Articles

Found 35 Documents
Search

PELAKSANAAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS PERILAKU MASYARAKAT DI KALIPANCUR, SEMARANG Tursinawati, Yanuarita; Rohmani, Afiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.707 KB)

Abstract

Central Java Public Health Authorities have recorded that Semarang has the highest Incidence Rate (IR) of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) since 2009 to 2011. Ngaliyan district, part of Semarang region have suffered from DHF endemic. This research is conducted in Kalipancur, part of Ngaliyan district that aims to determine the behavioral domain of implementation of DHF mosquito nest eradication (3MPlus) based on the knowledge, attitudes and actions following by characteristic of thecommunity.This analytic observational research with cross sectional study involved 107 respondents. Primary data was collected through interviews using questionnaire related to knowledge, attitudes, actions and implementation of 3M Plus. Data was analyzed with chi square test, Confident Interval 95%.Results shows that 60.7% of community have low level of knowledge and 74.8% of them taking less actions regarding the implementation of 3M Plus. Nevertheless, 72% of respondents had a good attitudes. Both of knowledge (p=0,08) and actions (p=0,104) did not have a significant impact to the implementation of 3 M Plus. On the contrary, respondents attitudes (p=0,002) were found to be significant factor related to the implementation of 3M Plus. Therefore, provision of health information is needed to improve knowledge and actions of mosquito nest eradication of DHF. Keywords: Mosquito Nest Eradication, Dengue Hemorrhagic Fever, knowledge ,attitude, actions
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI KELURAHAN LAMPER TENGAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN, KOTA SEMARANG Rohmani, Afiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.234 KB)

Abstract

Selama ini banyak pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang terlalu dini bagi bayi danberakibat anak diare, produksi ASI berkurang, karena anak sudah kenyang dan jarang menyusui, sertadapat menimbulkan alergi dikemudian hari karena usus bayi masih mudah dilalui oleh protein asing.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia pemberian makanan pendamping ASIpertama kali dengan status gizi batita, menganalisis hubungan antara frekuensi pemberian MPASI denganstatus gizi batita, menganalisis hubungan antara kesesuaian jenis MPASI terhadap umur dengan statusgizi batita dan mengalisis hubungan antara frekuensi pemberian ASI dengan status gizi batita. Metodepenelitian menggunakan studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 1-2 tahun yang berkunjung ke PosyanduKelurahan Lamper Tengah, kota Semarang, dengan jumlah sampel sebanyak 60 anak yang menggunakanmetode purpose random sampling. Data yang didapatkan antara lain tinggi dan berat badan anak, umuranak, dan pemberian MPASI yang meliputi usia pemberian MPASI, frekuensi pemberian MPASI,kesesuaian jenis MPASI terhadap perkembangan umur dan frekuensi pemberian ASI. Data yangdianalisis menggunakan statistik non parametrik, dengan menganalisis bubungan antar variabel denganuji korelasi spearman dan analisis uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubunganantara usia pertama pemberian MPASI dengan status gizi pada indek BB/U dan TB/U, terdapat hubunganantara frekuensi pemberian MPASI dengan status gizi pada indek BB/U dan TB/U, tidak ada hibunganantara frekuensi pemberian ASI dengan status gizi pada indek BB/U dan terdapat hubungan antarakesuaian MPASI dengan umur dengan status gizi pada indek BB/U dan TB/U. Dengan demikian perluadanya penyuluhan terhadap ibu melalui posyandu tentang pola pemberian makanan pada bayi,khususnya kapan bayi dapat diberi MPASI, serta bagaimana pemberian MPASI yang benar, antara lainjenis-jenis MPASI yang disesuaikan dengan perkembangan umur, cara pemberian MPASI, dan porsipemberian MPASI.Kata Kunci: Makanan, pendampng, asi, anak, batita, status gizi
EMERGENCE RESISTANT UROPATOGEN ESCHERICHIA COLI SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN DAN -MANGOSTIN SECARA IN VITRO Rakhmawatie, Maya Dian; Rohmani, Afiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.253 KB)

