Articles

Found 10 Documents
Search

PENGGUNAAN UREA SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PROSES BIODEGRADASI SUBSTRAT LUMPUR SAWIT OLEH JAMUR PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM Noferdiman, Noferdiman; Rizal, Yose; Mirzah, Mirzah; Heryandi, Yan; Marlida, Yetti
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 11 No 4 (2008): JIIP Volume 11 No. 4 November 2008
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.887 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v11i4.748

Abstract

The research was conducted to study the biodegradation capability on palm oil sludge substrate by Phanerochaete  chrysosporium   with increasing urea  as  nitrogen  source. The  experiment was  designed using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, namely : U-0 = 0,0 %  Urea,    U-1=      0,5  %  Urea,    U-2  =  1,0  %  Urea,    U-3  =  1,5  %  Urea  and  U-4  =  2,0  %  Urea. The observed variables were the amount of spore, C/N ratio, pH, crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The result of this study showed that added urea were significantly (P<0.01) crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The use of urea on the first level amounting to  1.5  %  in palm  oil  sludge  can  help  Phanerochaete  chrysosporium   to  reduce  crude  fiber to (30,71%),  lignin (29.89  %),  cellulose (36.42  %) and it  can  increase  the  content  of crude  protein    to    (34.50  %), reduction sugar and enzyme activities.
Implementasi Prinsip Akuntabilitas Publik dan Kaitannya Dengan Reformasi Birokrasi di Sumatera Barat Rizal, Yose
JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prinsip akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Akuntabilitas publik merupakan prinsip dasar dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan juga berimplikasi pada prinsip transparansi, efektifitas, efisiensi dan partisipasi. Penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan belum dilaksanakan dengan baik dengan melihat pada indikator manajemen keuangan, manajemen respons dan kekuatan institusi. Inilah aspek penting yang harus diperbaiki melalui agenda reformasi birokrasi yang sekarang dilaksanakan pemerintah daerah, khususnya di tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu, penelitian ini juga menemukan indikator penting yang dapat membantu pemerintah daerah memperbaiki prinsip akuntabilitas ini adalah kesediaan berubah untuk menjadi lebih baik. Inilah dasar reformasi birokrasi yang sekarang dilaksanakan. Namun, dalam proses reformasi birokrasi tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar justru hanya menguatkan aspek kelembagaan dan pengaturan  tanpa melihat kebutuhan masyarakat yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan pemerintah daerah cenderung menggunakan paradigma administrasi publik lama ketimbang paradigma manajemen publik baru. Kata kunci : Akuntabilitas, Reformasi Birokrasi Dan Manajemen Publik BaruAbstract : This study aims to investigate the implementation of the principle of public accountability in local governance. Public accountability is a basic principle in the implementation of good governance and also has implications for the principle of transparency, effectiveness, efficiency and participation. This study found that public accountability in governance has not been implemented properly by looking at the indicators of financial management, response management and the strength of the institution. These factors are important aspects that should be improved through bureaucratic reform agenda in which has been implemented by local government, especially at provincial and district levels. In addition, the study also found the degree of willingness of local governments to change for the better system can improve the accountability principle. This is the basis of bureaucratic reform is now implemented. However, in the process of bureaucratic reform which was conducted by the West Sumatra Provincial Government and the Regency of Tanah Datar only strengthen the institutional aspects and settings but ignore the expectations of the community. This study concluded local governments tend to use the old paradigm of public administration rather than new public management paradigmKey words : Accountability, Bureaucracy Reform, New Public Management
POTENSI DAN PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum) AFKIR SEBAGAI PAKAN TERNAK UNGGAS Handayani, Ulvi Fitri; Mahata, Maria Endo; Rizal, Yose; Suliansyah, Irfan; Wizna, Wizna
Jurnal Peternakan Vol 15, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v15i1.4279

