekerja yang bergerak dibidang industri masyarakat pesiisr Kampung Gampangcayya memberikan dampak yang postif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejatraan baik dalam segi sosia, ekonomi dan pendidikan. 
PENGARUH INFLASI, BI RATE, KURS DAN INDEKS DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE TERHADAP JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Ridha, Muhammad Rasyid; Harmaini, Harmaini
Media Ekonomi Vol 25, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/me.v25i2.4891

Abstract

This research discusses the influence of inflation, BI Rate, Exchange rate (IDR/USD) and Dow Jones Industrial Average. The analysis method used is multiple linear regression model with α = 5%. With EViews 9.0 applications. The results of this research show that inflation, BI Rate, Foreign Exchange and Dow Jones Industrial Average simultaneously had significant influence towards on the Jakarta Islamic Index (JII). Meanwhile, partially Inflation had positive and significant influence towards on the JII. BI Rate partially had negative and significant influence towards on the JII. But Exchange rate (IDR/USD) partially do not influence on the JII and Dow Jones partially had positive and significant influence towards on the JII.
Desain dan Implementasi Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri) Ridha, Muhammad Rasyid; Usman, Usman; Prasetyo, Dwi Yuli
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.519 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i2.406

Abstract

Sistem Informasi yang berjalan di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri yang dalam pengolahan data akademiknya masihmenggunkan sistem komputerisasi sederhana. Walaupun sudah didukung dengankomputer tetapi hanya memanfaatkan office standar (Microsoft Office Excel danWord) sehingga memungkinkan banyak sekali kesalahan dalam pengolahan dataakademik. Dan menyebabkan pelayanan akademik yang diberikan oleh FakultasIlmu Agama Islam menjadi kurang efisien, serta mengakibatkan kesulitan dalampencarian data dan menyita waktu relatif lama dalam pembuatan laporan. Untukmembantu dalam menyelesaikan masalah tersebut perlu adanya suatu sisteminformasi akademik yang baru agar setiap pekerjaan yang menyangkut pengolahandatanya dapat dikurangi tingkat kesalahannya serta dapat memberikan pelayananyang memuaskan terhadap para pengguna sistem. Dalam perancangan sisteminformasi akademik ini digambarkan ke dalam bentuk diagram UML (UnifiedModelling Language).
Microfilaria Detection on Giemsa Blood Smears using Real-Time PCR Paisal, Paisal; Haryati, Erli; Arianti, Dwi Candra; Ridha, Muhammad Rasyid; Annida, Annida
Medical Laboratory Technology Journal Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.21 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v5i1.210

Abstract

Filariasis is an infectious disease caused by filarial worms, which found in many tropical and subtropical regions. In 2017, 12,677 cases of chronic filariasis were found in Indonesia, which 132 cases of them were from Central Kalimantan province. Data of Kapuas District Health Office shows 17 cases filariasis in 2015. Frequently, filariasis patients did not show any diseases symptoms, especially when the level of microfilariae in the blood is deficient. On the other hand, microscopic assay with Giemsa blood smears is still the gold standard to define filariasis. Thus, a false negative result may occur due to a low level of microfilariae in the blood. In this study, we develop a real-time PCR method, targeting the HhaI gene of filaria, to detect filarial worm from stored Giemsa blood taken from filariasis patients, in both dry and wet scraping methods. Our result shows that real-time PCR can detect Brugia malayi in all scraping samples, with Ct value from wet scraping sample tends to be higher than dry scraping. In conclusion, the real-time PCR method can be further used to define filariasis, especially in the condition when Giemsa smear blood cannot determine patient filariasis status.