Articles

FRIDAY PRAYER AND AN INDONESIAN ISLAMIC IDENTITY IN CANBERRA, AUSTRALIA Rijal, Syamsul
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.957 KB) | DOI: 10.15642/JIIS.2009.3.1.148-167

Abstract

This paper analyses the meaning of Friday prayer for Indonesian Muslims students in Canberra, Australia. Due to the nature of obligatory prayer (s}ala>h) in Islam, it is hard to identify the symbolic meaning of every movement of prayer for the Muslim participants. However, using Bowen‎‎’‎‎s analysis, this paper emphasizes the social significance of Friday prayer for its participants in a particular place and time. It argues that Friday prayer is viewed by Indonesian Muslim participants as a medium to strengthen their Islamic faith and their membership of the Indonesian Islamic community in Canberra. Being a minority group, facing a prevailing Western culture, they try to maintain their faith and create social cohesion among Indonesian Muslims through their participation in this Islamic ritual.
KLASIFIKASI KLAUSA DALAM IKLAN KOSMETIK DI TELEVISI Rijal, Syamsul
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 1, No 1 (2015): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.719 KB) | DOI: 10.26499/loa.v1i1.2038

Abstract

                                                           AbstrakBerbagai jenis iklan yang ditampilkan di televisi telah berhasil menarik simpati penonton sebagai calon pembeli. Selain faktor visual yang menarik calon pembeli, keberhasilan sebuah iklan sangat bergantung pada bentuk bahasa yang digunakan, baik diksinya, jenis bahasanya, maupun bentukbentuk klausa atau kalimat yang digunakan. Penelitian ini berusaha mendeskrisikan dan mengklasifikasikanklausa yang digunakan iklan kosmetik di televisi. Dengan metode simak, rekam, dancatat, iklan-iklan kosmetik tersebut berhasil diklasifikasikan sebagai berikut. Secara intern unsur klausa, penggunaan klausa pada iklan kosmetik di televisi dapat dibedakan atas klausa bebas (klausa lengkap), klausa tak lengkap, dan klausa terikat. Berdasarkan kategori yang menduduki fungsi predikat, penggunaan klausa pada iklan kosmetik di televisi meliputi klausa verbal, klausa nominal, klausa numeralia, klausa adverbia, dan klausa adjektiva. Secara intern, klausa yang palingsering digunakan adalah klausa tak lengkap dan klausa bebas (klausa lengkap). Sementara itu, berdasarkan kategori yang menduduki fungsi predikat, klausa yang paling sering digunakan adalah klausa verbal.Kata kunci: sintaksis, klasifikasi klausa, iklan kosmetik                                                            AbstractVarious types of advertisements on television have attracted television viewers as prospective buyers. Instead of interesting visualization, the success of advertisements depends on the language used, especially diction, types of language, and forms of clauses or sentences. This study attempts to describe and classify clauses on television cosmetics advertisements. It applies tapped, listened, and note taking methods. The result shows that based on the clause elements, clauses on television cosmetics advertisements can be classified as independent clauses and dependent clauses. Based on the predicates, clauses on television cosmetics advertisements can be classified as verbal, nominal, numeral, adverbial, and adjectival clauses. Dependent and independent clauses are frequently used in the advertisements. Verbal clauses are also commonly used in those advertisements.Keywords: syntactic, clausa classification, cosmetic advertisement
HIPNOLINGUISTIK: BAHASA ALAM BAWAH SADAR Rijal, Syamsul
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are some activities that are often using hypnosis. The activity is an activity utilizing the acceptance of linguistic phonological encoding the human right brain. The activity can be found in hypnotherapy, hypno teaching, as well as sales and marketing. Activities that use the hypnosis process utilizing other forms of words, phrases, and certain clauses, such as: relax; comfortable; smart kids; deep sleep; off the record, but I just tell you; this is just for you; and the mother only pay this price. In general, the forms of linguistic encoding used in hypnosis are words, phrases, clauses were significantly positive. Negative meaningful linguistic encoding should be avoided because the right brain's memory can not store negative encoding.Keywords: hypnolinguistic, hypnosis, the subconscious languageAda beberapa aktivitas yang sering menggunakan metode hipnosis. Aktivitas tersebut adalah aktivitas memanfaatkan penerimaan enkode linguistik fonologi pada otak kanan manusia. Aktivitas itu dapat dijumpai pada hipnoterapi, hipnoteaching, serta penjualan dan pemasaran (sales marketing). Aktivitas yang menggunakan proses hipnosis tersebut memanfaatkan bentuk-bentuk kata, frasa, dan klausa tertentu, seperti: rileks; nyaman; anak pintar; tidur yang nyenyak; off the record, tapi saya cuma beri tahu anda; ini cuma untuk anda; dan ibu hanya membayar harga yang ini. Pada umumnya, bentuk enkode linguistik yang digunakan dalam hipnosis adalah kata, frasa, klausa yang bermakna positif. Enkode linguistik yang bermakna negatif harus dihindari karena memori otak kanan tidak dapat menyimpan enkode negatif.Kata kunci: hipnolinguistik, hipnosis, bahasa alam bawah sadar
CRAFTING HIZBIYYIN IN CONTEMPORARY INDONESIA: Da’wah and Recruitment of Hizbut Tahrir Indonesia in South Sulawesi Rijal, Syamsul
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.375 KB) | DOI: 10.15642/JIIS.2011.5.1.130-152