Abstract

One of the important things in determining the quality of livestock products is feed ingredients. The quality of Poultry products will be influenced by the nutrient intake provided. Tomato reject is one of the special ingredients of a feed because it contains high lycopene. Lycopene is well known as an antioxidant, also it can lower cholesterol content. However, lycopene still in the matrix of tomato tissue and trans-form lycopene what difficult to digest and absorb in the body. So, in this paper presents the extent to which the development of research utilization of tomatoes high lycopene as poultry feed. As well as opening more widely how to increase the value of lycopene tomatoes in poultry products.
Evaluasi Strategi Pengembangan Jaringan Telekomunikasi dengan Blue Ocean Strategy Rizal, Yose
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i1.1148

Abstract

Industri telekomunikasi di Indonesia adalah salah satu industri yang paling dinamis dan di dunia berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk 250 juta orang, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial disemua industri, khususnya industri telekomunikasi. PT Indosat Tbk sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia melakukan beberapa Strategi Pengembangan Jaringan dalam meningkatkan kualitas jaringan untuk kepuasan pelanggan dan akhirnya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, melihat pada Indosat Quarterly (Q2 2014) dan Laporan Tahunan (2013), pendapatan seluler menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program-program strategis yang telah dilakukan oleh PT Indosat Tbk selama periode 2013 sampai dengan 2014. Metode analisa dalam mengevaluasi strategi bersaing perusahaan saat ini adalah Analisis SERVO dan output dari analisa SERVO akan menjadi masukan dalam analisa (BOS) untuk mencari peluang baru dalam persaingan. Berdasarkan penelitian ini, PT Indosat masih memiliki kekuatan untuk bersaing dengan operator telekomunikasi lain yang cakupannya luas dan yang pendapatan selulernya tinggi. Untuk meningkatkan pendapatan, PT Indosat harus meningkatkan jumlah BTS terutama daerah-daerah yang belum terjangkau atau yang belum ada coverage dibandingkan dengan melakukan modernisasi jaringan.
KOLABORASI PERS, JURNALISTIK DAN WARTAWAN Rizal, Yose
Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dunia jurnalistik tidak hanya milik wartawan professional saja tapi milik semua orang yang ingin berbagi informasi. Karena berbagai informasi yang dibutuhkan khalayak tidak selalu terpenuhi oleh media massa konvensional (umum). Adapun tulisan ini adalah ingin melihat lebih dalam bagaimana peran pers, jurnalistik dan wartawan juga bagaimana seharusnya menjadi seorang jurnalistik yang professional berdasarkan kode etik yang telah ada. ?
Implementasi Prinsip Akuntabilitas Publik dan Kaitannya Dengan Reformasi Birokrasi di Sumatera Barat Rizal, Yose
JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik) Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prinsip akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Akuntabilitas publik merupakan prinsip dasar dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan juga berimplikasi pada prinsip transparansi, efektifitas, efisiensi dan partisipasi. Penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan belum dilaksanakan dengan baik dengan melihat pada indikator manajemen keuangan, manajemen respons dan kekuatan institusi. Inilah aspek penting yang harus diperbaiki melalui agenda reformasi birokrasi yang sekarang dilaksanakan pemerintah daerah, khususnya di tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu, penelitian ini juga menemukan indikator penting yang dapat membantu pemerintah daerah memperbaiki prinsip akuntabilitas ini adalah kesediaan berubah untuk menjadi lebih baik. Inilah dasar reformasi birokrasi yang sekarang dilaksanakan. Namun, dalam proses reformasi birokrasi tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar justru hanya menguatkan aspek kelembagaan dan pengaturan  tanpa melihat kebutuhan masyarakat yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan pemerintah daerah cenderung menggunakan paradigma administrasi publik lama ketimbang paradigma manajemen publik baru. Kata kunci : Akuntabilitas, Reformasi Birokrasi Dan Manajemen Publik BaruAbstract : This study aims to investigate the implementation of the principle of public accountability in local governance. Public accountability is a basic principle in the implementation of good governance and also has implications for the principle of transparency, effectiveness, efficiency and participation. This study found that public accountability in governance has not been implemented properly by looking at the indicators of financial management, response management and the strength of the institution. These factors are important aspects that should be improved through bureaucratic reform agenda in which has been implemented by local government, especially at provincial and district levels. In addition, the study also found the degree of willingness of local governments to change for the better system can improve the accountability principle. This is the basis of bureaucratic reform is now implemented. However, in the process of bureaucratic reform which was conducted by the West Sumatra Provincial Government and the Regency of Tanah Datar only strengthen the institutional aspects and settings but ignore the expectations of the community. This study concluded local governments tend to use the old paradigm of public administration rather than new public management paradigmKey words : Accountability, Bureaucracy Reform, New Public Management
Saiful Bachelor of Engineering Anwar, Saiful; Rizal, Yose; ., Aprizal
Aptek Vol 11 No 2 (2019): JURNAL APLIKASI TEKNOLOGI (APTEK)
Publisher : Aptek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.071 KB)

