Articles

Found 24 Documents
Search

EFEK TEMPERATUR, TEKANAN DAN WAKTU REAKSI PADA HIDROGENASI ASAM HEKSADEKANOAT MENJADI 1-EKSADEKANOL MENGGUNAKAN KATALIS RU-SN(3,0)/C Ain, Nor; Rodiansono, Rodiansono; Mustikasari, Kamilia
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 4 (2019): Volume 22 Issue 4 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5634.325 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.4.112-122

Abstract

Efek temperatur, tekanan awal hidrogen, dan waktu reaksi pada hidrogenasi selektif asam heksadekanoat menjadi 1-heksadekanol menggunakan katalis dua logam rutenium-timah terembankan pada karbon (Ru-Sn(3,0)/C; 3,0 adalah rasio mol Ru terhadap Sn awal) telah dipelajari secara sistematis. Katalis Ru-Sn(3,0)/C telah dibuat dengan metode hidrotermal pada temperatur 150°C selama 24 jam dilanjutkan reduksi dengan gas hidrogen (H2) pada temperatur 400°C dan 500°C selama 1,5 jam. Hasil analisis menggunakan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa terdapat puncak spesifik untuk alloy dua logam Ru3Sn7 pada sudut 2? = 30,0°; 35,0°; dan 41,3° dengan jarak basal berturut-turut (310), (321), dan (411). Profil adsorpi-desorpsi gas N2 (BET) menunjukkan bahwa katalis Ru-Sn(3,0)/C memiliki struktur mikropori dan mesopori dengan luas permukaan spesifik (SBET) sebesar 207 m2/g, volume pori (VpBJH) 0,1015 cm3/g, dan diameter pori (dpBJH) 1,21 nm. Profil TPD-NH3 menunjukkan bahwa temperatur desorpsi 157,1°C memiliki tingkat keasaman lemah (situs asam Bronsted) dengan jumlah situs asam katalis 0,117 mmol/g dan temperatur desorpsi 660,3°C memiliki tingkat keasaman tinggi (situs asam Lewis) dengan jumlah situs asam katalis 0,826 mmol/g. Reaksi hidrogenasi asam heksadekanoat (AH) menggunakan katalis Ru-Sn(3,0)/C dalam pelarut etanol (5 mL), temperatur 180°C, tekanan 5,0 MPa selama 6 jam. Konversi AH yang diperoleh sebesar 86,24% dan produk reaksi 1-heksadekanol (4,27% yield), heksadekana (0,15% yield), etil heksadekanoat (81,82% yield). Pada temperatur 150°C dan tekanan gas H2 3,0 MPa selama 18 jam diperoleh konversi sebesar 73,27% dan produk reaksi 1-heksadekanol (0,24% yield), serta etil heksadekanoat (73,03% yield).
PENGARUH PENGEMBANAN LOGAM Ni DAN Nb2O5 PADA KARAKTER KATALIS Ni/ZEOLIT DAN Ni/ZEOLIT-Nb2O5 Rodiansono, Rodiansono; Trisunaryanti, Wega; Triyono, Triyono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi katalis Ni/zeolit dan Ni/zeolit-Nb2O5 untuk mempelajari pengaruh pengembanan logam Ni dan Nb2O5. Katalis dibuat dengan metode impregnasi, dilanjutkan kalsinasi pada temperatur 500oC, oksidasi dan reduksi pada temperatur 400oC, masing-masing dengan aliran gas nitrogen, oksigen dan hidrogen. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan spesifk, rerata jejari pori dan volume total pori menggunakan metode BET, penentuan jumlah situs asam total menggunakan metode gravimetri dan kekuatan situs asam menggunakan sepektroskopi infra merah (IR).Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa luas permukaan spesifik turun, rerata jejari pori dan volume total pori meningkat setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5 dibandingkan dengan zeolit. Jumlah situs asam masing-masing katalis meningkat dibanding zeolit setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5.Keywords: nikel,niobium oksida, katalis
Optimasi Perbandingan Mol Metanol/Minyak Sawit dan Volume Pelarut pada Pembuatan Biodiesel Menggunakan Petroleum Benzin Abdullah, Abdullah; Rodiansono, Rodiansono; Wijaya, Anggono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan biodiesel melalui reaksi transesterifikasi metanol dan minyak sawit menggunakan pelarut petroleum benzin dan katalis KOH. Reaksi dilakukan pada temperatur 60oC dengan waktu reaksi 25 menit yang dilakukan secara bertahap (tahap pertama 15 menit dan tahap kedua 10 menit). Variabel dalam penelitian ini adalah perbandingan mol metanol/minyak sawit (3:1, 6:1, dan 9:1) dan perbandingan volume pelarut terhadap volume minyak sawit (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; dan 1,2). Penentuan perbandingan mol dan volume pelarut optimum didasarkan pada karakteristik biodiesel, yaitu: bilangan asam, viskositas kinematik, berat jenis, dan kadar air. Karakteristik biodiesel hasil penelitian selanjutnya dibandingkan dengan karakteristik biodiesel berdasarkan standar ASTM dan FBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petroleum benzin dapat digunakan sebagai pelarut pada pembuatan biodiesel. Kondisi optimum diperoleh pada perbandingan mol metanol/minyak sawit 6:1, sedangkan perbandingan volume pelarut/minyak sawit optimum pada 0,2 (v/v). Kata kunci :   transesterifikasi, minyak sawit, pelarut, petroleum benzin.
Kajian Aktivitas Katalis Ag/Zeolit-Tio2 Pada Degradasi Fotokatalitik Fenol Menggunakan Lampu UV Rodiansono, Rodiansono; Adam, Sulfi; Santoso, Uripto Trisno
