Indah Riwayati
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Semarang Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang 50236

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

ADSORPSI LOGAM TIMBAL DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN KULIT KETELA RAMBAT (Ipomoea batatas L) Wulandari, Yuni; Kurniasari, Laeli; Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam timbal menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup. Menyadari ancaman tersebut,salah satu alternatif menghilangkan logam timbal adalah dengan menggunakan biosorben kulit ketela rambat. Biosorben kulit ketela rambat memiliki kandungan utama berupa amilosa dan amilopektin yang merupakan struktur polisakarida dan gugus aktif yang akan menarik dan mengikat logam pada biomassa. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan biosorben dengan larutan timbal dengan variasi pH 3,4,5,6; variasi waktu 1; 1,5;2 ;2,5 jam dan variasi massa biosorben 0,25; 0,5; 0,75; 1 gram. Kondisi terbaik diperoleh pada pH 5, bobot adsorben 0,25 gram dan waktu kontak 2 jam. Pada model kesetimbangan isoterm Langmuir diperoleh nilai Q maks sebesar 45,45 ppm dengan nilai koefisien korelasi 0,943. Sedangkan pada model kesetimbangan isoterm Freundlich menunjukkan nilai korelasi koefisien 0,988 dengan konstanta kesetimbangan KF 0,767 dengan nilai n= 0,3636. Hasil ini menunjukkan model isoterm Freundlich memiliki korelasi relatif yang lebih linier untuk proses biosorpsi dengan kulit ketela rambat. Kata kunci: Adsorpsi, Kulit ketela rambat, Timbal
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Indah Riwayati Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNWAHAS Jl.Menoreh tengah x/22 sampangan, Semarang e-mail: riway79@yahoo.com   Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Indah Riwayati Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNWAHAS Jl.Menoreh tengah x/22 sampangan, Semarang e-mail: riway79@yahoo.com   Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
PENGARUH WAKTU TERHADAP KANDUNGAN GLUKOSA PADA REAKSI HIDROLISA ENZIMATIS DAUN API API (Avecennia alba) DENGAN MENGGUNAKAN SELULASE Rofik, Syaiful; Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, sehingga harus dicari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui agar tidak terjadi krisis energi. Salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui adalah bioetanol yang dapat dibuat melalui proses fermentasi glukosa. Salah satu bahan yang dapat dipergunakan untuk fermentasi adalah selulosa melalui proses hidrolisa untuk menghasilkan glukosa. Salah satu sumber selulosa adalah daun Api-api (Avecennia alba). Hidrolisa dapat dilakukan melalui proses kimia maupun enzimatis dengan bantuan selulase. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu terhadap kadar glukosa pada proses hidrolisa daun Api-api dengan menggunakan enzim selulose. Dari percobaan dengan kondisi suhu 50o C, pH 5 serta perbandingan enzim:simplisia =1:10 diperoleh kadar glukosa maksimum 22,04% dengan waktu reaksi 72 jam.Kata kunci: gluokosa, daun Api-api, enzim selulose
PEMANFAATAN SUSU SAPI PERAH MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN MENJADI SABUN MANDI SUSU (IPTEKS BAGI MASYARAKAT PETANI-PETERNAK DI DESA TERWIDI GUNUNG PATI SEMARANG) Riwayati, Indah; Hartati, Indah; Darmanto, .; Subekti, Endah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Techno Volume 16 No.1 April 2015
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra kelompok tani ternak sapi perah yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat perajang/pencacah rumput dan singkong, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk susu sapi yakni sabun susu sapi disertai dengan aplikasi alat mixer yang digunakan dalam proses produksi sabun susu sapi, (iii) memberikan pelatihan desain kemasan, (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil, dan (v) memberikan pelatihan perijinan. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin perajang rumput dan singkong, pelatihan proses produksi sabun susu sapi, penggunaan alat mixer pada proses produksi sabun susu sapi, pelatihan desain kemasan sabun susu sapi, pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan perijinan. Metode yang digunakan guna mencapai tujuan adalah sebagai berikut: (i) perbaikan proses produksi akan dilakukan dengan merancang, mempabrikasi alat perajang rumput oleh tim pengusul bersama mitra serta menguji coba alat. Pabrikasi dilakukan di Workshop tim pengusul, (ii) pelatihan proses produksi sabun susu sapi  dilakukan dengan tahapan berupa pelatihan, uji coba alat dan pendampingan yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek;  (iii) pelatihan desain kemasan akan dilakukan hingga mendapatkan prototype desain kemasan sabun susu sapi yang baik dan menarik. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; (iv) pelatihan manajemen usaha akan dilakukan guna memberikan dasar-dasar manajemen usaha dan strategi pemasaran. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; dan (v) pelatihan perijinan  dilakukan melalui ceramah dan diskusi sehingga mitra memahami prosedur permohonan ijin suatu produk. Kata kunci : ipteks, sabun, susu, sapi
PRODUCTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS AN ANTI CANCER AGENT FROM CITRUS PEEL PECTIN THROUGH ENZYME DEMETHYLATION BY PAPAYA PECTINESTERASE Hartati, Indah; Riwayati, Indah; Kurniasari, Laeli
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 12, No 1 (2011): Jurnal Techno April 2011
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. LMP administering could reduce the risk of cancer, halt the progression of cancer, and in a certain percentage of cases caused the cancer cells to start to die. If this can be developed further, LMP administration could be a good co-treatment for chemotherapy or radiation. This would be a positive advancement, due to the high toxicity to the body of both chemotherapy and radiation. LMP can be produced by demethylation of high methoxyl pectin. One of our local resources that is potential for its pectin content is citrus peel. Pectin demethylation can be conducted by acid, alkali, ammonia in alcohol or enzymatic method. LMP produced by enzyme demethylation have been found to be inferior in quality to those produced by other methods. The enzyme took part in the pectin demethylation is pectinesterase. Pectinesterase can be  be isolated from various source such as fruit and vegetables. One of our local resources that is potential as source of pectinesterase is papaya.  Considering facts above thus it has a great possiblity to produce LMP from citrus peel pectin through enzymatic demethylation by utilize pectinesterase of papaya. Key-word : Low methoxyl pectin pectin (LMP), anti cancer, citrus peel pectin, papaya, pectinesterase 
STUDI HIDROLISA MINYAK GORENG BEKAS SECARA ENZIMATIS AKTIVASI GELOMBANG MIKRO riwayati, indah; Kurniasari, L.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng di industri dan rumah tangga yang cukup besar  dapat menimbulkan masalah lingkungan. Hal ini disebabkan oleh limbah dalam bentuk minyak goreng bekas yang sudah tidak layak konsumsi. Minyak mempunyai rantai karbon yang panjang sehingga membutuhkan waktu cukup lama bagi alam untuk menguraikannya. Minyak  bekas  juga mempunyai mempunyai kandungan trigliserida yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan asam lemak dan gliserol melalui reaksi hidrolisa. Reaksi hidrolisa lemak secara enzimatis tidak efisien karena membutuhkan waktu yang lama dan harga  enzim yang relatif mahal. Dari studi yang dilakukan terdapat peluang untuk mengefisienkan proses hidrolisa dengan mempercepat waktu reaksi. Salah satu caranya adalah dengan batuan gelombang mikro. Reaksi hidrolisa minyak dengan bantuan gelombang mikro ini tidak hanya membuat reaksi lebih efisien, tetapi juga menghasilkan proses yang lebih bersih dan hemat energi. Kata Kunci : minyak goreng bekas, lipase, gelombang mikro
POTENSI XANTHATE PULPA KOPI SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMISAHAN ION TIMBAL DARI LIMBAH INDUSTRI BATIK Hartati, Indah; Riwayati, Indah; kurniasari, Laeli
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik, semakin besar pula volume limbah cair yang dihasilkannya. Limbah cair industri batik dilaporkan mengandung logam berat. Keberadaan logam berat khususnya timbal dalam limbah cair industri batik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses  pemisahan logam berat dari suatu larutan dapat dilakukan melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben yang berbasis biomassa. Namun demikian, adsorben tersebut memerlukan proses modifikasi guna meningkatkan kapasitas adsorpsi dan performa adsorpsi. Proses modifikasi adsorben melalui pengikatan gugus pembawa sulfur, khususnya xanthate merupakan proses yang paling menonjol karena adsorben terxantasi merupakan: senyawa yang sangat tidak larut, mudah dibuat dengan reagen yang relatif tidak mahal, serta memiliki  kestabilan yang tinggi saat membentuk kompleks dengan logam. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari adsorben yang kaya akan gugus hidroksil, seperti pulpa kopi. Pulpa kopi merupakan limbah proses pengolahan kopi secara basah. Pemanfaatan pulpa kopi sebagai adsorben terxanthasi sebagai adsorben logam berat dapat menyelesaikan setidaknya dua permasalahan sekaligus yakni pemisahan logam berat dari limbah cair serta mengurangi dampak pencemaran industri pengolahan kopi. Guna proses desain sistem adsorpsi timbal dari limbah cair menggunakan senyawa xanthate pulpa kopi, data-data fundamental yang perlu dikaji dan ditentukan antara lain: kajian kesetimbangan adsorpsi isoterm, kinetika adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Kata Kunci: pulpa kopi, adsorpsi, timbal, xanthate, batik
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KOPI Winarni, Endah; Ratnani, Rita Dwi; Riwayati, Indah
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat  sudah  mulai  peduli  terhadap  pemeliharaan kesehatan  dengan  menghindari penggunaan senyawa kimia berbahaya pada bahan makanan. Mereka memilih bahan makanan yang diproduksi secara organik, yaitu bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang diproduksi melalui  sistem  pertanian  organik.  Sistem  pertanian organik adalah  sistem pertanian yang menggunakan pupuk dan obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami. Bahan yang dipakai  untuk  pembuatan  pupuk  organik  adalah  limbah kandang  ternak  baik berasal dari kotoran ayam, kambing/domba maupun dari kotoran sapi. Indonesia merupakan negara penghasil kopi keempat terbesar di dunia. Saat ini konsumen banyak memilih produk-produk  yang dihasilkan  secara organik. Saat ini kopi  juga  sudah diproduksi  secara organic meskipun  pengelolaannya  belum  dilakukan  secara  intensif. Para petani kopi masih  ada yang memberi  tambahan  pupuk urea  karena para petani sebagian besar kurang    yakin dengan hanya menggunakan pupuk organik. Mereka menginginkan pertumbuhan yang cepat tanpa melihat akibat dari penggunaan urea terhadap lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman kopi untuk meyakinkan  para  petani. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C-Organik, N-total, C/N rasio dari beberapa jenis pupuk organik yang digunakan, pertumbuhan tanaman kopi dengan menggunakan  berbagai  jenis  pupuk organik, serta mengetahui  efektivitas  jenis pupuk  organik terhadap  pertumbuhan  tanaman kopi. Penelitian  dilakukan di Desa Pager Gunung, Kecamatan  Pringsurat, Kabupaten Temanggung  dengan  melibatkan  gabungan kelompok  tani dari Desa Pager Gunung sebagai kooperator dan berperan secara aktif dalam pelaksanaan tahapan kegiatan. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 6 bulan pada musim tanam-II tahun 2011.Penelitian  dilakukan  melalui  pendekatan  On Farm Research (OFAR) dimana  dilaksanakan  penelitian  di lahan  petani  kooperator  dengan  mengutamakan  unsur partisipatif petani pelaksana terhadap semua tahapan kegiatan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan jenis pupuk dan 1  tanpa    pemupukan sebagai kontrol  dimana  masing-masing perlakuan  dan  kontrol  diulang 10 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi  pembuatan pupuk organik, pengambilan sampel  pupuk organik  dan analisa di  laboratorium, serta aplikasi pupuk di lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan perkembangan  indeks  luas  daun  pada pengamatan minggu ke 3 ke  minggu  ke 4,  perlakuan  pupuk  kandang  kambing ditambah bioaktivator  OrgaDec 16,62% dengan  indeks  luas daunnya 208,02 cm²,  pupuk  kandang kambing petani  tanpa bioaktivator 4,4 % dengan  indek  luas daun 170,26cm², pupuk kandang sapi  ditambah  OrgaDec 6,63% dengan  indeks  luas daun 168,69 cm², Pupuk  kandang  sapi petani tanpa penambahan bioaktivator 7,26% dengan indeks luas daun 162,40 cm², pemberian pupuk  komersial (OSA) 6,90% dengan  indeks  luas  daun 135,74 cm², serta  kontrol 9,40% dengan  indeks  luas daun 147,78 cm². Perlakuan pupuk kandang kambing ditambah OrgaDec mempunyai  kandungan C-Organik yang paling tinggi  diantara  berbagai  macam perlakuan pupuk    yang digunakan  yaitu 28,11%, dengan kandungan N-total 2,5%  dan perkembangan luas daun terlebar. Sehingga pupuk  organik  yang berasal  dari  pupuk kandang  kambing ditambah  OrgaDec  merupakan  pupuk organik    yang paling sesuai  digunakan  untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi.    Kata Kunci :pupuk organik, pertumbuhan, tanaman kopi