Articles

Found 29 Documents
Search

IMOBILISASI TIO2 KE DALAM RESIN PENUKAR KATION DAN APLIKASINYA SEBAGAI FOTOKATALIS DALAM PROSES FOTOREDUKSI ION HG2+ Ridho, Rosyid; Wahyuni, Endang Tri; Suyanta, Suyanta
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Syarif Hidayatullah State Islamic Uni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.133 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i2.505

Abstract

Abstrak Dalam rangka mengembangkan bahan fotokatalitis TiO2 pada penelitian ini telah dilakukan preparasi fotokatalis TiO2-Resin yang disertai dengan karakterisasi dan uji aktivitas untuk proses fotoreduksi ion Hg(II). Preparasi imobilisasi ini dilakukan dengan metode pertukaran ion yang di ikuti dengan kalsinasi pada suhu tertentu. Pada preparasi telah dipelajari pengaruh konsentrasi Titanium Isopropoksida sebagai sumber ion Ti(IV) terhadap TiO2-Resin yang dikarakterisasi dengan menggunakan Difraksi Sinar X (XRD) dan Thermografimetri (TGA). Pada proses fotoreduksi ion Hg(II) dipelajari pengaruh massa fotokatalis, kadar TiO2 yang terimobilisasi ke dalam resin, konsentrasi Ion Hg(II), dan pengaruh pH. Proses fotoreduksi dilakukan dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV, yaitu dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan ion Hg(II) dan serbuk fotokatalis TiO2-Resin, disertai dengan pengadukan selama waktu tertentu. Hasil fotoreduksi dihitung berdasarkan selisih antara konsentrasi ion Hg(II) awal dengan ion Hg(II) yang tak tereduksi. Penentuan konsentrasi ion Hg(II) yang tak tereduksi dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) teknik pembangkitan uap dingin atau Cold Vapor Atomic Absorption Spectrophotometry(CV-AAS). Hasil preparasi menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Titanium Isopropoksida yang ditambahkan pada resin semakin tinggi juga kadar TiO2 yang terbentuk pada TiO2-Resin. Hasil uji fotokatalis menunjukkan bahwa penggunaan fotokatalis TiO¬2-Resin dapat meningkatkan hasil fotoreduksi ion Hg(II) yang peningkatannya lebih tinggi dibandingkan TiO2 serbuk. Penambahan fotokatalis dengan massa yang semakin besar menambah efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II) yang semakin besar, namun jika ditambahkan massa fotokatalis yang lebih tinggi lagi akan menurunkan efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II). Kenaikan konsentrasi Hg(II) menyebabkan efektivitas fotoreduksi semakin rendah. Pada pH 1-4 terjadi kenaikan fotoreduksi pada ion Hg(II), akan tetapi pada pH yang lebih tinggi dari 4 menyebabkan terjadinya penurunan efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II).   Kata kunci : Fotokatalis, TiO2-resin, Ion Hg(II)   Abstract To develop TiO2 photoreduction photocatalyst in order to decrease the Hg(II) ion concentrate, in this research, it has been done the TiO2-Resin photocatalyst preparation with the characterization and application to Hg(II) ion photoreduction process. This preparation was done with ion exchange method which followed by studied calcinations at certain temperature. The preparation has been studied the influence of titanium isopropoxide concentrate toward TiO2-Resin which has been characterized by using X-Ray Diffraction(XRD) and Thermografimetry (TGA). In Hg(II) ion photoreduction process, it has been studied the influence of photocatalyst mass, the content of TiO2 which immobilized into sulfonated polystyrene (resin), the ion Hg(II) concentrate, and the pH influence. The photoreduction process has been done in the closed reactor that equipped by UV lamp, and uses the irradiating a mixture which contents of Hg(II) ion solution and TiO2-Resin photocatalyst powder, with the stirring at certain time. The result of photoreduction was calculated based on the difference between the earlier Hg(II) ion concentrate and unreduced Hg(II) ion. The determining of unreduced Hg(II) ion concentrate was done by using cold vapor atomic absorption spectrophotometry (CV-AAS). The preparation result showed that the higher isopropoxide titanium that was added into sulfonated polystyrene, the higher the content of TiO2 that was formed in TiO2-Resin. the result of photocatalyst test showed that the using using of TiO2-Resin photocatalyst can increase the result of Hg(II) ion photoreduction  which the increase is higher than TiO2 powder. The added of photocatalyst by the higher mass, adds the photoreduction effectiveness toward the Hg(II) ion. The higher the Hg(II) concentrate that added, the lower the photoreduction effectiveness. In pH 1-4, there is the photoreduction increase on Hg(II) ion, but in the highest pH that more than 4, it causes the decrease of the photoreduction effectiveness toward the Hg(II) ion.   Keywords : Photocatalyst, TiO2-resin, Hg(II) ion
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI KB “CERDAS” KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL Ridho, Rosyid; Markhamah, Markhamah; Darsinah, Darsinah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 16, No 2: Agustus, 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) Early Childhood Lesson Planning in KB Cerdas Sukorejo Kendal, (2) implementation of learning, (3) Assessment of learning. This research is qualitative. The research was carried out in KB Cerdas Sukorejo Kendal. The main subject of the study was the Chief Manager, teacher, and students. The methods of the data collection to make use of in-depth interviews, observation, and documentation. Analysis of the data to begin with : Data Collection, data reduction, data display, and conclusion. the validity of the data using the credibility, and triangulation. The results of this study are (1) Lesson planning in KB Cerdas Sukorejo have done by developing programs of activities for a year through the semester planning,   weekly activities planning (RKM), and daily activities planning (RKH), taking into account the level of development, necessary, interests, and characteristics of the child, and also the aspects of development religious values and moral, cognitive, motor, language and social-emotional, (2) Implementation of Learning in KB Cerdas Sukorejo to begin a) with happy morning, b) activities of habituation, c) transitions, d) footing environment, e) footing before playing, f) footing while playing g) footing after playing h) introduction praying, and i) closing prayer. Learning was refer to the implementation of the principle of learning while playing with the approach of beyond center and circle time (BCCT), the method of question and answer, and role play by arrangement of conducive play house, to creates a comfortable condition to play, safe, clean, healthy and interest, the use of educational games was standards, as well as take advantage of the learning environment at the institution. (3) Assessment of learning is done by observation every times not only when the children play in the center, but it begin from the reception children, while teaching and Learning process  until the study is finished through the performance of the child, the child’s assignment, with the development of indicators of the level of achievement which covers five aspects of the development of the students. Assessment techniques in KB Cerdas learning through observation, anecdotal and portfolio.
PENGARUH PENGGUNAAN FOTOKATALIS TIO2/RESIN, TIO2/ZEOLIT DAN TIO2/KARBON AKTIF DALAM PROSES FOTOREDUKSI ION HG(II) DENGAN METODE SODIS (SOLAR DESINFECTION WATER) Ridho, Rosyid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.505 KB) | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4006