Abstract

This article aims at analysing the growing membership of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) by looking at its local development in Makassar, South Sulawesi. While many scholars have emphasized external factors in explaining the rise of Islamist movements, including HTI, this study emphasizes internal explanation from the movement itself. It discusses the strong relationship between HTI da’wah doctrines, recruitment strategy and the joining process. The various recruitment methods and strategies of HTI are in line with its doctrinal stages of da’wah, namely  the stage of culturing (tathqif), the stage of interaction with the ummah, and the stage of taking over the government. This article suggests that individual persuasion through pre-existing interpersonal networks is crucial in attracting young Muslims to participate in HTI. Borrowing theories of conversion by Lofland-Stark and Wiktorowicz, the article demonstrates three  processses of joining in HTI: cognitive opening, religious seeking, and socialization.
ANALISIS FRAMING PADA PEMBERITAAN TEWASNYA OSAMA BIN LADEN DI HARIAN REPUBLIKA-KOMPAS Najla, Armiah; Rijal, syamsul; falikhah, nur
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 11, No 22 (2012)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v11i22.1780

Abstract

Mass media have a strong influence in creating the image of characters. The actions and behavior of Osama (Usama) as the leader of al Qaeda  also not immune from the attention of the media. When he was killed by the military elite of Obama, the events are the news headlines in a number of international and national media. Two major newspapers in Indonesia also took a moment to compose how media policy is. Through study groups, the authors traced the creation of the meaning behind the choices of topics taken by two media sources through its affiliates.  Republika chooses  headlines representing subjectivity Islamic-leaning newspaper, giving sympathy and empathy on the issue of Islamic societies in the middle east, whereas Kompas prefers describing the greatness and success of the United States crippled Osama, while putting out the issue to the world's terrorists locality Indonesia.
PERAN POLITIK KIAI DALAM PENDIDIKAN PESANTREN Rijal, Syamsul
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pesantren, kiai merupakan tokoh sentral yangberperan sebagai decision maker  dan diyakini mempunyai karismatikyang merupakan perwujudan doktrin ulamâ‟ waratsah al-anbiyâ‟.Pengakuan demikian memberi legitimasi bahwa kiai dipandangsebagai sosok yang paling menentukan dalam mengatasi berbagaipersoalan yang dihadapi umat. Namun, demikian, kiai acapdimanfaatkan oleh para politisi sebagai vote getter dalam mendulangsuara. Tulisan ini akan mengkaji peran politik kiai dalam dinamikapendidikan pesantren. Dinyatakan bahwa banyak pesantren yangmengalami degradasi kualitas karena kiainya terlalu sibuk dalamberpolitik, dan pada akhirnya akan ditinggal oleh santrinya.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA SMA BERORIENTASI KARAKTER Rijal, Syamsul
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2013): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : LPM Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v1i1.1931

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan untuk mengembangkan modul pembelajaran berorientasi karakter siswa kelas XI SMA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model 4?D oleh Thiagarajan yang terdiri atas 4 tahap, yaitu: pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Pengumpulan data dilakukan melalui proses validasi modul pembelajaran, validasi rencana program pengajaran, validasi respon siswa terhadap pembelajaran dan modul, dan validasi tes hasil belajar. Data uji coba dan tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria efektif, yakni: (1) Hasil belajar kimia telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan persentase 84% (2) Aktivitas siswa berjalan sesuai yang diharapkan, (3) Kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori tinggi, dan (4) Respon siswa memenuhi kriteria respon positif. Berdasarkan penilaian ahli dan hasil uji coba menunjukkan bahwa modul pembelajaran kimia berorientasi karakter memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Kata kunci: Karakter, Modul Pembelajaran Kimia, Hasil Belajar.
SYARI’AH DAN TASAWUF: Pergulatan Integratif Kebenaran dalam Mencapai Tuhan Rijal, Syamsul; Umiarso, Umiarso
Jurnal Ushuluddin Vol 25, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v25i2.3931

