Articles

Found 25 Documents
Search

PRIMARY SCHOOL TEACHERS’ UNDERSTANDING OF ESSENTIAL SCIENCE CONCEPTS Widodo, Ari; Rochintaniawati, Diana; Riandi, Riandi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.656 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.11921

Abstract

Abstract: Teacher?s understanding of science is a prerequisite for teaching science. Due to the lack of science background during their studies, some primary school teachers have limited understanding of science. This study aims at identifying primary school teacher?s understanding of essential science concepts. Data were collected from 293 participants of workshops of professional certification program at university. Teacher?s understanding was measured using a multiple choice test whose answers are in the form of degree of certainty. The study finds that many teachers do not have good understanding of science. Misconceptions are also identified in a number of areas. Student textbooks, myths spread over in the communities, and narrow interpretation of religious teaching are some sources of teacher?s misconceptions. These findings suggest that future professional development program for primary school teachers should be designed in the areas of subject matters and subject matter pedagogy. Keywords: elementary school teachers, misconception, science, understanding
ANALISIS KEMUNCULAN UNSUR SAVI DALAM PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA SUBKONSEP FOTOSINTESIS DI SMP Ropina, Opi; Anggraeni, Sri; Rochintaniawati, Diana
Formica Education Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Education Online
Publisher : Formica Education Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemunculan unsur somatik, auditori, visual, dan intelektual dalam pembelajaran guided inquiry. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII yang mempelajari topik fotosintesis khususnya materi faktor cahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, proses pembelajaran direkam mulai dari kegiatan pembuka sampai penutup tanpa terputus-putus. Data yang dihasilkan berupa kemunculan-kemunculan unsur-unsur SAVI selama pembelajaran diperoleh melalui proses pengodean dengan menggunakan perangkat lunak videograph. Pengodean dilakukan berdasarkan lembar observasi yang berisi indikator-indikator setiap unsur SAVI. Hasil pengodean diolah dengan menggunakan program SPSS 16, output memperlihatkan unsur-unsur SAVI yang dianalisis selama pembelajaran beserta frekuensi kemunculannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap tahapan pembelajaran guided inquiry hampir semua unsur SAVI muncul. Tahap pelaksanaan percobaan merupakan puncak kemunculan unsur-unsur SAVI. Unsur somatik muncul dengan persentase 37,05%; unsur auditori muncul dengan persentase 7,8%; dan unsur visual muncul dengan persentase 13,65%; sedangkan unsur intelektual muncul paling banyak pada tahap undangan inkuiri dengan persentase 6,67%. Pembelajaran guided inquiry yang merupakan pembelajaran aktif ini dapat menunjang proses belajar berdasar aktivitas karena dapat melibatkan indra sebanyak mungkin dan kecerdasan intelektual secara bersamaan. Hal ini membuat kegiatan belajar lebih bermakna dan optimal.
PENGEMBANGAN TES TERTULIS INDO-CAMBRIDGE UNTUK KELAS XI SMA PADA MATERI POKOK SISTEM IMUN Pratiwie, Amalia; Sriyati, Siti; Rochintaniawati, Diana
Formica Education Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Education Online
Publisher : Formica Education Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pengembangan Tes Tertulis Indo-Cambridge Kelas XI SMA pada Materi Pokok Sistem Imun” bertujuan mengembangkan perangkat tes tertulis yang mengadaptasi karakteristik soal Biology Cambridge AS Level dan berdasarkan komposisi Taksonomi Bloom Revisi yang muncul, namun standar isi dan materinya masih mengacu pada kurikulum KTSP. Perangkat tes tertulis yang dikembangkan terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda dan 7 butir soal uraian terstruktur. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik soal Biologi Cambridge AS Level, kemudian mendeskripsikan pula hasil pengembangan tes tertulis Indo-Cambridge tentang kualitas tes dari dua kali uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes Indo-Cambridge yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, daya pembeda, serta efektivitas pengecoh. Selain itu, berdasarkan respon siswa, soal Indo-Cambridge yang dikembangkan dianggap sulit namun menantang dan menarik karena lebih variatif serta hal baru bagi mereka bila dibandingkan dengan soal-soal Biologi yang biasa diberikan guru. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi perspektif baru tentang evaluasi pembelajaran Biologi dan panduan guru untuk menggunakan serta mengembangkan sendiri evaluasi serupa. Kata kunci:  Biology Cambridge AS Level, Indo-Cambridge, Sistem Imun, Kualitas Soal
NEEDS ANALYSIS OF CIMAHI AND WEST BANDUNG DISTRICT ELEMENTARY TEACHERS IN DEVELOPING SCIENCE CURRICULUM AND TEACHING SCIENCE Rochintaniawati, Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.237