Abstract

Emergence resistant on uropatogen Escherichia coli can occur shortly after the start of therapy using subtherapeutic doses of ciprofloxacin. Ciprofloxacin is an antibiotic that works depends on the level of concentration, higher ratio Cmax / MIC will give increases in effectiveness. When the ratio of Cmax / MIC <1, then the risk of emergence resistant will be increased. One of the herbs that are abundant in Indonesia and has anti-bacterial activity is mangosteen (Garcinia mangostana L.), which has an active compound ?-mangostin. Administration of the active compound ?-mangostin is expected to help prevent the emergence resistant of uropatogen E. coli due to the use of subtherapeutic ciprofloxacin. This research was conducted by giving treatment to uropatogen E. coli in vitro. Bacterial strains used are uropatogen E. coli resistant to ciprofloxacin with MIC values of 128 ?g / mL. Treatment is divided into (I) treatment groups using ciprofloxacin concentration Cmax at a dose of 750 mg (4.3 ?g / mL), (II) treatment groups using ciprofloxacin concentration of 4.3 ?g / mL and ?-mangostin 0.18 ?g / mL, and (III) the negative control group. The study states that the administration of the combination of ?-mangostin and ciprofloxacin delayed the growth of uropatogen E. coli resistant strains (MIC value of 128 ?g / mL) compared to administration of ciprofloxacin alone (p 0.000). But the combination of ?-mangostin and ciprofloxacin can not prevent an increased in resistance strain uropatogen E. coli, which is characterized by an increased in the value of the MIC to be 256 ?g / mL after 2 hours of treatment.Keywords: ciprofloxacin, resistance, ?-mangostin, uropatogen E. coli
Hubungan Fase Pengobatan dan Status Gizi Tuberkulosis Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal Periode Januari 2011 – September 2011 Prayitami, Septia Putri; Dewiyanti, Lilia; Rohmani, Afiana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dan bersifat sistemik yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang mayoritas (&gt;95%) menyerang paru. Pengobatan tuberkulosis terdiri dari dua fase yaitu fase awal selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 6-12 bulan.Salah satu faktor yang mempengaruhi tuberkulosis yaitu status gizi. Anak balita merupakan kelompok paling rawan terhadap terjadinya kekurangan gizi. Anak yang sering terkena infeksi dan gizi kurang akan mengalami gangguan tumbuh kembang yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan.Tujuan : Mengetahui adakah hubungan fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal periode Januari 2011-September 2011.Metode : Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional pada 117 anak penderita tuberkulosis yang menjalani rawat jalan diRumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal. Subyek dipilih dengan menggunakan tekhnik random sampling. Data didapatkan darirekam medis yang dianalisis menggunakan uji Chi Square. Status gizi dinilai berdasarkan baku rujukan WHO-NHCS dalam versi skor simpang baku (z score).Hasil : Sebagian besar anak berada pada fase lanjutan sebesar 54,7% dan mayoritas anak memiliki status gizi nomal sebesar 61,5%. Darihasil menunjukkan ada hubungan antara fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak. Uji statistic Chi Square didapatkan hasil p value &lt; 0,05.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak.Kata kunci : Fase pengobatan, status gizi
Hubungan Pola Pemberian ASI dan Karakteristik Ibu dengan Tumbuh Kembang Bayi 0-6 Bulan di Desa Bajomulyo, Juwana Megawati, Retno Ayu; Notoatmojo, Harsoyo; Rohmani, Afiana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masa tumbuh kembang bayi 0-6 bulan membutuhkan asupan gizi yang diperoleh melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI)eksklusif. Gangguan tumbuh kembang pada awal kehidupan bayi diantaranya disebabkan karena ibu tidak memberi ASI eksklusif kepadabayinya. Jumlah penderita gizi kurang di Desa Bajomulyo sebesar (24%) dengan jumlah 12 balita dari 50 balita. Hal ini tentunya erat kaitannya dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengantumbuh kembang bayi0-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan sampel sebanyak 42 orang ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulandan masih menyusui. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner dan observasi. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu berhubungan dengan pertumbuhan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,000), frekuensipemberian ASI (p=0,000), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,003), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,000),jumlah anak ibu (p=0,001). Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu juga berhubungan dengan perkembangan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,002), frekuensi pemberian ASI (p=0,002), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,002), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,002), jumlah anak ibu (p=0,001).Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengan tumbuh kembang bayi 0-6 bulan di DesaBajomulyo Kecamatan Juwana.Kata kunci : Pola pemberian ASI, karakteristik ibu, tumbuh kembang bayi
EFEKTIVITAS PERLAKUAN KOMBINATIF PLASMA MEDIS DAN EKSTRAK DAUN SIRIH UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA FASE PROLIFERASI PADA MODEL MENCIT DIABETIK Wahyuningtyas, Eka Sakti; Nasruddin, Nasruddin; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Lutfiyati, Heni; Sikumbang, Isabella Meliawati; Nurani, Laela Hayu; Rohmani, Afiana; Salsabila, Nia; Putri, Gela Setya Ayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.983 KB) | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.378