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses pembuatan fotokatalis TiO2/resin, TiO2/zeolit dan TiO2/karbon aktif yang selanjutnya dikarakterisasi dengan XRD dan Energi Band Gap (Eg). Karakterisasi XRD bertujuan untuk mengetahui telah terbentuknya fotokatalis. Sedangkan karaktererisasi Energi Band Gap (Eg) bertujuan untuk mengetahui tingkat celah energi pada masing-masing fotokatalis dimana semakin tinggi harga Energi Band Gap maka efektivitas fotoreduksi akan semakin tinggi. Hasil dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-resin, TiO2-zeolit, dan TiO2/karbon aktif telah terbentuk, sedangkan hasil energi band gap untuk TiO2/zeolit sebesar 3,608 eV, TiO2/resin sebesar 3,38 eV, sedangkan TiO2/karbon aktif adalah 3,48 eV. Didasarkan pada harga Eg tersebut diharapkan aktivitas fotokatalis TiO2/zeolit lebih tinggi daripada fotokatalis yang lain. Pengujian aktivitas fotokatalis dilakukan dengan mereaksikan 50 mg masing-masing fotokatalis untuk mereduksi 50 mL larutan Hg (II) 5 ppm yang disinari oleh sinar matahari sebagai sumber cahaya dengan variasi waktu penyinaran (1,2,3,4,5 dan 6 jam). Dari hasil penyinaran menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu penyinaran semakin tinggi % Hg tereduksi, dalam penelitian ini efektivitas fotokatalis terbaik adalah TiO2/zeolit dengan efektivitas fotoreduksi pada penyinaran 6 jam sebesar 98,5%. Pada tahap ini juga dipelajari pengaruh konsentrasi Ion Hg (II) (0; 2,5; 5; 10; 20; dan 25) dengan waktu penyinaran 6 jam. Data yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi konsentrasi awal ion Hg, semakin rendah efektivitas fotoreduksinya.
EVALUASI KONSEP TIGA MODEL PEMISAH BIJI DAN DAGING BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) Ridho, Rosyid; Hermawan, Wawan; Ahmad, Usman
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2260.814 KB)