Abstract

Studi penilaian kebutuhan guru SD dalam mengembangkan kurikulum ilmu dan ilmu mengajar bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan sekolah dasar dan keterampilan yang dibutuhkan oleh guru dalam rangka untuk membangun rencana pelajaran dan mengajar sains di sekolah dasar. Penelitian deskriptif dan pendekatan korelasi yang digunakan untuk analisis data yang melibatkan 30 guru di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Kuesioner, lembar observasi dan dokumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data menunjukkan bahwa guru-guru SD di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat memiliki latar belakang yang cukup dalam hal derajat dan pengalaman mengajar, tetapi kurang pengalaman dalam in-service training untuk kedua kurikulum SD dan pengajaran sains. Selain itu studi ini menunjukkan guru-guru SD di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam: pengetahuan kurikulum, isi pengetahuan, pengetahuan pedagogis, pengetahuan isi pedagogi dan mengetahui peserta didik dalam beberapa komponen. Selanjutnya, studi ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara guru pendidikan, pengalaman mengajar dan guru latar belakang guru keterlibatan dalam pelatihan guru atau lokakarya dengan kinerja guru dalam mengajar ilmu pengetahuan dan mengembangkan rencana pelajaran. Prioritas kebutuhan guru adalah mengembangkan pemahaman guru terhadap sifat ilmu pengetahuan sebagai proses, produk dan nilai serta perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sains berdasarkan keterampilan proses sains.Kata kunci: guru SD, siswa SD, kurikulum IPA, mengajar IPA
PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMPN 2 CIMALAKA Sulastri, Yeti; Rochintaniawati, Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.302

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang peningkatan penguasaan konsep siswa dalam pembelajaran biologi pada konsep Reproduksi Vegetatif alami tumbuhan melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di SMPN 2 Cimalaka. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMPN 2 Cimalaka dengan jumlah siswa 39 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa adalah dengan menggunakan tes hasil belajar. Temuan hasil pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diperoleh hasil tes siswa sudah memenuhi ketuntasan belajar dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 89,74% dan adanya peningkatan skor post tes siswa dibandingkan dengan pre tes dengan perbedaan yang signifikan, ini menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep siswa. Berdasarkan skor gain ternormalisasi pembelajaran ini mempunyai nilai 0,44 yang tergolong kategori efektivitas sedang. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dikembangkan pada penelitian ini cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa terdapat peningkatan penguasaan konsep siswa dalam pembelajaran Biologi setelah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada konsep Reproduksi Vegetatif Alami Tumbuhan.Kata kunci :  Penguasaan konsep, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
VELOPMENT OF WEBSITE INTEGRATED SCIENCE BOOK FOR SCIENCE AT INDONESIA INTERNATIONAL STANDARDIZED SCHOOL Rochintaniawati, Diana; Widodo, Ari; Widhiyanti, Tuszie
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.231