Abstract

Abstrak? Seiring bertambahnya  ilmu pengetahuan khususnya dibidang permesinan, terutama pada pembubutan radius pada Mesin Bubut konvensional dengan kelemahan: Contour yang dihasilkan kurang akurat, Ukuran cutter radius memiliki keterbatasan, Setiap pergantian ukuran radius yang dibubut membutuhkan waktu rata-rata 10 (sepuluh) menit, pada saat pembubutan radius dalam, pengasahan pahat cukup rumit, penentuan start dan end point radius cukup rumit. penelitian kali ini akan merancang penjepit pahat radius pada bagian Holder toolpost. Hasil dari perancangan  menunjukkan bahwa desain radius tool post yang terbaik yang akan dirancang. Alat ini juga mampu menghasilkan radius ukuran besar hingga R100,  keakurasian (Rmax) alat dapat mencapai kurang dari 100 mikron dengan waktu yang diperlukan pada saat setting pergantian ukuran radius adalah hanya 25 detik.  
PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES HARD CHROME PADA SPROCKET GEAR DEPAN SEPEDA MOTOR TERHADAP NILAI KEAUSAN Rizal, Yose; Fathoni, Ahmad; Daulay, Efwin Anggi Muliya
Aptek Vol 12 No 1 (2020): JURNAL APTEK
Publisher : Aptek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.878 KB)

Abstract

Sprocket gear adalah salah satu suku cadang sepeda motor yang mempunyai usia habis pakai. Dalam pengoperasiannya sprocket gear selalu bergesekan dengan rantai, khususnya untuk sprocket gear depan memiliki beban kerja yang lebih besar dari sprocket gear belakang. Dari gesekan dan beban kerja yang besar tersebut menyebabkan keausan dan berkurangnya umur pakai. Maka dibutuhkan ketahanan aus sprocket gear yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketahanan aus sprocket gear sepeda motor dengan melakukan electroplating hard chrome. Electroplating hard chrome merupakan sebuah nama yang diadopsi oleh industri untuk proses pelapisan listrik menggunakan chromium. Parameter yang digunakan yaitu variasi waktu lama pelapisan 30, 45 dan 60 menit. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakuan electroplating hard chrome dengan variasi lama waktu pelapisan 30, 45 dan 60 menit dan menguji nilai keuasan menggunakan alat uji aus type YC90S-4 standard ISO 9001 CE sesuai dengan ASTM G65. Hasil pengujian keausan yang dilakukan menunjukkan bahwa keausan pada sprocket gear yang telah dilakukan proses hard chrome mengalami penurunan nilai keausan tertinggi terhadap spesimen dasar terjadi pada lama waktu pelapisan 60 menit yaitu sebesar 0,00013289 gram/km atau 60,03%.
OPTIMASI DF BERBASIS POSISI JENDELA MENGGUNAKAN ESTETIKA ASIMETRIS Rizal, Yose; Robandi, Imam; Yuniarno, Eko Mulyanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7, No 3: Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020733160