Abstract

AbstractSeparation of seeds and pulp of mangosteen fruit is still done manually. Separation of seeds and pulp in general has not been done mechanically and systematically. In fact, if it is reviewed further, there needs to be a system of seed and pulp separation so as to produce mangosteen juice that can be consumed and have high economic value. Seed and fruit separation machines have been developed. But the product quantity is low and the quality of pulp is below standard. The purpose of this research is 1) to obtain optimal machine design to separate pulp and mangosteen seeds, 2) to analyze the performance of various mechanisms of seed separation and pulp of mangosteen fruit. The research procedure includes physical identification and characteristics of mangosteen, conceptualization, evaluation, and optimization, analysis, engineering design, manufacture, and testing. There are three mechanisms studied to separate the seeds and pulp of the mangosteen fruit, 1) the horizontal cylinder mechanism with a rotating brush, 2) the vertical cylinder mechanism with a rotating brush, 3) vertical cylinder with a stationary brush. Based on the test results from the three models it is found that the best mechanism that is feasible to be developed for the prototype is a horizontal cylinder mechanism with a rotating brush. The quality value of the separation as measured using the chromamometer obtained ?E value of -2.8. In the process of separation is not obtained seeds.AbstrakPemisahan biji dan daging buah manggis saat ini masih dilakukan secara manual. Pemisahan biji dan daging buah secara umum belum dilakukan secara mekanis dan sistematis. Padahal jika ditinjau lebih lanjut, perlu adanya sistem pemisahan biji dan daging buah sehingga menghasilkan sari buah manggis yang dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis tinggi. Mesin pemisahan biji dan daging buah telah dikembangkan. Namun kuantitas produknya rendah dan kualitas daging buah di bawah standar. Tujuandari penelitian ini adalah 1) mendapatkan desain mesin yang optimal untuk memisahkan daging buah dan biji manggis, 2) menganalisis kinerja berbagai mekanisme pemisahan biji dan daging buah manggis. Prosedur penelitian meliputi identifikasi fisik dan karakteristik buah manggis, konseptualisasi, evaluasi, dan optimasi, analisis, desain teknik, pembuatan, dan pengujian. Ada tiga mekanisme yang dipelajari untuk memisahkan biji dan daging buah manggis, 1) mekanisme silinder horizontal dengan sikat berputar, 2) mekanisme silinder vertikal dengan sikat berputar, 3) silinder vertikal dengan sikat stasioner. Berdasarkan hasil pengujian dari ketiga model tersebut didapatkan bahwa mekanisme terbaik yang layak dikembangkan untuk prototipe adalah mekanisme silinder horizontal dengan sudu sikat berputar. Nilai kualitas dari hasil pemisahan yang diukur menggunakan chromamometer didapatkan nilai ?E sebesar -2.8. Pada proses pemisahan tidak didapatkan biji pecah belah.
FORTIFIKASI SURIMI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) UNTUK MENINGKATKAN PROTEIN KUE DONAT Hidayat, Nova Bagus; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.2 KB)