Abstract

The continued increase in the number of people with Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia is a serious problem. One of the big problems for people with Diabetes Mellitus (DM) is the emergence of complications of diabetic wounds. To date the strategy for treatment of diabetic wounds has been limited to the use of wound dressing, cell therapy and oxygen therapy. The problem is that the strategy is not fully successful. Thus, it is very important to look for new strategies to improve the quality of diabetic wound healing, such as by applying a combination of plasma medicine and local natural product, like the extraction of Daun sirih (Piper betle) leaves. Plasma medicine is a relatively new and multidisciplinary study involving plasma science, biomedical, pharmaceutical and other health sciences aimed at applying plasma to therapeutic health. Plasma is the fourth phase of matter, after the solid, liquid and gas phase. The medical aspects of plasma are related to the ability of plasma to produce biological molecules Reactive Oxygen and Nitrogen Species (RONS). If RONS is controlled in the right dosage it can be efficacious for health therapy. This study intends to examine the effects of combinative treatment of plasma medicine and Piper betel leaf extract for proliferation phase of wound healing in diabetic small animal model. This study used male Balb c mice with acute wounds which were divided into 5 groups, namely groups of untreated normal mice (ND-TP), groups of untreated diabetic mice (D-TP), groups of diabetic mice wounds with Piper betel leaf extract (DS ), the wound group of diabetic mice with plasma medicine (DP) and the wound group of diabetic mice with plasma medicine and Piper betel leaf (DPS). The plasma medicine was treated on wound with condition non-contact style (the plasma jet did not touch the wound) with a distance of plasma jet reactor nozzle to the surface of wound about 20 mm, for 2 minutes, every day. Macroscopic observation of wounds is carried out every day from day 0 to 7. On day 7 it was seen that the size of the wound area for D-P-S was smaller than the other groups. The results of this study indicated that Piper betel leaf extract can potentially be used to optimize the performance of plasma medicine in accelerating diabetic wound healing during the proliferation phase. Further investigation, however, is important to be conducted to study the effect for all phases of wound healing and its mechanism histo-pathologically.
Ekstrak Buah Kersen (Muntingia calabura) dalam Menurunkan Jumlah Sel Goblet pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kurniati, Ika Dyah; Rohmani, Afiana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok dapat meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan aktivasi dari Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) sehingga mencegah apoptosis sel bersilia serta mendiferensiasi sel bersilia menjadi sel goblet. Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung antioksidan diantaranya flavonoid. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh pemberian ekstrak buah kersen terhadap jumlah sel goblet pada trakea tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Desain. Tikus sejumlah 18 ekor dibagi 3 kelompok, kemudian di papar asap rokok 7 batang perhari dan ekstrak buah kersen (EBK) selama 4 minggu. Kelompok pertama sebagai kontrol (K) diberi plasebo, kelompok Perlakuan 1 (P1) diberi EBK 100mg/kgBB/hari dan kelompok Perlakuan 2 (P2) diberi EBK 200mg/kgBB/hari. Perbedaan jumlah sel goblet dianalisis dengan Kruskal-Wallis Test dilanjutkan Post Hoc Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan bahwa rerata sel goblet pada kelompok perlakuan 1 (P1=14,44) paling sedikit dibandingkan kelompok perlakuan 2 (P2=15,32) dan kelompok kontrol (K=23,08). Ada perbedaan bermakna jumlah sel goblet antara kelompok K dengan P1(ρ<0.0001) dan kelompok P1 dengan P2 (ρ=0,002), namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok K dengan P (ρ=0,126). Simpulannya ekstrak buah kersen mampu menurunkan jumlah sel goblet trakea tikus yang di papar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, Muntingia calabura, sel goblet
IN VITRO EFFECT OF ALFA MANGOSTIN ON MULTIRESISTANT UROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI Rakhmawatie, Maya Dian; Rohmani, Afiana; Ahyar, Fariz Wafaul
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2017): January - June 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.141 KB) | DOI: 10.26532/sainsmed.v8i1.1002