Abstract

Penelitian Pengembangan Buku Terintegrasi Website Untuk Sains SMP SBI dan RSBI dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan buku sains yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar bagi guru dan siswa SMP di RSBI/SBI. Dengan dikembangkannya buku ini, diharapkan pembelajaran sains dapat mengembangkan pemahaman sains siswa secara terintegrasi, mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, serta mengembangkan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi. Penelitian dilakukan melalui metode Reseach and Development (R&D) yang diawali dengan analisis kurikulum sains SMP berdasarkan KTSP dan kurikulum Cambridge. Penyajian buku berupa tema-tema yang mengintegrasikan konsep-konsep dalam fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Dari hasil uji kelayakan penggunaan buku yang dilakukan terhadap siswa SMP diperoleh bahwa e-book yang disusun memenuhi kriteria penggunaan e-book dalam aspek penyajian gambar, animasi, penggunaan huruf, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar,   latihan serta kegiatan siswa. Secara umum, e- book yang dikembangkan dinilai memiliki kreativitas yang baik dan layak digunakan sebagai buku sumber dalam pembelajaran sains di SMP, khususnya di RSBI/SBI.Kata Kunci: buku sains terintegrasi website, sains terpadu, pembelajaran sains di RSBI/SBI
PEMBELAJARAN BIOLOGI KONSEP SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY DI SMP NEGERI 1 PASEH Rustini, Intang; Eka, Dyah; Sukarsih, Engka; Sulastri, Yeti; Trisnayanti, Leni; Merliana, Nina; Sriyani, Ms; Kasmanah, Ms; Mariam, Iyam; Siswandi, Ade; Maryana, Tata; Sudiman, Maman; Patran, Encang; Dahria, Totoy; Rochintaniawati, Diana; Hamdiyati, Yanti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i1.352

Abstract

Kegiatan lesson study di SMP Negeri 1 Paseh dilaksanakan pada tahun pelajaran 2006/2007. Kegiatan ini diikuti oleh kalangan guru IPA Kabupaten Sumedang beserta team ahli dari dosen FPMIPA-UPI. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: perencanaan, implementasi, dan refleksi. Implementasi kegiatan  dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2006. Untuk bidang studi biologi, konsep yang diambil adalah Sistem Pencernaan Makanan pada sub konsep Uji Kandungan Bahan Makanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Implementasi kegiatan ini dilaksanakan pada kelas VIII-F dengan jumlah siswa 38 orang, yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Secara umum kegiatan lesson study ini membawa pengaruh yang cukup besar dalam upaya peningkatan profesionalisme guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Kegiatan ini hendaknya tidak hanya dilakukan pada saat ada pembimbing dari UPI, melainkan diimplementasikan dalam kegiatan belajar sehari-hari untuk setiap sekolah, baik untuk satu bidang studi saja ataupun antar bidang studi.
EFEKTIVITAS PERTANYAAN PENGARAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN RETENSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Rahman, Taufik; Rochintaniawati, Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.389