Abstract

Jendela merupakan elemen arsitektur yang berfungsi memasukan pencahayaan alami dari luar kedalam bangunan. Distribusi pencahayaan siang yang merata masuk kedalam ruangan dapat meminimalkan penggunaan pencahayaan buatan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari optimasi posisi jendela dengan pendekatan kepada distribusi jarak daylight factor (DF) dan estetika komposisi spasial. Analisis dilakukkan berdasarkan kualitatif distibusi DF pada ruangan terhadap posisi bukaan jendela secara estetika komposisional beradasarkan grafik teori kecocokan represetasional. Tahap fitting dan normalisasi pada nilai daylight factor dan estetika asimetri dari teori kecocokan represetasional merupakan langkah awal untuk mendapatakan optimasi nilai faktor yang nantinya akan diberikan suatu nilai faktor bobot ( ) untuk kedua variabel. Hasil studi di dapat  posisi jendela paling optimal berada pada posisi jarak 23% dari lebar bidang dinding bukaan jendela terhadap sisi jendela bagian dalam, dimana nilai faktor bobot  = 0,5. Optimasi dengan menggunakan nilai  dapat digunakan arsitek untuk menentukkan distribusi DF, estetika asimetri atau bahkan keduanya. AbstractThe window is an architectural element that functions to incorporate natural lighting from outside into the building. Even daylight distribution into the room can minimize the use of artificial lighting. This research was conducted to find window position optimization by approaching the daylight factor (DF) distance distribution and spatial composition aesthetics. The analysis was carried out based on the qualitative distribution of DF in the room to the position of the window opening aesthetically compositional based on a graph of the theory of repetational compatibility. The fitting and normalization phase of DF values and the asymmetry aesthetics of the repetational match theory are the first step to get an optimization of the factor values which will be given a weight factor value (?) for both variables. The results of the study in the most optimal window position can be located at a distance of 23% from the width of the window opening wall area to the inner side of the window, where the weight factor value ? = 0.5. Optimization using the  can be used by architects to determine the distribution of DF, asymmetry aesthetics or even both.
ANALISIS PENDAPATAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN HUTAN TEMBAWANG DI DESA SALUMANG KECAMATAN MEMPAWAH HULU KABUPATEN LANDAK Rizal, Yose; Lumangkun, Augustine; Husni, Harnani
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 4 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembawang forest has the natural resource that used to fulfill the requirement of live society. The aims of this research are to the types of non timber forest product that are extracted by local people in the tembawang area, the amount of revenue in the use of non-timber forest product from tembawang, and to know the factors influence the local people earnings in extractive tembawang. This study used a survey method with interview technique using questionnaires. Sampling of respondents was taken purposive, (purposive sampling). The member of respondents are 50 families in the 3 sub villages of Sempang Ampin, Saba’u, and Batu Pati. The results of this reseach slowed that types of non timber forest product that area extracted are durian, cempedak, keranji, jengkol, kelampai, tampoi, langsat, mangosteen, rambutan, rambai, canary, laugh, petai forest, pehengan, sour of maram, duku, former, acid pauh, sour of kanis, saumang (rambutan), coconut, former / kalimantan, and goods. Besides fruits there is also firewood, bamboo, rebung, for the crop of medicinize like earth dowel, sirih forest, and mengkudu. While the type whic is used as income durian, cempedak, jengkol, and keranji. The are fruits of average of earnings from these fruits is Rp.10.849.860 per family per year, with the highest earnings equal to Rp. 83.254000 per family per year, and the lowest equal to Rp. 779.000 per family per year. The coefficient ditermination is 0,237 means the change of farmer earnings in extracting of forest tembawang that equal to 23,7% is influenced by wide of tembawang area the member of type is influenced the wide area of tembawang, the member of family member working in tembawang, the member of work-hours, and products collected. The regression equation is : Y = 160.951 + 9.724X1 - 045X2 – 12.514X3 – 488X4 + 10.238X5 Keyword : forest, income, people, tembawang, utilizing.