Abstract

Introduction: In Indonesia, the most commom uropatogen E. coli resistance has been to ampicillin (91.9%), ciprof loxacin (83.7%) and cefixime (67.6%). ?-mangostin, a chemical compound, has been developed as a new antibiotics isolaated from herbal Garcinia mangostana L, but its effectiveness against multiresistant uropathogenic E. Coli has not been established.Objective: This study examined the effect of ?-mangostin on growth of multiresistant E. coliMethods: ?-mangostin Treatment of E. coli uropatogen bacteria was administered in vitro, using 14 levels of concentration 14; 28,13; 56.25; 112.5;225; And 450 ?g/mL with 4 times replication at each concentration. The antibacterial activity of ?-mangostin was determined by evaluating bacterial growth at each concentration using the indirect method by sample absorbance reading. The Samples of uropatogen of E. coli treated with various doses of ?-mangostin were incubated for 18-20 hours and then subjected to the absorbance reading using a UV-Vis spectrophotometer ? 625 nm.Results: Minimum inhibitory concentration (MIC) in this study was 450 mg/mL. Based on linear regression (STATA 13.1) relationship between?-mangostin concentrations and bacterial growth inhibition activity showed 0.0001 <0.05 showing that all concentrations of ?-mangostin simultaneously had a significant effect on the growth of uropathogenic E. coli.Conclusion: ?-mangostin has not been effective to inhibit the growth of multiresistent uropathogentic E. coli due to a relatively high MIC (450 mcg/mL).a Potentially relevant activity in the clinical setting will occur if the value of the MIC of a substance in vitro <100 ?g /mL. Even the pharmaceutical industry prefers the development of antibiotics with in vitro MIC value of ? 2 ?g/mL.
Hubungan Antara Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang Wibowo, Cahya Daris Tri; Notoatmojo, Harsoyo; Rohmani, Afiana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Anemia banyak terjadi terutama pada usia remaja baik kelompok pria maupun wanita. Indonesia sendiri prevalensi anemia yang didapatkan masih cukup tinggi, dimana data depkes tahun 2009 didapatkan angka kejadian anemia pada remaja putri mencapai presentasi 33,7 %. Sedangkan angka kejadian anemia di jawa tengah mencapai presentasi sebesar 30,4 % dan disemarang sendiri angka kejadian anemia pada remaja mencapai 26 %. berdasarkan survey awal yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 3 Semarang dari 55 siswi terdapat 5 siswi dengan status gizi baik tetapi mempunyai riwayat anemia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan anemia pada remaja putri SMP Muhammadiyah 3 Semarang Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 254 siswi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 siswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non random sampling, yaitu purposive sampling. Kemudian dilakukan uji Chi-Square.Hasil : responden dengan status gizi baik sebanyak 31 siswi Kata kunci : status gizi, anemia
OPTIMASI DAN VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR SIPROFLOKSASIN DALAM MEDIA MUELLER HINTON BROTH MENGGUNAKAN HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Rakhmawatie, Maya Dian; Rohmani, Afiana
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Model kinetika in vitro telah dikembangkan untuk menggambarkan simulasi farmakokinetika antibiotika sesuai dengan profil farmakokinetika pada tubuh manusia. Untuk melakukan penelitian model kinetika in vitro, salah satu faktor penting untuk dianalisis adalah kadar obat dalam media bakteri yang disesuaikan dengan kadar obat dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis optimasi dan validasi penetapan kadar antibiotik siprofloksasin dalam media Mueller Hinton Broth (MHB), menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) UV Vis pada panjang gelombang 275 nm. Pemisahan kromatografi dilakukan menggunakan kolom C18 (250 x 4,6 mm; 4,6 µm; Knauer Jerman). Fase gerak isokratik terdiri dari 0,02 M buffer natrium dihidrogen fosfat pH ± 3,0 dan asetonitril (65:35, v/v). Fase gerak mengandung 5 mM trietilamin sebagai agen pasangan ion. Laju fase gerak konstan 0,8 mL/menit, pada suhu kolom 42°C, dan tekanan kolom berkisar 183 – 198 kgf. Metode yang digunakan selektif dapat memisahkan puncak area kromatogram dengan media MHB. Waktu retensi berada pada 3,74 menit (SD 0,04; CV 1,06%). Metode ini valid dan linear pada rentang konsentrasi 0,1 – 10 µg/mL (r2 = 0,992). Sensitivitas ditunjukkan dengan nilai LOD dan LLOQ sebesar 1,24 µg/mL dan 4,12 µg/mL. Stabilitas sampel yang diukur pada penyimpanan 7 hari suhu 2 – 8°C menunjukkan nilai perolehan kembali hasil simpan sebesar 93,80%. Kata kunci : HPLC; media Mueller Hinton Broth; siprofloksasin.