Abstract

Questioning plays an important role in teaching learning process. The effect of prompting question and non-prompting question in biology teaching learning process on increasing student’s understanding and student’s retention was evaluated in this study.  The method used in the study was experimental involving students in control group who used student experiment and non-experiment worksheet without prompting question and students in experimental group who used student experiment and non-experiment worksheet with prompting question. The study was carried out in 4 concepts, i.e. the environment sustainability, water pollution, environment study, as well as sight organ in Invertebrate. To evaluate the different effect of student worksheet with prompting question and student worksheet without prompting question on increasing student’s understanding and retention posttest 1 and post-test 2 was given to the two groups in time interval of 2,3 and 4 weeks. From the result of the two tests the retention was measured. The study revealed that in the concept of Environment sustainability, environmental study and water pollution the use of student worksheet with prompting question as well as without prompting question was effectively increased student’s understanding to the concept, and the increasing of student’s understanding to the concept between control and experiment group was equally the same. Meanwhile in the concept of the organ sight in invertebrate the use of experiment student worksheet with prompting question more effectively increased student’s understanding to the concept than the use of experiment student worksheet without prompting question. Student in the experiment group performed better retention on the concept than student in control group.
PROFIL POLA INTERAKSI ANTARA GURU DAN SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA KONSEP EKOSISTEM Utami, Hanifah Ratmini; Widodo, Ari; Rochintaniawati, Diana
Journal of Biology Education Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this research is to gain an overview of the question interaction pattern between teacher and student in Biology learning on ecosystem concept. This research is descriptive research. Sample of this research is VII C, VII H, and VII I class as much as 112 students at 12 Junior High School Bandung 2013-2014. The result that in learning process, the question from teacher is much more than the question from student. That was the question from teacher as much as 86% and the question from student just 14% from 76 totality question. Question distribution between 3 class, two class has the evenly distribution in every of corner class, that is VII C class which teached by practice teacher and VII I class which teached by professional teacher. The cognitive level question that appears in the class which teached by practice teacher are C1, C2, C3, C4 and C5. And cognitive level question that appears in the class which teached by professional teacher are C1, C2, C3, and C4. Asking answer interaction pattern that found in class which teached by professional teacher has 3 patterns, those are pattern A, pattern C, and pattern E. And class which teached by practice teacher has all of 5 asking answer interaction patterns.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran biologi pada konsep ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIIC, VIIH, dan VII I di  SMPN 12 Bandung 2013-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran pertanyaan yang diajukan guru lebih banyak dibandingkan pertanyaan yang diajukan siswa, yaitu pertanyaan yang diajukan oleh guru sebesar 86% dan pertanyaan yang diajukan oleh siswa hanya sebesar 14% dari keseluruhan pertanyaan yang berjumlah 76 buah. Distribusi sebaran pertanyaan, dua kelas diantaranya memiliki distribusi yang merata ke setiap sudut kelas, yaitu kelas VII C yang dimbing oleh guru PPL dan kelas VII I yang dibimbing oleh guru Pamong. Jenjang kognitif pertanyaan yang muncul di kelas yang dibimbing oleh guru PPL adalah pertanyaan C1, C2, C3, C4 dan C5. Sedangkan jenjang kognitif pertanyaan yang muncul di kelas yang dimbing oleh guru Pamong adalah pertanyaan C1, C2, C3, dan C4. Pola interaksi tanya jawab yang ditemukan di kelas bimbingan guru Pamong memiliki tiga pola, yaitu pola A, pola C, dan pola E. Kelas yang dibimbing oleh guru PPL memiliki keseluruhan lima pola interaksi tanya jawab.  
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Proses Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP pada Pembelajaran Biologi Firdaus, Hilman M.; Widodo, Ari; Rochintaniawati, Diana
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Vol 1, No 1 (2018): Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education
Publisher : Biology Education Department, Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to analyse students’ creative thinking ability and the process involved in the development of students’ creative thinking, as well as to examine the differences between male and female students, in order to provide a better understanding of both gender in creative thinking ability. Creative thinking is represented by four indicators; fluency, flexibility, originality, and elaboration. In this research students’ creative thinking was measured by using a Test of Creative Thinking Ability, which consisted of five open-ended questions, while the process of creative thinking development was obeserved throughout the classroom teaching-learning activities, as well as the strategies and approaches implied by the teacher. The result showed student’s creative thinking ability was adequate (59%), in which the students scored the highest number in fluency (71,2%), followed by elaboration (59,5%), originality (58,5%), and flexibility (46,8%). Meanwhile, the process of creative thinking development was considered generally adequate in supporting students’ creative thinking ability, the score of the whole process in each indicators were: fluency (85,7%), flexibility (85,7%), originality (78,5%), elaboration (94,5%). Quantitative data analysis showed a statistically different results of fluency and elaboration between male and female students, while the result in flexibility and originality showed no-significant difference between both gender. Positive response related to students’ perception about their creative thinking ability were obtained using the students’ questionnaire as the instrument. Most of the students had a great perception of ther creative ability, where male students tend to have higher perspective about their creative ability than female students.