Abstract

Diversivikasi produk perikanan dengan memanfaatkan surimi berbahan dasar ikan kuniran sebagai bahan tambahan pembuatan kue donat dapat meningkatkan kualitas gizi terhadap kandungan protein pada kue donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi ikan kuniran pada donat yang paling disukai serta kandungan kadar protein pada semua kue donat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dengan persentase penambahan ikan surimi sebanyak 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% serta 70 panelis tidak terlatih. Parameter yang diamati adalah kadar protein surimi ikan kuniran, kadar protein kue donat dan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur kue donat. Berdasarkan hasil penelitian surimi ikan kuniran memiliki kandungan kadar protein sebesar 34.14%. Kadar protein kue donat tertinggi terdapat pada penambahan surimi ikan kuniran sebanyak 40% yakni sebesar 17.09%. Pada perlakuan penambahan surimi ikan kuniran 30% menghasilkan donat yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan kandungan protein sebesar 14.69 %.
KARAKTERISTIK UJI HEDONIK KOYA IKAN BERBAHAN DASAR BEBERAPA LIMBAH KEPALA IKAN SEBAGAI PELENGKAP MAKANAN Wardhana, Megandhi Gusti; Putra, Filias Tomy Suwarno; Ridho, Rosyid
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.374 KB)

Abstract

Muncar merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki produktivitas perikanan sangat tinggi. Tingginya produktifitas perikanan tersebut menjadi faktor utama munculnya industri pengolahan perikanan yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Limbah tersebut salah satunya adalah kepala ikan yang belum ditangani dengan optimal. Cara untuk mengoptimalkan penanganan limbah kepala ikan adalah dengan mengolahnya menjadi koya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koya limbah kepala ikan yang paling disukai dan kandungan protein dari koya dengan bahan baku limbah kepala ikan. Data hasil penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram disertai dengan standard error. Hasil pengujian kadar protein menunjukan bahwa (P4) yaitu koya limbah kepala ikan layang memiliki kandungan paling tinggi yaitu dengan rata-rata 31,75%, dan yang paling rendah adalah (P3) yaitu koya limbah kepala ikan tongkol dengan nilai rata-rata 30,3%. Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahkan (P4) koya limbah kepala ikan layang adalah yang paling disukai dengan nilai rata-rata 4,61 untuk warna, 4,51 untuk aroma, 4,79 untuk rasa dan 4,96 untuk tekstur.
SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN PROTEIN PADA KUE TERANG BULANG Pratama, Angga Eka; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.522 KB)

Abstract

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan lele dumbo maka perlu adanya penelitian tentang diversifikasi produk olahan ikan lele dalam bentuk tepung sebagai bahan baku pembuatan kue terang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kue terang bulan dengan penambahan tepung ikan lele, mengetahui tingkat kesukaan (uji hedonik) konsumen terhadap kue terang bulan dan mengetahui formulasi yang tepat dalam membuat kue terang bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengolahan kue terang bulan perlakukan 0 (kontrol), penambahan tepung ikan sebesar 5%, 10%. 15%, 20%. Data protein kemudian dianalisis dengan SEM (Standard Error of Mean) menggunakan Microsoft excel 2007. Hasil uji proksimat kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 18,8%, sedangkan untuk kadar protein terendah pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 6,19%. Untuk uji hedonik pada parameter warna nilai tertinggi pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 4,21, parameter aroma nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,17, parameter rasa nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,19 dan parameter tekstur nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,18. Berdasarkan pengujian hedonik, maka perlakuan P1 merupakan perlakuan pengolahan yang memiliki nilai kesukaan tertinggi dari panelis, yaitu dengan penambahan tepung ikan lele sebesar 5%.
PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN TUNA DALAM PEMBUATAN CILOK SEBAGAI SUMBER KALSIUM Susanto, Agung Hermawan; Ridho, Rosyid; Sulistiono, Sulistiono
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.049 KB)