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang degradasi fotokatalitik fenol menggunakan fotokatalis zeolit-TiO2 (Ze-Ti) dan Ag/Ze-Ti, hasil modifikasi dari zeolit alam aktif (ZAA) dengan TiO2teremban Ag. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi basah yang dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 500 oC selama 3 jam, dengan variasi Ag (% b/b) : 1; 1,5; 2; dan 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impregnasi TiO2 dalam zeolit alam aktif dapat meningkatkan aktivitas fotokatalis TiO2 dalam mendegradasi fenol. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa impregnasi Ag dapat meningkatkan aktivitas fotokatalis Ze-Ti dan mencapai optimum pada jumlah Ag teremban sebanyak 2 %.Kata kunci : fotokatalis, degradasi, fenol, Zeolit, TiO2
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KATALIS Ni, Co YANG DIEMBANKAN PADA ZEOLIT-ZCP-50 MENGGUNAKAN METODE MATRIK POLIMER Rodiansono, Rodiansono; Irawan, Chairul; Mujiyanti, Dwi Rasy
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan preparasi katalis Ni, Co, dan kombinasinya (Ni-Co) yangdiembankan pada hybrid zeolite-ZCP-50 menggunakan metode matrik polimer PEG-6000.Katalis hasil preparasi dikarakterisasi meliputi keasaman (ammonia dan pyridine), luaspermukaan, volume pori menggunakan metode adsorpsi isotermal N2 (BET), difraksisinar-X (XRD) and SEM (scanning electron microscopy).Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa katalis logam Ni, Co dan Ni-Co telahberhasil dipreparasi menggunakan metode matrik polimer dengan tingkat keasamantertinggi pada Co/zeolite-ZCP-50 (monometallic), dan Ni-Co/zeolite-ZCP-50 untuk katalisbimetallic. Penambahan ZCP-50 pada zeolit memberikan kontribusi yang besar pada luaspermukaan spesifik, rerata jejari pori dan volume total pori. Tingkat dispersi logam padapermukaan padatan pengemban zeolite-ZCP-50 lebih baik dibandingkan dengan zeoliteasal.Kata kunci: katalis, Ni dan Co, zeolit, ZCP-50, pengemban hybrid
Optimasi Jumlah Katalis KOH dan NaOH pada Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit Menggunakan Kopelarut Abdullah, Abdullah; Jaya, Jaka Darma; Rodiansono, Rodiansono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian optimasi jumlah katalis dalam reaksi transesterifikasipembuatan biodiesel dari minyak sawit menggunakan petroleum benzin sebagaikopelarut. Transesterifikasi minyak sawit yang dilakukan pada penelitian ini bertujuanuntuk melihat pengaruh penambahan katalis terhadap kualitas biodiesel serta untukmenentukan jumlah optimum katalis KOH atau NaOH yang ditambahkan pada reaksitransesterifikasi. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan mencampurkan 50 ml minyaksawit dengan 12,8 ml metanol (rasio mol 1:6) menggunakan 20 ml kopelarut petroleumbensin teknis (70-90oC) dan variasi jumlah katalis KOH dan NaOH masing-masing: 0;0,25; 0,375; 0,5; 0,625; dan 0,75 g. Reaksi dilakukan pada temperatur 60oC.Berdasarkan hasil transesterifikasi yang dilakukan, diperoleh jumlah optimum katalis KOHadalah sebesar 0,75 g dengan sifat fisik, antara lain viskositas (5,7099 cSt), berat jenis(0,8666 g/ml) dan bilangan asam (0,1662 mg KOH/g) memenuhi standar biodiesel(ASTM). Sedangkan jumlah optimum katalis NaOH adalah sebesar 0,625 g dengan sifatfisik seperti viskositas (4,6367 cSt), berat jenis (0,8611 g/ml) dan bilangan asam (0,2255mg KOH/g) telah memenuhi standar biodiesel (ASTM).Kata kunci: transesterifikasi, minyak sawit, katalis, KOH, NaOH
HIDROLISIS LIGNOSELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS ASAM KARBOKSILAT Rodiansono, Rodiansono; Lili Utami, Umi Baroroh; Widyastuti, Nana; Wulabdari, Paradilla Catur; Risnawati, Ina
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan hidrolisis lignoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menggunakan katalis asam karboksilat. Tiga jenis asam karboksilat yang digunakan adalah asam maleat, asam suksinat, dan asam asetat. Katalis asam maleat dengan konsentrasi 4% v/v menghasilkan jumlah gula pereduksi tertinggi (11,9% b/b) pada temperatur reaksi 373 K, 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, SEM dan FTIR terhadap sampel TKKS sebelum dan sesudah reaksi menunjukkan bahwa hanya pada bagian amorf (hemiselulosa dan selulosa) TKKS saja yang mengalami peruraian yang dibuktikan oleh kristalinitas, morfologi permukaan dan perubahan gugus fungsi.Kata kunci: hidrolisis, lignoselulosa, TKKS, katalis, asam karboksilat
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF AG@C-TIO2 NANOCOMPOSITE FOR DEGRADATION OF SASIRANGAN TEXTILE WASTEWATER Dewi, Heny Puspita; Santoso, Joko; Trianda, Nur Firda; Rodiansono, Rodiansono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2322.112 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.6.299-304