Abstract

Hukum Islam (syari’ah) dan tasawuf adalah dua entitas yang sampai saat ini masih terpancang sebagai varian yang berdiri sendiri, bahkan dua entitas ini sering dihadapkan secara vis a vis. Syari’ah yang berdiri secara konsisten pada dimensi eksoteris (lahiriah) mengklaim bahwa sufi secara keseluruhan mengabaikan ketentuan lahiriah hukum agama dan menggantikan praktik mendasar dengan inovasi desain mereka sendiri, sehingga menghapus diri dari komunitas muslim sejati. Sedangkan para sufi sendiri yang berkecipung di dunia esoteris menyatakan bahwa para fuqaha hanya melihat sisi eksplisit yang ada pada lembar-lembar al-Qur’an dan hanya bersikap formalitas belaka tanpa menangkap esensi atau substansi ajaran Islam. Syari’at, tarekat, hakekat, dan makrifat adalah langkah integratif dalam sufisme. Oleh karena itu, dua dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak saling menegasikan (integratif-monokhotomik) antara satu dimensi dengan dimensi lainnya. Antara dua dimensi ini terbuka ruang untuk menemukan “kebenaran hakiki” menuju satu Tuhan
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI Purnamasari, Ayu; Hudiyono, Yusak; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 2 (2017): Edisi April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i2.681

Abstract

ABSTRACT The research will analyze social facts, social events, and social behavior that occurs in the community and social change on the main character in Bekisar Merah novel. The method used in this research is qualitative descriptre method. Qualitative research is a research to understand phenomenon about what has experienced by the subject of usearch. The writer get the data by reading and recording technique. That is reading the whole novel and then recording the relevant datas which is connects to the analyzed object and conclude it, the result is there is a social fact included social symptom, norm and law. Social symptom influenced by proverties and education at society in Krangsoga village. Norms in the Bekisar Merah is norm of decency is helping each others work together in society and religion norm. verdict meant in Bekisar Merah novel is a rule, which is norm and sanction made to arrange human behavior. Social event happened in Bekisar Merah novel is with Darsa having affair with Sipah that make everyone talk about it and the when. Many coconuts trees collapsed for electricity lane. Social behavior includes habitant psychology at of village. There is social alteration of main participant Lasi. Change from village woman become a rich man’s wife which make herself as ‘Bekisar Merah’ in a city.  Key words: social fact, social behavior, social alterationABSTRAK Penelitian ini akan menganalisis fakta sosial, peristiwa sosial, perilaku sosial yang terjadi di masyarakat dan perubahan sosial pada tokoh utama dalam novel Bekisar Merah. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Penelitian kualitatif adalah yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Penulis memperoleh data dengan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu adanya fakta sosial yang meliputi gejala sosial, norma dan hokum. Gejala sosial dipengaruhi kemiskinan dan pendidikan pada masyarakat desa Karangsoga. Norma yang terdapat dalam novel Bekisar Merah adalah norma kesusilaan yaitu saling membantu, bergotong royong pada masyarakat dan adanya norma keagamaan. Hukum yang di maksud dalam novel Bekisar Merah adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatr tingkah laku manusia. Peristiwa sosial yang terjadi dalam novel Bekisar Merah adalah ketika Darsa berselingkuh dengan Sipah yang membuat semua orang membicarakannya dan peristiwa ketika pohon kelapa banyak direbahkan untuk masuknya jalur listrik. Perilaku sosial meliputi psikologi masyarakat desa pada novel. Adanya perubahan sosial pada tokoh utama yaitu Lasi, perubahan dari wanita desa hingga menjadi istri orang kaya yang membuat dirinya menjadi ‘Bekisar Merah’ di sebuah kota. Kata kunci: fakta sosial, peristiwa sosial, perubahan sosial 
Islam and Jihad: the Quest for Peace and Tolerance Rijal, Syamsul
JICSA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JICSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v5i2a5

Abstract

The topic of the writing is Islam and Jihad.  The main focuses of this writing is how the concept of “Jihad” understood by the West, which is labeled as “Radical Islamist” on the base of the action of the radical Islamic groups, while Islam undermines tolerance and peace? The methodology of this writing is descriptive analyzes of the concept of Islam and jihad. It found that the idea of jihad has multiple meanings in Islam which is not confined to holy war. It is lesser jihad which is considered as holy war. However, holy war in Islam does not refer to military aggression as understood within the Christian tradition. The values of peace and tolerance are emphasized as Islam is very concerned with the sanctity of human life, justice and humanity. In addition, the history of Islam has shown that in the classical era Muslims could coexist with non-Muslims in harmony and peace. It is clear that Islam is deeply concerned with peace and tolerance such as Silm, assalamu alaikum etc. Jihad has been misunderstood and distorted in the west and among Muslim radicals as it tends to be associated with Muslim aggression, holy war, violence, and terrorism.