Abstract

Muncar banyak terdapat limbah tulang ikan tuna yang belum dimanfaatkan sebagai olahan makanan. Untuk memanfaatkan limbah tulang ikan tuna agar meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tulang ikan tuna maka perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah tulang ikan tuna dalam pembuatan cilok sebagai sumber kalsium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kadar kalsium yang terdapat pada cilok dan mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap cilok dengan penambahan tepung tulang ikan tuna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dua pengujian yaitu uji proksimat (uji kadar kalsium) dan uji hedonik (kesukaan). Data hasil uji proksimat dianalisis menggunakan SEM (Standard Error of the Mean) dan data hasil uji hedonik disajikan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar kalsium pada cilok dengan penambahan tepung tulang ikan tuna 0%, 10%, 20%, dan 30% masing-masing mengalami peningkatan yaitu dengan rata-rata 0,031, 0,075, 0,154, dan 0,268. Tingkat kesukaan panelis terhadap cilok dengan penambahan tepung tulang ikan tuna tertinggi pada cilok dengan penambahan tepung tulang ikan tuna 10% dengan nilai rata-rata (4,60). Sedangkan tingkat kesukaan panelis terendah terdapat pada cilok dengan penambahan tepung tulang ikan tuna 30% (3,75).
Studi Metil Ester Dari Hasil Esterifikasi Minyak Jelantah Sebagai Pengawet Bunga Mawar (Rosa hybrida) Sani, Laila Amalia; malis, Eko; ridho, Rosyid
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol 1 No 01 (2019): Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.147 KB)

Abstract

Sampel hasil esterifikasi minyak jelantah nabati dan minyak jelantah hewani dan analisis GC – MC dengan gas pembawa berupa helium (He). Jenis kolom untuk GC-MS yang dipakai adalah kolom AGILENTJ%W HP-5 dengan suhu injeksi 300oC dan memiliki hasil analisis dengan peak tertinggi pada sampel hasil esterifikasi minyak jelantah nabati 3x penggorengan dengan area% 39,57 dan memiliki formula senyawa C19H36O2 dan hasil esterifikasi minyak jelantah hewani 3x penggorengan dengan area% 35,69 dan memiliki formula C17H34O2. Pada aplikasi pengawetan bunga mawar dengan 6 hari pengawetan dengan umur 7 hari ternyata hasil esterifikasi minyak jelantah hewani 3x penggorengan memiliki hasil aplikasi yang cukup maksimal dibandingkan dengan pengawetan dengan esterifikasi minyak jelantah nabati 3x penggorengan dikarenakan senyawa hexadecanoid acid pada hasil esterifikasi minyak jelantah hewani lebih tinggi.
Pengaruh Pelapisan Titanium Dioksida (Tio2) Pada Plat Kaca Terhadap Efektivitas Fotodegradasi Methyl Orange Menggunakan Metode Sodis (Solar Disinfection Water) A’yun, Qurotul; Baiti, Ibnatul Fajril; ridho, Rosyid
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol 1 No 01 (2019): Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.168 KB)

Abstract

Proses pembuatan TiO2-Plat Kaca untuk fotokatalis dan pengujian aktivitas katalitiknya dalam proses fotodegradasi zat warna Methyl Orangetelah dilakukan. Pembuatan TiO2-Plat Kaca dilakukan dengan melapiskan larutan TiO2 yang mengandung etanol pada substrat kaca. Struktur kristalnya dianalisis menggunakan difraktometer sinar-X (XRD).Pada penelitian ini analisis difraktometer sinar-X (XRD) dilakukan untuk mengetahui telah terbentuk atau tidaknya fotokatalis. Hasil dari XRD menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-Plat Kaca telah terbentuk dan kristal yang terbentuk ialah anatase. Pengujian aktivitas fotokatalis dilakukan dengan mereaksikan 0,01 gram TiO2 Serbuk serta mereaksikan 2 buah TiO2-Plat Kaca  untuk mendegradasi 50 mL larutan Methyl Orange 5 ppm  yang disinari oleh sinar matahari sebagai sumber cahaya dengan variasi waktu penyinaran (1/2, 1, 2, 4 dan 6 jam). Dari hasil penyinaran menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu penyinaran semakin tinggi  %  Methyl Orange terdegradasi,  dalam penelitian ini efektivitas fotokatalis terbaik adalah pada waktu 4 dan 6 jam.