Abstract

Carbon-titanium oxide nanocomposite (denoted as @C-TiO2) was successfully synthesized via hydrothermal method at 150°C for 24 h. The C-TiO2 nanocomposite was furtherly modified by adding an Ag metal dopant (denoted as Ag@C-TiO2) to improve and applied to the photocatalytic degradation of Sasirangan textile wastewater. The composite photocatalysts were characterized by XRD and UV?Vis DRS spectroscopies. XRD patterns showed that TiO2 in @C-TiO2 mainly consisted of a brookite phase, as indicated by a series sharp diffraction peak at 2? = 27.2° (111), 31.5° (121) and 55.9° (241). The calculated band gap energy (Eg) derived from UV-Vis DRS spectra for TiO2, @C-TiO2, and Ag@C-TiO2 were 2.95 eV, 2.54 eV, and 2.74 eV, respectively. Ag@C-TiO2 photocatalyst was found to be active for the photocatalytic degradation of Sasirangan textile wastewater, as indicated by the change of wastewater color from dark to clear. The quantitative photocatalytic activity of Ag@C-TiO2 was evaluated in the degradation of methylene blue, whereas the conversion of methylene blue was 41.3%. The addition of Ag to @C-TiO2 is believed to play an essential role in the enhancement of photocatalytic activity.
POTENSI NANOKOMPOSIT FE3O4@C DARI BIJIH BESI SEBAGAI PENDETEKSI KADAR GLUKOSA Husain, Sadang; Suryajaya, Suryajaya; Haryanti, Ninis Hadi; Manik, Tetti Novalina; Rodiansono, Rodiansono; Hutasoit, Sepfina Monica; Riyanto, Agus; Sudarningsih, Sudarningsih
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32771

Abstract

Sintesis nanokomposit Fe3O4@C dari bijih besi Tanah Laut dan sumber karbon dari gula pasir telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi dan metode hidrotermal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik Fe3O4@C berbahan bijih besi. Sebanyak 6 g bijih besi digunakan sebagai bahan baku pembuatan Fe3O4. FeSO4.7H2O digunakan sebagai sumber ion Fe2+. Sampel diaduk dengan menggunakan temperatur 70oC dengan kecepatan adukan 450 rpm. Karbon (C) disintesis menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 300oC dengan menambahkan etilon glikol sebagai surfaktan. Sampel Fe3O4 dan C digabung pada suhu 250oC selama 30 menit dengan kecepatan 500 rpm. Sampel  Nanokomposit Fe3O4@C dikarakterisasi menggunakan Vibrating Sample Magnetometer, Fourier Transform Infrared, Transmission Electron Microscopy, serta elektrokimia. Dari penelitian, diperoleh nilai magnetisasi saturasi sebesar 24,82 emu/g, jenis ikatan yang terdapat dalam nanokomposit Fe3O4@C adalah ikatan Fe-O, C=O, C=N dan O-H, distribusi ukuran partikel dalam rentang 5 nm ? 20 nm, dengan rata-rata ukuran partikel 12 nm, serta nilai sensitivitas 0,285 mA/ppm.
Synthesis of Chitosan-Coated Magnetic Microparticle Using Glutaraldehyde as Crosslinker and PEG as Spacer Arm and Its Application as Adsorbent of Peat Humic Acid Santoso, Uripto Trisno; Rodiansono, Rodiansono; Junaidi, Budi; Umaningrum, Dewi
Journal of Wetlands Environmental Management Vol 3, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : Research Institution, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A simple procedure for synthesis of chitosan-coated magnetic microparticles (CMMP) using glutaraldehyde as a cross-linker and polyethylene glycol (PEG) as a spacer arm has been developed. The functionalized microparticles were prepared using an inexpensive, simple, rapid, one-pot process, based on the heating of chitosan, PEG, and ferrous sulfate mixture at high pH. X-ray diffraction results indicated that the surface-modified Fe3O4 microparticles did not lead to phase change unlike the pure Fe3O4. Magnetic chitosan adsorbent has been evaluated for removal of peat humic acid from its aqueous solution.